Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Menantang


__ADS_3

Hari ini Richa dan Nelan memiliki agenda mengelilingi kota New York sambil mencari oleh oleh yang akan mereka beli untuk orang orang di rumah dan juga untuk keluarganya yang ada disini. Cukup banyak yang mereka beli, Richa seperti sedang ingin membuat suaminya itu jadi bangrut dalam sehari. Namun sebelum ia meninggalkan rumah mertuanya Richa sempat di berikan kartu debit oleh Ayah Nelan, dimana ia di ijinkan menggunakannya sesuka hatinya. Namun Nelan lebih memilih menggunakan uang miliknya sendiri untuk membiayai kebutuhan Richa.



Di tengah keramaian kota Richa terlihat sangat antusias dengan perjalanan mereka saat ini, walau cuaca sangat dingin, namun Richa terlihat sangat bahagia karena bisa mengalami liburan romantis bersama suami tercintanya.


" Masih ada yang ingin kau beli, Cha?"


Richa sejenak mengingat ingat apa lagi yang ingin ia beli saat ini.


" Hmm... Ada."


Richa pun menarik tangan Nelan dan mengajaknya masuk kedalam sebuah galeri poto, entah apa yang sedang ingin di lakukan wanita satu itu saat ini.


" Apa yang mau kau beli, disini? Apa sebuah bingkai poto? Kita akan sangat sulit untuk membawanya Sayang."


Nelan hari ini di buat pusing oleh permintaan Richa yang sangat aneh aneh, tapi dia hanya bisa menurutinya karena sudah berjanji akan melakukan apa pun yang ia mau.


" Udah deh diem aja. Mas udah janji loh."


Lagi lagi ia mengingatkan hal tersebut setiap kali Nelan sedikit protes.


" Iya iya, aku ingat. Mau di ingatin berapa kali lagi sih."


" Setiap mas perotes aku bakal ingetin mas. Biar gak lupa."


Richa menarik Nelan masuk ke ruang ganti dan memintanya melakukan beberapa pemotretan dengannya.


" Ini apa cha?"


Nelan mulai kesal, ia paling tidak suka melakukan hal yang satu ini.


" Ayo dong mas... Hmm, kita udah nikah cukup lama, tapi aku selalu sedih waktu Juana minta lihat poto kemesraan kita selama ini, ia selalu nanyak aku udah pernah mas bawa liburan kemana aja, terus mas Nelan romantis gak ma kamu. Aku gak bisa jawab mereka karena selama ini jangankan liburan, aku bahkan gak punya satu gambar pun sama mas, selain gambar pernikahan kita, itu pun mas gak terlihat tersenyum sama sekali gimana aku mau nunjukinnya kemereka." ujar Richa sedikit memajukan bibirnya.

__ADS_1


Nelan merasa bersalah karena selama ini sudah membuat jarak dengannya, di tambah lagi dengan penolakannya yang sangat tidak pantas.


Aku berasa menikahi remaja. Ini bukan apa apa Nel, kau sadar seburuk apa dirimu selama ini padanya. Ini bukan permintaan sulit, jadi tiruti saja dia.


" Baiklah, jangan cemberut lagi. Apa kau ini masih anak anak? Kita akan lakukan apa pun yang kamu mau, oke."


Richa tersenyum lebar, ia seperti sedang memenangkan sebuah lotre, karena Nelan benar benar memanjakannya saat ini. Beberapa gambar pun di ambil, dengan baju yang berbeda beda.





" Udah dong, Sayang. Ini udah baju yang kesekian loh."


" Tadi katanya gak bakal protes." Rengek Richa.


" Iya, Sayang. Tapi aku rasa ini sudah lebih dari cukup. Bagai mana kalau sekarang kita pergi nonton. Hm? Bukannya kamu bilang mau nonton." Alih Nelan.


Nelan menghela napas dengan kasar, namun ia hanya bisa menurutinya.


" Untuk ini, akan ada harga nya, Richa. Dan aku mau kau membayarnya dengan mahal." ucap Nelan denga tegas.


" Hm, Oke." Jawab Richa dengan entengnya.


" Hoho, kau menantangku, Sayang. Kau akan menyesalinya."


" Aku gak takut."


Nelan benar benar merasa tertantang oleh Richa, ia berjanji tidak akan memberi ampun pada Richa di saat ia akan melakukan penyerangan berikutnya.


" Pegang ucapanmu, Cha."

__ADS_1


Richa menjawabnya dengan anggukan dan senyuman menantang. Nelan pun menggigit bibir bawahnya karena geram.



Ingin sekali saat ini juga ia menerkam dan membawanya ke atas ranjang. Andai saja saat ini ada kamar yang bisa ia gunakan untuk membalas tantangan istrinya itu.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau Richa dan Nelan sekarang akan menuju bioskop untuk nonton sesuai agenda yang sudah Richa rancang sejak semalam.


Saat tiba di dalam bioskop Nelan membeli popkorn dan juga minuman, untuk snek sambil menyaksikan film yang mereka pilih, karena mereka datang lebih awal sehingga saat keduanya masuk kedalam ruangan tersebut belum ada orang disana dan keadaan ruangan juga masih sangat gelap.


" Mas, ruangannya masih kosong, kita keluar aja yuk."


Ajakan Richa di tolak oleh Nelan, ia malah menarik Richa kedalam ruangan gelap itu.


" Mas , nanti ada yang datang."


" Tidak akan ada yang datang, film nya akan tayang 30 menit lagi."


"Mas, kamu mau ngapain sih, ini di tempat umum, nanti ada yang liat, Sayang. Gak bisa tunggu sampai rumah dulu ya.."


Richa ingin menolak, namun apa lah daya, kekuatan Nelan tidak sebanding dengannya. Dan dengan terpaksa Richa menuruti keinginan suaminya itu.


Dan akan menjadi dosa besar jika dia menolak suaminya. Jadi mau gak mau di mana pun itu Richa harus memenuhinya.



Saat film mulai dan penonton pun mulai memadati ruangan, keduanya berpura pura seakan tidak terjadi apa apa, dengan wajah datarnya Nelan bisa di pastikan laki laki itu bisa menyembunyikannya, namun Richa malah merasa tidak nyaman, dan wajahnya juga sangat panas dan memerah, karena aksi panas yang baru mereka lakukan tadi, belum lagi Richa saat ini merasa sangat kebelet, ingin buang air kecil.


" Mas, keluar aja yuk, aku pengen bibis dan juga mandi, rasanya tidak nyaman." Bisik Richa.


Karena Richa berkata begitu Nelan pun membawa Richa keluar dari ruangan itu. Saat menunggu Richa keluar dari toilet Nelan sedikit merasa bersalah karena sudah menggagalkan acara nonton mereka akibat ulahnya, tapi itu tidak sepenuhnya salahnya, kalau saja Richa tidak terus memancing marmud kecilnya sampai tidak terkendali hal itu tidak mungkin terjadi.


⚱⚱⚱⚱⚱⚱⚱

__ADS_1


" Apa?" Richa terkejut, dari wajahnya Nelan bisa melihat kabar tersebut bukan kabar baik. Richa menatap dalam dalam mata Nelan, seakan ia ingin Nelan memahami apa yang ia ingin katakan saatbini karena suaranya seperti tertahan tak sanggup terucap.


__ADS_2