
Darah Nelan seakan mendidih, mengetahui laki-laki itu berani pulang kerumah setelah kekacauan yang di ciptakannya. Tanpa pamit Nelan bergegas pulang, Arga dan Dion yang melihat kepergiannya coba memanggilnya namun tak di gubris olehnya.
---------
Nevan yang baru saja menerima pukulan Raihan saat ini sedang bersimpuh memohon ampunan dari sang Ayah. Terlihat Raihan yang sudah tak sudi menatap putaranya itu sedang membalakanginya seraya berkacak pinggang.
Nelan yang tiba-tiba menerobos masuk, seketika mencengkram krah Nevan dan menariknya hingga tubuh saudra kembaenya itu berdiri, tanpa aba-aba Nelan mengepalkan tangannya sebelum ia memberikan pukulan yang cukup bertenaga di wajah sisi kiri Nevan.
Nevan yang pasrah menerima pukulan Nelan hanya bergerak sedikit dari posisinya tidak sampai tersungkur ke lantai mengingat tubuh keduanya hampir sama besarnya. Nevan menyeka percikan darah yang mengalir di sudut bibirnya bekas pukulan Nelan.
" Kenapa lo balik, ngapain lo balik lagi pengecut... ", Bentak Nelan yang hampir melayangkan pukulan susulan pada wajah Nevan, namun gerakannya terhenti oleh Naila yang seketika memeluk tubuhnya.
" Nel... cukup ", Naila menarik tubuh Nelan sedikit menjauh dari Nevan.
Raihan dan Salsa seakan tak perduli atau berusaha menghentikan perkelahian kedua putranya itu, Raihan bahkan tak begeming sama sekali, sedangkan Salsa sibuk dengan isakannya.
" Maafkan aku ayah, bunda ", Ucapan Nevan membuat Nelan semakin geram, Salsa mendekati putranya ith, di cenkramnya lengan Nevan, air mata yang membasahi wajahnya sudah menjadi gambaran kekecewaannya pada sang putra.
" Kenapa Evan, kanapa kau lakukan itu nak, kau hampir saja menghancurkan keluarga ini. Tega nya kamu lakukan ini pada bunda dan ayah ", Salsa tertuh di ikuti tubuh Nevan, Nevan hanya bisa mengucapkan kata maaf berulang-ulang tanpa mampu memberi penjelasan, karena apa pun itu yang ia katakan saat ini tidak akan mengubah kesalahannya.
" Mulai saat ini kau bukan bagian dari keluarga ini lagi, keluar dari rumah ini dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi pada kami ", ucapan terakhir itu terlontar dari mulut sang ayah yang akhirnya berlalu pergi tanpa menghiraukan panggilan dari istri dan anak-anaknya.
" Bunda Evan mohon tolong beri Evan kesempatan untuk menebus kesalahanku, Evan punya alasan nya bun, jadi... ", Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya Nelan sudah menagrik kerahnya lagi.
" Alasan lo bilang, alasan apa yang mau lo bilang hah ! alasan kalau kau memiliki wanita lain yang tidak bisa kau tinggalkan demi pernikahan ini ", Ujar Nelan penuh penekanan, namun yang di katakannya itu membuat Salsa dan Naila tercengang begitu pun denga Nevan, ia bingunv bagaimana Nelan bisa tau hal itu.
" Kenapa diem, kau tidak bisa menyangkalnya kan ?", Lanjut Nevan.
" Apa yang baru saja kau katakan Nel ?", Tanya Salsa.
" Apa itu benar ?", imbuh Naila.
" Tanya kan itu padanya, bunda", Tegas Nelan seraya menepis kerah Nevan dengan kasar.
" Evan... ",
__ADS_1
Nevan tidak langsung menjawab pertanyaan yang di lontarkan ketiganya, " Iya bun, yang di katakan Nel benar ", Jawab Nevan singkat, namun memperjelas segalanya.
" Kau, bagai mana bisa.. ", Naila menjeda ucapannya, " Kalau kau sudah punya kekasih kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal Evan ? bukankah kau punya kesempatan untuk bicara jujur sebelum bunda dan ayah mengkompirmasi semuanya pada keluarga Richa, Nelan juga sempat bertanya padamu saat itu ", Seru Naila.
" Saat itu ku pikir aku bisa melepaskannya tapi... ",
" Tapi di saat-saat terakhir kau malah pergi layaknya pengecut ", kesal Nelan.
" Gue tau tindakanku sangat tidak bertanggung jawab, tapi wanita itu membutuhkan ku bun, mba. Hidupnya benar-benar hancur ",
" Lalu Richa, apa kau tidak berpikir sudah menghancurkan hidupnya Evan ", ucap Salsa penuh penekana, " wanita itu juga hancur nak ",
" Tapi sekarang dia memiliki Nel bun ", Nelan menatap tajam saudara kembarnya itu dengan tatapan membara, " Nel atau pun aku akan sama saja, asal salah satu dari kita bisa menjaganya itu tidak akan menjadi masalah kan ?", kalimat itu membuat Nel mengepalkan kembali tangannya dan hampir menghajar wajah laki-laki itu lagi.
" Keegoisanmu sungguh luar biasa, wuah lo hebat, aku bahkan tidak punya lagi kata-kata untuk memakimu ", Nelan bargegas pergi dari tempat itu meninggalkan ketiaganya.
-----------
Nelan mengemudikan mobil Sport merahnya dengan tujuan yang tak pasti, pikirannya sungguh kalut, jika saja ia bertahan lebuh lama lagi disana mungkin mulutnya akan berucap betapa ia tidak menginginkan pernikahannya dengan Richa.
-----------
Riyan
Pesan singkat itu mampu mengubah suasana hati Richa yang semula begitu dingin menjadi hangat.
Richa
me too. sangat merindukan kalian.
Riyan
lo bahagia kan dengan kakak ipar ? apa dia baik sama lo sister ?
Pertanyaan itu seakan menyayat hatinya, apa yang bisa ia katalan kalau dirinya sangat tidak bahagia saat ini. Jangankan bersikap baik suaminya bahkan lebih mirip monster.
__ADS_1
Richa
Of course, apa menurutmu ada pria yang bisa tidak bersikap baik ma gue hah ! lo lupa siapa gue. 🤔🤔
Riyan
Iya iya deh gue percaya. Yaudah gue gak mau ganggu pengantin baru lama-lama etar kakak ipar marah, ohya sister titip salam dari kita semua.
Riyan
Dan satu lagi, jangan cepet-cepet buat keponakan, menurut gue lo belum pantes jadi ibu-ibu, lo nya masih kayak bocah, 😋😋😋🤗
Richa
*What, bawal lo bocah, siapa juga yang mau jadi ibu, brisik lo. 😋😋😋
Makasih Yan, kakak kangen kamu. 😘😘😘😘*
Baru saja Richa meletakkan HPnya di matras tiba-tiba pintu ruang rawat terbuka, terlihat Naila dan seorang suster masuk bersamaan.
" Mba Naila ", Richa berusaha tersenyum pada kakak iparnya itu untuk menutupi masalahnya.
" Hai, apa kau merasa lebih baik ?", tanya Naila yang sudah berdiri di samping nya.
" Hm.. Richa udah merasa sehat kok mba, ohya kapan Richa bisa pulang mba ?",
" Hm... besok pagi Richa udah bisa pulang, kita cuma perlu habisin botol hinpus yang ini ", Naila menunjuk ke botol cairan hinpus yang baru saja di ganti oleh suater yang datang bersama Naila tadi.
" Oh ", Richa membulatkan bibirnya. Richa terlihat murung, Naila menerka perubahan mimik wajah adik iparnya itu karena tak melihat kehadiran Nelan.
" Dia akan segera datang kok ",
" Hm ! mksud mba ?", Richa terlihat bingung, kendatinya dia memang tidak paham dengan ucapan Naila.
" Bukankah kau menunggunya ?", Richa mengerutkan keningnya, " Nel, dia sedang dijalan meneju kemari ", mendengar nama Nel tersebut di mulut Naila membuat wajah Richa berubah semakin masam.
__ADS_1
" Oh, iya mba ", Richa terpaksa berbohong dengan menunjukkan senyuman palsu pada Naila dimana seolah-olah ia memang menunggu kedatangan Nelan. Richa lebih berharap tidak akan pernah melihat wajah mengerikan itu lagi.