
DHEG!?
Suara detak jantung Richa senada dengan bola mata Richa yang sudah membulat mentapa pria yang sesang berdiri di hadapannya saat ini.
" Richa..!?"
Richa mengikuti gerak tubuh pria itu yang sedang berusaha menundung untuk mengangkat Arya di tangannya.
Richa melangakah mundur, ia merasa sangat sesak saat ini. Otaknya tak mampu mencerna apa pun saat ini.
" Richa..!? Sayang.. Aku.."
Richa berbalik dan berlari dari tempat itu. Di luar prediksi yang seharusnya Richa akan merasa senang melihat sosok Nelan, suami yang sangat ia cintai dan selalu ia rindukan selama hidupnya.
Situasi dimana Richa seharusnya langsung memeluk erat Nelan namun ia malah pergi meninggalkan Nelan dengan tatapan yang sangat mengerikan.
" Richa..!?" Seru Risky, Cyka dan juga Efan secara bersamaan karena melihat Richa berlari melewati mereka.
" Nelan apa yang terjadi? Kenapa Richa lari?" Tanya Efan.
" Aku rasa dia membenciku, karena itu dia lari dariku." Ucap Nelan. " Arya, Sayang! Tunggulah dedy disini bersama nenek dan kakek. Dedy sepertinya harus menerima amukan dari mami saat ini." Ucap Nelan seraya menyerahkan Arya pada Efan.
Nelan mengejar Richa yang sudah keluar dari dalam gedung tersebut.
Richa berlari ke jalan raya, tanpa tujuan. Air matanya menetes tak terbendung. Kenapa ia lari, bukankah seharus nya dia merasa senang, karena ternyata suaminya yang selama ini di anggap sudah meninggal ternyata dia masih hidup.
Richa selama ini sangat merindukannya, tapi di sisi hatinya yang terdalam rasa amarah pun menyelimuti hatinya. Karena alasan yang tak dapat ia gambarkan.
" Richa..!? Sayang?" Panggil Nelan yang semakin dekat mengejar langkah kakinya.
Richa merasa kesulitan berlari dengan memakai sepatunya yang lumayan tinggi itu. Lalu Richa pun menyingkirkan sepatunya dan mulai berlari dengan bertelanjang kaki.
" Richa..! Apa yang kau lakukan?" Nelan mengambil sepatu itu yang Richa buang ke sembarang arah.
" Richa, berhenti. Kau akan melukai kakimu Sayang. Aku mohon jangan lari lagi, Richa..!?" Nelan akhirnya berhasil meraih lengan Richa dan menghentikannya. Richa tidak mau menatap wajah suaminya itu, ia tetap diam seribi bahasa.
" Kau marah padaku Sayang? Kau tidak merindukanku Cha?" Ucap Nelan lembut, sambil melangkah perlahan kehadapan istrinya itu. Walau ia sudah berdiri di hadapannya Richa memalingkan wajanya. Nelan memandang lekat wajah istrinya yang sudah di genangi air mata yang sangat membasahi wajahnya.
" Maaf kan suamimu ini Sayang!" Ucap Nelan lembut.
" Suamiku sudah tiada 3 tahun yang lalu. Pria yang sangat aku cuntai dan ku rindukan, dia sudah tiada di bawa ombak ke tengah lawutan 3 tahun yang lalu." Ujar Richa yang akhrnya memutar kepalanga dan menatap tajam ke bola mata Nelan.
__ADS_1
Nelan melihat kekecewaan yang mendalam di tatapan wanitanya itu.
" Aku tau, sebesar apa kau membenciku saat ini Sayangku. Air mata akan bicara ketika mukut tak lagi mampu menjelaskan rasa sakit." ujar Nelan menyeka lembut wajah Richa.
" Kenapa kau kembali? Jangan pernah kembali lagi dalam hidupku.. Karena aku sudah terbiasa hidup tanpamu." Ucap Richa dingin.
" Setidaknya beri aku satu kesempatan untuk menjelaskan segalanya padamu Sayang." Ucap Nelan seraya menarik salah satu tangan Richa dan menggenggamnya erat.
Richa memejamkan matanya lalu menghela napas panjang.
" Kalau begitu bicaralah. Coba jelas kan padaku apa yang ingin kau jelaskan. Alasan apa yang akan kau ucapkan untuk mengadangmu di jalan sehingga kaj bisa terjebak selama ini untuk kembali." Tegas Richa.
" Duduklah, hmm?" Nelan meminta Richa duduk di sebuah kursi di dekat jalannan itu yang terdapat di bawah pohon rimbun. Richa pun menuruti ucapan suaminya itu.
" Kau akan melukai kakimu jika berjalan tanpa sepatumu." Ucap Nelan yang sudah berjongkok dan mencoba memasangkan sepatu kekaki Richa. Dengan lembut ia membersihkan kaki Richa sebelum memakaikannya sepatu.
" Kau tau Sayang? Apa yang paling kutakutkan selama ini? Saat aku terjebak dan tidak menemukan jalan untuk kembali, hanya satu hal yang terus menyiksa hatiku. Apa kah Richa ku akan baik baik saja. Sebanyak apa Richaku meneteskan air matanya. Selama apa Richaku akan bersedih karena kepergianku yang mendadak. Akan seperti apa Richaku menjalani hidupnya tanpa diriku disisinya. Akan seperti apa nasip Aryaku saat ia tak dapat menemukan dedynya di pagi hari, siang dan malam hari saat ia menyerukan namaku dan ingin bermain denganku." Ujar Nelan yang perlahan akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap Richa yang sudah semakin terisak.
" Maafkan aku Sayang. Karena sudah sangat melukai hatimu. Karena sudah membuatmu menunggu selama ini. Namun tidak sedetik pun aku melupakan dirimu dan juga Arya Sayang. Aku punya alasan kenapa aku tidak bisa segera kembali pada kalian berdua."
" Richa..!?" Suara lembut Cyka menyerukan nama putrinya.
Mami dan papinya ikut menyusul mereka berdua.
Richa menatap bingung pada Nelan.
" Hmm." Ucap Nelan menganggukkan kepalanya. Nelan pun menjelaskan segalanya pada Richa. Kenapa dia sangat terlambat untuk kembali.
Saat kapal itu hampir meledak Nelan sempat keluar dari kapal dan melompat kedalam air. Namun ledakan itu terlalu besar sehingga Nelan terkena dampaknya. Ombak beehasil membawa Nelan ke daratan, Namun dalam ke adaan yang sangat mengenaskan. Seorang nelayan menemukan tubuhnya yang sudah penuh dengan luka.
Nelayan itu membawa Nelan kembali ke rumahnya karena Nelan masih bernapas. Selama berbulan bulan Nelan tak sadarkan diri, dengan perawatan seadanya si sepasang suami istri itu terus berusaha menyelamatkan nyawanya.
Lalu setelah 3 bulan berlalu Nelan akhirnya bisa sadar. Namun, keadaan tetap menahannya di tempat itu. Bukan karena hanya tempat itu merupakan tempat terpencil. Alasan lainnya adalah, Nelan tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya, dimana ia harus berusaha dengan kuat untuk bisa kembali pulih.
Richa merasa sangat sesak di dadanya. Ia tidak tau kalau ternyata di bandingkan rasa sakitnya tak sebanding dengan rasa sakit yang Nelan rasakan. Tapi dia malah membenci suaminya itu dan bersikap tidak adil padanya.
" Maaf, mas. A-Aku, aku.."
" Tidak Sayang. Jangan minta maaf. Kau tidak salah Sayanga." Ucap Nelan yang langsung memeluk erat istri yang sangat ia cintai itu. Tagisan Richa pun menjadi, ia berteriak karena sudah tidak sanggup menahan rasa sesak di dalam hatinya.
" Aku mencintaimu, Sayang. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu Richa.." Nelan berkali kali menyerukan kalimat itu.
__ADS_1
Flasback off
" Katakan apa pada mami Sayang?" Ucap Nelan pada Arya.
" Mami, I love you. Ummmuacccch."
" I love you too, beby.." Seru Richa.
Terimakasih tuhan, karena engkau sudah melimpahkan kebahagian tiada tara ini kepadaku dan orang orang terkasihku. Selain dapat melihat senyuman di wajah mereka semua, aku tidak mengharapkan hal lainnya lagi. Tolong jangan biarkan senyuman itu meredup, biarkan tetap bersinar seperti itu. Aku mohon padamu ya Tuhan. Batin Richa.
Hari ini Richa dan Nelan akan merayakan ulang tahun Arya yang ke 4 tahun. Acara di lakukan di hotel bintang 5 milik keluarga Aditama.
Senyum bahagia terus di pancarkan dari wajah keluarga kecil itu. Begitu pula di wajah setiap orang yang hadir di sana. Terutama seluruh keluarga dari Aditama dan juga Anggara.
Tiada kebahagiaan yang lebih bersar di dunia ini, dari pada melihat senyum kebahagiaan di wajah wajah orang yang kita sayangi. Karena saat melihat ibu, ayah, suami, anak dan juga saudara atau saudari kita bahagia maka itu akan menjadi kebahagiana kita juga. Dan saat mereka terluka dan menangis, itu akan menjadi luka dan tangisan kita juga.
.
.
.
.
.
**TAMAT.
.
.
.
.
.
Terimaksih atas perhatian nya, dan kesetianan semua nya dalam mengikuti cerita kehidupan Richa dan Nelan di setaip bab nya. Author mohon maaf atas kesalahan yang disengaja atau pun tidak disengaja. Yang kiranya menyinggung perasaan kakak kakak semuanya.
__ADS_1
Dan semoga apa yang author sajikan dapat membawa kebahagian di hati kita semua.
Author ucapkan wassalam. Author doa kan agar kita sehat selalu di dalam lindungannya. AMIN**.