
Pagi harinya Richa dan Nelan bangun bersamaan di kamar lama Richa. Semalam setelah kembali dari kediaman grandma, mereka langsung tidur begitu sampai kerumah karena merasa sangat lelah.
" Ayo mandi dulu mas."
" Kita mandi bersama saja."
Nelan menarik Richa ke kamar mandi dengan paksa, karena Richa menolak. Akhirnya Nalan mengangkat Richa sampai tiba ke kamar mandi. Nelan bahkan melucuti tubuh Richa, laki laki berhati dingin itu tidak mampu di cegah apa kemauannya.
" Mas, selalu saja memaksakan kehendak. Tanpa perduli pendapat orang lain." Richa cemberut.
" Apa kau tidak menyukainya."
" Tidak, aku sangat menyukainya." goda Richa.
" Mau bermain di sini."
" Tidak mau, aku lapar mas."
" Setiap kali kau mengatakan lapar aku merasa kau menginginkannya, Sayang."
Nelan menunjukkan senyum mengoda Richa, namun Richa malah mengernyitkan dahinya.
" Dasar mesum."
" Apa? Kau baru saja menyebutku apa, Cha?"
" Mas, mesum."
" Tapi kau suka kan?"
" Hm, karena walau mesum, suamiku yang tertampan di dunia."
Selesai mandi, keduanya langsung bersiap siap untuk turun sarapan. Namun sebelum itu mata Nelan sekali lagi melirik ke atas nakas dimana terdapat gambar masa kecil Richa dipajang disana.
" Ayo, mas. Kita kebawah."
Langkah Richa terhenti karena melihat Nelan mematung seraya memandangi gambarnya. Richa pun mendekat dengan memelukknya dari belakang.
" Sayang. Ada apa?"
" Gadis kecil jelek ini, apa dirimu?"
" Hm, tapi mas, orang pertama yang bilang aku jelek."
" Oh ya, masak. Berarti mata yang lainnya juling kali, masak jelek gini di bilang cantik."
" Mas... Tau ah, aku pergi aja deh."
Nelan menarik Richa dan menindihnya di atas kasur, di pandangnya Richa dalam dalam.
" Tapi, Sayang."
" Hm??."
" Wajah gadis kecil itu, aku merasa dia tidak asing, aku merasa pernah melihatnya."
" Benarkah? mas pernah bertemu denganku? Kapan? Dimana?" tanya Richa penasaran.
__ADS_1
" Entahlah, aku tidak ingat."
"Em, apa mas mau melihat gambar gambar masa kecilku?" ujar Richa.
" Tapi untuk saat ini, aku lebih menginginkan ini."
Nelan mulai menciumi bibir dan leher Richa. Kapan laki laki ini akan merasa puas menghujani Richa dengan sentuhannya.
Cklek.
Pintu terbuka, ketiga pasang mata pun saling membulat dengan sempurnya karena terkejut. Karena orang yang sedang berdiri di ambang pintu saat ini adalah Cyka.
" Upppsss, sory." Cyka menutup mulutnya dengan telapak tangannya seraya menunjukkan senyum mengoda sepasang suami istri itu.
" Lanjutin aja, mami gak liat apa apa loh." ejek Cyka.
" Mami..." Richa mendorong Nelan menjauh, wajahnya saat ini persis udang rebus sedangkan Nelan hanya tersenyum tipis. Cyka membalik tubuhnya hampir keluar namun ia kembali berbalik.
" Aaahh, 30 menit cukup kan? Setelah selesai, turunlah untuk sarapan. Oke" Goda Cyka lagi.
" Mami.... Apan sih" seru Richa malu malu.
" Kita lanjutkan setelah sarapan saja mi, saat ini Richa bilang sudah sangat lapar." ujar Nelan, ia turun dari tempat tidur lalu mendekati Cyka.
" Entah dia memang lapar atau gugup, ia akan selalu mengatakan lapar sitiap kali kita ingin membuat cetakan, mi." Bisik nelan. Cyka pun terkekeh mendengar ucapan menantunya itu. Richa dapat mendengar apa yang Nelan bisikkan pada Cyka, Richa merasa kesal karena Cyka dan Nelan terus saja menggodanya.
Di meja makan Richa terlihat cemberut, bahkan makanan yang ada di hadapannya cuma di aduk aduk olehnya, sampai berbentuk bubur. Riyan yang merasa aneh dengan tigkah kakanya itu pun akhirnya usil dan mulai mengodanya.
" Sister, are you oke? Itu muka apa keset kaki, kusut bener."
Richa menatap Riyon dengan tatapan yang mengandung sengatan listrik.
" Come on, pi. Aku cuma nanyak doang."
Cyka dan Nelan saling tatap dan tersenyum bersama, Rehan memperhatikan hal itu ia yakin kalau biang masalahnya ada pada maminya dan Nelan. Namun Rehan hanya geleng geleng kepala tanpa bersuara.
Tiba tiba ponsel Richa berdering, ia mendapat vidoe call dari Juana, Jordan dan juga Dava. Richa menerima panggilan itu di hadapan seluruh keluarga dan Richa mengaktifkan speaker nya.
" Hai, cantik..." sapa Juana antusias.
" Hai... Ju.." jawab Richa.
" Hei, Cha. Lu mau hanimun berapa lama sih?" Ujar Jordan.
" Kepo lo, Jojon" Celetuk Dava.
" Iya deh, reseh nih anak. Tapi bener juga sih, lo mau nyetak berapa banyak duplikat lu ma mas Nelan sih Cin?" Tanya Juana tanpa basa basi. Membuat Richa malu karena saat ini semua orang sedang menatapnya dengan tatapan yang aneh.
" Husss, berisik lo Ju. Duplikat, lu kira anak gembok." seru Richa kesal.
" Hai kaka kaka cantik..."
Sapa Riyan tiba tiba nongol di belakang Richa dan wajahnya pun seketika tampak di layar ponsel Richa.
" Wuaaaaah, buset. Keren banget tuh mahluk tuhan." Ujar Juana. Richa, Dava dan juga Jordan geleng geleng kepala.
__ADS_1
" Sumpah, gua malu punya temen kayak lu, juju." seru Jordan.
" Ahahaha... Makasih, itu pujian kan kaka cantik?" tanya Riyan nyengir sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
" Iya dong. Tamvan, nama nya siapa????" Tanya Juana dengan suara di imut imutin.
" Sok imut lu, juju. Suara persis kaset rusak aja sok di imut imutin, amit amit yang ada."
" Lo berdua iri banget sih, sama cewek cantik."
" Aku Riyan, salam kenal kaka cantik."
" Jangan kaka dong, tuir banget gue jadinya. Panggilnya Juana aja, ngomong2 kamu siapa nya Richa, sepupunya juga ya?"
" Yang satu ini, sebenernya males baget sih gue ngakuinnya, dia bukan sepupu tapi adik aku Ju."
" What???"
" Biasa aja terkejutnya. Lebai lo." Celetuk Dava.
" Oh ya, gue sekarang lagi sama ortu gue, coba sapa mereka deh."
Richa memperlihatkan wajah mami dan papinya di layar ponsel.
" Hallo om, hallo tante." Sapa ketiganya bergantian.
" Hallo Canti dan juga ganteng. Tapi yang Riyan bilang bener kok, Juana cantik, tante ucapin terimakasih, karena sudah menjadi sehabat anak tante."
" Sama sama tante. Kita juga ucapin makasih udah menciptakan anak sebaik dan secantik Richa." Ujar Juana, dengan centilnya.
" Eh ya udah kita kayak nya lagi ganggu nih." Ujat Jordan.
Nelan dan Rehan cuma ikut menyimak apa yang terjadi saat itu.
" Tunggu dulu, kaka cantik mau menikah denganku?"
" Huh???"
Semua orang terkejut dan juga tercengang. Juana sendiri saat ini seperti tidak bisa mengendalikan detak jantungngnya.
PLTAKK!?
Richa menjitak kepala Riyan.
" Awww. Apaan sih lu Cha." kesal Riyan.
" Riyan..." Seru Risky
" Lo tau gak apa yang baru aja lo omongin hah?" Celetuk Richa kesal.
" Udah ya gays, kita ngobrol lagi nanti. Bye bye."
Richa mengagiri panggilan tersebut tanpa menunggu jawaban dari pihak lainnya. Semua mata menuju kearah yang sama, hingga membuat Riyan sampai salah tingkah.
" Why? Aku kan tidak bilang akan menikahi kak juana sekarang. Apa salahnya aku bertanya, aku menyukainya dan sepertinya dia juga menyukaiku."
" Riyan, jangan bercanda dengan hal seperti ini, papi tidak suka."
__ADS_1
" Benar, nak. Pernikahan itu bukan hal yang main main, Sayang. Kau bahkan belum selesai sekolah mana bisa menikahi anak gadis orang sembarangan."
" Dikira nikah itu gampang kali bun." Timpal Richa.