Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Hari apes


__ADS_3

Saat tiba di dalam kampus, ada pemberitahuan lift mati.


Richa


Lift nya mati!!!!


Juana


Dah naik tangga aja jangan manja, kalo telat, entar gak bisa absen loh.


Dengan terpaksa Richa menggunakan tangga menuju lantai 6. Dengan napas ngos-ngosan Richa akhirnya tiba di lantai yang dituju.


Kalo cape semua jalan terasa kayak tanjakan.


Hosh... Hosh... Hosh. Fuhh..


" Richa!! ", Suara Juana menggema dari ujung koridor tepatnya di depan kelas yang akan dia tuju. Richa bergegaa mendekati wanita yang baru menjadi sahabatnya sejak keamrin itu.


Namun di sebuah papan pengumuman terpajang sebuah lembaran dimana tertuliskan kalau dosennya untuk jam pertama itu akan cuti.


" Apaan nih ! ", Richa mengernyitkan dahinha seraya mengetuk papan pengumuman dengan jari telunjuknya, " Jadi lu dari tadi udah tau !", ucap Richa dengan wajah masam.


Bayangkan saja ia harus buru-buru menaiki anak tangga hingga lantai 6 dengan sepatu hail hils nya dan ternyata si dosen gak masuk, dan Juana malah pura-pura gak tau.


" Aaaa... Abis gue bosen sendirian, udah dari tadi pagi, Ahahaha ", Juana nyengir menunjukkan dua baris gigi putihnya.


" Juanaaaa.....", Richa benar-benar kesal, tapi ia masih lelah untuk mengahajar teman barunya itu, " lo tau gak gue sampe gak sarapan tau gara-gara gue pikir dosennya masuk", kesal Richa.


" Sory, yaudah geu temenin makan di kantin aja gimana ", ajak Juana seraya gelendotan dengan melingkarkan lengannya di lengan Richa.


" Serah deh, betek gue ma lo ", celetuk Richa, namun saat keduanya ingin beranjak menuju kantin, tiba-tiba salah satu mahasiswa yang seankatan dengan mereka memanggil Juana karena ada urusan, dan akhirnya Richa terpaksa ke kantin seorang diri.


Saat Richa masih berjalan di koridor tiba-tiba di dinding terpampang tulisan, Hati-hati tikukan maut.


BRAKK!!


" Aduh..!", Si pria rambut perak tiba-tiba menabrak Richa.


" Hah !", Richa yang terduduk kelantai menatap laki-laki yang melintas dengan berlari itu, walau si pria perak sempat menoleh tapi dia tak berusaha membantu Richa malah kabur gak jelas.


*Itu cowok si ngenes tadi kan ? Ihhh kok kabur sih ?


Itu siapa ya, cantik banget*.


" Dasar cowok nyebelin ", gerutu Richa sambil memegangi bokongnya yang sedikit nyeri akibat benturan yang lumayan keras mengenai lantai tadi. Richa pun melanjutkan langakhnya menuju kantin, rasanya cacing yang berada di perutnya mulai perang memperebutkan sisa-sisa makanan yang ada didalamnya.


-------

__ADS_1


Richa yang sedang asik makan tiba-tiba di kejutkan oleh Juana yang baru tiba di kantin.


" Hai Richa cantik ", Seru Juana dengan lembut seraya menepuk punggung Richa pelan.


" Udah selesai urisannya ?", tanya Richa di sela-sela kunyahan sarapannya.


" Hm ", Juana langsuk duduk di samping Richa.


" Richa sini deh ", Juana menarik Richa mendekat padanya, Juana menunjukkan layar HP nya pada Richa


" Apa ?",


" List cowok ",


" Hah ! "


" Udah jangan bawel ", Seru Juana.


" Ini namanya Radit, pindahan dari luar negeri, dia lebih senior 1 tahun dari kita. Tapi umurnya lebih muda 2 tahun dari kita, karena otaknya kelewat cersas sih ", Juana menunjukkan sebuah poto pada Richa, sedangkan Richa yang tak paham akan maksud sahabatnya itu hanya bisa berkomentar atas apa yang ia lihat.


" Itu mah brondong ancur abis Juana ",


" Kalo ini namanya Steven, kedua orang tuanya propesor jadi udah ada bibitnya ",


" Ya ampun Juana.. Tahi lalat segede bijik mata ", Komemtar Richa, salah Juana sih nunjukin gambarnya emang ancur semua.


" Bwahahaha... Serius ini cowok beneran kan ?",


" Terakhir ini namanya Hans ", Poto terakhir yang Juana tunjukkan.


" Akhirnya ada yang normal juga ", Ujar Richa, " Trus ! Trus ! gak ada tapinya kan ini ?", tanya Richa penasaran, walau ia masih benar-benar bingung dengan maksud sahabatnya itu.


" Gak ada tapinya, dia anak orang kaya, tapi yang gue denger, dia lumayan bodoh, bwahahaha, jadi lo mau pilih yang mana nih gue kasih no HP nya ", ujar Juana membuat Richa sedikit terkejut.


" Apa ? buat apa ? ", tanya Richa bingung.


" Ya buat di jadiin pacar lah, masak mau jadi tukang kebun ", celetuk Juana.


Richa tertawa, entah apa yang membuat Juana sampai melakukan hal bodoh itu.


" Ehm, tapi gue mau serius kuliah, gak mau pacaran dulu deh ", ujar Richa.


PLTAK!!


" Aduh ", Richa mengaduh akibat pukulan Juana di bagian lengan Richa


" Serius pala lo, bilang aja gak ada yang ganteng ", celetuk Juana.

__ADS_1


" Lah itu tau ", balas Richa.


" Ada gak ya cowok singgle, ganteng, pinter, baik hati, trus mau sama gue...", ujar Richa sedikit bersikap sok imut.


Richa dan Juana malah tertawa bersama.


--------


Akhirnya hari kedua Richa menjadi mahasiswa pun terlewati dengan sempurna, mendapatkan Juana sebagai seorang sahabat membuat salah satu impian Richa pun akhirnya terwujut.


Setibanya di dalam kamar Richa merebahkan tububnya di atas tempat tidur dengan kaki yang menjuntai di lantai tanpa melepas tas yang masih menyilang di tubuhnya begitu pula dengan sepatu heels yang masih membalut kakinya. Matanya terpejam merasa sangat lelah, karena selama dua hari ini Richa memulai hal baru sebagai mahasiswa.


Saat ia sudah benar-benar terlelap, suara decitan pintu kamar yang terbuka tak membuat Richa tergugah dari tidurnya. Seseorang membuka pintu dan menutupnya kembali dengan sangat pelan karena memang sengaja tak ingin membangunkan Richa yang sedang tertidur didalam kamar tersebut.


Seseorang itu tak lain adalah Nelan. Tubuh Richa kini menjadi soritan kedua matanya, hingga membuat dirinya berjalan mendekat kearah tempat tidur. Ponsel dan kunci mobil yang masih berada di genggaman tangannya sengaja ia letakkan di atas nakas.


Lalu kedua tangannya itu berpindah perlahan memindahkan kaki Richa keatas tempat tidur hingga tubuh wanita itu berbaring dengan sempurna. Nelan pun tak lupa meleoaskan sepatu yang masih dikenakan oleh Richa.


Entah karena Nelan yang sangat hati-hati memindahkan tubuh Richa sehingga ia tak menyadari guncangan yang di buat oleh Nelan saat memindahkannya, atau ia memang sangat lelah sampai ia tak terbangun.


Setelah itu Nelan masuk ke dalam kamar mandi, menanggalkan seluruh pakaiannya dan segera membersihkan tubuhnya dengan guyuran air dari sower yang baru saja ia nyalakan.


---------


Kedua mata Richa mengerjab tatkala dirinya merasa terganggu karena suara ponsel miliknya berdering lebih dari satu kali. Dengan malas ia merogoh tas miliknya yang masih melekat di dalam dubuhnya, saat mengetahui ada panggilan dari Naila, Richa seketika beranjak duduk dan segera menerima panggilan dari kakak ipar nya itu.


" Halo mba, Naila?", Sapa Richa setelah meletakkan ponsel itu mendekat ke daun telinganya diiringi dengan menguap akibat rasa kantuk yang masih menyerangnya.


" Kamu dari mana aja Richa, kenapa lama sekali menerima panggilanku ?", keluh Naila, yang sebenarnya hanya sedang berpura-pura kesal.


" Maaf mba, tadi Richa tidur, ada apa mba menelponku ?",


" Richa, ayo nanti malam kita kerumah bunda, bunda ingin kita makan malam bersama, datang lah bersama suamimu yang jutek bebek itu ", ajak Naila penuh semangat dan paksaan.


" Tapi mba, apa dia akan mau, mungkin saja dia masih sibuk... ",


" Apa yang kamu katakan Richa, Nel pasti mau, katakan saja ini perintah bunda, oke, dia gak akan bisa menolak ",


Bagai mana caraku mengatakan padanya, aku bahkan tidak tau nomor HP nya, tapi kalo aku bilang ini sama mba Naila dia pasti bakal curiga sama hubungin kita berdua.


" Richa.. kok diem ?", seru Naila yang masih belum mendapatkan respon Richa untuk pernyataan terakhirnya.


" Oh, iya mba, kalau Nelan sudah pulang aku akan segera memberitahunya ",


" Yasudah, sampai jumpa nanti malam, bye Richa... ",


" Iya mba ", Mereka pun mengahiri panghilan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2