Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Terasa kosong


__ADS_3

Seperti biasa tuan Raihan tidak suka berada di rumah sakit lama-lama, ia pun bersikeras minta dibrawat di rumah saja.


" Ayah, jangan keras kepala, ayah masih sakit dan harus di rawat disini." Omela Naila.


" Benar, Ayah." timpal Richa.


" Kamu denger itu kan, Sayang. Aku dan anak-anak khawatir sama kamu." tangkas Salsa.


Tuan Raihan tersenyum mendengar omelan ke tiga wanita itu.


" Ayah gak pa pa, Ayah mau di rawat dirumah saja sama kedua dokter pribadi ayah dan menantuku." Kekeh tuan Raihan, membuat tatapan ketiganya terlihat masam. Akhirnya tuan Raihan terpaksa di ijinkan di rawat di rumah.


Salsa dan Naila ada pasien yang harus mereka tangani, dengan terpaksa hanya Richa dan Nevan yang membawa tuan Raihan pulang kerumah.


" Bunda titip ayah ya, Sayang. Sampai bunda pulang tolong rawat ayah ya, Nak." ucap Salsa pada Richa.


" Iya, Bun. Jangan khawatir, Richa bakal rawat Ayah sebaik mungkin." ujar Richa.


" Ya, udah hati-hati di jalan, dan ayah harus nurut sama Richa. Oke!" timpal Naila.


" Iya iya. Putri ayah yang bawel. Kamj juga harus hati-hati, jaga cucuku dengan baik." pesan Raihan pada Naila.


" Kita pergi, Bun ! Mba." pamit Nevan seraya membatu tuan Raihan berjalan keluar dari ruangan bersama Richa. Di dalam mobil Richa dan Nevan tidak saling bicara satu sama lain, hubungan keduanya hingga saat ini masih terasa sangat canggung.


*********


Richa membantu tuan Raihan berbaring di ranjang kamarnya, bersama bi Susi. Sedangkan Nevan langsung pergi begitu memastikan Ayahnya sampai di dalam kamar, karena dia harus segera kembali lagi ke kantor.


" Bi, tolong siapkan makanan buat ayah." pinta Richa pada bi Susi.


" Baik non." bi Susi pun segera keluar dari kamar dan kembali dengan nampan berisi makanan.

__ADS_1


" Sekarang ayah makan ya." Richa datang dengan sepiring makanan dan duduk di tepi ranang tuan Raihan.


" Mulut ayah terasa pahit, Nak."


" Biarpun pahit, tapi ayah harus makan. Ayo dong yah," paksa Richa.


" Baiklah, tapi sedikit saja ya !"


" Iya, Ayah." Richa mulai menyuapai tuan Raihan. Sejak pertama kali Richa mengenal sosok tuan Raihan ia sudah merasa hatinya sangat tentram berada di dekatnya, rasa tentram bagai berada di dekat papinya. Sikap tuan Raihan yang sangat menyayanginya membuat Richa awalnya sangat merasa bersalah karena sudah berbohong dengan perjanjian yang pernah ia buat dengan Nelan.


" Apa Richa bisa mengatakan sesuatu yah?"


" Bicaralah, ayah akan mendengarkan."


Walau merasa ragu tapi Richa harus meluruskann masalah yang sedang terjadi saat ini dan tidak membiarkannya jadi berlarut-larut.


" Richa mengerti kenapa ayah sangat marah sama, Mas Nelan. Tapi ayah, dalam hal ini Richa juga ikut andil dan bersalah." ucap Richa ragu.


" Sejak awal, Richa sudah tau kalau Nelan mencintai wanita lain, bahkan sebelum aku menjadi istrinya Richa sudah tau tentang itu." Tuan Raihan terlihat sangat bingung, karena setaunya pertama kali pertemuan Richa dan Nelan adalah di hari pernikahan mereka.


" Setelah mendengar papi dan mami melakuian sebuah perjodohan, Richa pernah kabur dari rumah, karena aku awalnya tidak setuju dengan perjodohan itu. Saat itu Richa kapur ke negara ini dan tanpa sengaja bertemu dengan Nelan dan kekasihnya di sebuah apartemen. Itu adalah merupakan pertemuan pertama kita, Namun siapa yang menduga kalau ternyata dia adalah salah satu putra ayah, yang pada akhirnya terpaksa harus menikah denganku karena sebuah kecelakaan. Awalnya kita sama-sama hanya berniat untuk membantu seluruh keluarga dari rasa malu, dan kita juga sudah membuat kesepakatan akan berpisah setelah setahun pernikahan kita, karena itu.." Richa terhenti saat tuan Raihan mulai kesulitan bernapas, sepertinya ia kumat lagi.


" Ayah.. Ayah gak pa pa ?" Richa terlihat panik, bagai mana dia bisa lupa kalau mertuanya itu baru saja terkena serangan jantung tapi dia malah mengatakan hal yang bisa membuatnya serangan jantung lagi.


" Maaf ayah, Richa minta maaf tidak seharus nya, Ica.." Tuan Raihan menarik tangan Richa dan mulai mengatur napasnya agar kembali normal.


" Lanjutkan, Ayah ingin mendengar hingga selesai."


" Tapi ayah!"


" Ayah baik-baik aja. Bicaralah." kekeh tuan Raihan. Richa pun dengan terpaksa melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


" Karena itu, selama ini mas Nel masih terus menjalin hubungannya dengan wanita itu. Tapi ayah hubungan mereka sudah berakhir, dan mas udah bilang kalau dia memcintai Richa. Dan hubungan mereka berakhir di hadapan Richa sendiri, itulah kebenarannya saat ini ayah.." jelas Richa. Dia merasa lega akhirnya bisa jujur pada mertuanya itu, selama ini ia sangat merasa bersalah karena telah berbohong padanya.


" Kamu yakin, Sayang. Kalau hubungan mereka sudah berakhir ?" Richa mengangguk pelan. " Lalu bagai mana dengan mu, Nak? Apa kau mencintai Nelan juga ?" Richa tersenyum lalu menjawab.


" Iya ayah, Richa juga mencintai mas Nelan." jawaban itu sudah lebih dari cukup bagi tuan Raihan sebagai obat. Tapi baginya kesalahan Nelan cukup besar dan tidak bisa di maafkan begitu saja, setidahnya tuan Raihan ingin memberinya sedikit pelajaran, agar dia menyadari betapa berharganya Richa sebagai istrinya.


 


Nelan merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya, matanya menerawang menatap langit langit kamarnya, matanya sulit terpejam. Nelan sudah terbiasa dengan kehadiran Richa di sampingnya saat tidur, jadi saat ini ia merasa kosong dan aneh berbaring di ranjang itu seorang diri. Ia masih ingat pesan yang di terimanya 30 menit yang lalu dari Richa, yang mengatakan kalau dirinya tidak bisa pulang kerumah mereka karena tidak di ijinkan oleh Ayahnya. Sejak mengutarakan perasaannya pada Richa ia mulai merasa sangat ketergantungan pada istrinya itu, belum sampai sehari ia tidak bertemu rasa rindu sudah menyelimuti hatinya. Di tambah lagi masalah yang belum sempat terselesaikan membuat pikirannya semakin kalut, ia merasa sangat geram saat mengingat wajah cerianya saat bersama pria lain tadi siang.


Ia membuang napasnya kasar lalu mencoba tidur, ia pejamkan matanya, namun seketika ia duduk dan mengacak acak rambutnya.



" Aaah... Aku bisa gila." Nelan beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi, dia mencuci mukanya lalu kembali keluar. Ia mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan dan kaos dilapisi jaket kulit.



Ia sambar kunci di atas nakas lalu keluar dari dalam kamar, ia keluar dari dalam apartemen dan masuk kedalam mobi sport miliknya.


Tak lama ia sudah menlajukan mobilnya di jalannan ibu kota yang ramai, Nelan akhirnya tiba di depan sebuah club malam.


*********


Bagi pembaca setia Author, aku rekomin lagi novel lainnya yang pastinya juga seru-seru, sambil nunggu cerita author up, ada cerita lain dari temen temen thor, kalau senggang boleh mampir di baca.




__ADS_1


Terima kasih. Sehat selalu untuk semuanya. Semoga Allah selalu memberi perlindungannya pada kita umatnya.


__ADS_2