Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Wanita bodoh


__ADS_3

Selamat datang di bab yang baru, semoga sajian Author kali ini tidak mengecewakan, dan dimohon dengan sangat sebelum membaca, kasih tanda merah dulu di hati, dan tinggalkan jejak di kolom komen ya kakak kakak semua.


🌀🌀🌀🌀🌀 Di seluruh dunia ini tidak ada hati layaknya milikmu dan di suruh dunia tak akan ada cinta bagimu layaknya cintaku untukmu. 🌀🌀🌀🌀🌀


❄❄❄❄❄


Di sore harinya, Nevan dan Ayahnya terpaksa kembali ke kantor dan meninggalkan Naila, Salsa juga memiliki pasien yang harus di tanganinya.


" Tolong ya nak Rehan. Tante tidak seharusnya meminta ini padamu, tapi saat ini tidak ada yang bisa menjaganya, tante khawatir saat ia sadar tidak ada siapa pun di sampingnya, dia akan merasa sangat sedih."


Rehan tersenyum kecil pada kelembutan cara bicara Salsa.


" Tidak perlu sesungkan itu tante. Jangan khawatir, aku akan tetap disini sampai dia sadar. Tante bisa kembali bekerja."


Dengan berat hati Salsa meninggalkan Naila demi tugasnya sebagai seorang dokter. Ia mempercayakan putrinya pada Rehan, pria yang baru di temuainya beberapa kali, namun entah mengapa ia merasa sangat tenang mempercayakan putrinya pada sepupu menantunya itu.


Setelah Salsa pergi, Rehan masuk kedalam ruang perawatan Naila, ia duduk di sampin Naila. Bekas pukulan di sudut bibir wanita itu berwaran ke unguan pekat. Tangannya tanpa sadar menyentuh sudut yang sembam itu denga lembut, dan mengusapnya perlan.


" Aku tidak pernah menduga kalau kau memiliki seorang suami sebejat itu! Bagai mana caramu menilai seseorang, sampai kau bisa menikahi pria ba^ingan itu." Gumamnya.


" Lili.." Naila mengigau.


Lalu perlahan matanya terbuka, Rehan yang menyaksikannya sadar dengan cepat memanggil dokter. Dan tak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksa keadaannya. Rehan dengan setia menemaninya tanpa berpikir untuk pergi sedetik pun dari tempat itu.


Setelah dokter dan juga perawat keluar, Rehan kembali mendekatinya.


" K-Kenapa, kau menatapku begitu, Aww..." Tanya Naila karena merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam dari Rehan.


" Apa saat kau bertindak ceroboh, kau tidak memikirkan putrimu?" Tanya Rehan dengan nada dingin. Sebelumnya Rehan belum pernah bicara dan menunjukkan wajah seserius itu.



" Tadinya ku pikir kau adalah wanita yang cerdas. Bagai mana bisa kau bodoh itu masuk ke kandang singa tanpa berpikir panjang lebih dulu. Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menungguku."


" Aku tidak ingin mendengarkan ocehanmu, aku ini seorang pasien. Aku juga tidak bodoh, mereka yang menangkap, bukan aku yang mau masuk sendiri ke kandang para singa itu." Jawab Naila dengan sangat kesal. Dia tidak terima di sebut bodoh oleh Rehan.


" Lalu kenapa kau menantang mereka?"


" Aku hanya tidak bisa membiarkan mereka melukai Richa. Aku tidak bisa membiarkan bayi dalam kandungannya dalam bahaya, karena itu aku mengalihkan perhatian mereka padaku." Naila tidak mengerti kenapa dia harus menjelaslan semua itu pada pria itu.


" Dasar, wanita bodoh."


" Aww.. Sudah cukup mengataiku? Aku ngin menemui Lili, dimana dia. Dan kenapa hanya kau yang ada disini? Dimana keluargaku dan Richa, bagai mana keadaannya?"


" Pertanyaanmu terlalu banyak, kau sangat cerewet sebagai seorang pasien." Celetuk Rehan.


" Apa?"


" Richa baik baik saja dan Lili ada bersamanya. Kita tidak ingin Lili melihat keadaanmu saat ini. Anak itu pasti akan menangis seharian jika dia melihat ibu bodohnya terbaring lemah seperti ini. Kalau keluargamu yang lain, mereka memiliki kesibukan sendiri. Tapi jangan salah paham, mereka tidak bermaksud meningglakanmu.."

__ADS_1


" Aku tau, kau tidak perlu menjelaskannya. Mana mungkin aku salah paham pada keluargaku sendiri." Tangkas Naila." Terimakasih karena sudah menolongku dan juga sudah menjagaku, kau boleh pergi sekarang. Aku sudah baik baik saja."


" Apa kau tidak bisa ya melakukan satu hal dalam satu kesempatan? Setelah berterimakasih kau malah mengusirku di waktu bersamaan. Itu artinya tidak tau terima kasih, setelah manis sepah dibuang."


" Apanya yang sepah di buang. Aku kan sudah bilang terimakasih. Dasar orang aneh." Rehan berhasil membuat Naila sangat kesal.


🌀🌀🌀🌀🌀


Esok harinya, Richa dan Lilian akan menemui Naila di rumah sakit, karena Lilian terus saja merengek ingin ketemu maminya.


" Ayo pamam, cepat kita ke tempat mami." Ajak Lilian sambil menarik tangan Nelan.


" Jangan lari, Sayang. Nanti kamu jatuh." Omel Richa.


" Baiklah, kita akan pergi ke tempat mamimu sekarang juga." Ucap Nelan sambil mengangkat tubuh kecil Lilian dengan sebelah tangannya.


Setibanya di rumah sakit Nelan mengantar Richa dan Lilian ke kamar Nelila lebih dulu sebelum ia pergi kekantor.


" Rehan!?" Ucap Richa saat melihat sosok Rehan melintas di pandangannya.


" Dimana!?" Tanya Nelan spontan.


" Kayaknya baru masuk ruangan mba, Naila." Jelas Richa.


" Lili... Cucu Nenek." Seru Salsa yang tiba tiba datang, ia sepertinya bermaksud menuju ruangan Naila.


" Nenek... Lili kangen nenek."


" Ayah ada dimana bunda?" Tanya Nelan.


" Ayahmu ada di ruangannya. Apa kalian mau menjenguk Naila?" Tanya Salsa.


" Iya bunda." Jawab Richa.


" Nenek, Lili mau ketemu kakek."


" Tapi bukannya kau bilang merindukan mamimu? Kenapa malah ingin bertemu kakek." Ujar Nelan.


" Ya sudah ikut nenek, kita bertemu kakek. Kalian pergilah temui Naila dulu. Biar Lili bersama bunda."


Setelah itu Richa dan Nelan pergi keruangan Naila. Saat Richa membuka sedikit pintu ruangan tersebut tiba tiba ia menutupnya kembali. Nelan yang melihat tingkah aneh Richa menjadi sangat penasaran dengan apa yang sebebarnya baru Richa lihat di dalam ruangan tersebut.


" Ada apa? Kenapa tidak masuk, malah menutup pintunya lagi?"


" Aku rasa ada yang aneh di dalam sana, mas!"


" Aneh? Aneh apanya?"


Nelan membuka perlahan pintu tersebut agar tidak terdengar oleh penguni di dalamnya, dia hanya membuka sedikit ruang agar dapat melihat kedalam.

__ADS_1



Setelah melihat situasi di dalam Nelan pun kembali menutup pintunya dan menatap bingung ke arar Richa.


" Apa, mas merasa ada yang aneh dengan Rehan dan mba Naila?" Tanya Richa.


" Apa itu mungkin?"


" Apa?"


" Mereka sedang saling menggoda satu sama lain. Tapi sejak kapan mereka sedekat itu?" Tanya Nelan bingung.


" Aku bingung, apa kita harus masuk atau tidak." Ujar Richa bingung.


Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak masuk. Richa memilih untuk bertemu Juana dan Jordan sedangkan Nelan pergi bekerja.


❄❄❄❄❄


Naila terkejut melihat Rehan datang lagi.


" Kenapa kamu datang lagi?" Tanya Naila kesal.


" Aku datang atau tidak, aku tidak butuh ijin darimu kan?"


" Terserahlah."


Saat Naila ingin mengambil gelas air di atas nakas, Rehan mengambilkannya dan memberikannya pada Naila.


" Aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Naila cetus.


" Tentu saja, kau bisa melakukan apa pun sendiri. Kau bahkan berani segerombolan penjahat." Lagi lagi Rehan meledek tindakan bodoh Naila sebelumnya.


" Apa kau datang kesini hanya ingin membuatku kesal, kalau itu tujuanmu sebaiknya kau pergi saja dari sini."


" Kau terlalu berisik. Istirahatlah, saat kau sudah sembuh, kau bisa kembali jadi wanita bodoh."


Walau ucapannya sangat tidak enak di dengar, tapi dia sangat baik, aku tau itu tapi yang tidak ku mengerti kenapa dia memperlakukanku seperti ini.



" Terimakasih."


" Untuk apa?"


Terimasaja kenapa sih, pake di tanya segala.


" Jangan menatapku begitu, aku bisa salah paham."


" Salah paham apa?"

__ADS_1


" Kalau kau sudah jatuh cinta padaku."


Mata Naila terbelalak, wajahnya berubah tersipu malu.


__ADS_2