Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kembali kerumah.


__ADS_3

Hari itu saat Richa dan Nelan akan kembali ke Indonesia, Cyka terus sibuk membantu Richa di dalam kamarnya untuk beberes.


Richa mengepak pakaian miliknya dan Nelan ke dalam koper, satu persatu pakaian yang ia bawa tersusun rapi di dalam koper. Oleh oleh yang sudah dibelinyapun di masukkan Richa ke dalam tas lainnya hingga tak tertinggal satu pun. Ia sudah tak sabar kembali ke Indonesia bertemu mertua, Naila, Liliana dan yang terutama teman teman nya.


Maminya yang masih belum rela dengan kepergian Richa lalu datang menemuinya kekamar.


" Icha, apa semuanya sudah di masukkan ke dalam koper, Sayang." Tanya Cyka memastikan anak nya itu tidak meninggalkan barang yang akan dibawanya. Richa hanya mengangguk dan tersenyum kecil pada maminya.


" Icha, tidak bisakah kamu tinggal lebih lama lagi, Sayang." pinta Cyka. " Mami berharap kamu dan Nelan bisa tinggal beberapa hari lagi disini."


" Icha juga maunya selamanya tinggal disini, mi. Tapi gak bisa, kan sekarang Icha udah mami serahin ke mas Nel. Icha seneng kalo misalnya bisa tinggal terus sama mami disini. Tapi gak bisa mi, mas kan harus kerja, Icha juga harus kuliah, mi."


" Mami ngerti, Sayang. Tapi mami kan..."


" Nanti Icha ajak mas Nel, buat libuaran lagi kesini, Icha janji, mi."


" Ya udah, mami gak akan maksa lagi. Mami harus sadar kalau gadis kecil mami saat ini sudah menikah."


Tak lama setelah itu, di antar keluarganya ke bandara kecuali Rehan, karena ia sedang kuliah. Di tatapnya wajah mami dan papinya bergantian dan juga Riyan. Ia merasa sangat berat untuk meninggalkan ketiga orang terkasihnya itu. Richa memeluk maminya dan papinya, di ciumnya pipi maminya sepuas puasnya.


" Icha, jangan cium gue." Tolak Riyan.


" Bawel lo..." Richa mencium paksa Riyan. Riyan pun memeluk erat Richa. Iya tidak bisa memungkiri kalau ia juga tidak rela melepaskan Richa untuk pergi. " Sister, Sayang kamu. Jaga mami dan papi sama Rehan ya, Sayang." Pesan Richa, air matanya jatuh tak terbendung. Riyan mencium lembut pipi Richa.


" Richa pergi ya." Pamitnya.


" Kita pergi mi, pi, Yan." Pamit Nelan, seraya merangkul Richa.


" Kita titip Richa ya, Nel." ujar Risky.


" Pergilah, Nak." Ujar Cyka. Richa pun menggangguk lalu mengabil tasnya dan bergegas pergi.


Sesekali ia menoleh kebelakang dan melambaikan tangannya dan Cyka dan Riyan pun membalasnya.


Perjalanan panjangpun yang mereka tempuh akhirnya berakhir. Mereka pun sampai di indonesia di sambut oleh Naila dan juga bundanya.


" Gimana liburannya? Kalian bersenang senangkan disana?" Tanya Naila.


" Tentunya, mba." jawab Richa." Lilian mana, mba?"

__ADS_1


" Di rumah aku tinggal sama ayah. Nel, gak jahat kan ma kamu?" tanya Naila kepo.


" Jahat gimana, maksudnya mba?" Tanya Richa bingung.


" Aku denger ya apa yang kalian omongin." Nelan ikut nimbrung dengan pembicaraan para wanita itu, karena merasa namanya disebut.


Salsa yang duduk di sampingnya di dalam mobil hanya bisa tertawa melihat tingkah anak anaknya itu.


" Nyambung aja lu kabel rusak." celetuk Naila.


" Naila..." Seru Salsa.


" Biasanya kalo cowok kayak dia nih, sekalinya kesetanan, bisa habis istrinya dibuatnya. Mereka itu tipikal yang rakus di atas ranjang." Bisik Naila, berharap Nel dan bundanya tidak mendengar ucapannya.


" Hahaha.... Kalau itu sepertinya memang bener, mba. Sampai sampai, dia tidak memberiku jeda semalam pun, Aku hampir saja kehabisan darah setiap kali melayaninya." jawab Richa jujur.


" Ahahaha... Kamu sangat menyiksa menantuku ya, Nel." timpal Salsa.


" Jangan berlebihan. Aku melakukan apa yang seharusnya, dan melakukannya dengan lembut." Jelas Nelan.


" Aku gak percaya ma lo, Richa pasti tersiksa banget dapet suami kayak lo, Nel." Ujar Naila.


" Kan kalian sendiri yang minta aku buatin adik secepatnya untuk Lilian, kalau gak gitu gimana mau berhasil." Ucap Nelan bangga.


" Baik, Bunda. Mereka juga titip salam ke ayah, bunda." Seru Richa.


" Syukurlah kalau gitu. Saat kau menghubunginya sampaikan salamnya sudah bunda terima."


" Iya bunda."


 


Sebulan sudah berlalu sejak mereka kembali dari New York, Richa dan Nelan kembali pada rutinitas mereka seperti biasa.Semua berjalan dengan normal seperti biasanya, rutinitas Richa kuliah, dan pulang kerumah, sesekali ia nongkrong bersama teman temannya, jika di hari libur Richa lebih suka menghabiskan waktunya bersama Lilian di rumah mertuanya. Nelan akhir akhir ini terus saja sibuk, sangat jarang ia bisa pulang kerumah. Richa pun sudah terbiasa dengan hal itu.


**********


2 tahun kemudian


Hubungan harmonis keduanya mulai renggang di karena kan Richa merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri, karena hingga saat ini dia belum juga bisa memberikan kabar baik pada Nelan dan keluarganya.

__ADS_1


" Mas...!?" Nelan sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur, dan Richa menyandarkan kepalanya di dada bidangnya.


" Hmm.." Jawab Nelan seadanya, seraya mencium kining Richa.


" Maaf ya, Sayang."


Nelan sudah tau apa kelanjutan dari kalimat Richa selanjutnya.


" Sayang... Berhenti minta maaf, ini sudah kesekian kalinya kau mengucapkan hal itu. Aku bilang tidak apa apa, Icha."


" Tapi, Mas... Aku tau bunda, ayah dan semua orang pasti kecewa padaku." Bukan hanya satu tahun tapi kita sudah menikah selama 3 tahun tapi aku belum juga bisa memberimu anak." Lanjut Richa.


Nelan menarik napas panjang. Iya terus saja meyakinkan Richa bahwa dirinya tidak merasa kecewe padanya, walau ia juga tidak bisa memungkiri kalau ia juga mengarapkan kabar baik itu segera datang.


" Kamu tau, Cha? Bunda pernah bilang, kita tidak bisa mendahului kehendak tuhan, kita harus bersabar, dan suatu hari jika di ijinkan pasti akan hadir juga ia dalam hidup kita." ucap Nelan bijak.


Richa akhirnya luluh dengan ucapan Nelan, ia menangis di pelukan suaminya itu. Setiap wanita yang sudah menikah, hal yang paling menyakitkan bagi wanita itu saat tidak bisa segera memberikan anak bagi pasangannya, apa lagi banyak yang bertanya tentang hal itu padanya.


Ting tong....


" Biar aku yang buka, Sayang." ucap Richa mencegah Nelan yang hampir beranjak dari tempat tidur. Richa bergegas membuka pintu karena bel di bunyikan berkali kali oleh orang yang berada di balik pintu.


Ia membuka pintu itu dan terlihat Naila dan Lilian yang sudah berumur 3 tahun yang lagi imut imut nya.


" Bibi cantik, Lilian kangen.." Kata gadis kecil itu dengan imutnya, bahkan kata kata yang di ucapkannya masih belum jelas membuat suaranya terdengar menggenaskan.


" Hallo, Sayang..."


Richa langsung meraih Liliana dari gendongan Naila beralih ke tangannya.


" Maaf ya, Cha. Pagi pagi kita udah gangguin kamu. Liliana dari bangun tidur pengen ketemu kamu, katanya kangen dan mau nya main sama kamu. Aku pusing Cha kalo dia udah minta sesuatu, ampun deh gak bisa di tolak walau sejenak."


Richa mempeesilahkan Naila masuk kedalam rumah, sedangkan Liliana dengan senangnya di gendong olehnya.


" Gak pa pa kok, Mba. Gak ganggu sama sekali, aku malah seneng kalo Liliana mau ketemu aku." ujar Richa.


" Jadi Lilian, kangen bibi cantik ya, Sayang."


" Ho oh, mami gak mau anter Lilian ketemu bibi, jadi Lilian pura pura nangis deh, biar di anterin kesini." Seru Liliana unyu unyu.

__ADS_1


" Oh gitu, lain kali mami gak mau lagi di tipu oleh anak mami yang cantik ini."


" Siapa yang datang, Cha?" Tanya Nelan menghampiri Richa, ia melihat Liliana dan Naila yang datang.


__ADS_2