Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Naila


__ADS_3

Siang harinya.


Sepanjang perjalanan menuju kantor suaminya yang juga merupakan kantor ayah dan adiknya Nevan, Naila tidak henti-hentinya memasang senyuman merekah. Salah satu tangannya terus saja memegangi perut buncitnya, kehamilan Naila sudah memasuki bulan ke 8, bayinya akan lahir dalam 1 bulan lagi.


Sesampainya di depan ruangan Bram, ia langsung menyerobot masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ya.. karena menurutnya hal itu tidak butuh dilakukan karena ruangan itu adalah milik suaminya sendiri. Namun siapa yang menyangka hal yang tidak pernah di duganya akan terjadi begitu nyata di depan matanya sendiri. Laura yang notabennya adalah sekertaris suaminya kini sedang asik duduk di paha Bram dan nampaknya laki-laki itu juga sangat senang bercanda tawa bersama wanita itu.


Sungguh Naila tidak menyangka hal itu akan terjadi padanya, ia berjalan maju mendekat ke arah keduanya hingga membuat Bram terkejut melihat kedatangan Naila bibirnya keluh untuk bicara. Saat itu juga Naila menarik rambut Laura dengan kencang.


" Awww... Apa-apan, Lo! Aw, Lepas." ucap Laura sambil meringis kesakitan.


" Lo pantes mendapatkannya. Kau itu cuma wanita tidak tau malu, yang hanya bisa mengganggu suami ora.."


PLAK!?


Naila tidak percaya apa yang baru saja di lakukan Bram. Hatinya sangat sakit saat mengetahui laki-laki yang sangat ia cintai dan dia pikir juga sangat memcintainya selama ini sedang bermesraan dengan wanita lain, namun yang lebih pedih lagi dia bahkan menamparnya hanya untuk membela simpanannya.


" Jaga ucapan mu, Naila. Kamu tidak pantas bicara seperti itu pada, Naura." Bentak Bram. Kini ia menyadari bahwa cinta yang selama ini di tunjukkan oleh suaminya itu hanyalah kebohongan, perhatian itu hanyalah dusta belaka.


Laura tersenyum sinis, melihat Naila yang sedang menahan tangisnya. " Udah, Sayang. Aku gapapa kok." Nalia sungguh tercengang mendengar ucapan Naura.

__ADS_1


" Kenapa...?" tanya Naila semakin tak percaya.


" Ya, aku dan Bram saling mencintai jadi apa salahnya kalau kita menjalin hubungan di belakang, Lo." Wanita itu menunjukkan senyuman yang tercetak jelas di bibirnya. Bram tidak sedikit pun menunjukkan rasa bersalah karena telah menghianati istrinya itu.


PLAK!?


Naila pun berhasil melayangkan satu tamparan di wajah Laura. " Jangan menyentuh wanita yang aku cintai, Naila". Bentak Bram yang ingin kembali menampar Naila, namun kali ini Naila tidak akan membiarkan hal itu terulang untuk kedua kalinya, Naila menahan tangan Bram sebelum sampai kewajahnya.


Mata keduanya saling beradu, namun saat ini Naila sudah tidak bisa lagi membendung air matanya, hingga air bening itu pun mulai menetes. Tangannya menurunkan tangan Bram yang berada di genggamannya.


" Aku tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi ? aku juga tidak tau kenapa aku harus merasakan kekecawaan dan penghiantan mu ini. Namun satu hal yang ingin aku tanyakan, apa kau pernah sedetik saja mencintaiku ?" Memdengar itu Bran sejenak terdiam.


" Kalau begitu, selamat aku ucapkan untuk kalian berdua, dan untuk anak ini aku juga yakin kau bahkan tidak mengharapkannya sama sekali, karena dia tidak akan memberimu keuntungan apa pun, dia tidak bisa menjadi ahli waris keluarga Aggara karena setatusnya yang tidak memiliki ikatan darah. Jadi aku akan membawanya bersamaku, dan untukmu, ku ucapkan selamat karena mu aku jadi belajar banyak hal, bahwa sesuatu yang murahan hanya pantas bersama yang murahan pula. Kalian sungguh pasangan yang serasi." ucap Naila lalu berbalik meninggalkan keduanya yang masih diam membatu.


Naila sedikit memutar tubuhnya kearah kedua nya sambil menghapus air matanya Naila tersenyum manis.


" Ku harap kita tidak akan bertemu lagi untuk selama nya, selamat tinggal." kemudian Naila pergi.


" Ayo kita pergi, sayang. Kita kembali pada nenek dan kakek, mereka pasti akan menyambut kita dengan hangat. Mama janji walau tanpa papa, kita akan melewati hari-hari yang indah."

__ADS_1


 


Akhirnya Nelan dan Richa pun tiba di kediaman keluarga Aggara. Nelan masuk kedalam rumah dengan menggandeng tangan Richa seperti biasa, namun kali ini Nelan melukan hal itu dengan sengaja bukan karena ekting. Setibanya di ruang tamu terlihat Nevan juga Salsa lalu Raihan ayah mereka terlihat sangat tegang, entah apa yang sedang terjadi, Richa hanya bengong karena tidak mengerti apa-apa.


" Apa yang terjadi ? kenapa tiba-tiba kau ngebatalin pernikahan mu?" tanya Nelan tanpa basa-basi pada Nevan.


What? batal ? Whay ? batin Richa penuh tanda tanya.


" Aku hanya tidak bisa menikahinya." jawab Nevan.


" Evan...", bentak Nelan seraya memarik kerah Nevan karena sangat kesal dengan sikap pengecutnya itu. " Apa bagimu pernikahan itu seperti permainan, hah ? pertama kau menyetijui pernikahan pun dengan Richa, lalu kau kabur demi wanita itu, dan kali ini kau juga melakukan hal yang sama. Mau lo apa sih, hah !!" Nelan semakin geram hampir saja ia memukul wajah Nevan untuk yang kesekian kalinya. Namun Ricah menghentikannya.


" Nelan..", Richa memegang tangan Nelan.


" Mau berapa banyak lagi, lo mau mempermalukan keluarga ini. Apa bagimu reputasi keluarga ini sangat tidak ber'arti bagimu, ayah membangun nya dengan segenap jiwanya tapi, Lo. Lo cuma bisa berkali-kali mencoba menghancurkan nya. Kenapa? kenapa Evan ? aku tau lo bukan orang yang seperti ini sebelumnya." ujar Nelan kesal.


" Ya, aku tau. Betapa menyedihkan nya aku ini, aku menyakiti hati orang-orang yang tulus mencintaiku, demi dirinya tapi wanita itu malah membatalkan pernikahan sehari sebelum pernikahan. Aku rasa ini adalah karma buatku, karena sudah menyia-nyiakan Richa sebelumnya." Nevan menatap lekat pada Richa. Dari tatapannya terlihat wajah penyesalan, namun apa yang bisa di lakuian semua sudah terjadi.


Betapa bodoh nya diriku, sudah merelakanmu untuk orang lain. Andai waktu bisa di putar aku pasti tidak akan menyerahkan mu pada Nelan. Bisa kah kita memperbaiki keadaan nya lagi ? batin Nevan menatap dalam-dalam wajah Richa.

__ADS_1


__ADS_2