
Malam ini Richa dan Nelan terpaksa tinggal di rumah orang tua Nelan, atas desakan Salsa dan Raihan, walau Nelan memaksa ingin langsung tinggal di apartemen nya tapi di cegah keras oleh Salsa.
" Setidaknya hanya malam ini saja sayang, besok bunda ijinkan kalian tinggal di apartemen ", kekeh Salsa yang tak ingin kalah dari putranya itu.
" Dengarkan saja bunda mu Nel, lagi pula kenapa kau sangat terburu-buru ingin tinggal berdua, apa kau takut ada yang mengganggu kalian ", Richa hanya tersenyum tidak mengerti dengan ucapan mertua baru nya itu.
" Ayah, bukan itu maksud Nel, aku cuma khawatir istriku ini tidak merasa nyaman tinggal disini, benar kan sayang ", Nelan merangkul Richa sehingga membuat gadis polos itu terkejut dan memiringkan wajahnya menatap tajam laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
" Juggo sip-eo ", spontan kalimat itu keluar dari mulut Richa membuat Nelan bingung dan juga kedua orang tua Nelan sama tak pahamnya dengan apa yang di katakan Richa. Nelan memainkan mata dan alisnya karena tak paham.
Ahh, sepertinya dia tidak paham bahasa korea, yesss, aku bisa gunakan itu untuk memakinya jika aku kesal padanya, untuk saat ini ku bohongi saja dia.
" Ahahaha, maksud Richa kenapa aku merasa tidak nyaman disini, kau tau kan aku sangat menyukai tante dan paman ", Richa terkekeh melihat wajah kesal Nelan.
*Kau ingin aku berbohong pada orang tuamu, asal lo tau yang paling gak nyamat itu tinggal serumah sama lo gajah bengkak.
Berani nya bocah ini melawanku, apa yang di harapkannya dengan tinggal disini, oke karena itu mau mu kita lihat saja nanti bagai mana aku akan menyiksamu*.
" Nak... kau adalah menantu kita, yang sudah menjadi putri di keluarga ini, jadi tolong panggil kita bunda dan ayah sama seperti yang lainnya ", tutur Salsa.
" Baiklah tan, eh bunda ", Richa sepertinya masih harus membiasakan diri untuk mengakrapkan diri dengan keluarga barunya itu.
" Ayo makan buah dan minum teh dulu ", Naila meletakkan teh buatannya dan buah yang sudah di rajang di atas meja.
" Mba belum pulang ?", tanya Nel heran melihat kakak perempuannya itu masih ada disana.
" Hm... kenapa, apa setelah punya istri cantik lo gak butuh gue lagi hah ! ", goda Naila.
" Bukan gitu mba, tadi Bram pamit pulang Nel pikir mba juga ikut pulang ", jelas Nel.
__ADS_1
" Dia bilang ada urusan penting jadi terpaksa balik duluan ", jawab Naila.
" Ya sudah, mba mu biar di antar supir aja pulangnya, sebelum pulang kita makan malam bersama dulu ", imbuh Salsa.
" Oh ya nak, apa kau sudah menghubungi orang tuamu, ayah yakin papimu masih sangat marah sampai saat ini ", raut wajah Raihan langsung berubah begitu menyebut nama besan baru nya itu.
" Richa sudah menghubungi mereka tadi ayah ", jawab Richa, " maaf kan atas sikap papi Richa tadi ayah bunda, Richa tau papi sudah sangat kasar pada kalian semua ",
" Jangan membuat kami semakin malu nak, dengan meminta maaf pada kita, karena kita lah yang telah melukai hatimu dan keluargamu, mereka pantas marah dan kecewa karena ulah putra ayah yang tidak bertanggung jawab itu ", Mata tuan Raihan mulai berkaca-kaca, bunda dan Naila bahkan menundukkan kepalanya karena malu.
" Tolong Ayah, lupakan masalah itu, badai nya sudah berlalu sekarang, Richa yakin dengan berjalannya waktu papi akan membaik, percayalah ", Richa coba mencairkan suasana canggung diruang tamu saat ini.
---------
Setelah selesai makan malam Naila pamit pulang di antar supir pribadi keluarga itu, Richa dan Nelan masuk ke kamar milik laki-laki itu.
" Woy bocah, punya telinga gak, kalo orang ngomong itu dijawab ", Nelan memutar paksa tubuh Richa yang awalnya membelakangi dirinya.
" Aiss, kasar banget sih lo ", Richa sedikit meringis karena perlakuan kasar Nelan, " Lo tu mau nya apa sih, berisik tau gak, udah deh gue mau menginap disini karena bunda, jadi gak usah mikir yang aneh-aneh ", Ujar Richa dengan nada tidak sopan.
" Oh ya, jadi ini karena bunda ? oke, karena lo yang mau kita menginap disini, lo tidur disofa, jangan berani-berani lo deketin gue ", tagas Nelan.
" Iya-iya, santai bos, gue juga gak minat tuh deket-deket sama lo, dasar gajah bengkak ",
Nelan yang awalnya sudah hampir masuk ke dalam kamar mandi kini berbalik badan dan mendekati Richa sampai memojokkannya ke dinding.
" Apa kau sedang memancing amarahku, huh !", tatapan Nelan begitu tajam, kendatinya jika itu gadis lain mungkin sudah ciut ketakutan di tatap dengan cara begitu, tapi tidak untuk Richa, gadis itu bahkan tak mengedipkan mata nya sama sekali.
" Memancing itu di kolam ikan, bukan disini ", balas Richa.
__ADS_1
Karena tak berhasil membuat Richa takut Nelan memilih pergi ke tujuan awalnya tadi yaitu kamar mandi.
" Huh !", kesal Nelan.
BRAK !!
Karena kerasnya suara bantingan pintu Richa sampai terkejut.
" Selain mesum laki-laki ini pasti kriminal, aku bingung kenapa cowok kayak begituan bisa jadi polisi ", Richa menggeleng-geleng kepalanya bingung.
Sambil menunggu Nelan keluar dari kamar mandi Richa merebahkan tubuhnya di sofa, sambil mamainkan HP nya.
Tawa ceria mulai terlihat lagi di wajahnya setelah selesai bervideo call dengan Riyan. Adiknya itu belum tau kekacauan yang terjadi sebelumnya, Richa juga enggan memberitahu nya karena takut adx kecilnya itu merasa khawatir.
Saat Nelan keluar dari kamar mandi Richa masih asik cekikikan dengan HP nya, Nelan mengerucutkan keningnya karena kesal, sepertinya kehadiran Richa sudah menjadi sumber kekesalannya.
Setelah selesai memakai pakaiannya Nelan keluar dari dalam kamar dengan sedikit membanting pintu sehingga Richa tersadar kalau laki-laki itu sudah keluar dari ruangan itu, artinya ia sudah bisa mandi dengan bebas.
Richa langsung mandi, tapi dia lupa kalau saat ini dia tidak berada di kamarnya, banyak hal yang di lupakannya, dia lupa membawa baju ganti dan alat lotion yang sering di pakainya setelah mandi.
Dengan ragu-ragu Richa keluar dan melihat Nelan belum ada di sana, karena berpikir keadaan aman Richa keluar dengan di balut handun mini yang menutupi sebagian tubuhnya. Saat sibuk mengobrak-abrik kopernya tiba-tiba Nelan masuk hingga akhirnya terjadi kegaduhan.
" Aaaaaaa....", Richa replek menutup matanya, dan melupakan bahwa tubuhnya lah yang harus ditutupi.
Tanpa perduli dengan santainya Nelan berjalan melewatinya dan langsung naik ke atas ranjang nya.
Karena terasa sunyi Richa membuka tangannya perlahan, saat tepi matanya melirik ke arah Nelan saat ini yang sedang asik memainkan ponselnya membuat Richa berdecih.
Dasar nyebelin, seolah-olah gue gak terlihat di matanya, cih bagus deh dengan begini gue gak perlu takut dia bakal suka sama gue.
__ADS_1