Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Dia sakit ?


__ADS_3

Awas saja kalau sampai aku menemukanmu, akan ku buat kau menyesali tindakan bodohmu ini, Richaa.... gumam Nelan, seraya menunggu Zion menerima panggilannya.


" Hallo, Om. Maaf kalau ganggu malam-malam, saya Nelan suaminya Richa ", seru Nelan setelah mendapat sahutan dari Zion dari balik telepon.


" Iya, Om. Apa Richa ada tempat, Om ?",


" Tidak, Om. Saya sudah hampir tiba di rumah, Om. Jadi pastikan Richa menungguku disana ",


" Terima kasih, Om." Setelah mengetahui keberadaan Richa, ia mempercepat laju mobilnya. Hingga dalam waktu singkat mobilnya sudah berada di depan rumah Zion.


Nelan turun dari mobil dengan tergesa-gesa, sebelum ia menekan bel pintunya sudah di bukakan oleh Richa.


" Kamu.. ", Nelan hampir saja membentak Richa namun terlihat Zion berdiri di belakang Richa, terpaksa Nelan mengurungkan niatnya untuk memarahi istrinya itu.


" Kamu sudah datang ?", ujar Zion.


" Selam malam, Om. " Sapa Nelan.


" Ayo masuk dulu, Nak." ajak Zion. Tapi Nelan menolak karena hari sudah sangat larut. Nelan mengatakan akan mencari waktu yang senggang untuk datang berkunjung kesana.


" Yaudah, Richa pamit pulang dulu ya, Pa." pamit Richa pada Zion.


" Malam, Om. Maaf sudah merepotkan, Om sekeluarga." ujar Nelan.


" Siapa yang ngerepotin siapa ? " ucap Richa, namun tatapan dingin Nelan membuat Richa jadi terdiam.


" Jangan khawatir, dia adalah anak, Om. Jadi Om tidak keberatan sama sekali di repotin sama dia." seru Zion.


" Yasudah, kita pamit, Om."


" Bye, Papa." Richa memeluk Zion lalu mencium pipi laki-laki yanh sudah dianggapnya seperti ayah kandungnya itu.


Nelan menarik tangan Richa, seraya menunjukkan senyum sinis nya pada wanita itu, Nelan membukakan pintu mobil untuk Richa untuk yang pertama kalinya. Setelah Richa masuk Nelan pun berjalan memutar kesisi pintu kemudi, setalah keduanya sudah ada di tempat duduk masing-masing. Nelan dengan segera melajukan mobil pergi dari tempat itu.


" Apa kamu punya otak ?", bentak Nelan tiba-tiba. Tanpa melihat ke arah Richa.


" Punya. Kalo gak punya gue udah mati." jawab Richa ketus.


" Lalu otakmu itu kau gunakan untuk apa hah ?",


" Apa pedulimu ", cetus Richa.


" Kau sungguh menyusahkan, karena dirimu namaku hampir di coret dari hak waris dan kartu keluarga." kesal Nelan.


" Masih hampir kan, belum terjadi ?" Seru Richa seraya tersenyum sinis.


" Richaaa...", bentak Nelan semakin kesal karena Richa terus saja membalas ucapannya tanpa merasa bersalah sama sekali. Padahal dirinya sudah khawatir hampir semalaman.


Akhirnya dia tau nama gue.


" Kenapa pergi tanpa membawa ponselmu, apa kau sudah kehilangan akal ?", lanjut Nelan.

__ADS_1


" Itu karena kau mengunci pintu kamar saat kau sedang bersama kekasih sexy mu itu. Jadi berhenti membentakku karena semua ini terjadi kerena ulah lo ",


" Tapi kau bisa mengambilnya jika kau mau ", Nelan mulai merendahkan suaranya saat tau kalau ternyata ini terjadi sebagian kecil karena dirinya.


" Aku gak mau ganggu aja ",


Kenapa dia sangat kesal, apa karena aku membentaknya, atau ....?


" Lalu kenapa tidak meminta, Om Zion memgantarmu pulang, aku sangat khawatir karena...",


" Karena apa ? kenapa kau khawatir ? bukankah kau tidak perduli padaku, akh bukan siapa-siapa bagimu, bukankah kita sudah sepakat tidak mencampuri kehidupan masing-masing, lalu kenapa kau khawatir padaku ? buat apa ?", entah mengapa tak satupun dari pertanyaan Richa dapat dijawab olehnya. Karena semua yang di lontarkan oleh Richa itu memang keluar dari mulut Nelan sendiri.


" Jadi lo mending pikirin aja cewek lo itu, gak perlu sok keer ma gue ", Richa memalingkan wajahnya menatap keluar dari kaca jendela mobil.


----------


Akhirnya bahkan hingga tiba kerumah keduanya mulai terdiam seperti biasanya. Kali ini walau Nelan meminta Richa untuk tidur di kamar itu, ia menolaknya karena tak ingin sekamar dengannya.


---------


Keesokan harinya.


Richa sudah bersiap-siap sarapan dan berangkat ke kampus, namun Nelan masih tetap saja tidur, padahal biasanya ia yang sering bangun lebih dulu di banding Richa.


Apa dia tidak berangkat kerja ? jam segini kok belum bangun sih ? Bodo ahh.


Richa bergegas keluar dari kamar untuk sarapan. Di meja makan sudah terhidang makanan yang di masakkan oleh bi Nanik.


" Pagi, Non. Lah kok sendiri non, den Nel nya mana ?"


" Belum bangun bi".


" Apa ? kok bisa non ? bukannya aden harus kerja pagi ini, apa aden sakit ya non ?", ucapan bi Nanik membuat Richa jadi memikirkan hal yang sama, mungkin saja Nelan sakit. Richa kembali bangkit dan kembali kedalam kamar.


Masak sih dia beneran sakit.


Richa mencoba membangunkan Nelan, namun Nelan tak kunjung bangun.


" Nelan... Nel.. Ayo bangun sarapan..", seru Richa sambil menggoyang-goyangkan lengan Nelan.


Nelan nampak terganggu karena di bangunkan Richa. Ricah bingung, ia menyentuh dahi Nelan.


" Aww.. panas. Dia beneran sakit ? Pantesan dari tadi dia gak bangun-bangun, tapi panas banget dia." ucap Richa.


Richa mengambil air dingin dan handuk kecil. Richa membasahi kainnya dan memerasnya, lalu menempelkan kain itu dj dahi Nelan. Richa kedapur dan meminta bi Nanik membuatkan bubur untuk Nelan, Richa memberi tahunya kalau Nelan sedang demam tinggi.


Setelah bubur siap di masak, Richa membawanya ke kamar. " Nel, Nelan.. bangun ". panggil Richa membangunkan Nelan.


" Hmm..", jawab Nelan, yang masih enggan membuka matanya.


" Bangun, makan dulu.. ", ucap Richa.

__ADS_1


Nelan akhirnya bangun dan Richa sedikit membantunya agar sedikit duduk dan bersandar dibantalan tempat tidur.


" Ini makan ", ucap Richa.


Richa menyuapi Nelan, sampai buburnya habis. Nelan hanya menuruti Richa sampai bubur tersebut habis.


" Udah, aku antar kamu ke dokter ya ". ujar Richa.


" Kamu sendiri kan anak kedokteran, kenapa mesti kedokter ?", seru Nelan.


" Huh ! Aku masih calon dokter, belum resmi jadi dokter, lagian kamu itu lagi demam tinggi sekarang. Udah nurut aja kenapa sih ", tegas Richa.


" Tapi aku gak suka bau rumah sakit ",


" Rumah sakitnya kan punya kakek kamu, pake aja kamar VVIP biar gak bau obat." paksa Richa.


" Gak mau, bosen ".


Sumpah deh ni orang, kalau lagi sakit kayak bocah.


" Disana kan ada bunda sama mba Naila, lagian aku kan ada, nanti kalo bosen gue temenin deh, kalo gak nurut gue tinggal ke kampus nih ", ucap Richa sambil berkacak pinggang.


" Iya, ya serah kamu aja ". kesal Nelan.


Kenapa aku gak bisa tegas sih menolak ajakannya. Untuk pertama kalinya ada yang mengalahkanku dalam argumen selain bunda.


Richa membawa paksa Nelan kerumah sakit, dengan taxi online, karena Richa tidak bisa menyetir.


--------


Di rumah sakit.


" Aku sakit apa sih, Mba ! sampe harus rawat inap ?", tanya Nelan, kesal.


" Mba yang seharusnya nanyak ke kamu Nel, sebanyak apa sih uang yang kamu hasilkan dari kepolisian ? kamu sampe kelelahan, stres dan kurang tidur, kamu pikir sakit itu murah apa ?", ceramah Naila.


" Pulang aja yuk, aku di rawat ma kamu aja dirumah ", ajak Nelan pada Richa.


" Gak bisa, kamu di sini aja, lo lupa atau apa sih, Richa kan harus kuliah. Jangan kamu pikir karena dia istri kamu jadi tanggung jawab dia buat ngerawat kamu, dia juga punya kehidupan sendiri ", Ujar Naila.


" Tapi mba, aku gak suka disini.. ", rengeknya persis anak kecil.


" Diem gak, mba laporin ma bunda nih, kalo lu itu udah buat susah hidup Richa ", ancam Naila.


" Jangan dong mba, bunda bisa ngomilin aku sampai berhari-hari entar ", melihat Nelan ketakutan Richa malah terkekeh, menahan tawanya.


" Kamu gak bakal ninggalin gue kan ?" tanya Nelan pada Richa.


" Aww.. mba, Nai..", pekiknya karena mendapat pukulan dari Naila, " aku pasien yang lagi sakit parah loh ",


" Kamu itu kayak anak kecil Nel, Richa harus ke kampus jadi berhenti merengek padanya ", celetuk Naila.

__ADS_1


" Gapapa mba, Richa akan disini nemenin dia, lagian Richa gak ada kelas pagi kok, entar Richa ke kampusnya habis siang aja ", ucap Richa, mendengar itu Nelan tersenyum tipis. Ada kepuasan di hatinya karena Richa akan menemaninya.


__ADS_2