Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kabar buruk


__ADS_3

Saat semua orang sedang bersuka cita dengan kepulangan pasangan pengantin baru itu, tiba tiba saja Nevan menerima sebuah panggilan dari seseorang. Ia berdiri sedikit jauh dari keluarganya. Namun entah mengapa Richa memperhatikan Nevan yang sedang berbincang dengan si penelpon.


"Apa maksudnya? Nel kenapa?" Richa menatap bingung pada Nevan saat ia menyebut nama suaminya di sebut.


Richa pun tak dapat menahan diri untuk tidak mendekati Nevan saat ia mendengar nama suaminya disebut. Nevan menatap kalut ke arah Richa yang sedang berdiri di sampingnya saat ini.


" Bagai mana keadaan Nelan?"


DHEG!?


Jantung Richa berdetak kenacang, rasa yang ia rasakan saat ini sebuah pertanda yang tidak baik.


"A-Apa yang terjadi pada masku!?" Tanya Richa yang sudah menyambar ponsel dari tangan Nevan.


"Maaf kan saya Richa.." Ucap si penelpon yang tak lain adalah Dion.


" Kenapa mas minta maaf. Kenapa dengan suami ku. Mas Nelku baik baik aja kan?" Tanya Richa.


"Sekali lagi maafkan saya, karena tidak bisa melindungi Nel dan Nel dia sudah.."


"Tidak, apa yang kau katakan mas. Tolong jangan bercanda begini denganku? Mana mas ku, aku ingin bicara dengannya. Tolong mas, jangan biarkan pikiranku berpikir buruk." Richa sudah mulai menangis dan semua orang pun mulai mendekatinya, kereka menatap Richa bingung.


"Kamu harus sabar, Cha. Karena saat ini Nel sudah tidak bersama kita lagi. Dia sudah meninggalkan mu untuk selamanya." Jelas Dion.


"Enggak.. Nggak mungkin..!!!" Pekik Richa,yang sudah hampir jatuh dan pingsan namun di hadang oleh Nevan. Nevan menidurkan Richa di sofa.

__ADS_1


Rehan mengambil alih ponselnya, dan mendengarkan apa penjelasan Dion.


"Ada apa nak? Apa yang terjadi pada Richa? Kenapa dia bisa seperti ini?"


Rehan menjelaskan pada semuanya apa yang baru saja terjadi pada Nelan. Dion mengatakan saat melakukan penyergapan, terjadi sebuah kesalahan dan Nel terbawa kapal yang sedang di sergap oleh timnya. Namun di tengah lautan tiba tiba kapal itu meledak. Yang di dalamnya ada Nelan, kemungkinan selamat o% karena itu mereka sudah memastikan kalau Nelan tidak mungkin selamat.


Setelah mendengar itu Ayah mertua Ricah di larikan kerumah sakit karena mengalami serangan jantung. Richa yang akhirnya sadar mulai memanggil manggil nama Nelan. Ia seperti hilang akal.


Rehan memeluk erat Richa untuk menenangkanya


"Kamu harus sabar Cha." Ucap Rehan menenagkan Richa. Richa sedang mencerna apa yang saat ini terjadi padanya.


" Tidak, itu tidak benar. Mas pasti hanya bercanda. Dia pasti ingin memberiku kejutan, dia akan kembali, dia sudah janji padaku dia akan segera kembali."


"Richa..!?"


"Richa.. Kamu gak bisa kek gini. Kakak tau itu hanya harapan semu Cha." Ucap Rehan.


" Tapi mereka tidak bisa menemukan Nelan. Mungkin saja mas baik baik saja. Mungkin saja, dia selamat dari kecelakaan itu. Munkin saja.."


" Icha..!?" Bentak Rehan, membuat suara Richa jadi terjengkat di tenggorokan.


" Jangan seperti ini. Kau tidak boleh berharap seperti itu, Sayang. Aku tau perasaanmu saat ini. Tapi jangan seperti ini kak. Aku mohon, kakak harus kuat demi Arya. Hmm!?"


Richa mulai terisak, dan air matanya mulai membasahi wajahnya, ia memeluk tubuh Rehan dengan erat, tangisanya menjadi. Naila yang baru keluar dari dalam kamar setelah menidurkan anak anak mendekati Rehan dan Richa ikut mencoba menenangkan Richa.

__ADS_1


💫💫💫💫


Richa bersimpuh di lantai samping tempat tidurnya. Di ruang tamu sedang berdatangan orang orang yang mendoakan kepergian suaminya. Richa tetap tidak percaya kalau Nelan sudah meninggalkannya untuk selamanya. Keraguannya itu bertambah di karena kan jasat Nel yang tak dapat di temukan.


Setelah orang orang mulai pergi dari rumahnya, hanya tinggal Nala dan Rehan yang bersamanya, karena hingga saat ini ayah mereka sedang berada di rumah sakit.


"Icha..!? Ayo bangun dan makanlah Cha." Pinta Naila yang berusaha membuat Richa bangkit dari tempat ia duduk yang sudah seharia penuh. Richa sudah terlihat sangat lemah tak berdaya, karena sejak kemarin Richa belum meminum atau memakan apa pun.


" Ayo kak, bangunlah, Arya terus mencarimu sejak pagi. Aku mohon Cha.." Tambah Rehan.


Terdengar suara tangisan Arya dari kamarnya, Richa pun berusaha bangkit dan berjalan dengan sempoyongan menuju kamar putranya itu.


Arya menangis sangat keras untuk pertama kalinya. Richa tau kalau putranya itu juga bisa merasakan apa yang terjadi pada dedynya saat ini.


Richa memeluk Arya erat di dalam dekapannya.


" Kamu jahat tau gak mas.." Ucap Richa, air matanya mulai mengalir di pipinya untuk kesekian kalinya. Matanya sudah terasa panas karena sejak kemarin belum istirahat dan terus menangis.


" Kenapa kamu ninggalin akau sama Arya, padahal kamu udah janji sama aku kalau kamu akan selalu ada untukku dan juga Arya. Kamu bohong mas, kamu pembohong besar, kamu mengingkari janjimu padaku." Richa membelai rambut lembut Arya.


" Kenapa mas..jawab? Jangan diam saja. Aku dan Arya bagai mana tanpa kamu bersama kami." Ucap Richa pada gambar Nelan. Richa kembali terisak.


Di ambilnya bingkai poto itu dan di peluknya erat. Hatinya sungguh hancur dengan kepergian mendadak suaminya itu. Ia merasa bahunya di sentuh seseorang. Ia menoleh dan melihat Juana dan Jordan lalu Dava berdiri di belakangnya.


" Richa..!?" Juana langsung memeluknya. "Kami turut bersuka atas meninggalnya mas Nelan. Kamu yang sabar ya." Hibur Juana. Jordan dan juga Dava juga mengatakan hal yang sama.

__ADS_1


Mereka bertiga berusaha menghibur sahabtnya itu. Dava membawa Arya keluar bersamanya, sedangkan Juana dan Jordan masih menemani Richa di dalam kamar.


__ADS_2