Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Kisah sang mertua


__ADS_3

Nelan membuka matanya, kepala nya terasa sangat pusing. Dia edarkan pandangannya ke seluruh ruangan, ia berusaha duduk dan bersandar di kepala ranjang. Ia tak tau siapa yang membawanya pulang ke apartemennya hingga dia bisa ada di kamarnya. Seingatnya semalam ia banyak minum di club, ia akan beranjak dari ranjang saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.


" Udah sadar lo ?" tanya Dion, semalam Dion lah yang membawanya dari club.


" Dion, lo !? kok bisa ada disini ?"


" Iya gue, Siapa lagi?" tangkas Dion.


" Gimana caranya aku bisa ada disini? Lo yang bawa gue pulang?"


"Lo pulang terbang. Ada apa sama lo, Nel? Kamu benar-benar kacau kawan?" ujar Dion bingung.


Saat Nelan hendak menjawab Dion tiba-tiba bi Nanik membawakan teh madu di nampan dan memberikan padanya. Nelan meminun teh madu itu sampai habis.


" Makasih, bi. Ohya kok bibi bisa buat teh madu?" setaunya hanya Richa yang punya resep itu, dan dia pernah meminum nya sekali.


" Non Richa yang memberi tahu bibi den." jawab bi Nanik.


" Richa? Dia sudah pulang kerumah? Dimana dia?" Nelan sudah turun dari ranjang nya hampir keluar mencari keberadaan sang istri.


" Den Nel.."


" Tenang Nel, dia belum pulang." Ujar Dion.


" Apa?" tanya Nelan bingung melihat kearah Dion dan bi Nanik.



" Iya den, tadi non Richa telpon bibi nanyaiin aden, trus bibi bilang aden belum bangun."


" Dan waktu aku minta bibi buatin lo minuman penghilang mabuk, istri lo denger dan minta bibi buatin teh nya." timpal Dion. Nelan kembali duduk di tepi tempat tidur dengan wajah kecewa.


" Ya udah, makasih bi."


" Sama sama, Aden." Bi Nanik keluar dari kamar Nelan.

__ADS_1


Nelan memijit pelipisnya, ia merasakan kepalanya masih pusing, padahal sebelumnya teh yang Richa buatkan langsung bisa menghilangkan sakit kepalanya dengan sekejap.


" Kali ini apa yang buat lo sampe mabuk? Berapa banyak sih yang lo minum Nel? Untung aja semalam aku nelpon kamu kalo gak lo bisa tidur di luar club." Tanya Dion panjang lebar.


" Udah, berisik lo." Kesal Nelan.


" Kamu belum pernah kek gini sebelumnya, kali ini masalah apa yang bisa buat kamu se stres ini? Jangan bilang gara-gara kejadian di restoran tadi siang?"


" Aku kenal siapa laki-laki itu." jawab Nelan.


" Siapa ? Apa dia menyukai Richa?"


" Entahlah, kalau dia aku tidak tau, tapi yang ku tau Richa mencintaiku, jadi gak mungkin dia suka sama cecunguk itu."


" Nah, terus? Masalah apa lagi? Dan dimana Richa sekarang? kenapa dia tidak pulang kerumah semalam?" tanya Dion oenuh sidik.


" Bawel lo kayak ibu ibu arisan." celetuk Nelan." Dia ada di rumah orang tuaku."


" Jadi kemarin siang ayah kena serangan jantung..."


" Aku rasa keadaannya udah membaik, karena ayah udah di rawat di rumah. Yang jadi masalah adalah, ayah tau tentang hubungan ku dengan Keysa. Dia tau kalau selama ini aku sudah berselingkuh dari Richa, dan aku yakin orang yang membocorkan hal tersebut adalah orang yang sama dengan yang mengirimi potoku bersama Keysa pada mba Naila sebelumnya."



" Jadi, itu yang buat paman sampe kena serangan jantung?"


" Aku rasa bukan cuma itu, karena ada masalah juga di perusahaan. Pernikahan Nevan di batalkan tentu saja itu akan menjadi kesempatan bagi lawan bisnis Ayah untuk membuat jatuh nilai saham perusahaan." Jelas Nelan.


" Aku rasa itu wajar terjadi." ujar Dion.


" Aku tidak perduli dengan apa yang terjadi di perusahaan tapi Ayah dengan tegas tidak mengijinkanku membawa Richa pulang, bahkan menemuinya pun gue gak di kasih ijin." Nelan mengacak-acak rambutnya, sedangkan Dion malah tertawa melihat sahabat nya itu begitu pruatasi di tinggal Richa dalam semalam.


" Ahahaha.."


" Kok lo malah ketawa sih, Yon?"

__ADS_1


" Karena menurutku kamu itu lucu kalau lagi galau. Bahkan Keysa aja belum bisa buat kamu sampai sekacau ini, kalian udah pacaran hampir 3 tahun tapi kehadiran Richa yang belum sampai satu tahun udah mampu menaklukkan Nelan sampai terkapar." goda Dion. " Aaaw..", Nelan menimpuk Dion dengan bantar tepat di wajahnya.


" Diem kamu, udah sana pulang, aku mau istirahat." usir Nelan.


" Iya iya aku juga gak mau lama lama disini." Dion pun melangkah keluar dari kamar Nelan.


 


Sebelum sarapan Richa terlebih dulu membantu tuan Raihan untuk sarapan dan minum obat. Meraka semakin dekat saja, Richa adalah sosok polos dan ceria tuan Raihan sangat suka itu dari menantunya tersebut.


" Oh ya yah? Ceritain dong kisah percintaan ayah dan bunda hingga akhirnya bisa menikah?" Tanya Ricah sambil menyuapi tuan Raihan.


" Em.. kenapa kau ingin tau hal itu, Cha?"


" Richa penasaran aja sih yah. Melihat Ayah begitu mencintai bunda Richa jadi merasa iri aja." Richa coba mengalihkan pikiran tuan Raihan dari makanan yang dari tadi terua di tolaknya.


" Bunda dan ayah dulu adalah sahabat baik, kita sudah saling kenal sejak kecil, ayah lahir lebih dulu dua bulan, tapi bunda tidak mau mengakui kalau ayah lebih tua darinya. Kita sempat terpisah selama 5 tahun sebelum kita akhirnya menikah." jelas tuan Raihan.


" Em.. Lalu umur berapa Ayah menikah dengan bunda?"


" Entahlah, ayah sudah lupa."


" Apa? kok bisa lupa sih yah?"


" Ahh ayah ingat, kalau tidak salah usia 23 tahun. Saat itu bunda sudah bersetatus sebagai istri kakak ayah, paman Alex. Tapi, sebuah tragedi mengerikan terjadi di hari pernikahan mereka, paman Alex meninggal beberapa jam setelah pesta pernikahan di lakasanakan. Bunda bahkan sempat koma beberapa bulan, dan ayah menikahi bunda saat ia masih dalam keadaan koma. Awalnya itu ayah lakukan demi permohonan diri keluarga dan demi melindungi bunda saat ia sadar dari komanya ayah dan seluruh keluarga yakin bunda tidak akan sanggup menghadapi kenyataan bahwa dirinya sudah kegilangan suaminya..." kata kata tuan Raihan terhenti saat melihat Richa sudah menangis, air matanya menetes mengenai tangan tuan Raihan.


Tes...tes...


Air bening itu terus menetes semakin deras tanpa henti. Richa bisa membayangkan seperti apa penderitaan mertuanya itu saat itu, yang artinya mereka juga menikah karena keadaan yang memaksa keduanya menjalin hubungan pernikahan tanpa cinta.


" Kenapa kau menangis, Richa?" tuan Raihan berusaha bangkit lalu bersandar di kepala ranjang.


" Hikk..Hikk.." wanita itu terus menangis hingga terisak, tuan Raihan tersenyum tipis tangannya meraih wajah Richa dan menyeka aliran air bening yang membasahi pipi Richa.


" Jangan menangis, Nak. Apa kau merasa tersentuh dengan cerita ayah?" tanya tuan Raihan dan Richa pun mengangguk pelan." Walau perjalanan dari cinta kami tidaklah mudah, namun di hati ayah cuma ada nama bunda, dan di hati bunda juga hanya ada nama ayah. kita kuat karena kita memiliki cinta di dan ketulusan disini, Sayang." Ujar tuan Raihan seraya menunjuk ke arah hati Richa. Richa pun membenankan wajahnya di dada mertuanya itu. Ia tak menyangka tuan Raihan memiliki kepribadian yang semulia itu, Richa seakan melihat sosok yang sama persis seperti papi nya tuan Risky.

__ADS_1


__ADS_2