Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Salanghae


__ADS_3

Saat kekacauan itu terjadi, hal mengejutkan lainnya pun tiba. Naila datang dengan sebuah koper di tangannya.


" Bunda..", seru Naila dengan suara serak. Sontak semua mata beralih ke arah pintu utama dimana Naila saat ini berdiri, semua orang pun menghampirinya. Salsa dengan cepat memeluk putri nya itu.


Semua orang duduk di sofa ruang tamu, seluruh keluarga mendengarkan apa yang baru saja di alami putri keluarga itu, Nelan dan Nevan sangat geram. Kedua orang itu hampir saja mengamuk dan ingin mencari laki-laki yang sudah menyakiti hati saudari perempuannya itu.


Richa memeluk Naila, ia merasa begitu simpati pada iparnya itu, ia berpikir bagai mana terkejut nya keluarga itu jika dia juga mengatakan apa yang dilakukan Bram 2 hari yang lalu pada dirinya. Nelan mungkin akan menghabisi laki-laki itu, Richa berpikir akan mengatakan hal itu pada waktu yang tepat.


" Jangan takut Sayang. Bunda dan Ayah akan melindungimu dan cucu kami". kalimat itu sudah lebih dari cukup bagi Naila dan anaknya yang belum lahir. Richa mengantar Naila kekamarnya, setelah memastikan Naila beristirahat Richa pun kembali ke ruang tamu.


" Jadi apa yang harus kita lakukan pada si br*****k itu ayah ?" ucap Nelan geram. Ia bahkan mengeratkan rahangnya.


" Aku akan memebereskannya. Lo tenang aja." seru Nevan.


" Bereskan dulu tentang masalah yang akan timbul besok, Evan." ujar Raihan. Masalah pembatalan pernikahan Nevan adalah masalah yang lumayan serius, karena besok pasti akan terjadi kegaduhan karena hal tersebut.


Salsa terlihat sangat tak berdaya, ia bahkan hampir pingsan karena kasalah bertubi-tubi menimpa anak-anaknya. Ia merasa seakan dunia nya hampir runtuh.


" Bunda..", Richa memeluk Salsa dengan lembut, sebuah belaian membuat Salsa merasa lebih baik. " Richa antar bunda ke kamar ya !" ujar Richa dan Salsa pun menuruti ucapan menantunya itu. Richa meminta Salsa untuk membaringkan tubuhnya, ia menggenggam tangan Salsa dan memastikan mertuanya itu tidur.

__ADS_1


" Ini adalah salah bunda. Anak-anak bunda, sampai menderita itu semua karena salah bunda." ujar Salsa di sela-sela isak tangisnya.


" Kenapa bunda bilang gitu ! apa yang terjadi itu bukan salah bunda. Mas Bram, dia akan menyesali apa yang sudah di lakukannya pada mba, Naila. dan wanita yang sudah meninggalkan Nevan, dia pasti akan menyesal juga bunda. Semua akan baik-baik saja, Jadi jangan pikirkan apa pun, istirahatlah bunda." Richa menarik selumut untuk membalut tubuh Salsa, ia tersenyum manis pada mertuanya tersebut.


" Terimakasih, Sayang. Setidaknya kau adalah satu-satunya keberungungan yang keluarga ini miliki, bunda minta jangan tinggalkan bunda, nak. Tinggallah di sini temani bunda, hm ?" Richa pun mengangguk pelan, ia setuju untuk tinggal disana malam itu. Setelah Salsa tertidur Richa keluar dari kamar Salsa, ia mencari keberadaan Nelan. Karena di ruang tamu sudah tidak terlihat siapa pun.


" Kemana dia ?" tanya Richa sambil melihat kesana kemari. Tiba-tiba Ricah di kejutkan oleh Nelan yang sudah berdiri di belakangnya dengan menerik lengan Richa, " Eh, kamu mau apa ?" tanya Richa. Nelan tidak menjawabnya, ia membawa Richa kekamarnya di lantai 2. Ini kali kedua Richa berada di kamar suaminya itu, tapi tetap saja Richa masih merasa canggung berada disana.


" Ganti bajumu, pasti tidak nyaman tidur pake baju gitu ", ucap Nelan. Richa melihat pakaiannya, ya memang Richa tidak mungkin bisa tidur tanpa piyamanya.


" Tapi aku tidak punya baju ganti disini, apa aku pinjam punya mba, Naila aja ?" seru Richa.


" Apa ? baju apa ?" tanya Richa bingung. Nelan mengambil salah satu kemeja nya dan meminta Richa untuk memakainya.


" Ini ?" Richa mengernyitkan dahinya, rasanya sangat memalukan kalau harus memakai kemeja itu, " Aku pinjam piyama punya mba, Nai.."


" Pakai saja itu, jangan ganggu mba, Naila. Dia pasti sudah tidur ", paksa Nelan, dan dengan terpaksa Richa pun memakai kemeja milik suaminya itu. Richa masuk kedalam kamar mandi dan mengganti bajunya. Setelah selesai Richa keluar, ia melihat Nelan sudah berbaring di ranjang dengan memakai baju kaos dan celana boksernya. Nelan terperangah saat melihat Ricah di balut kemeja miliknya, kemeja itu sangat kedodoran di tubuh Richa, karena mengingat ukurang tubuh keduanya memang sangat jauh berbeda besarnya. Richa merasa sangat canggung dan malu. Nelan tersenyum melihat betapa menggodanya istrinya itu. Cukup lama ia berdiri dan merasa ragu untuk naik ke atas tempat tidur.


" Ada apa ?" tanya Nelan. Ia bingung melihat Richa seperti ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


" Tidak, ada ", Richa berbalik dan berjalan menuju sofa.


" Mau kemana ?", tanya Nelan. Richa pun sudah duduk di sofa. Richa masih ingat dengan jelas apa yang terjadi padanya saat pertma kali ia berada di dalam kamar itu. Nelan turun dari tempat tidur dan mendekati Richa, ia duduk di sampingnya.


" Belum ngantuk ?", tanya Nelan seraya merangkul Richa, setiap kali Nelan sangat dekat dengannya Richa selalu merasa gugup jantungnya berdetak sangat cepat, Richa mengangguk pelan, " Em, mau nanton sebelum tidur ?" Nelan sadar kalau Richa pasti masih ragu pada dirinya, ia juga belum jujur dengan perasaannya pada Richa.


" Nonton film apa ?", tanya Richa bingung.


" Em... Film apa pun yang kamu suka." jawab Nelan.


" Kalau gitu, nonton drama korea aja, karena cuma itu yang aku suka." Nelan pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucaoan Richa. Nelan mengambil leptop miliknya dan menyalakannya, Richa membuka chenel khusus menyediakan drama-drama korea, dan memilih drama yang sedang di gemarinya. Nelan menarik Richa naik ke atas tempat tidur, keduanya bersandar pada bantalan tempat tidur, Nelan menarik Richa mendekat padanya dan berdandar di dadanya.


Cukup lama keduanya menyaksikan drama tersebut hingga akhirnya terlihat adegan romantis di dalam film terebut, Richa pun mulai merasa canggung. Tiba-tiba Nelan mendekatkan bibirnya di daun telinga Richa dan berbisik.


" Aku cinta kamu, Cha", Richa terkejut dan memutar kepalanya menatap Nelan, ia merasa yang baru saja di dengarnya itu tidak nyata. Namun sekali lagi Nelan mengulangi kata-katanya, kali ini menjadi lebih jelas.


" Aku mencintaimu, Richa Qajila, Aku sangat memcintaimu..", seketika air mata Richa menggenang di kornea matanya ia menatap lekat sorot mata Nelan. Seakan tak percaya dengan apa yang di dengarnya, sentuhan lembut Nelan di wajahnya menyadarkan Richa bahwa yang baru saja ia dengar itu adalah nyata. Perlahan Nelan semakin mendekatkan wajahnya dan mengucup bibir Richa dengan lembut. Richa menutup matanya sehingga air bening itu tersapu oleh kelopak matanya dan mengalir membasahi pipinya. Saat Nelan melepaskan kecupan singkat itu, keduanya saling tatap cukup dalam.


" Beri aku jawaban, Sayang. Apa kau juga merasakan hal yang sama denganku ?" tanya Nelan seraya menyeka air mata Richa dengan lembut, Richa perlahan memperlihatkan sebuah senyuman dibibirnya.

__ADS_1


__ADS_2