
Di sebuah diskotik.
Nelan dan Keysa sedang asik bercanda layak nya sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Sambil menempelkan bibir gelas Nelan menyeruput minuman nya.
" Beb, kamu gak pa pa kan ? " Suara manja Keysa membuyarkan lamunan Nelan, Nelan menggeleng pelan dan meneruskan minum nya.
Evan ?
Mata nya menangkap sosok saudada kembar nya memasuki niskotik, namun yang mengusik pikiran nya adalah sosok wanita yang sedang di gandeng oleh Nevan, kedua nya terlihat bengitu mesra layak nya sepasang kekasih.
Nelan pamit pada Keysa akan ke toilet alih-alih mengikuti jejak Nevan. Nevan dan wanita itu pun duduk di meja yang ada di sudut ruangan. Nelan ingin menghampiri saudara kembar nya itu, namun entah apa yang membuatnua mengurun kan niatnya untuk melakukan itu. Cukup lama Nelan memperhatikan gelagat Nevan yang begitu akrap dengan wanita yang sejak tadi merangkul lengan Nevan dengan manja sebelum akhirnya dia kembali kemeja yang ia tempati bersama Keysa.
" Beb, kok lama banget sih, kamu abis ngapain di toilet, godain cewek lain ya ?", Keysa mengerucutkan bibirnya, Nelan yang menyadari kekasihnya itu sedang kesal saat ini, dia membujuknya dengan mencubit hidung mancung wanita itu.
" Tidak ada wanita lain yang mampu mengalihkan pandangan ku sayang, karena pandangan ku sudah tertuju padamu ",
" Alah gombal, tapi jika wanita itu bunda mu kau pasti akan mengalihkan pandanganmu dariku kan ?", Keysa masih terlihat kesal dengan kejadian semalam karena Nelan harus membatalkan janji mereka demi permintaan bunda nya Nelan.
" Ayo lah beb, kau tau kan bunda berbeda dengan wanita lain nya, dia adalah wanita terhebat yang sudah membuat pria setampan diriku agar bisa miliki ", seru Nelan seraya mengedipkan sebelah matanya. Terlihat senyum lebar di bibir tipis Keysa seraya bergidik.
" Ih, lo kok gemesin banget sih beb, suka deh ", Keysa mencubit pipi Nelan gemas. Saat asik bercanda tiba-tiba HP Nelan bergetar ada panggilan masuk dari Arga, yang terpaksa harus Nelan jawab, Keysa terlihat kesal saat mendengar kalimat Nelan yang mengatakan dirinya harus segera kembali ke kantor polisi, ada keadaan yang mendesak, Nelan bahkan tak bisa mengantar Keysa pulang malah memintanya untuk pulang dengan taxi, membuat amarah Keysa semakin menggebu-gebu.
__ADS_1
----------
Sementara Nevan dan Najwa baru saja menyeruput minuman mereka sambil saling melayangkan senyuman.
" Nevan, kau tau tadi di kampus salah satu teman sejurusanku memberiku undangan ulang tahun ", Nevan mengangguk pelan menunggu Najwa menyelesaikan kata-kata nya.
" Kau bisa menemaniku ke pesta itu kan sayang ?",
" Memang nya pestanya kapan ?", tanya Nevan.
" Em, minggu ini ", Nevan ingat minggu yang di maksud sama dengan hari minggu yang di maksud oleh orang tuanya juga, di hari itu Nevan harus melakukan janji temu dengan keluarga wanita yang akan dijodohkan dengan nya.
" Maaf sayang, aku sangat ingin menemanimu tapi malam itu aku sudah punya janji dengan klien penting", Jelas Nevan sedikit ragu karena takut Najwa akan kecewa. Namun seperti biasa Najwa malah tersenyum pada nya.
" Ya udah kalo gak bisa gak pa pa sih, aku datang sama temen-temen aku aja ", Walau bibir nya berkata gak pa pa tapi Nevan yakin kekasih nya itu pasti kecewa dengan penolakan nya.
Najwa terus saja mengoceh seraya menunjukkan poto-poto yang tersimpan di memori HPnya pada Nevan, poto-poto itu di ambil saat liburan mereka dua bulan yang lalj di Bali. Namun Nevan terlihat tak fokus pada apa yang di katakan dan di tunjukkan Najwa padanya. Pikiran nya masih memikirkan cara untuk menjelaskan situasi nya saat ini yang terjepit antara perjodohan dan cintanya pada wanita yang di sampingnya saat ini.
" Nevan.. ", pangilan Najwa yang sedikit keras membuat Nevan terkejut dan tersadar dari lamunannya. ", Kok malah bengomg sih, kamu gak dengerin aku ya, dari tadi aku ngomong sama siapa dong masak sama tembok sih ", Kesal Najwa yang langsung membelakangi Nevan.
Nevan coba membujuk nya tapi wanita itu sudah terlanjur kesal dan mengajak pulang saja, Nevan pun menurutinya dan langsung beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
----------
Saat ini Cyka mami nya Richa sedang tertidur lelap, tapi Richa tak juga berniat beranjak dari tempatnya. Dia tetap kekeh ingin menemani Cyka sampai pagi disana, bujukan dari Risky papinya dan juga Riyan maupun Rehan tak di indahkam sama sekali oleh nya.
" Kau yakin ingin tetap disini sayang ?", tanya Risky lagi pada putri semata wayangnya itu, Risky sedikit khawatir melihat kondisi Richa yang terlihat kelelahan.
" Iya pi, Richa mau disini aja temenin mami ", Jawabnya tetap sama seperti sebelumnya.
" Kalau gitu naiklah ke atas ranjang, berbaringlah di samping mami, tidurlah nak, kamu harus istirahat juga, papi gak mau nanti Richa ikutan sakit ", Tutur Risky meminta Richa untuk tidur di samping Cyka, kamar itu adalah kamar VIV yang memiliki ruangan sangat luas dan juga ranjang yang cukup lebar juga.
" Richa gak ngatuk pi ",
" Richa, mami gak pa pa nak, kamu udah denger iti dari dokter kan ? bahkan mami juga udah bisa pulang besok pagi sayang ", Risky mengelus belakang kepala putri nya itu dengan lembut, sontak Richa berbalik dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang papi nya.
" Pi, maafin Richa, Richa gak akan nakal lagi, Richa gak akan buat mami sakit lagi, Richa jahat pi udah buat mamk sampai sakit gini ", Richa menangis sampai terisak, karena menahan suaranya agar tak membangunkan Cyka.
" Jangan nangis lagi sayang, papi dan mami gak marah sama kamu, papi cuma khawatir aja nak, kita takut terjadi sesuatu padamu, papi dan mami takut kejadian dulu terulang lagi karena itu kita selalu takut melepaskanmu dari pandangan kita nak ", ucapan yang di lontarkan papinya menyadarkan Richa betapa kedua orang nya sangat mencintainya dan perduli padanya, membuat Richa semakin merasa bersalah.
----------
Riyan dan Rehan pulang kerumah sesuai perintah Risky, karena kebijakan rumah sakit tak mengijinkan pihak keluarga berada disana lebih dari satu orang, namun karena Risky merupakan sahabat dekat direktur Rumah sakit tersebut jadi dia di beri ijin tetap tinggal disana bersama putri nya menjaga istri tercinta nya.
__ADS_1