
Pukuk 11.30 siang. Richa dan Nelan baru tiba di pantai yang mereka tuju. Karena sebelumnya mereka menghabiskan cukup banyak waktu di rumah keluarga Richa, belum lagi harus singgah dulu ke hotel. Tadi sebelum akhirnya memutuskan itu pergi, Nelan sempat mengusulkan pada Richa untuk menunda agenda mereka ke pantai menjadi hari esok, tapi Richa tetep kekeh ingin ke pantai hari ini.
" Tuh kah mas, kita kesiangan."
Richa malah cemberut pada Nelan, membuat Nelan sangat geram, melihat wajah cemberutnya yang sangat imut.
Saat melihat keindahan pantai yang begitu sejuk dan bersih membaut Richa secepat kilat mengubah espresi wajahnya jadi tersenyum lebar walau terik mata hari cukup panas. Suasana di pantai juga tidak terlalu ramai, mungkin karena bukan hari libur jadi tidak banyak pengunjung yang datang. Namun ada beberapa pria yang sedang membawa papan seluncur yang sepertinya mereka adalah sekelompok pemain seluncuran.
Nelan bisa melihat sekelompok pria itu sedang menatap Richa dengan tatapan yang tidak pantas, Nelan sangat tidak nyaman akan hal itu. Lalu ia pun langsung menggandeng tangan Richa.
Mereka pun berjalan menuju sisi lain pantai yang tidak terdapat ada nya pengunjung.
" Mas, ayo kita main di dalam air."
Namun Nelan sepertinya masih enggan untuk menuruti kemauan istrinya itu.
" Apa karena kepantai jadi harus main air juga?" tanya Nelan datar. Richa mengerutkan keningnya, lalu melepaskan tangan Nelan yang sedari tadi menggenggamnya. Lalu ia pun berlari ke dekat air laut yang menyapi pasir di pesisir tepi lautan itu.
Richa memanggil Nelan dengan senyum terpancar di wajah cantiknya, lalu ia pun membuka kedua tangannya meminta Nelan untuk datang padanya. Nelan yang melihat tingkah manja dari istrinya itu, hanya menatapnya sambil tersenyum tipis ciri khas nya yang sebagai pria dingin yang pelit dengan senyuman. Nelan ikut membuka kedua tangannya lalu Richa pun kembali berlari ke arah Nelan sengat semangat Richa langsung melompat ke tubuh Nelan sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Nelan dan Nelan pun menyambutnya dengan menangkap Richa di atas tubuh kekarny dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya itu.
Richa menatap lekat wajah tampan suaminya itu dan di balas oleh si pemilik wajah. Richa merasa sangat bahagia hari ini, bisa berada di tempat yang indah dan melakukan hal yang romantis dengan laki laki yang ia cintai. Richa menempelkan dahiny di dahi Nelan, sambil tersenyum lebar lalu untuk pertama kalinya ia bisa melihat senyum lebar di wajah Nelan yang belum pernah ia tunjukkan selama ini.
__ADS_1
" Mas aku mau main air dan berenang." Rengeknya yang masih tidak ingin turun dari tubuh Nelan.
" Tapi air laut itu sangat tidak baik untuk kulitmu, Sayang." Seru Nelan.
" Kalo gitu gak usah mandi tapi kita main air aja ya, Sayang." Richa tetap kekeh, " Ngapain ke pantai kalo cuma main di luar air."
" Ya udah. Ganti pakaianmu dengan pakain pantai." ujar Nelan, yang pada akhirnya mengalah pada kemauan sang istri. Richa tertawa kegirangan.
" Mau kemana?" tanya Nelan saat Richa hampir berlari menuju tempat ganti.
" Mau lepasin gaun ku mas, aku udah pake baju pantai kok di dalam gaun nya." jawab Richa.
" Kalo gitu buka disini aja. Kan gak ada yang lait juga."
" Kan ada kamu mas."
" Kau ini, malu juga ada waktunya, Sayang. Saat ini bukan kah sudah tidak ada lagi yang perlu kau sembunyikan dariku. Aku bakhan sudah hapal setiap lekuk tubuhmu. Jadi..." Saat Nelan mau berbalik menatap Richa tiba tiba Richa sudah melingkarkan kedua tangannya di perut Nelan dari belakang.
Nelan merasa aneh dengan tingkah Richa saat ini.
" Ada apa? Apa aku membuatmu tersinggung?"
Richa menggelengkan kepalanya pelan. " Lalu?"
__ADS_1
" Aku cuma bahagia aja, aku gak pernah menyangka kalo mas bakal membalas perasaanku suatu saat nanti. Saat aku menyadari bahwa aku udah jatuh cinta sama mas, aku merasa sangat tidak beruntung. Karena aku harus bisa mengubur perasaanku karena aku pikir sampai kapan pun mas gak bakal membalasnya." Nelan memutar tubuhnya lalu ia menatap Richa. Ia melihat air bening yang menglir di pipi mulus istrinya itu. Dengan lembut ia mencium keningnya lalu kedua matanya secara berhantian.
" Maaf, karena aku terlambat menyadaydarinya, dan terimakasih kerena telah hadir dalam hidupku, Richa. Mulai saat ini berjanjilah padaku, bahwa kita akan selalu bersama dan tidak kan pernah berpisah apa pun yang terjadi di masa depan." Ucapnya seraya menarik Richa kedalam dekapannya. Richa menjawabnya dengan sebuah anggukan pelan. Namun Tiba tiba Nelan malah mengangangkat Richa dan bercanda akan menyeburkannya ke dalam air.
" Mas.... Turunin aku, Aaahhh. Mas aku gak mau, nanti air nya masuk ke hidung aku." Rengek Richa minta di turunkan. Setelah puas bermain air mereka pun istirahat di buah jalan yang di buat di atas laut.
Senyum kebahagiaan terpancar di wajah keduanya. Saat saat seperti ini lah sebuah pasangan akan mencurahkan seluruh perasaannya pada pasangan mereka. Dimana saat seperti ini lah yang akan selalu terkenang dan tak akan pernah bisa kita lupakan.
Setelah lelah bermain Richa dan Nelan mulai merasa lapar. Karena hari pun sudah sangat sore, keduanya akhirnya memutuskan kembali kehotel.
Sesampainya di hotel, Richa langsung membersihkan diri, dengan air hangat.
Saat Richa sedang di kamar mandi sebuah pesan pun masuk ke ponsel Richa, dan pesan itu berasal dari Dava. Nelan sangat tidak suka melihat nama Dava tertera di layar ponsel Richa. Tanpa berusaha mencari tahu isi pesannya Nelan membalik ponsel tersebut dengan kasar.
Setelah Richa keluar gantian Nelan yang masuk kedalam kamar mandi dengan mengabaikan Richa ia masuk tanpa bicara atau menatapnya.
" Mas kenapa ya? Kok mukanya kayak kesel gitu? perasaan tadi baik baik aja kan?" Gumam Richa sambul melangkah menuju meja rias. Saat ini di meja sudah ada makanan yang sepertinya saat Richa mandi Nelan memesannya karena sebelumnya Richa bilang dirinya sangat lapar.
" Mas bahkan udah pesan makanan."
__ADS_1
Sambil menunggu Nelan selesai mandi, Richa memakai segala perawatan wajahnya di depan meja rias. Ia menepuk nepuk pelan wajahnya saat membubuhi kulit mulusnya dengan lousen malam. Tiba tiba Nelan keluar dari kamar mandi sambil melangkah tatapannya tertuju pada Richa yang sedang duduk di depan cermin, ia terpana dengan penampilan Richa yang sangat cantik dan seksi. Wangi yang tersebar dari tubuh Richa menarik Nelan untuk mendekatinya. Namun ingatannya tentang pesan yang baru masuk di ponsel istrinya itu mengurungkan niatnya yang semula ingin membawa istrinya itu ke atas ranjang.