Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Pagi yang buruk


__ADS_3

Setelah acara berakhir Richa dan Nelan kembali pulang. Selama perjalanan tidak ada yang bicara, walau sebelum-sebelumnya tidak jauh berbeda, saat bersama selalu hanya ada keheningan. Richa memandang keluar dari kaca jendela mobil. Setelah memarkirkan mobil di garasi, Nelan turun dari mobil langakhnya di ikuti oleh Richa masuk kedalam rumah.


Tatapam Richa begitu kosong, mimik wajahnya menunjukkan kekecewaan, Nelan tak mampu menebak isi pikiran wanita itu. Richa duduk di depan meja rias, pandangannya lurus menatap ke kecermin, seraya ia mencopoti perhiasan yang melekat di tibuhnya.


Nelan yang duduk di sofa menatap tingkah laku istrinya itu, entah mengapa itu sangat mengganggu pikirannya.


Apa dia sekecewa itu ? melihat Evan bersama wanita lain ? bukankah dia tidak terganggu saat melihatku bersama Keysa dulu ? gumam Nelan.


Richa bergegas mandi, setelah mandi Richa menarik selimut dan mengambil bantal hendak membawanya keluar. Karena Nelan ada dirumah otomatis dia berpikir harus tidur di luar lagi.


" Kamu mau kemana ?", tanya Nelan, membuat Richa menghentikan niatnya untuk pergi dari sana. Richa memutar lehernya di ikuti tububnya hingga kini wanita itu memghadap ke arah laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


" Aku mau tidur di luar, jadi kamu bisa pakai tempat tidurnya sesukamu ", seru Richa memutar kembali tububnya. Namun lagi-lagi suara nelan menghentikan Richa.


" Tidurlah disini ", ujar Nelan, Richa mengernyitkan keningnya, tak mengerti apa yang baru saja di maksud laki-laki itu, " Kau bisa tidur disini, tempat tidur itu tidak sekecil itu untuk kita gunakan bersama ", lanjut Nelan yang langsung bergegas masuk ke kamar mandi.


Dia salah minum obat atau apa ? kenapa tiba-tiba berubah jadi baik gitu ! gumam Richa.


Karena sudah mendapat ijin dari sang pemilik rumah Richa tak pikir panjang untuk menghunakan tempat tidur tersebut, karena tidur di sofa sangatlah tidak nyaman, setiap bangun pagi Richa merasakan pegal di sekujur tubuhnya.


Karena sudah sangat mengantuk dan lelah Richa pun merangkak naik keatas tempat tidur, dan langsung merebahkan tububnya seraya menarik selimut untuk membalut tubuh mungilnya, dalam hitungan menit Richa sudah terlelap dan mulai menjelajahi dunia mimpi.


Saat Nelan keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri, ia melihat Richa sudah tertidur lelap. Nelan berkali-kali melirik kearah istriny itu seraya memakai bakaiannya. Setelah itu Nelan naik ke atas tempat tidur, ia merebahkan tubuhnya di samping Richa. Cukup lama mata Nelan menatap lekat wajah mungil Richa. Ini merupakan kali kedua Nelan melihat wajah Richa sedekat ini, wanita itu terlihat sangat cantik saat tertidur, namun Nelan menyangkalnya.


---------


Keesokannya, kedua mata Richa menyergap silaunya cahanya pagi itu, ia merasa malas untuk bangun dari tempat yang sudah membuat tubuhnya nyaman. Semalam ia merasa benar-benar tertidur dengan dengan sangat lelap hingga melupakan mimpi yang mengisi tudurnya semalam.


Richa membuka lebar-lebar kelopak matanya, hingga kedua matanya kini terbuka sempurna, ia beranjak duduk dan mencoba melenturkan otot-ototnya yang terasa kaku. Kedua matanya menyapu seisi kamar itu, tak mendapati Nelan disana kecuali dirinya yang masih di atas tempat tidur. " Dimana dia ?", Richa turun dari tempat tidur bermaksud menuju kamar mandi.


Setibanya di depan kamar mandi dibukanya lah pintu tersebut yang tak terkunci, namun mata Richa di buat membulat dengan sempurna, bahkan bola matanya hampir saja melompat keluar dari tempat nya. Saat ia mendapati Nelan yang sedang mandi tanpa di balit sehelai benang pun. Laki-laki itu berbalik saat mendengar pintu terbuka sehingga mata Richa yang terbuka lebar dapat melihat dengan jelas otot-otot keseluruhan tubuh Nelan.


" Aaaaaaaaaaa... ", Teriakan beruntun itu menggema di seluruh ruangan, menyambut pagi itu. Richa langsung berlari dari dalam kamar menuju dapur, bi Nanik yang masih memasak sampai terkejut mendengar teriakan kedua majikannya itu.

__ADS_1


" Ada apa non ? kenapa non dan aden berteriak ?", tanya bi Nanik panik, namun Richa mengabaikan pertanyaan bi Nanik dan bergegas mengambil minuman dingin dari kulkas dan segera meneguknya sampai habis sebotol penuh.


" Ada apa non ?", tanya bi Nanik kembali. Richa menatap tajam mata bi Nanik, di tariknya napas dalam-dalam sebelum dia akhirnya bicara.


" A--Ada tikus di kamar mandi bi ", seru Richa


" Apa ? tikus ?", tanya bi Nanik bingung.


*Di rumah sebesar dan sebersih ini masak sih ada tikusnya ? batin bi Nanik.


Tikusnya sangat besar dan berbahaya bi. batin Richa*.


Richa duduk di kursi meja makan. Dia mencoba menenangkan dirinya untuk melupakan apa yang baru saja ia lihat.


Ahh, aku melihatnya, aku melihat bendanya. Benda itu bergelantungan disana, mami.... mataku sudah ternoda udah gak suci lagi. hikk hikk.


Richa menutup wajahnya yang sudah memanas dan merah bak udang rebus.


---------


Saat Nelan ingin mengambil jam tanganny yang terletak di atas nakas tiba-tiba HP Richa mendapatkan banyak pesan dari Jordan dan Dava. Mata Nelan mengabaikan nama Juana ia berfokus pada nama kedua laki-laki lainnya. Nelan merasa sangat terganggu dengan kedua sosok laki-laki teesebut.


Nelan menghampiri meja makan saat bi Nanik memanggilnya dan memberitahukan bahwa sarapan yang ia masak sudah siap. Richa yang sudah lebih dulu ada di meja makan tak berani menatap wajah Nelan. Richa bangkit dari duduknya.


" B--Bi, Richa mau mandi dulu baru nanti aku sarapan ", pamit Richa yang berusaha menghindari tatapan Nelan yang sedari tadi terus saja menyorot wajahnya. Nelan tersenyum tipis melihat menggemaskan istrinya itu saat malu.


Dia manis , gumam Nelan.


" Apa tikusnya udah berhasil di usir keluar den ?", tanya bi Nanik seraya meletakkan gelas yang beriaikan kopi hitam pesanannya tadi.


Nelan sedikit mengernyitkan keningnya sebelum menjawab pertayaan bi Nanik.


Jadi dia berbohong pada bibi kalau ada tikus di kamar mandi.

__ADS_1


" Sudah bi ", seru Nelan yang ikut-ikutan berbohong.


" Bibi jadi bingung, kenapa tiba-tiba ada tikus, rasanya bibi selalu memastikan seluruh ruangan bersih setiap hari, dan bibi belum pernah menemukan tikus sekali pun ", ujar bi Nanik seraya beberes di dapur.


" Mungkin masuk dari sudut yang tidak kita sadari bi ", seru Nelan yang masih mencoba menahan tawanya.


Setelah selesai mandi Richa kembali ke meja makan.


Dia belum sarapan ? apa dia sengaja menungguku ? Ah mustahil, lo mikir apa sih Cha.. mana mungkin gajah bengkak ini nungguin lo. gumamnya.


Richa menarik kursi yang akan di pakainya untuk duduk, keduanya saling berhadapan, Nelan tak lagi menatap Richa ia mulai mengisi piringnya dengan makanan yang diinginkannya begitu Richa sudah duduk di hadapannya.


What ? dia beneran nugguin gue, sumpah demi apa pun, ada apa dengannya ?


" Apa kau kecewa ?", Suara laki-laki itu memghentikan gerakan tangan Richa yang hampir meraih sendok nasi.


" Huh?", ia merasa bingung dengan pertanyaan Nelan.


" Pada Nevan, apa merasa kecewa padanya ?", Nelan memperjelas pertayaannya.


" Bukankah sudah sewajarnya aku kecewa !!", seru Richa.


" Kau kecewe karena dia bersama wanita lain!",


" What ?", Richa mengernyitkan keningnya.


" Bukankah itu yang membuatmu sampai menangis semalam ", kalimat yang di ucapkan oleh Nelan membuat Richa menggelengkan kepalanya.


" Aku gak perduli, dengan apa yang ingin dilakuknnya, wanita mana pun yang ingin di gandeng olehnya aku tidak perduli ", seru Richa, seraya melanjutkan apa yang ingin dilakukannya sebelumnya.


" Lalu ?",


" Rasa kecewaku lebih kepada, karena sipat pengecutnya membuat hidupku begitu menderita, dia bahkan tak pernah berpikir untuk minta maaf padaku dan keluargaku hingga saat ini ",

__ADS_1


Karena dirinya aku harus hidup dengan pria sepertimu, yang memperlakukanku sangat kasar. Walau aku tidak tau jika dirinya yang benar-benar menjadi suamiku, apa keadaannya aka berbeda atau malah sebliknya. Karena akhirnya aku tau betapa dia tidak menyukaiku, sama sepertimu yang sangat membenciku.


__ADS_2