
" Aku gak perduli, dengan apa yang ingin dilakuknnya, wanita mana pun yang ingin di gandeng olehnya aku tidak perduli ", seru Richa, seraya melanjutkan apa yang ingin dilakukannya sebelumnya.
" Lalu ?",
" Rasa kecewaku lebih kepada, karena sipat pengecutnya membuat hidupku begitu menderita, dia bahkan tak pernah berpikir untuk minta maaf padaku dan keluargaku hingga saat ini ",
Karena dirinya aku harus hidup dengan pria sepertimu, yang memperlakukanku sangat kasar. Walau aku tidak tau jika dirinya yang benar-benar menjadi suamiku, apa keadaannya aka berbeda atau malah sebliknya. Karena akhirnya aku tau betapa dia tidak menyukaiku, sama sepertimu yang sangat membenciku.
Dan asal penderitaanmu itu adalah diriku. gumam Nelan.
Setelah itu mereka pun melanjutkan sarapa nya dengan keheningan, hanya ada suara benturan piring dan sendok makan yang terdengar hingga mereka selesai sarapan.
Setelah sarapan Richa hendak kembali kekamar untuk mengambil ponsel miliknya seingatnya ia tinggal di atas nakas dekat tempat tidur. Namun Nelan metapan tajam Richa, dari tatapannya itu Richa merasa ada yang ingin di katakan oleh suaminya itu.
" Ada apa ? kenapa menatapku begitu ?", tanya Richa to the poin.
" Apa kau akan pergi bersama teman-temanmu lagi ?", Richa mengerutkan kemingnya, tidak biasanya Nelan tertarik dengan hal apa pun tentang dirinya.
" Tidak, aku lelah dan ingin istirahat saja dirumah ", jawab Richa, " Kenapa kau bertanya ?",
" Gapapa ", Jawab Nelan, ia langsung berlalu pergi dari tempat duduknya.
" Dasar aneh ", gumam Richa.
-----------
Setibanya di dalam kamar Richa menyambar panselnya yang benar terletak di atas nakas. Begitu banyak chat yang ia terima dari Juana, sebelum ia sempat membaca chat tersebut ponsel miliknya berdering memdapat panggilan dari Juana.
" Hallo, Juana ?", sapa Richa, meletakkan ponsel itu mendekat kedaun telinganya seraya ia duduk di tepi tempat tidur.
" Kau ini kemana saja ? kenapa tidak membalas chat ku !", keluhnya dengan suara yang terdengar kesal.
" Sory, tadi aku lagi sarapan. Ada apa kau menelponku ?",
" Richa, ayo siang ini kita pergi ke taman hibiran." Juana mengajak penuh semangat.
__ADS_1
" Aku rasa hari ini tidak bisa, aku merasa sangat lelah. Kita ketaman hiburan lain kali saja."
" Hanya sebentar, kau ajak juga sepupumu."
" Kenapa aku harus mengajaknya, apa Juana serius ingin mendekatinya. Walau dia tau Nelan sudah punya kekasih kenapa dia sangat bersemangat begini kalau bicara tentang Nelan."
" Dia tidak akan mau, dia pasti akan sibuk ngedate dengan kekasihnya yang super sexy itu ", seru Richa, entah mengapa nada bicaranya jadi terdengar kesal.
" Ayolah, Richa. Aku juga sudah mengajak Jojon dan juga Yoyon, dan mereka bilang oke asal lo juga ikut." Juana, merengek, namun hal itu tetap tak membuat Richa mengubah keputusannya.
" Aku benar-benar lelah sekali, Juana. Lain kali aku janji akan menemanimu."
" Baiklah." Juana mencibik kesal.
" Kenapa kau tiba-tiba mengajak ke taman hiburan ? tidak biasanya sekali."
" Iya, karena aku ingin punya peluang untuk dekat dengan kak Nelan, kalau kita sering bertemu maka akan besar kesempatan buat gue." Richa mengeritkan dahinya. Ternyata wanita itu benar-benar serius dengan ucapannya. Setelah mengetahui Nelan adalah sepupu Richa, Juana setiap saat menanyakan tentang Nelan padanya. Bahkan Juana bertekat akan menjadikan Nelan sebagai kekasihnya apa pun yang terjadi, termasuk berencana menyingkirkan wanita yang dinketahui sebagai kekasih laki-laki itu.
" Ya sudah kalau kau tidak bisa pergi bye..." Juana dengan tergesa-gesa mengakhiri panggilan tersebut.
" Juana ini aneh sekali." Richa tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, ia meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.
" Hayo...", Nelan tiba-tiba nongol sambil menepuk pundak Richa.
" Astaga... Bikin kaget aja, sereh banget sih lo ", celetuk Richa kesal.
" Lagi ngebengongin apa ?", tanya Nelan, bukanya menjawab Richa malah mengernyitkan keningnya. Ada apa dengan perubahan laki-laki itu, untuk pertama kalinya ia bicara sesantai itu pada Richa.
Ni orang kesambet setan ngesot kali ya ! dari semalam sikapnya bener-bener gak kayak dia yang biasanya, super jutek dan dingin, sedingin es. Gumam Richa tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Nelan yang saat ini sudah duduk di sofa.
" Woy, kok malah bengong ", ucap Nelan lagi.
" Biarin." ucap Richa sinis.
" Lagi ngapain sih, diem aja dari tadi, kok gak jadi keluar sama temen-temen gak jelas lo itu !",
__ADS_1
" Kok lo tau gue mau jalan sama mereka ? lo baca pesan gue ya, kok lo lancang sih buka-buka ponsel aku ", kesal Richa. Yang baranjak pergi dari sana.
" Eits, tunggu dulu, mau kemana ? jangan bilang lo beneran mau jalan sama dua cecunguk itu." ucap Nelan sambil menarik tangan Richa.
" Kalau iya kenapa ?" seru Richa.
" Gue gak kasih ijin." ucap Nelan seraya mendekatkan wajahnya pada Richa.
" Apa ? kenapa aku butuh ijin dari kamu, hak lo apa ngelarang-larang gue." hardik Richa. Nelan maju selangkah demi selangkah, Richa mundur setiap kali Nelan maju. Sehingga Richa terpentok didinding, dan tidak bisa mundur lagi.
" Tentu saja aku punya hak, selain suamimu aku juga punya tanggung jawab untuk menjagamu, kau tentu tidak lupa kan permintaan orang tuamu di hari itu ", ujar Nelan yang wajahnya semakin mendekat dengan Richa.
Deg.
Aduh gimana ini, kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak dengan cepat. batin Richa.
Richa menahan napasnya, dan Nelan menyadari hal itu, Nelan mundur dari hadapan Richa dan Richa akhirnya bisa bernapas dengan lega. " Kenapa muka kamu merah ?", tanya Nelan.
" Ng--ngak, gapapa, siapa yang memerah." ucap Ricah. Richa yang merasa bingung segera ingin pergi dan lari. Tapi tangannya di tarik oleh Nelan hingga kepala Richa menabrak dada bidang Nelan.
BUG!!
" Aduhh....", keluh Richa. Richa mendongak agar dapat melihat wajah Nelan, saat keduanya saling tatap cukup lama, jantung Richa mulai berdetak tak beraturan lagi.
" Maaf den Nel.. ", mendengar suara bi Nanik yang datang tiba-tiba dengan sepontan Richa menjauh dari Nelan.
" Ada apa bi !", tanya Nelan, tanpa melepaskan tangan Richa.
" Ada seorang wanita yang nyariin aden di depan....",
" Nel.. Beb ?", Suara wanita itu sudah menggema di dalam rumah memanggal nama Nelan. " Beb kamu..", Wanita itu sudah berdiri dihadapan semua orang, matanya yang menangkap tangan Nelan menggenggam tangan Richa sontak menunjukkan kekesalan. Richa dengan cepat menarik lengannya hingga terlepas dari genggaman Nelan.
" Beb kok kamu bisa.. ", Richa melirim bi Nanik dan memintanya untuk pergi dari sana.
" Jadi itu semua bener kalau kamu udah nikah ?", tatapan Keysa seakan ingin menerkam Richa.
__ADS_1
" Ikut denganku ", Nelan menarik Keysa masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar itu rapat-rapat. Richa tidak bisa melakukan apa-apa, ia hanya bisa pergi dari tempat itu karena tidak ingin ikut campur dengan urusan suaminya dengan kekasihnya itu.
Kehadiran Keysa kerumah itu membuat Richa enggan berada disana dan memutuskan untuk menemui teman-temannya. Sebelum pergi Richa pamit pada bi Nanik kalau dirinya akan keluar sebentar.