
Saat ini, Nelan sedang menunggu di ruang operasi.
" Nelan..!?" Bunda dan Ayahnya berlari dengan panik ke arahnya. Nelan langsung memeluk ibunya, dengan tangan bergetar.
" B--Bunda..!?" Nelan tidak mampu menahan tangisannya.
" Sabar, Sayang. Semua akan baik baik saja. Istri dan anakmu akan baik baik saja."
" Tapi, dia kehilang banyak darah. Aku takut terjadi sesuatu padanya dan anakku bun.." Ayahnya membelai rambut putra nya itu dengan lembut.
" Tidak akan terjadi apa pun. Dokter di rumah sakit ini sangat lah hebat. Mereka pasti bisa menyelamatkan mereka." timpal Ayahnya.
" Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Richa bisa mengalami kecelakaan, nak?" Tanya bundanya seraya mengiring Nelan duduk di kursi tunggu.
" Lalu dimana, Naila? Bukankah mereka keluar bersama?" Tanya ayanhnya.
" Mba, Naila ada di ruang operasi lainnya." Jawab Nelan.
" Apa? Apa dia juga terluka?" Tanya Salsa panik. Nelan menggeleng.
" Bukan dia. Tapi.."
" Tapi siapa, nak?"
" Rehan, dia juga sedang menjalani operasi saat ini." Ayah dan bundanya saling tatap. Mereka masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
" Saat Richa dan mba Naila keluar, tiba tiba Richa mendapat pesan dari Rehan, dan ia pun pergi menemui Richa di tempat mereka ingin piting baju. Namun saat Richa ingin menyebrang, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Rehan berusaha menyelamatkan Richa, dan ia tertabrak mobil menggantikannya. Namun Richa dia terpental kejalan, dan perutnya..Perutnya, terbentur aspal terlalu keras. Dan dia.." Salsa memeluk Nelan dengan erat. Iya tau pasti perasaan putranya itu saat ini. Rasa takut akan kehilangan dimana dia dan suaminya juga pernah merasakannya.
Tak lama kemudian Dion datang menghampirinya.
" Bagai mana keadaan Richa, Nel?" Tanya Dion sambil menepuk pelan punggung Nelan.
Nelan menggelengkan mepalanya, tanpa mengangkat wajahnya. " Aku tidak tau, tidak ada seorang pun yang memberitahuku keadaannya."
" Kau harus kuat bos. Dengan begitu baru kau bisa berdoa untuk anak dan istrimu."
" Lalu, apa kau sudah menangkap ba^i^gan yang sudah berani, melukai isrtiku?" Nelan mengangkat kepalanya, menatap tajam ke arah Dion.
Dion mengangguk." Siapa? Siapa orangnya?" tanya Nelan geram seraya mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Dia adalah salah satu suruhan dari bos besar sandikat bisnis gelap. Yang berupa bos dari Stepen." Jelas Dion.
Nelan berdiri dan memukulkan kepalan tangannya kedinding.
" Aaahh, Nelan.." Teriak bundanya karena cemas. Apa lagi setelah melihat percikan darah yang mengalir di punggung tangan putranya itu.
" Nel, apa yang kau lakukan? Kau harus tenang nak." ucap ayahnya.
" Tenang, bagai mana aku bisa tenang ayah. Saat ini kondisi Richa dan anak ku, lalu Rehan. Mereka mengalami hal buruk karena diriku. Andai aku bisa membereskan para ******** itu lebih cepat maka.."
" Nel, kau tau itu bukan salahmu. Mereka saja terlalu licin, sehingga kita sangat sulit untuk membekap mereka dengan cepat. Dan, ada satu hal lagi yang harus lo tau, Keysa dan ayahnya juga ikut andil dalam hal ini."
" Apa?" Nelan menggertakkan giginya.
" Wanita itu, sampai kapan pun tidak akan berhenti menyakiti Richa." Ujar ayah Nela.
Lalu seorang dokter pun keluar dari ruang operasai Richa.
" Dokter, bagai mana istri dan anakku?" tanya Nelan panik. Dokter tidak langsung menjawabnya, ia bahkan menundukkan kepalanya.
" Ada apa, dokter? kenapa kau diam saja? Apa terjadi sesuatu pada menantu dan cucuku?" Tanya Raihan.
" Bayinya baik baik saja. Namun.." Dokter itu memggantungkan kalimatnya, membuat Nelan dan yang lainnya merasa sangat cemas.
" Nel.." Dion menarik tangan Nelan hingga terlepas dari kerah dokter.
" Kami berhasil melakukan operasi sesar dengan baik, dan putra anda lahir dengan selamat. Tapi kedaan ibunya sangat tidak baik saat ini. Ia mengeluarkan banyak darah. Saat ini saya cuma bisa bilang keadaannya sedang kritis."
" Tidak, kau bisa menyelamatkan istriku kan? Kau adalah dokter terbaik disini, jadi kau harus bisa menyelamatkan istriku." Ujar Nelan.
" Kami akan berusaha semampu kami. Tapi segalanya akan di tentukan oleh kebaikan tuhan."
" Tidak, apa pun yang terjadi, aku perintahkan kau untuk menyelamatkan istriku. Atau kalau tidak aku akan.."
" Nel.. Apa yang yang kau lakukan nak!" Ucap Salsa. Nelan akhirnya terduduk, sesaat sebelum dokter itu kembali kedalam ruang operasi Richa.
" Suami dari pasien siapa?" tanya suster yang baru keluar.
" Saya, suster." Nelan mendekati suster itu.
__ADS_1
" Kalau begitu, anda harus ikut saya kedalam. Untuk melakukan sentuhan pertama pada putra anda, karena ibunya belun sadarkan diri."
Nelan menatap bunda nya sesaat. " Pergilah nak." Seru Salsa.
" Baiklah." Ujar Nelan, seraya mengikuti suster itu masuk.
💫💫💫💫
Suster membantu Nelan meletakkan putra kecilnya itu di dadanya yang sudah terbuka. Seketika air matanya mengalir, ia mengamati wajah kecil putranya itu. Sangat lucu dan tampan. Ada perasaan yang tak mampu ia lukiskan saat ia menggenggam jari mungilnya itu, sambil tersenyum.
" Selamat datang di dunia ini, putra dedy tersayang." Ucapnya lirih terus menatap lekat wajah kecilnya.
Dengan hadirnya putra nya itu, maka lengkap sudah kebahagiaan yang ia rasakan sekarang, andai saja keadaan Richa baik baik saja. Kebahagiaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Richa sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Seluruh keluarga sedang menunggu kabar baik dari dokter. Karena dokter mengatakan 2 kali 24 jam ke depan akan menjadi hal tersulit baginya juga bagi yang menunggu keadannya menjadi membaik.
Nelan di ijin kan oleh dokter untuk menjenguk Richa di ruangannya, namun hanya bisa seorang diri saja.
💫💫💫💫
Di sisi lain Naila tidak beranjak sejengkal pun dari depan ruangan Rehan di operasi saat ini.
" Ya tuhan, tolong lindungi dia." gumam Naila.
Sesaat sebelum seorang doktet keluar.
" Bagai mana keadaannya dokter?" tanya Naila cemas.
" Dia baik baik saja." Naila menarik napas lega." Walau butuh waktu lama, tapi operasinya berjalan sukses."
" Syukurlah." ucap Naila lirih.
" Setelah pasien di pindahkan ke ruang inap, kau bisa menemuinya doktet Nai."
" Terimakasih dokter Hadi."
Setelah Rehan menempati ruang inap, Naila masuk kedalam ruangannya. Ia berjalan perlahan mendeti pria yang sedang berbaring tak sadarkan diri itu.
" Apa begini caramu memenuhi janjimu?" Ucap Naila yang sudah duduk di samping Rehan.
__ADS_1
" Kau berjanji pada Lili kalau kau akan kembali untuknya. Maaf, karena hari itu aku sudah berbohong padamu, aku bilang kalau aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku mengatakan itu karena aku tidak ingin mengakui perasaanku. Tapi kenyataannya adalah, aku juga mencintaimu, namun rasa takut akan terluka lagi membuatku tak ingin mengakuinya. Tapi saat ini aku sadar bahwa yang paling menakutkan untukku, adalah kehilangan dirimu. Aku sadar kalau aku ingin bersamamu."
" Kamu mau kemana?"