
" Makasih, Sayang. Ada apa kamu kesini ?". tanya Nelan sambil menarik tangan Keysa hingga kini Keysa duduk di pangkuannya.
" Tentu saja karena merindukanmu sayang, sudah 2 hari kita tidak bertemu, semalam kau juga batal menemuiku. Apa kamu tidak merindukanku ?", tanya Keysa dengan nada manja.
" Tentu saja, Sayang. Sudah sore ayo ku antar kau pulang !", ajak Nelan sambil menurunkan Keysa dari pangkuannya lalu menggandeng tangannya keluar dari ruangan itu.
--------
Sebelum Richa dan Jordan benar-benar keluar dari gerbang kampus, kedua mata Richa dibuat terkesima dengan kehadiran seorang laki-laki yang menurut Richa sangat tampan.
Bruk!!
" Eh!", Richa tanpa sadar menjatuhkan beberapa buku yang ia pegang sedari keluar kelas tadi.
Deg.
Jantung Richa berdegub saat laki-laki itu berjongkok dan mengambil salah satu buku milik Richa yang tergeletak di jalanan.
" Ini ", Laki-laki itu menyerahkan salah satu buku berukuran lumayan tebal itu pada Richa.
" Itu buku kamu jatuh mau dibuang ", Celetuk Jordan yang melihat Richa bengong, bahkan ia juga belum menerima buku yang di berikan pria itu padanya.
" Ah iya, Ahahaha... ", Richa menerima buku itu lalu memungut buku lainnya yang masih berserakan di aspal.
" Hey, Jo..", sapa si pria itu.
" Kemana ? Balik ? ", Tanya si Jordan akrap.
" Yep ", jawab pria itu singkat.
Tatapan Richa masih belum lepas dari wajah pria itu, " Ini kenalan kamu ya Jordan?", tanya Richa ragu. Jordan yang awalnya masih menatap si pria itu jadi beralih menatap Richa.
" Hmm.. ya iya lah, masak gak kenal nanya-nanya ",
" Oh, Halo aku Richa ", Richa menyinkirkan Jordan dari hadapan laki-laki itu berganti tempat dengannya, Richa mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh laki-laki itu.
" Dava ", jawab nya singkat " Anak baru juga ?", lanjut Dava.
" Ah, iya nih, kamu ?", seru Richa dengan senyum super manisnya.
" Aku juga ",
" Terus itu mau salaman sampai besok ?". Celetuk Jordan menyadarkan keduanya ternyata masih saling berjabat tangan.
" Oh ", ucap keduanya bersaman seraya saling melepaskan genggaman keduanya.
BUG!
" Aduh !!", Richa menyingkut perut Jordan.
" Kamu jurusan apa ?", tanya Richa lanjut sampai lupa dengan tunuan awalnga yang ingin pulang.
" Kita sekelas kok ", Jawab Dava.
__ADS_1
" Ha? kok aku gak pernah liat?",
" Iya hari ini baru masuk ", seru Dava
" Emang lo inger muka anak-anak dikelas ?", tanya Jordan ikut nimbrung menela percakapan kedua orang itu.
" Ingat lah, kan Juana punya list cowok potensial...", Richa keceplosan, ia tidak jadi meneruskan kata-katanya. Sedangkan Jordan dan Dava menatap Richa penuh tanda tanya. " Ahahaha... Kenapa kalian ngeliatinnya gitu ?", Jordan mendekat ke wajah Richa.
" Aku ada di list dong ?",
" Nggak",
Jawab nya cepet banget.
" Makaunya potensial gimana ?", Tanya Jordan.
" Udah ga usah di bahas!!", jawab Richa dengan wajah datar dan asam.
" Maksudnya potensial gimana ?", Timpal Dava dengan pertanyaan yang sama.
" Potensial buat dijadiin pacar Juana", Jawab Richa dengan wajah nyengir menunjukka dua baris gigi putih bersihnya.
" Sudah mau pulang belum ?", seru Jordan, menyadarkan Richa.
" Oh, ya. Aku lupa. Ya udah deh duluan ya, Dav, Jo.. Bye.. ",
" Hati-hati ya ", seru kedua laki-laki itu bersamaan, " Sampai jumpa besok ", lanjut Jordan, yang sudah di tinggal Richa menjauh, tapi tatapannya masih belum berpaling dari punggung Richa yang semakin lama semakin jauh.
" Udah, dapetnya manis banget ", jawab Jordan dengan wajah berbinar-binar.
" Buset, nyari cewek apa nyari kucing lu ", Celetuk Dava.
" Lu udah liat sendiri kok orangnya, baru juga pergi dari hadapan kita ", Ujar Jordan.
PLTAK!!
" Aahh.. buset, maksudnya apaan lo ngejitak jidat gue ", kesal Jordan.
" Baru juga kenal sehari lu ma dia ",
" Ya elah bro, jatuh cinta itu cuma butuh 3 detik man.. ", Dava cuma bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah teman satunya itu.
---------
Richa yang masih menunggu taxi online pesananya yang belum juga datang, masih berdiri di depan gerbang. Terik mata hari membuat matanya merasa sangat silau dan suliat ia buka dengansempurna.
Tak lama kemudian sebuah mobil berwarna hitam pekat berhenti disampingnya berdiri saat ini. Richa yang tak mengenal mobil itu hanya mematung menatap dengan heran. Tak lama kemudian di pengemudi mobil keluar.
" Hai Richa.. ",
" Mas Bram..", Ya si pemilik mobil hitam itu ternyata adalah Bram sumai kaka ipar Richa, " Mas lagi apa disini ?",tanya Richa bingung kenapa laki-laki itu bisa ada di depan kampusnya.
" Oh, tadi aku sedang bertemu klien di dekat sini, saat mas lewat tak sengaja melihatmu, apa kau ingin pulang ?",
__ADS_1
" Iya mas",
" Kalau begitu naiklah, aku akan mengantarmu ", ajak Bram.
" Ah, gak perlu mas, kebetulan taxi yang aku pesan udah mau nyampe kok ", tolak Richa, entah apa yang membuat Richa semakin hari semakin tidak menyukai laki-laki itu.
" Kenapa harus naik taxi kalau ada mas, ayolah lagi pula kamu belum tau kan kapan taxi itu sampai ", paksa Bram yang sudah mendekati Richa dan membukakan pintu mobil untuk Richa. Richa benar-benar tidak ingin menaiki mobil iparnya itu.
" Richa..", Suara itu seakan menyelamatkan hidupnya, Richa bersama Bram menoleh ke arah suara dan ternyata orang itu adalah Dava, " Lo kok belum balik, taxi jempitan kamu mana ?", tanya Dava yang sudah berdiri tepat di hadapan Richa.
" Siapa laki-laki ini Richa ?", Tanya Bram dengan nada tak suka.
" Ah.. Kenalin, saya sahabatnya Richa ,Dava ", Dava mengulurkan tangannya namun tak mendapat sambutan dari Bram, " Ayo Richa ku antar kamu pulang ", Seru Bram yang terdengar sedikit memaksa.
Tiba-tiba HP Richa berdering, panggilan itu adalah dari supir taxi online yang Richa pesan.
" Gak usah mas, mungik lain kali aja, soalnya taxinya udah nyampe, ada di sana ", Tolak Richa dengan nada sopan seraya menunjuk kearah taxi yang sedang parkir tidak jauh dari tempat meraka saat ini.
" Ya udah, aku balik ya Dava, sampai jumpa besok ", Pamit Richa, setelah Bram masuk kedalam mobilnya dengan kesal, mobil hitam itu melaju dengan sangat cepat. Ricah yang sudah berada di sebrang jalan, sebelum ia masuk kedala taxi, Richa menatap Dava seraya berbisik. " thank you", Dava menjawabnya dengan sebuah senyuman singkat. Richa masuk kedalam taxi dengan hitunga detik taxi sudah melaju dengan kecepatan sedang.
--------
Richa yang merasa lapar karena sejak pulang dari kampus tadi ia lupa makan malam, asik menonton drama korea kesukaannya yang akan lanjut tanyang malam itu. Sudah pukul 10.00 malam tapi Nelan belum juga pulang, Richa berpikir laki-laki itu pasti tidak akan pulang malam ini, jadi dia bisa menghunakan tempat tidur tanpa harus tidur di sofa lagi seperti malam kemarin.
Sesampainya di dapur Richa membuka lemari makanan yang bisanya bi Nanik gunakan untuk menyimpan makanan. Namun Richa malam ini sedikit malas makan nasi, ia lebih memilih untuk makan roti yang di olesi selai nanas di campur selai stroberi. Setelah itu Richa membuka kulkaa untuk mengambil botol susu. Tidak lupa juga Richa mengambil satu buah apel, ia menuangkan susu kedalam gelas lalu duduk di meja makan sambil memakan buah apelnya.
Saat Richa sedang meminum susunya tiba-tiba listrik padam. Sontak gelas di tangannya jatuh kelantai.
" Aaaaah.... ", Richa meringkuk di bawah meja, ia menutup kedua telinganya dengan tangannya " Ma--Mami.... Papi... Tolong, Richa takut... Mamiiii...", Karena menutup telinga dan matanya Richa tak sadar kalau Nelan sudah masuk kedalam rumah, teriakannya membuat Nelan tau keberadaan wanita itu.
" Mami... Richa takut, Mi.. Hikk hikk", teriaknya sudah terisak.
" Ada apa ?", Tanya Nelan saat sudah di depan Richa menggunakan senter ponsel sebagai penerang, Nelan melihat Richa sudah meringkuk di sela-sela kaki kursi dan meja.
.
.
.
.
.
.
.
Ini Athor mau kasih salah satu Visual pemeran figurannya ya gays.
DAVA
__ADS_1