Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Keadaan Utuh


__ADS_3

"Beri aku jawaban, Sayang. Apa kau juga merasakan hal yang sama denganku ?" tanya Nelan seraya menyeka air mata Richa dengan lembut, Richa perlahan memperlihatkan sebuah senyuman dibibirnya.


" Hm, Aku juga memcintaimu." mendengar itu Nelan terseyum lebar ia menarik Richa kedalam pelukannya.


" Jadi tidak akan ada perceraian kan, Sayang ?", Tanya Nelan lalu merengangkan pelukannya dan mengecup bibir Richa kilas. Richa pun mengangguk, wajahnya bersemu merah.


" Lalu Keysa ?" tanya Richa. Nelan mengernyitkan keningnya.


" Jangan khawatirkan dia, pikirkan saja tentang kita, aku cuma ingin bersamamu, tidak ada yang lain". Seru Nelan, Richa pun tersenyum dan menundukkan kepalanya. Lalu Nelan menyematkan sebuah cincin di jari manis Richa, yang selama ini belum pernah Richa pakai lagi setelah hari pertama ia menikah, Richa melepaskannya karena berpikir ia tidak pantas memakainya, " Mulai saat ini, jangan pernah melepaskannya lagi ", titah Nelan seraya mencium tangan Richa.



" Kok, cincinnya bisa ada sama kamu ?" tanya Richa bingung, karena seingatnya ia menaruh itu di laci meja rias apartemem.


" Aku menemukannya tadi, saat aku mengambil konci mobil dari sana." jawab Nelan. Ia menatap dalam-dalam sorot mata Richa yang memancarkan kebahagiaan.


Akhirnya, aku bisa melihat ia tersenyum selepas ini, sama peesis dengan yang dia tunjukkan padanya kemarin. Batin Nelan. Ah, iya laki-laki itu, dia harus menyanyakan pada Richa tentang laki-laki tersebut.


" Tapi, apa bisa kau katakan padaku, siapa laki-laki itu ?" tanya Nelan sambil mengankat wajah Richa. Richa terlihat bingung, " Pertama dia berani membawamu kabur, dan sekali lagi aku melihatnya memgantarkanmu ke kampus." Richa memcoba mengingat orang yang di maksud oleh suaminya itu.


" Rehan ?" Ujar Richa setelah ia tau siapa yang di maksud oleh Nelan. Richa tertawa ringan, sedangkan Nelan malah terlihat kesal, " Apa kau cemburu padanya ?" tanya Richa dengan senyuman manis.


" Tentu saja, suami mana yang tidak cemburu melihat istrinya di tempeli laki-laki lain ". kesal Nelan.

__ADS_1


" Ahahaha... Jadi sejak kapan kau mulai jatuh cinta padaku ?" tanya Richa.


" Jangan mengalihkan pembicaraan Richa..", Nelan semakin kesal.


" Em... Dia itu bukan orang lain, dia adalah sepupuku." Jelas Richa. Nelan pun mengernyit, dia tidak pernah tau kalau Richa memiliki seorang sepupu, bagai mana tidak dia bahkan mungkin tidak tau kalau Richa memiliki seoarang adik, karena selama ini dia tidak pernah tertarik dengan kehidupan istrinya itu.


" Ohya ?" Nelan tertawa ringan, melihat Richa terus mentertawakamnya membuatnya merasa sangat ingin menerkam istrinya itu, karena dimatanya saat ini Richa sangat menggemaskan. Nelan mencium bibir Richa. Richa membelalakkan matanya karena terkejut.


" Mmm... ", Richa berontak sambil memukul dada Nelan, ia mulai kehabisan napas.


" Kenapa ?" tanya Nelan setelah melepskan ciumannya.


" Kamu mau ngapain ?", Tanya Richa ragu, dia mungkin sudah tau apa yang ingin di lakukan suaminya itu.


" Nel..", ucap Richa seraya mencegah Nelan membuka kancing kemeja yang Richa pakai.


" Kenapa ?" tanya Nelan.


" Gue takut..", jawab Richa sambil memandang Nelan lekat. Terlihat ketakutan dimatanya, ya setiap orang yang belum pernah mengalami hal itu pasti akan merasa takut. Setiap pengalaman pertama akan sama di rasakan oleh setiap wanita di dunia ini.


" Aku akan melakukannya dengan lembut, Sayang." Balas Nelan dengan tersenyum manis.


Richa memejamkan matanya, dengan pasrah ia membiarakan Nelan menjamah di setiap sudut tubuhnya, ia mulai menikmati serangan yang di lakukan oleh Nelan. Nelan menurunkan ciumanya di leher dan tulang selangka Richa, di hisapnya disana hingga meminggalkan beberapa tanda merah. Lalu Richa menutup mulutnya. Nelan menarik tangan Richa.

__ADS_1


" Tapi kita ada di rumah bunda, Sayang." seru Richa, dan Nelan pun ingat kalau saat ini mereka sedang tidak berada di rumahnya. Nelan membenamkan wajahnya di leher Richa, ia terpaksa menghentikan apa yang sudah di tengah jalan ia lakukan saat ini.


" Lalu apa yang harus kita lakukan dengan ini ?", tanya Nelan sambil menunjuk ke leher Rich yang memiliki tanda merah akibat ulahnya. Richa mengerti yang di maksud oleh suaminya itu karena sebelumnya tanda itu juga sudah di dapatkannya saat Nelan mabuk kemarin malam.


" Aku bisa menutupinya dengan krim mek up ku." ujar Richa. Mendengar ucapan Richa, Nelan mengangkat kepalanya dan menatap Richa dengan senyumam nakal. Nelan kembali mencium Richa dan melepas kaosnya lalu membuangnya ke sembarang tempat, ia juga melepas kemeja yang di pakai Richa. Nelan membuka pengait bra Richa lalu mulai bermain dengan gunung kembar milik istrinya itu, terasa kenyal dan masih sangat padat, Richa memang tidak memiliki buah dada yang cukup besar, dan itu membuat Nelan merasa semakin gemas untuk memainkannya. Nelan mulai menghisap gunung kembar Richa secara bergantian.


" Aaaah..", Desah Richa, ia merasa geli, tubuhnya bergetar, takut bercampur malu, karena ini pertama kalinya ia di sentuh oleh laki-laki dan itu adalah suaminya sendiri. Nelan pun semakin bersemangat mendengar desahan Richa. Nelan mulai menggerayai seluruh tubuh Richa ia melepas semua yang masih membalut tubuhnya dan tubuh Richa hingga tak tersisa sehelai benang pun lagi.


Semalam suntuk bahkan berkali-kali Nelan melakukan hubungan itu dengan Richa ia tidak perduli kalau saat ini mereka tidak sedang berada di rumah mereka. Saat kesakitan Richa terpaksa menutup mulutnya karena takut ada yang mendengarnya menjerit, Nelan bahkan mendapatkan cakaran kucing dari Richa saat serangan pertama Nelan. Menerobos keperawanan seorang wanita itu tidaklah mudah, walau mulut berkata akan melakukannya dengan lembut namun kenyataannya wanita itu akan tetap menagis.


 


Pagi hari Richa membuka matanya, dan melihat ia masih berada di kamar lama Nelan. Wajahnya sangat sembab karena menangis semalaman dan tertidur karena kelelahan, rambutnya berantakan. Richa membuka selimut terlihat tunuhnya masih telanjang dan di sekujur tubuhnya penuh dengan tanda merah akibat ulah Nelan yang begitu berutal.


" Aaa..", erangnya saat meraskan sakit dan perih di area pangkal pahanya. Nelan sangat buas semalam sampai-sampai Richa ingin kabur tapi tidak ada yang bisa lepas dari cengraman laki-laki itu. Selembut apa pun Nelan bermain, tapi Nelan seakan tidak pernah merasa puas dengan bermain beberapa kali. Sudah cukup lama Nelan menahan keinginanya untuk menyentuk Richa, bagi laki-laki normal berada di samping wanita secantik Richa adalah merupukan cobaan terberat baginya. Akhirnya kesabaran itu tersalurkan juga, Nelan memiliki stamina yang kuat, selain seorang polisi ia juga sangat suka berolahraga. Karena itu ia bisa melakukan serangan hingga berkali-kali pada Richa, sampai ia merasa kasihan pada Richa karena sudah tidak kuat menerima serangannya lagi.


" Apa sakit, sekali ?" tanya Nelan yang tiba-tiba bangun dan melihat Richa duduk di sampingnya sambil meringis kesakitan.


" Hmm...", gumam Richa sambil mengangguk pelan dan memegang selimut di dadanya.


" Biar aku melihatnya ", ucap Nelan sambil bangun dan memegang tangan Richa.


" Apa ? Aaa...", Ucap Richa terkejut, sambil menahan rasa perih di tubuh bagian bawahnya. Nelan hampir menyikap selimut namun di tahan oleh Richa. " Kamu mau apa " tanya Richa. Namun Nelan tidak menghiraukan pertanyaain darinya dan segera menyikap selimut lalu membuka kakinya. Nelan melihat sisa darah dan cairan miliknya masih ada disana.

__ADS_1


__ADS_2