Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Obsesi.


__ADS_3

"Richaaaa...." pangilan itu membuat semua orang menoleh ke arah suara. Saat sudah tau siapa yang datang Richa melompat dari pangkuan Risky, lalu berlari ke arah pintu utama.


" Rehan." Richa sudah meloncat ke arah Rehan dan bergelantungan di dada Rehan. Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih saling berputar putar, Richa menilngkarkan kedua tangannya di leher Rehan.


Di sisi lain Nelan sungguh tidak menyukai pemandangan tersebut. Cyka dan Risky bisa melihat perubahan wajah Nelan yang tidak senang.


" Kok lo bisa tau gue dateng sih, Han?" Tanya Richa.


" Tentu aja gue tau, Riyan..." Seru Rehan.


" Ah, anak itu."


" Hai, Apa kabar?" Rehan mengulurkan tangannya pada Nelan, dengan senyum sinis Nelan menyambut uluran tangan Rehan.


" Baik. Dan sepertinya lo juga terlihat sangat baik baik aja." jawab Nelan. Mereka semua kembali duduk di sofa, tanpa sadar Richa duduk di samping Rehan dan menyerahkan teh miliknya untuk Rehan. Nelan mulai kesal, ia tidak suka dengan kedekatan Richa sama Rehan, walau tau ia adalah sepupu tapi tetap saja Nelan tidak bisa menerima hal tersebut.


Nelan memperhatikan gelas yang teh milik Richa yang saat ini sudah beralih ke tangan Rehan sedang mendekat ke bibir Rehan dan ia memperhatikan sisi yang sebelumnya sudah membekas oleh bibir Richa. Rehan meletakkan bibirnya di sudut yang sama, membuat hati Nelan memanas.


" Oh ya Cha...."


" Hmm!?"


" Ada yang mau gue omongin ma lu."


Mata dari semua orang mengalih ke arahnya, terutama Nelan tatapamnya sungguh tajam bak pedang. Semua orang penasaran dengan apa yang akan di katakan Rehan.


" Ngomong apa?" tanya Richa.


" Ah itu.." Rehan menghentikan kata katanya karena merasa mendapatkan tatapan yang aneh dari Nelan, " Oh, tidak, lain kali aja." ujar Rehan.


" Emm, ya udah." Richa tidak bertanya lebih lanjut, karena merasa tidak terlalu perduli.


Setelah mengobrol cukup lama Nelan dan Richa kembali ke kamar untuk mengambil koper milik mereka yang akan mereka bawa ke hotel.

__ADS_1


" Ohya, mas! Kita mau langsung ke pantai atau ke hotel dulu?" tanya Richa seraya merapikan beberapa barang ke dalam koper.


" Hmm." jawab Nelan singkat.


" Hmm?" Richa menoleh ke arah Nelan yanf sedang duduk si sofa sambil memainkan ponselnya.


" Mas..?" Panggil Richa lagi tapi tetap tidak dijawab.


Kenapa sih, masku sejak datang kesini uring uringan terus. Apa dia tidak suka berada disini?


Richa mendekati Nelan lalu duduk di sampung nya. Ia menyambar ponsel milik Nelan, sehingga Nelan pun menatapnya.


" Ada apa sih, Cha?"


" Mas, kenapa sih? Sejak pagi sikapnya gini terus, mas gak suka ya kita liburannya kesini?" tanya Richa.


" Gak gitu, Cha."


" Trus?"


" Bohong, Aku tau kok, ada yang ngeganggu pikiran kamu. Apa karena aku gak mau manggil Sayang?" Nelan terkekeh.


" Kalo iya, apa kamu akan mulai panggil gitu?"


" Hmm, asal mas gak cuekin aku lagi."


" Ya udah, mas gak bakal cuekin kamu lagi, jadi balikin ponselnya." pinta Nelan. Walau dia bilang gitu Richa bisa melihat wajah Nelan masih tetap dengan espresi yang sama.


" Apa mas, cinta sama aku?" tanya Richa tiba tiba. Nelan menarik Richa ke pangkuannya.


" Lalu apa kamu mencintaiku?" Tanya Nelan balik. Richa memang belum pernah mengatakan sejalipun kalimat itu, sedangkan Nelan sudah pernah mengutarakannya walau hanya sekali.


" Kok gak jawab."

__ADS_1


" Ada ya, seorang istri yang gak mencintai suaminya tapi mau menyerahkan miliknya yang paling berharga pada sang suami." ujar Richa.


" Itu bukan jawaban dari pertanyaan ku Richa?"


Richa malah memcium bibir Nelan, lalu ia menatap lekat bola mata kecoklatan suaminya itu.


" Aku mencintaimu, mas. Sangat memcintaimu jauh sebelum kamu sadar kalau kau juga mencintaiku." jawab Richa. Nelan mengernyitkan keningnya. Ia penasaran dengan ucapan Richa.


" Dari mana kau bisa yakin kalau kau yang lebih dulu mencintaiku? Memang kamu tau kapan aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta padamu?" tanya Nelan.


Richa hanya tersenyum lalu bangun dari pangkuan Nelan.


" Pokonya aku yakin, kalo aku yang lebih dulu jatuh cinta sama kamu." Ujar Richa.


" Oh ya, tapi aku meragukan itu, aku rasa malah sebaliknya. Kau malah mengusulkan untuk berpisah secepatnya."


Richa berbalik dan menatap tajam Nelan. Lalu menarik kerahnya.


" Itu karena aku sakit hati sama kamu. Walau kau sedang memelukku tapi kau menyebut nama wanita lain, lalu menurut mas gimana perasaanku saat itu. Saat aku sadar kalo di hatimu cuma ada dirinya." Jelas Richa. Dan akhirnya Nelan pun tau alasannya pagi itu Richa begitu gampangnya mengajaknya bercerai. Nelan mencium kening Richa, Lalu memeluknya.


" Tapi jauh sebelum itu hatiku sudah terisi oleh namamu, Cha. Sudah sejak lama aku menyadari bahwa aku sudah mengisi hatiku dengan nama istriku yang pendek ini." Ledek Nelan. " Awww.." Richa mencubit perutnya.


" Trus, kenapa mas gak mau cerita, apa yang mengganggu pikiran kamu saat ini. Aku tau loh mas, ada yang kamu sembunyiin dari aku kan?"


Richa mendongakkan wajahnya, lalu Nelan pun menatapnya dalam dalam sebelum ia akhirnya bicara.


" Aku merasa terganggu dengan kedekatanmu bersama Rehan." Richa melebarkan matanya, " Aku tau, dia adalah saudaramu, aku juga benci mengakuinya kalau aku bahkan terganggu karena hal itu, tapi aku tidak bisa mengendalikan perasaanku yang tidak rela kau di sentuh pria lain." Richa malah tertawa, ia tidak menyangka Nelan cemburu pada Rehan. Bukan orang lain dia adalah Rehan, yang melebihi dari saudaranya sendiri.


" Aku tau ini sangat konyol, tapi Richa, kau tidak berhak mentertawakanku begini. Apa kau tau itu." kesal Nelan.


" Oke, maaf Sayang. Maaf karena sudah mentertawakanmu dan juga membuatmu merasa tidak nyaman. Tapi mas, dia bukanlah orang lain, Rehan dan Riyan sama persis arti keduanya di hatiku. Jadi aku berharap kau bisa mengerti itu. Kalau kau tidak mengukainya, baiklah aku akan mencoba lebih bersikap layaknya seorang istri mulai sekarang, tapi aku tetap tidak bisa menjauh dari darahku sendiri, mas." Jelas Richa. Nelan merasa sangat konyol dan bersalah pada Richa, namun apa lah dayanya dia sendiri tidak tau kenapa sampai bisa setidak rela itu melihat Richa di sentuh dan di peluk laki laki lain. Hati nurani seorang pria yang sedang jatuh cinta memang tidak mampu di tebak. Mereka bisa menggila bahkan hanya karena hak kecil yang menyangkut pasangannya.


 

__ADS_1


Setibanya di hotel tempat mereka menginap, Nelan dan Richa hanya mampir sebentar untuk mengantarkan koper dan barang bawaan lainnya, lalu mengganti pakain mereka, karena agenda mereka hari ini adalah pantai.


Nelan mengendarai mobil yang disediakan pihak hotel sendiri, mobil yang sudah di buking olehnya seaat memesan kamar hotel tersebut.


__ADS_2