
Setelah menerima kabar dari bi Nanik, kalau Keysa datang ke apartemennya Nelan bergegas pulang meninggalkan Arga dan Dion yang sedang rapat dengannya. Karena bi Nanik juga mengatakan kalau ini sudah yang kesekian kalinya Keysa datang untuk menemui Richa, dan setiap ia datang Keysa selalu menindas Richa, mendengar itu Nelan mulai memiliki pandangan buruk terhadap wanita yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun itu.
Ya, setibanya Nelan di rumah memang terlihat mobil Keysa ada di halaman rumah, Nelan turun dari mobilnya, saat ia melangkah masuk ke dalam rumah ia melihat Richa sedang di hina oleh Kesya, Nelan geram dan mengepalkan tangannya, namun ia juga terkejut saat melihat Richa membalas ucapan kasar Keysa dengan tegas. Nelan pun tersenyum, ia berpikir bagai mana dia bisa lupa kalau istrinya itu bukan wanita lemah yang dengan mudah dapat di tindas.
Dia itu wanitaku. Wanita yang bahkan tidak memiliki rasa takut saat menatapku. batin Nelan
Nelan berjalan perlahan dan pada saat Keysa hampir mengangkat tangannya untuk memukul wajah Richa, ia pun mempercepat langkahnya dan menghentikan Keysa.
" Lo...", Mata Keysa dan juga Richa terbelalak dengan sempurna karena melihat laki-laki itu bisa berdiri disana tanpa mereka berdua sadari kedatangannya.
" Beb. Kamu..", Ujar Keysa gugup. Tatapan Nelan penuh dengan amarah. Saat ia melirik ke arah Richa, dia memalingkan wajahnya, ia egan menatap Nelan karena masih merasa kecewa dengan kejadian semalam.
" Apa mau kamu lakukan, Keysa ?" tanya Nelan dengan nada yang sangat tegas.
" Sayang, aku cuma..", Keysa begitu gugup hingga tak mampu bicara karena untuk pertama kali Nelan menatapnya setajam itu.
" Ada batasan dimana kamu bisa bicara dan bertindak sesukamu, tapi kau benar-benar sudah membuatku kecewa. Saat aku tau kau sudah berkali-kali melakukan ini pada istriku". seru Nelan semakin tegas.
" Sayang, aku ngelakuin ini buat kita, wanita ini, aku tau dia sengaja tidak ingin melepaskanmu, karena dia ingin terus bersamamu, walau dia tau kamu cuma mencintaiku, tapi dia...",
__ADS_1
" Apa yang salah dengan itu !" tangkas Nelan memotong kalimat Keysa.
" Apa ?", Bukan hanya Keysa yang terkejut namun Richa yang masih terdiam di tempatnya juga sama terkejutnya dengan apa yang baru saja Nelan ucapkan.
" Apa salahnya, jika seorang istri ingin mempertahankan suaminya. Dia memiliki hak itu." lanjut Nelan mempertgas ucapannya. Richa menatap Nelan heran dan Nelan pun menatap Richa ia bisa melihat betapa bingungnya istrinya itu saat ini.
" Tapi, Sayang. Kamu cuma cinta sama aku, kamu sendiri udah janji bakal menceraikan dia dan baru semalam lo bilang bakal menemui papa aku. Nel, kamu mencintai aku cuma aku, Beb." Ucap Keysa, ia menggenggam tangan Nelan. Berharap Nelan membenarkan ucapannya tersebut bahwa Nelan hanya mencintainya seorang.
" Kenapa lo bisa seyakin itu ?" ujar Nelan, dengan senyum sinis.
" Beb, ada apa denganmu ?" tanya Keysa bingung.
" Lo lupa, satu hal, Keysa. Aku ini adalah seorang polisi. Dengan mudah aku bisa tau apa yang lo lakuin." Ujar Nelan. Richa mengernyitkan keningnya bingung, begitu pun dengan Keysa. Wanita itu entah berpura-pura tidak tau atau memang tidak mengerti ucapan Nelan.
" Apa maksudmu ?" tanya Keysa.
Nelan mengatakan kalau dia tau gambar yang Naila tunjukkan padanya pagi ini berasal dari orang suruhan Keysa, ia sengaja meminta seseorang untuk mengikuti mereka ke hotel dan mengambil gambar saat mereka masuk dan keluar dari dalam hotel. Saat itu Keysa mengeluh sakit dan ingin istirahat sejenak, namun tidak terjadi apa pun disana, karena semenjak ia menikah dengan Richa, Nelan sudah tidak pernah menyentuh Keysa lagi, karena hatinya sudah lama mulai merasa tidak nyaman padanya dan juga kehadiran Richa sudah mulai mengisik hatinya. Walau selama ini ia terus menepis perasaan nya tersebut, namun ia mulai yakin kalau dirinya sudah jatuh cinta pada Richa saat Richa dengan tulus merawatnya saat ia sakit beberapa bulan yang lalu.
" Aku akui, aku terlalu bodoh sampai berpikir harus menepati janjiku padamu, tapi aku tidak bisa lagi melakukannya karena, aku tidak bisa menceraikan istriku. Dan tentang apa yang ku janjikan semalam, aku tau kau melakukan itu juga dengan sebuah kebohongan, orang tua mu tidak pernah melakukan perjodohan apa pun padamu." Nelan tau hal itu dari Dion siang ini. Walau Dion tak mengatakan kebenaran itu Nelan memang sudah menyadari hal itu pagi ini saat ia menemui Naila di rumah sakit.
__ADS_1
Setelah itu Keysa pun pergi dari sana dengan penuh amarah.
Lo bakal ngebayar semua penghinaan ini, kalo gue gak bisa dapetin kamu, maka wanita mana pun gak berhak mendapatkanmu, Nel. Batin Keysa seraya melajukan mobilnya keluar dari halaman apartemen Nelan.
Setelah Keysa pergi meniggalkan keduanya, tanpa melihat wajah Nelan, Richa langsung bergegas masuk ke dalam kamar, saat Nelan hendak mengikutinya masuk tiba-tiba bi Nanik mengahmpiri Nelan.
" Maaf, Aden." ucap bi Nanik ragu-ragu.
" Iya, bi. Ada apa ?" tanya Nelan sopan.
" Makan malamnya udah bibi siapin, sekalian bibi mau pamit pulang dulu, udah hampir malam den." pamit bi Nanik pada Nelan.
" Ah, benar. Ini sudah hampir malam. Ya udah Nelan pesanin taxi online dulu ya bi, maaf gara-gara ada kerubutan di rumah bibi sampe telat pulang." Nelan mengambil ponselnya dan segera memesan taxi untuk bi Nanik.
" Iya den, gapapa. Lagian bibi juga sempat takut non Ricah kenapa?"
" Ohya, bi. Makasih banyak untuk hari ini". yang di maksud oleh Nelan adalah ucapan terimakasih karena sudah menghubunginya dan memberitahu apa yang sudah terjadi pada Richa selama ini.
" Non Richa itu, orang yang paling baik yang pernah bibi temui di dunia ini. Dia tidak pernah sekali pun bicada kasar atau membuat bibi tidak nyaman di rumah ini, jadi bibi merasa seperti seorang keluarga yang selalu bersyukur memiliki majikan sebaik dirinya." puji bi Nanik. Memang selama ini Richa tidak pernah mengeluh atau pun bicara tidak sopan padanya, Richa malah menganggapnya sudah seperti keluarga, saat Nelan tidak di rumah Richa sering mengajak bi Nanik menemaninya makan dan mengobrol sehingga hubungannya pun sangat dekat.
__ADS_1
Nelan tersenyum mendengar pujian pelayannya itu tentang Richa. Bahkan orang luar lebih memahami betapa beruntungnya dirinya mendapatkan Richa sebagai istri. Tak lama kemudian taxi pesanannya untuk bi Nanik pun datang, dan bi Nanik segera pamit pulang. Nelan yang sejak tadi terus mengobrol dengan bi Nanik tidak tau apa yang di lakukan Richa saat ini di dalam kamar. Ia juga harus memikirkan cara untuk membujuk istrinya itu agar membatalkan permohonan nya tadi pagi tentang bercerai.