Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Neraka


__ADS_3

" Nel mengerti maksud bunda, jadi jangan khawatir bun, Nel akan berusaha menjaganya dengan baik, bunda gak perlu khawatir ", Nelan mau tidak mau harus menenangkan bundanya, walau pun kalimat yang diucapkannya itu terucap sedikit lebih tulus dan bukan kepura-puraan lagi.


Tak lama kemudian Naila keluar. Nelan dan Salsa bergegas mengahampirinya.


" Bagai mana keadaan Richa sayang ?", tanya Salsa, yang terus berharap di dalam hatinya bakwa menangunya itu akan baik-bakk saja. Tatapan Nelan sama persis dengan bundanya, sedang mengharapkan Naila segera memberinya kabar baik.


" Syukurnya Richa udah baik-baik aja bun ", terlihat wajah lega dari Salsa dan Nelan, " tadi Richa juga sempat sadar, dia minta sama kita agar tidak menghubungi keluarganya, dia tidak mau keluarganya tau keadaannya, dia takut mereka khawatir ", jelas Naila, tapi ada rasa gusar di hati Nelan, kenapa Richa meminta hal itu pada mereka.


" Apa benar jika kita merahasiakan ini dari mereka sayang ?", tanya Salsa pada kedua anaknya itu.


" Tapi adalah permintaan Richa sendiri bun, kita harus menurutinya ", ujar Nelan, yang sebenarnya juga tidak yakin dengan ucapannya.


Naila meminta Nelan untuk kembali kerumah dan bekerja, karena keadaan Richa sudah gak pa pa, begitu pun dengan Salsa ikut meminta Nelan pulang. Namun sebelum ia benar-benar pergi Nelan menyempatkan diri untuk melihat keadaan Richa bersama Salsa, namun karena pengaruh obat Richa terlihat tidur sangat lelap.


--------


Nelan kembali ke apartemennya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum dirinya berangkat kerja, Saat ia melewati ruang tamu untuk beranjak keluar matanya melirik arah sofa dimana koper Richa yang masih belum sempat di pindakan masih teletak disana, Nelan menghela napas lalu ia beranjak memdekati sofa tangannya meraih gagang koper lalu mabawanga ke kamar, ia meletakkannya di sembarang tempat, setelah itu ia pun langsung berangkat kerja.


-----------


Saat Richa sadar ada Salsa di sampingnya, " Kamu sudah bangun nak ?", senyum lebar menghiasi wajah cantik mertuanya itu. Melihat kelembutan dari sorot mata Salsa mengingatkan Richa pada sosok maminya, seseorang yang teramat dirindukannya saat ini.


" Apa kamu merasa lebih baik sayang ?", imbuh Salsa. Richa hanya menjawab dengan gerakan mata dan anggukan pelan. Ingin sekali Salsa menanyakan banyak hal pada menantunya tersebut, namun niatnya di urungkan karena ia rasa saat ini bukan waktu yang tepat, Salsa berpikir akan bicara pada Richa saat keadaannya sudah benar-benar pulih.


" Istirahatlah ", Salsa mengelus lembut kepala Richa, " bunda akan kembali lagi nanti ", lanjutnya, saat ia hampir beranjak pergi Richa menghentikan langkah Salsa.

__ADS_1


" Bunda... ", suara Richa terdengar sangat parau, Salsa menatap lekat kemata Richa seraya menunggu Richa melanjutkan kata-katanya.


" Mami, papi tidak tau kan ?", Salsa menggengam tangan Richa, " meraka tiadak tau sayang, sesuai keinginanmu bunda tidak memberitahu mami mu nak ", jawab Salsa.


" Maaf bunda... ", Salsa mengernyitkan dahinya, dia tidak mengerti atas dasar apa Richa minta maaf padanya.


" Maaf untuk apa nak !", Richa tidak langsung menjawab Salsa, air bening yang menggenangi retina matanya seketika tersapu saat kelopak tertutup menyeka air keluar.


" Kenapa menangis sayang ? bunda yang minta maaf, karena putra bunda sudah menyakiti hatimu nak, maaf kan bunda karena sudah menorehkan luka dihatimu Richa ", Richa menggeleng, ingin sekali dia bicara jujur betapa dia ingin mengahiri hubungan yang salah itu, tapi Richa tak mampu berucap, ketakutannya akan ancaman Nelan membuatnya memilih diam.


Salsa menyeka aliran air mata yang membasahi wajah Richa, dengan begitu lembutnya. " Percayalah nak, Nelan pasti bisa mengobati lukamu sayang ", Richa tersenyum tipis mendengar pemaparan Salsa tentang Nelan.


Bagi Richa, Nelan adalah sosok yang membuat luka paling parah dalam hidupnya, demi apa pun Richa sangat membencinya atas perbuatan dan pikiran buruknya terhadap dirinya dan keluarganya. Richa berpikir entah apa suratan takdir yang sudah digariskan dalam hidupnya sampai dirinya berada di posisi ini.


Salsa kembali keruangannya setelah memastikan Richa kembali tidur. Namun setelah Salsa pergi Richa mulai meremas dadanya dan terisak.


Jangan menangis Richa, bertahanlah demi orang tuamu. Jangan biarkan mereka terluka karena dirimu, aku akan menghadapi gajah bengkak itu, percayalah kau pasti bisa bertahan selama 1 tahun waktu akan berlalu dengan cepat.


--------


Nelan saat ini sedang meminta beberapa opsir polisi untuk melacak keberadaan Nevan, dia tidak bisa meminta bantuan kedua sahabatnya karena Arga dan Dion tidak tau Nevan kabur di hari pernikahan yang pada akhirnya membuat hidup nya berantakan, karena harus menggantikan posisinya menikahi wanita yang tidak di sukainya.


" Bos.. ", Dion mengejutkan Nelan dengan menepuk pundaknya. Nelan hanya menoleh tanpa merespon sama sekali, " Apa malam ini kita akan lembur lagi ?", tanya Dion.


" Apa maksud mu ?", tanya Nelan balik tanpa melihat lawan bicaranya.

__ADS_1


" Cewek gue bilang, pertemuan malam ini batal karena lo bilang sama Keysa kota akan lembur ", jelas Dion.


" Bener bos, kok kita gak tau sih, kasus apa lagi nih yang harus kita beresin ", timpal Arga tiba-tiba nimbrung tanpa permisi.


" Gak ada kasus sama sekali ", jawab Nelan singkat.


" Apa ? terus .... ", tanya Dion bingung.


" Aku lagi ada urusan penting di rumah, aku pakai alasan itu untuk membatalkan janji temuku dengannya, kalau bukan masalah pekerjaan Keysa pasti akan marah lagi ", jelas Nelan, Arga dan Dion menggeleng pelan.


" Yaelah bos bos... cemen banget sih kalau udah masalah Keysa ", Ejek Arga.


BUG !!


Nelan melempar sebuah buku ke wajah Arga namun dapat di tepis laki-laki itu.


" Tutup mulut lo, kerja sana ", celetuk Nelan.


Arga dan Dion melanjutkan pekerjaan nya sedangkan Nelan sedang asik membolal balik HP nya menanti benda itu berdering. Nelan berharap akan segera mendapatkan kabar dari opsir yang di tugaskannya memcari keberadaan saudara kembarnya itu.



Tatapan mengerikan Nelan membuat banyak orang merasa ciut di sekitarnya, hanya Arga dan Dion yang masih setia menjadi sahabatnya. Mereka bersahabat sejak kecil, bahkan memiliki impian dan tujuan hidup yang sama, kecerdasan Nelan membuat kedua sahabatnya itu tertinggal satu langkah dan menjadikan dirinya sebagai atasan keduanya.


Sebuah pesan masuk ke HP Nelan, pesan itu berasal dari Naila.

__ADS_1


Nel, Evan ada dirumah saat ini, bi Anik baru saja mengabariku. Mba dan bunda juga sedang meuju rumah saat ini, pulanglah Nel, mba khawatir ayah akan mengamuk padanya.


Darah Nelan seakan mendidih, mengetahui laki-laki itu berani pulang kerumah setelah kekacauan yang di ciptakannya. Tanpa pamit Nelan bergegas pulang, Arga dan Dion yang melihat kepergiannya coba memanggilnya namun tak di gubris olehnya.


__ADS_2