
Setelah puas belanja mereka pun memutuskan untuk makan sebelum pulang, karena sudah sangat lelah dan perut mulai keroncongan.
Saat hendak keluar dari toko baju tiba-tiba kedua mata Richa menangkap sosok yang sangat di kenalnya.
Nelan ? ya sosok itu adalah Nelan suaminya. Nelan menggandeng seorang wanita cantik, wanita itu sama persis dengan gambar yang pernah Richa lihat di layar HP Nelan sebelumnya.
" Haaaah ", Desahan Juana yang panjang membuat perhatian Richa dan kedua laki-laki itu teralih padanya, " Gila cantik banget ceweknya", Juana menunjuk pada arah Nelan yang ternyata menarik perhatian Juana juga, mereka bertiga pun mengikuti arah pandangan Juana.
" Hahaha.. iri bilang boss", celetuk Jordan.
" Baru x ini ada cewek muji cewek lainnya ", sahut Dava.
" Gue juga pengen bisa di gandeng ma cowok sekeren itu ", Sontak ketiganya malah menteetawakan Juana.
" Lo di rumah ada cermin kan ?", ujar Jordan, yang langsung mendapatkan pukulan keras di kepalanya oleh Juana.
" Jadi maksud lo gue gak pantes gitu ma dia, Kalo gue mau, gue bisa dapetin yang lebih darinya, tau lo ", kesal Juana pada Jordan yang menganggapnya jelek.
" Mau makan apa berdebat terus nih ?" Seru Dava.
Bener sih yang di bilang Juana, wanita itu selain cantik juga sexy, mereka terlihat serasi. Gumam Richa yang masih tetap memandangi kemana suami dan wanitanya itu pergi.
Akhirnya mereka bergegas menuju restoran terdekat untuk mengisi perut mereka yang sudah sangag lapar. Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang, Juana bertekat akan mengabtarkan Richa pulang, dan keinginannya itu benar-benar tidak dapat di bantah.
--------
Richa merasa sangat resah karena ketiga temannya itu memaksa akan mengantarnya. Setibanya di depan apartemen terlihat ketiga orang itu begitu takjub melihat gedung mewah di hadapan mereka saat ini.
" Thanks, udah ganterin gue ", ujar Richa yang hampir turun dari dalam mobil milik Juana.
" Eh, lo gak ngajak kita mapir dulu Cha.. ", Seru Juana, " Boleh kali kita di kasih minum sebagai ucapan terima kasih ", lanjut Juana.
" Udah lah, Juana. Ini kan udah malam, gak baik kan bertamu semalam ini ", ujar Dava.
" Ayolah Dav, malam apaan masih juga sore gini ", timpal Jordan.
Karena merasa tidak enak menolak mereka dengan terpaksa Richa akhirnya mepersilahkan ketiga sahabatnya itu untuk mampir. Saat Richa ingin membuka pintu tiba-tiba pintu itu sudah di buka seseorang dari sisi dalam rumah.
Mata Richa seketika membulat dengan sempurna, jantungnya juga berdegup kencang karena Nelan lah yang membukakan pintu, laki-laki itu berdiri tepat di hadapan Richa. Tatapan tajam laki-laki itu membuat Richa menjadi ciut.
" K--Kamu dirumah ?", tanya Richa, " A--aku kira kau tidak ada di..",
__ADS_1
" Apa mereka teman-temanmu ?", Tanya Nelan memotong ucapan Richa, Richa hanya mengangguk pelan seraya menelan air ludahnya karena gugup.
" Maaf, kalau kita mengganggu, kita hanya ingin mengantarkan Icha ", ujar Dava. Juana dan Jordan yang masih mematung karena terkejut melihat sosok pria tapan itu ada di rumah yang sama dengan Richa.
" Dia ini siapa Cha.. ?", tanya Jordan.
" Em.. ", Richa melirik ke arah Nelan. Tatapan dingin laki-laki itu membuat Richa bingung harus memperkenalkannya sebagai apa pada mereka.
Setelah berani membawa seseorang kerumah, sekarang aku ingin tau apa yang akan kau katakan.
" Em.. dia adalah sepupu gue ", bohong Richa.
OMG, bukannya ini cowok yang kita liat tadi ya ? gumam Juana menatap Richa.
Gue tau apa yang lo pikirin, tapi kita bahas besok aja ya Juana, tolong jangan tanya apa pun, gue mohon. Gumam Richa yang saling tatap dengan Juana.
" Halo, kak. Aku Juana ", Juana menyingkirkan Richa dari hadapan Nelan mengganti posisinya dengan Richa, seraya mengulurkan tangannya. Nelan pun menyambutnya dengan tatapan yang masih sama datar dan dingin.
" Nelan ", seru Nelan singkat. Jordan dan Dava ikut memperkenalkan diri mereka.
" Bukankah besok kalian harus kuliah, ini sudah sangat larut, sebaiknya kalian segera pulang ", ujar Nelan yang secara tidak langsung mengusir ketiga orang itu.
" Okay, hati-hati dijalan, sampai ketemu besok gays ", ucap Richa sambil tersenyum.
Ternyata bisa senyum juga ni orang, tapi kenapa sejak gue kenal dia belum pernah sekali pun dia senyum ke gue. Batin Nelan, seraya masuk kembali ke dalam rumah.
Setelah memastikan mobil sahabatnya itu keluar dari gerbang Richa baru masuk ke dalam rumah, Nelan yang sudah berada di dalam lebih dulu sudah terlihat duduk di sofa ruang tamu.
" Kenapa kau bawa mereka kesini ?", tanya Nelan.
" Siapa ?", tanya Richa balik.
" Tentu saja teman-teman mu tadi ", ucap Nelan kesal.
" Oh, mereka cuma ngantarin aku ", seru Richa.
" Kalau di kota inj sudah tidak ada lagi transfortasi umum, lo kan bisa minta gue jemput ", ujar Nelan dengan nada yang sedikit lebih tinggi.
" Kamu kan sibuk, lagian ya walau pun di seluruh dunia ini sudah tidak ada lagi taxi atau mobil lainnya yang bisa aku tumpangi, aku juga gak bakal minta tolong sama lo, lebih baik aku jalan kaki sampai rumah ", kesal Richa.
" Dan kalo gitu seharusnya lo jalan aja tadi ",
__ADS_1
" Apa ?", Richa merasa bingung kenapa laki-laki itu sangat kesal, padahal dirinya hanya sekedar di antar oleh sahabatnya.
" Apa lo mau seluruh dunia tau kalo kita ini pasangan suami istri ", bentak Richa.
" Halo, bos yang terhormat, apa tadi aku mengatakan pada teman-teman ku hal itu ? tidak kan, aku juga gak sudi kalo sampai ada yang tau hubungan ini ", Richa yang kesal hampir beranjak menuju kamar.
" Eits, tunggu dulu, jangan pikir malam ini kau bisa tidur dikamar, tidur di luar ", ucap Nelan, Richa mengernyitkan keningnya.
" Tapi aku harus mandi dan ganti baju dulu ", Richa mengikuti langkah Nelan masuk kedalam kamar.
Richa meletakkan barang belanjaannya di atas tempat tidur.
" Apa itu ?", Nelan menunjuk ke arah bunkusan itu di letakkan.
" Belanjaan ku ",
" Aku tau, jadi seharian ini kau asik berbelanja sampai pulang larut malam ?", tanya Nelan yang sudah mengeluarkan isi bungkusan itu.
" Kau beli baju ini dimana ?", Nelan mengangkat sebuah dres super sexy yang berwarna biru muda.
" Di mall ",
" Di mall mana, dan kau membelinya bersama kedua laki-laki tadi ?",
" Hm, mall tempat kamu ngedate tadi sama cewek cantik ", ucap Richa, nada bicara Richa saat menyebut cewek cantik, terdengar seperti kesal.
" Kau melihatku ?", tanya Nelan.
" Ya aku liat, kalian terlihat mesra dan sangat serasi ", seru Richa seraya mengambil handuk mandi dari dalam lemari.
" Kenapa kamu seperti kesal ?", tanya Nelan.
" Gue kesal, gue, buat apa gue harus kesal, gue sama sekali gak perduli tuh sama urusan hidup lo, jadi kamu juga gak usah uruain hidup aku", seru Richa, " Dan satu hal lagi, aku mungkin akan sering bawa temen-temen gue kesini, karena lo itu cuma sepupu gue jadi gak masalah dong ", Lalu Richa masuk kedalam kamar mandi.
Gak kesal tapi banting pintunya gitu amat. Gumam Nelan.
Tak lama kemudian Richa keluar dari kamar mandi dengan piama sexy nya. Nelan sampai menganga karna terpesona dengan lekuk tubuh Richa yang begitu menonjol di bagian-bagian tertentu, naluri ke jantanan Nelan seakan bergelitik ingin sekali ia menjamah tubuh sexy milik istrinya itu.
Saat mata Richa menangkap tatapan aneh suaminya itu Richa mengernyitkan dahinya. Saat tatapan mereka saling bertemu Nelan dengan gerakan spontan berdiri dari duduknya hingga meninggalkan jejaknya di atas sofa.
" Aku sudah mengantuk, cepat keluar dari kamar ini sekarang ", Titah Nelan seraya merangkak ke atas tempat tidur.
__ADS_1