Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Arya


__ADS_3

Karena kelelahan Nelan sampai tertidur di samping Richa sambil terus menggenggam tangannya.


" Mas..!?"


Entah itu nyata atau tidak Nelan seperti mendengar suara Richa memanggilnya.


Jika ini mimpi, maka biarkan aku tidur lebih lama tuhan. Namun aku berharap ini bukanlah ilusiku saja.


Saat Nelan membuka matanya dan menatap Richa, namun harapannya pupus sudah. Karena mata Richa masih terpejam, Nelan menggenggam tangan istrinya itu. Dan menumpukannya di wajahnya, ia pun meletakn kepalanya di sisi ranjang Richa.


"Bangun Sayang.. Ini sudah cukup, aku ingin medengar suaramu memanggilku lagi, Icha. Aku.."


DHEG!?


Nelan merasakan sebuah sentuhan lembut sedang mengusap rambut bagian belang kepalanya. Perlahan Nelan menoleh, dan ia melihat tangan Richa bergerak sedang menyentyhnya, walau matanya masih terpejam.


" Icha? Sayang!?" Perlahan mata Richa pun terbuka. Nelan sontak tersenyum dan juga menangis. Ia tidak bisa melukiskan betapa bahagianya dia saat ini.


" Mas.." Nelan langsung memeluk istri tercintanya itu.


" Mas, merindukanku?"


" Hmm.. Aku sangat merindukanmu, Sayang. Aku mencintaimu, Icha. Aku mohon jangan terluka atau pun pergi jauh dariku lagi. Aku bisa mati Sayang. Melihatmu dalam keadaan tidak sadarkan diri, membuat ku tak sanggup bernapas."


" Maaf, mas." Ucap Richa lilir.


" Aku tidak akan bisa melupakan malam ini, malam yang terasa sangat panjang, seakan tak berujung."


" Anak kita? Bagai mana keadaan anak kita mas..!?" Nelan melepaskan pelukanya dan di belainya lembut wajah istrinya itu.


" Putra kita baik baik saja. Kau melakukan nya dengan baik. Kau melindungi putra kita dengan baik hingga akhir." Ujar Nelan sambil me daratkan sebuah kecupan hangat di kening Richa.


" Aku ingin melihatnya, mas? Anak kita, aku ingin bertemu dengan nya." Ucap Nelan.


Nelan tersenyum, ia sangat bahagia karena Richa akhirnya kembali padanya. Tak lama kemudian dokter pun datang, begitu pula dengan orang tuan Nelan mengikuti dokter masuk.


Setelah melihat Richa membuka matanya Nelan langsung menekan tombol yang menghubungkan dengan dokternya.


" Tentu saja, kau akan segera bertemu dengannya, Sayang." Ucap Nelan.


Setelah dokter melakukan pemeriksaan padanya dan memastikan keadaannya sudah baik baik saja. Nelan, Salsa dan Raihan merasa sangat lega dan bahagia.


Setelah dokter keluar dari ruangan itu, Nelan kembali memeluk istrinya itu.


" Nel, istrimu itu baru saja sadar dan ia baru menjalani operasi. Jangan memeluknya seerat itu." ucap Salsa.


" Maaf Yang. Aku terlalu senang saja bun."


" Kamu ini Nel, Sangat tidak bisa menahan diri. Bahkan kita jelas jelas masih ada disini." Ucap Raihan.

__ADS_1


" Mas, kapan kita bisa melihat anak kita? Oh ya, mas sudah melihatnya?"


" Sudah."


" Benarkah?"


" Hmm. Dia sangat tampan seperti dedynya."


" Ohya? Dia tidak mirip denganku?" Nelan menggeleng.


" Emm, mas pasti bohong kan? Mana mungkin anak ku tidak mirip denganku." Kesal Richa. Lalu semua orang pun tertawa.


" Tentu saja dia mirip denganmu, Sayang." Ucap Salsa seraya mencium kening menantunya itu.


" Terimakasih nak. Karena kau sudah kembali pada kita semua." Ujar Raihan, membelai lembut rambutnya.


Richa menyunggingkan senyum lebar di wajahnya.


" Maaf, kalau Icha udah buat khawatir semua nya." Ucap nya. " Ohya, mas? Rehan? Bagai mana keadaannya? Dia baik baik aja kan, mas?"


" Dia baik baik aja, Sayang. Kamu tidak perlu khawatir. Hmm" Ucap Nelan.


" Syukurlah. Dia tertabrak menggantikanku. Aku sangat khawatir padanya. Ohya? Pengemudi itu, apa mas tau siapa dia?"


Nelan duduk di samping istrinya itu, di genggamnya erat tangannya.


" Mas sudah memberi nama untuk putra kita kan?"


" Tentu saja. Seperti keinginanmu, aku menamainya Helan Arya Aditama." Ucap Nelan.


" Nama yang bagus nak." Ucap Salsa.


" Arya..!!" Ucap Salsa.


" Iya bun. Nama itu adalah pilihan Richa sendiri."


" Semoga putra kalian akan memiliki perawakan sepertimu nak. Memiliki hati yang baik dan juga hangat." Ucap Salsa.


Nelan dan Richa tersenyum. " Amin.." Ucap keduanya bersamaan.


" Mas..!?"


" Hmm."


Richa menatap Nelan dengan tatapan lirih. Ia tau apa yang di inginkan istrinya itu. Namun ia juga masih khwatir dengan keadaannya yang baru saja sadar. Lalu Nelan meminta seorang suster untuk membawakan kursi roda agar mudah membawanya melihat putranya.


Setelah suster memberikan kursi rodanya pada Nelan ia pun langsung pergi dari sana.


" Untuk apa kursi rodanya, Nel?" Tanya bundanya bingung.

__ADS_1


" Untuk membawa Richa melihat Arya bun." Jawab Nelan.


" Apa? Tapi Richa itu masih.."


" Aku baik baik aja bun. Iya kan Sayang?" Ucap Richa. Nelan tersenyum menatap Richa yang terlihat begitu bahagia karena akan menemui anaknya.


Lalu Nelan mengangkat tubuh Richa dan meletakannya di kursi roda, di bantu bundanya memegangi kursi rodanya agar tidak bergeser.


" Terimakasih bunda." Ucap Richa pada Slasa.


" Kita pergi bun, ayah." Pamit Nelan dan Richa.


" Ya sudah, hati hatilah membawa Richa. Kau tau dia masih sangat lemah."


" Iya bun."


Richa sangat antusias dan tak sabar melihat putra kecilnya. Nelan mendorong kursi roda nya dengan sangat hati hati.


" Masih jauh gak sih mas?" Ucap Richa tak sabar.


" Sabar Sayang. Sebentar lagi juga sudah sampai."


Richa belum bisa menggendong putra kecilnya itu. Bukan karena kondisinya yang masih lemah, melainkan karena bayinya masih perlu perawatan khusus.


Tak lama kemudian mereka pun tiba di tempat yang di tuju. Richa melihat kesana kemari mencari putra kecilnya dari balik kaca, karena disana terlihat beberapa bayi juga.


" Mas, Arya kita yang mana, Sayang?"


" Di sana." Tunjuk Nelan." Apa kau bisa melihatnya?"


" Hmm." Richa tersenyum lebar setelah melihat wajah putranya yang tidak terlalu jelas karena jaraknya lumayan jauh.


" Apa dia mirip dengaku, atau mirip denganmu?" Tanya Nelan.


" Hmm, gak keliatan jelas mas. Tapi aku rasa dia mirip denganmu mas. Sangat tampan dan juga pintar." Ujar Richa, Nelan tertawa kecil. Dia merasa sangat senang karena secara tidak langsung Richa sedang memujinya saat ini.


" Emm, jadi suamimu ini sangat tampan ya Sayang!?" Goda Nelan.


" Emang." Jawab Richa seadanya.


.


.


.


.


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2