
Setelah kembali dari rumah sakit, seharian penuh Nelan menyiksa Richa, walau ada pelayan dirumah laki-laki itu terus merengek minta di layani oleh Richa.
" Jangan pergi kemana-mana sampai aku bagun lagi ", ancam laki-laki itu sebelum ia akhirnya tertidur lelap di samping Richa. Richa yang merasa bosan akhirnya ikut tertidur.
Sore harinya Nelan terbangun lebih dulu, ia melihat Richa disampingnya sedang tertidur lelap sembari menggenggam tangannya. Nelan tersenyum manis disingkirkannya rambut yang menutupi wajah cantik Richa, ia mulai ketagihan menatap wajah Richa. Setiap ada kesempatan Nelan akan menatapnya tanpa berkedip, ia mulai menyadari perasaannya pada Richa saat ini bahwa dirinya mulai memiliki sedikit rasa tertarik pada istrinya itu, namun ia mencoba menepisnya karena perjanjian yang pernah ia sebutkan dan juga janji nya pada Keysa.
" Richa... Icha, apa kamu tidak lapar ?" Nelan membangunkan Richa dengan nada suara yang sangat lembut.
" Hmmm ", gumam Richa yang masih enggan untuk membuka matanya, rasa kantuknya rasa laparnya. Nelan bangun untuk mandi dan makan malam karena ia sudah merasa sangat lapar, ia meninggalkan Richa yang masih bergulat dengan bantal guling yang ia peluk erat di dadanya.
Tak lama setelah Nelan pergi dari kamar Richa pun bangun dan sudah tak menemukan Nelan di sampingnya, ia pun bergegas mandi, namun entah apa yang membuatnya begitu teledor sampai lupa membawa handuk ke dalam kamar mandi. Mau tidak mau ia harus keluar tanpa memakai apa pun, ia mengecek dulu sebelum keluar karena takut Nelan sudah kembali ke kamar.
Richa keluar dengan mengendap-endap, di bukanya lemari dan di ambilnya handuk mandi yang ia butuhkan, namun belum sempat ia memakaikan handuk itu di tububnya pintu tiba-tiba terbuka dan Nelan masuk kedalam kamar tersebut.
" KYAAAAAAAK... Nelannnnnnn ", Teriak Richa sekencang-kencangnya, hampir membuat telinga Nelan pecah mendengar suara melengking wanita itu. Sontak Nelan keluar dan menutup pintu kamar dengan kasar. Walau dia sebenarnya sudah melihat seluruhnya sih.
" Nelan, mesum, sialan.", gerutu Richa seraya buru-buru memakai bajunya.
Tok tok.
" Udah siap belum ?", tanya Nelan dari balik pintu.
" Diam, jangan masuk ", bentak Richa.
" Sampe kapan ?",
" Lebaran monyet ", kesal Richa.
Nelan yang mendengar itu, malah terkekeh karena merasa puas membuat Richa kesal tanpa disengaja.
__ADS_1
" Ya udah kalo udah siap, keluar makan malam ", seru Nelan yang langsung berlalu ke dapur.
Setelah kejadian itu semalaman Richa tidak mau menatap Nelan, sedangkan Nelan terus saja menggoda Richa tentang kejadian itu. Bahkan saat tidur Nelan Richa terus saja membelakangi Nelan.
" Kata bunda, saat tidur di ranjang yang sama tidak sopan tidur saling membelakangi ", ujar Nelan dengan senyum menggoda.
" Bodo, gue ngantuk, jangan ganggu aku lagi ", kesal Richa. Nelan yang memandangi punggung istrinya itu, pikirannya mulai liar.
Dia bener-bener wangi, walau tubuhnya gak seideal wanita lainnya, tapi bodynya lumayan juga. Dia unik dan juga imut. Batin Nelan.
-----------
Siang ini Nelan janjian ngedate bersama Keysa. Nelan menjemput Keysa ke apartemennya, keduanya akan pergi nonton dan berbelanja keperluan Keysa.
Saat Nelan dan Keysa melewati sebuah Restoran yang ada di dalam mall Nelan melihat Richa sedang bersama seorang laki-laki sedang makan berduaan. Nelan mengenal laki-laki itu, dia salah satu teman Richa yang pernah datang ke apartemennya.
" Apa kamu lapar, Beb ?" tanya Keysa karena melihat Nelan terus menatap ke arah restoran.
" Nggak, aku gak lapar. Gimana kalau aku antar kamu pulang aja sayang, papa kamu pasti udah nungguin kan ?" ujar Nelan.
" Ya udah deh, tapi kamu janji ya, selama aku gak ada jangan deket-deket ma cewek bar-bar itu ", ucap Keysa manja.
" Key, berhenti menyebut Richa begitu ", seru Nelan.
" Tuh kan, kamu kayaknya mulai suka deh sama dia, Beb. "
" Udah dong, Keysa. Jangan ngomong sembarangan ", Keysa merasa tidak puas dengan ucapan Nelan. Nelan tidak menyangkal ucapan Keysa, padahal dia bisa aja bilang gak suka kalau yang di katakan Keysa itu salah.
Setelah mengantarkan Keysa, Nelan kembali ke kangor polisi, untuk bekerja. Seharian ini Nelan di buat uring-uringan dengan apa yang di lihatnya siang tadi di restoran, ia benar-benar tidak suka melihat Richa bersama Dava, dan Richa terlihat begitu bahagia, tawa yang ia perlihatkan begitu lepas, hal itu sangat mengusik hatinya, karena kendatinya di depannya Richa belum pernah tertawa selepas itu.
__ADS_1
" Jadi yang istri apa kekasih ?", ucap Dion yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Nelan. Dion duduk di sofa dan di ikuti oleh Nelan yang tadinya duduk di kursi kerjanya.
" Maksud kamu ?", tanya Nelan bingung.
" Yang lagi mengganggu pikiran kamu saat ini, istri atau kekasih ?", ujar Dion memperjelas lagi pertanyaannya.
" Istri ", jawab Nelan jujur.
" Kenapa sama istri kamu, apa lo baru dapat kabar baik dari dia !", Nelan mengernyitkan keningnya tak paham denhan ucapan Dion.
" Apa dia sudah berisi ?", tanya Dion.
" Gimana mau berisi, gue sentuh rambutnya aja belum pernah ", ujar Nelan jujur. Tapi Dion malah tertawa terbahak-bahak.
" Apa ? jadi kalian belum ngelakuin malam pertama, kamu Nel. Ini kabar baru, seorang Nelan belum bisa menaklukkan istrinya bakhan sudah menikah berbulan-bulan ", Ledek Dion.
" Itu karena aku punya alasannya ", ucap Nelan. Akhirnya ia menceritakan segalanya pada Dion, bagai mana ia sampai bisa menikahi Richa wanita yang tidak ia cintai, dan bagai mana ia membuat kesepakatan dengan Richa dan sebuah janji pada Keysa. Dion tidak menyangka Nelan bisa mekakukan semua itu, dan bisa menahan diri selama itu untuk tidak menyentuh Richa yang menurut Dion jika itu adalah dirinya, maka dalam satu malam saja ia sudah jatuh dalam pekukan Richa.
Pria normal mana pun akan langsung jatuh cinta pada Richa, dengan paras secantik itu.
" Jadi, sekarang kau mulai ragu ?", ujar Dion.
" Entahlah, aku mulai tak terkendali, setiap dekat dengannya aku mulai tidak bisa mengendalikan hasratku untuk menyentuhnya ", ucap Nelan, ia mengusap kasar wajahnya.
" Lalu apa perasaanmu pada Keysa masih sama ?", tanya Dion, Keysa adalah sahabat baik kekasih Dion, ia mengenal Keysa sejak kecil, Dion tau persis seperti apa watak wanita itu, tidak ada yang bisa mengusik miliknya, karena selama hidupnya Keysa tidak mengenal penolakan atau pun kegagakan, dengan mengandalkan kekuasaan papanya Keysa akan mendafatkan apa pun yang ia inginkan.
" Entahlah, tapi aku sudah janji padanya dan aku tidak akan mengingkari janjiku, aku tidak bisa melepaskannya."
" Kalau begitu lupakan perasaanmu pada istrimu, agar dia tidak terluka", Tegas Dion. Nelan tidak bisa membalas ucapan sahabatnya itu.
__ADS_1