Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )

Ku Hanya Ingin Dicintai ( Part II )
Penyelamatan


__ADS_3

Pagi harinya saat Nelan terjaga, ia merasakan ngilu di pergelangan tangannya. Badan dan juga kepalanya sakit bukan main.


" Ini apa apan nih?" Ujarnya kesal, ia menarik narik tangannya namun tak bisa terlepas.


" Lo udah bangun, bos!?" Tanya Arga terdengar gugup.


" Hei, semut rang rang. Ini kenapa gue diiket gini. Lo kira gue sapi, pake di iket segala." Celetuk Nelan kesal.


" Mau gimana lagi bos. Kita gak punya pilihan. Hoooaaam..." Dion bangun dan mendekati Nelan dan Arga. Sambil menguap dan setengah sadar.


" Kalian berdua udah bosen hidup, hah?"


" Kita terima deh lo bunuh bos. Dari pada biarin lo buat kesalahan patal." Tangkas Arga.


" Bisa bukain gak nih! Sebelum gue buat lo berdua jadi santapan hiu." Nelan semakin kesal. Karena Dion dan Arga tidak segera membukakan ikatan tangannya. Sebuah kehebohan terjadi semalam sehingga mengharuskan Dion dan Arga memborgol tangan Nelan ke tiang tempat tidur.


" Kita bakal buka setelah bos bener bener sadar dan inget apa yang terjadi semalam." Ujar Arga ragu.


" Hei, apa kalian sedang bermain main sama aku!?"


" Arga bener bos. Kita gak mau mati bonyok di tangan lo. Jadi dengerin dulu cerita kita tentang kejadian semalam." Timpal Dion. Lalu Dion dan Arga pun mulai bercerita, tentang apa yang Nelan lakukan semalam. Setelah Arga mengantarkannya ke kamar, Nelan tiba tiba bertingkah aneh. Ia terus mengeluh tubuhnya terasa panas, dan meminta tolong pada Arga untuk mencarikan wanita untuknya, agar ia bisa terselamatkan. Arga yang kesulitan menenangkan Nelan ia menghungi Dion untuk membantunya. Awalnya Arga dan Dion bermaksud mengatar Nelan pulang tapi itu mustahil di lakukan saat itu.


" Jadi, maksud kalian ada yang mencampurkan sesuatu kedalam minumanku?" Arga dan Dion mengangguk bersamaan. " Dan semalam aku hampir meniduri wanita lain selain Richaki jika saja kalian tidak menyadari apa yang terjadi padaku. Lalu? Siapa? Siapa yang berani melakukan itu padaku?" Tanya Nelan yang sudah menunjukkan tatapan mengerikan.


" Maaf, Nelan." Ucap Sarah tiba tiba masuk.


" Sarah!?" Seru Arga. " Kanapa lo minta maaf. Ini terjadi bukan salah kamu atau pun yang lainnya, jadi kenapa lo minta maaf?" Ujar Arga yang tidak mengerti apa maksud Sarah meminta maaf pada Nelan.


" Diem lo bekicot." Seru Nelan, meminta Arga diam. Dengan tatapan tajam ia melihat ke arah Sarah yang berdiri sangat jauh di depan pintu. " Aku yakin kau punya penjelasan atas semua ini kan, Sarah?" Tanya Nelan dengan tegas, Nelan juga melirik ke arah Dion. Namun sahabatnya itu memalingkan wajahnya sambil tertunduk. Entah kapan hal itu sudah terjadi.

__ADS_1


" Bicaralah, aku akan mendengarnya langsung dari mulutmu." Seru Nelan kembali menunggu Sarah untuk memberinya penjelasan. Sarah terlihat genetaran, ia terlihat sangat gugup tak berani mengangkat wajahnya untuk menatap ke arah Nelan.


" Ada apa, Sarah?" Timpal Arga.


" S--Semalam. Air yang kau minum, air itu." Suara Sarah seakan tercekat di tenggorokan, sangat sulit sekali untuk terucap, dalam.keadaan gemetar.


" Air apa? Bicaralah yang jelas, Sarah." Arga sedikit meninggikan suaranya karena sudah mulai geram.


" Air itu, sudah bubuhi obat." Lanjut Sarah, sambil memejamkan matanya, dan air bening pun menetes dari sana.


" Apa? Tapi bagai mana bisa kau melakukan itu? Dion, semua ini? Apa kau bisa percaya apa yang baru saja kekasihmu ini katakan?" Ucap Arga sambil mendekati Dion yang sudah kembali duduk di sofa sambil menumpukan kepalanya di atas kedua tangannya." Dia, dia bilang sudah melakukan apa! Apa kau sudah tidak waras?" Benatak Arga.


" Arga..!?" Seru Nelan.


" Maaf, aku juga tidak bermaksud melakukan itu. Aku juga sudah menolak membiarkan dia melakukannya. Tapi.."


" Arga..!?" Bentak Nelan.


" Sial.." Arga kuar dari ruangan itu dengan emosi yang menggebu gebu. Ia bahkan membanting pintu dengan sangat keras. Baginya Nelan sudah seperti saudaranya, ia menghormati Nelan melebihi pada saudaranya sendiri. Baginya Sarah juga sudah seperti adiknya, hubungannya dengan Dion membuatnya sangat mempercayai Sarah dan Lea.


" Dia, siap dia yang kamu maksud?" Tanya Nelan, dengan nada yang sangat dingin.


" K-Keysa." Jawab Sarah ragu. Nelan mengernyitkan keningnya. Ia tidak menyangka Sarah akan menyebutkan nama itu. Wanita yang dulu pernah sangat ia cintai, dan bahkan demi dia Nelan sampai bersikap tidak adil pada Richa.


" Semalam saat dia datang, ia mengatakan rencananya padaku. Tapi aku bersumpah, aku sudah mencegahnya melakukan itu. Tapi.."


" Sudahlah, lagi pula semua sudah terjadi, beryukur Arga dan Dion bisa mencegah hal itu terjadi. Jadi apa yang di rencanakannya bisa gagal dan aku tidak menjadi korban rencana gilanya." Ujar Nelan. Jika ia menyalahkan Sarah, ia takut Dion akan membenci Sarah. Tapi dari yang ia lihat laki laki itu seprtinya sudah sangat kecewa pada kekasihnya itu. Karena sejak Sarah masuk Dion sudah diam dan tidak melirik Sarah sekali pun.


" Dion, buka borgolnya dan kalian bisa keluar dari sini." Pinta Nelan. Dion membantu Nelan membuka borgolnya, sedangkan Sarah sudah keluar lebih dulu. Dion tidak menatap Nelan sama sekali apa lagi mengatakan sesuatu. Dia pasti merasa sangat malu dengan apa yang baru saja di lakukan wanitanya pada sahabat sekaligus bosnya itu.

__ADS_1


" Apa, dibawah kakimu ada berlian? Kenapa kau terus menatap lantai? Kau tidak melakukan apa pun, jadi berhenti menunjukkan wajah sok korban mu itu. Yang korban disini itu adalah aku. Apa saat aku tidak sadar, aku memperkosamu?" Tanya Nelan sedikit bercanda namun Dion kanya tesenyum kecil padanya.


" Akulah yang hampir kehilangan keperawanaku semalam." Ujar Arga yang kembali masuk.


BUGG!?


Nelan melemparkan sebuah bantal padanya namun bisa ia tangkis dengan sempurna.


" Memangnya lo masih perawan hah?" celetuk Nelan.


" Lo liat ni, ini, ini. Semuanya itu akibat kebrutalan lo yang hampir melakukan tindakan asusila ke tubuh suciku ini." Arga menunjukkan beberapa bekas cakaran yang Nelan lakukan pada tibubnya. Arga berusaha kuat mempertahankan tubuhnya dari ulah gila Nelan.


" Aku rasa, aku sudah gila. Sampai melakukan itu pada virus rabies." Celetuk Nelan.


" Sekarang itu gak penting bos." Seru Arga.


" Akh tau, apa yang harus di bereskan sekarang."


" Tapi sebelum membereskan Keysa. Selamatkan dulu dirimu." Ujar Dion. Dion menyerahkan ponsel pada Nelan. Ponsel itu adalah miliknya yang semalam Dion ambil dari sakunya.


" Richa, dia semalam menghubungimu hampir ratusan kali." Ujar Dion.


" Apa?" Nelan terkejut matanya membulat menbuka layar ponselnya dengan tangan yang sedikit bergetar. " Oh, sial. Aku lupa, dia bahkan masih menghubungiku hingga tengah malam." Ucap Nelan, yang bergegas turun dari tempat tidur.


" Tunggu bos. Sebelum lo pulang, aku rasa lo harus mandi dulu, dan hilangkan bau tubuhmu yang sangat menyengat itu." Usul Arga.


Nelan pun dengan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Dia sangat panik, entah apa yang akan Richa lakukan padanya nanti saat ia tiba di rumah.


" Richa pasti akan membunuhku." Gumamnya sambil membersihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2