
Sementara itu di cafe Samudra kebingungan setelah membaca pesan istrinya..
"Apa maksud Nabila? Apa dia tau sesuatu?" gumam Samudra
"Nabila tidak ingin membagi gajinya untukku? Kenapa dia berubah jadi pelit?" gumam Samudra kesal
Saat ini Samudra berada diruangannya... Beberapa saat sebelum mengirim pesan ke istrinya, dia memeriksa laporan omset cafe yang makin melonjak tinggi, tapi setelah mendapat balasan dari istrinya yang tidak menguntungkan untuknya membuat dia mengabaikan laporan didepannya dan membuatnya marah.
"Ini tidak bisa dibiarkan, kalau Nabila sampai tidak mengirim uang setiap bulan untukku maka aku akan mengambil miliknya yang paling berharga sampai dia rela memberikan tebusan baru aku mengembalikan miliknya" gumam Samudra dengan rencana licik tanpa berpikir dampak dari perbuatannya
"Sebaiknya tunda dulu pembangunan cabang baru dikota ini, sampai aku mendapatkan suntikan modal dari Nabila, aku yakin bisa membujuknya" gumam Samudra percaya diri
Samudra keluar dari ruangan dan menuju ke arah dimana motornya terparkir...
Tok tok tok
"Iya sebentar" jawab dari dalam rumah
Samudra menunggu beberapa saat sampai akhirnya pintu terbuka dan keluarlah sosok wanita paruh baya
"Eh kamu Sam" ucap Ibu Ros
"Assalamualaikum bu" ucap Samudra tersenyum seraya mencium tangan kanannya ibu mertuanya."
"Waalaikumssalam nak, ayo masuk"
"Iya bu" Samudra masuk kerumah mertuanya "Raksa mana bu?" tanya Samudra
"Oh itu ada ditaman belakang, lagi main sama Kaisar" jawab ibu
"Loh, kapan Kaisar datang bu? Kok Sam nggk pernah ketemu"
"Udah sebulan Kaisar pulang, kamu aja baru sekali kerumah ibu gimana mau ketemu" ucap ibu terkekeh
Samudra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Iya juga iya... Maaf ya bu Sam jarang kemari karna sibuk ngurusin cafe"
"Iya ibu ngerti... Udah, sekarang susulin Raksa kebalakang" ucap ibu
Samudra berjalan kearah taman belakang dirumah ibu mertuanya...
"Meskipun Kaisar ada dirumah ini, itu tidak akan bisa menghalangi rencanaku untuk mendapatkan uang dari Nabila" gumam Samudra dari dalam hati
"Itu mereka" gumamnya saat melihat Raksa dan Kaisar duduk di gaseboh
"Hi bro, pulangko nggak bilang-bilang" ucap Samudra basa-basi
"Gimana mau bilang-bilang mas, mas aja nggak pernah keliatan" jawab Kaisar yang sedang bermain dengan keponakannya
"Iya mas lagi sibuk-sibuknya ngurusin cafe jadi susah cari waktu untuk main kesini" jawab Samudra
"Saya kesini mau ajak Raksa nginap dirumah malam ini" ucap Samudra
"Kenapa nggak nginap disini aja mas?" tanya Kaisar
"Lain kali mas nginap disini, malam ini mas ingin menghabiskan waktu berdua dengan Raksa dirumah" ucap Samudra melirik ke anaknya
Kaisar menghela nafas kasar, pasrah karna dia juga sadar tidak berhak melarang seorang ayah membawa anaknya pergi bersamanya.
__ADS_1
"Iyaudah kalau itu mau mas, tapi kalau ada apa-apa langsung hubungi Isar ya mas?"
"Iya kamu tenang aja, mas akan jaga Raksa dengan baik"
"Aku percaya seorang ayah tidak akan mencelakai anaknya sendiri" ucap Kaisar
Samudra beranjak dan bersiap-siap pulang bersama Raksa.
"Mas pulang dulu, ini sudah terlalu kesorean... Raksa ayo nak ikut ayah" ajak Samudra keanaknya
Raksa menoleh dan merentangkan tangannya ke ayahnya "Ayah gendong Aksa" ucap Raksa manja
"Baiklah baiklah... Sini ayah gendong" Samudra menyambut Raksa masuk kedalam pelukannya "Saya pergi dulu, besok saya bawa Raksa kembali kesini" pamit Samudra
"Nggak pamit ke ibu dulu mas?"
"Ini sekalian mau pamit sama ibu kok" jawab Samudra
Mereka berjalan bersama masuk kedalam rumah lewat pintu belakang. melewati dapur terlihat ibu Ros sedang memasak.
"Bu, Sam pamit sekalian Raksa saya bawa pulang dulu" pamit Samudra lembut ke ibu mertuanya
Ibu Ros kaget saat mengetahui cucunya akan dibawa oleh ayahnya secara tiba-tiba. Tapi ibu Ros tidak bisa mencegahnya.
"Makan malam disini aja dulu nak, selesai makan baru boleh pulang" sahut mama lembut seraya meninggalkan kegiatannya
"Nggak usah bu, Sam mau ajak Raksa makan diluar sekalian jalan-jalan berdua" jawab Samudra
"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ibu siapin bajunya Raksa" ibu buru-buru menuju kamar cucunya untu menyiapkan pakaiannya tapi dihentikan oleh Samudra
"Ibu, nggak perlu repot-repot nyiapin pakaian Raksa, Nabila masih menyisahkan pakaian untuk Raksa dirumah" ucap Samudra
"Kalau begitu Sam pamit bu, besok pagi Sam bawa Raksa kemari" pamit Samudra
"Iya nak"
"Raksa ayo salim nenek nak" ucap Sam ke anaknya
"Sam pergi, assalamualaikum"
"Waalaikumssalam"
Ibu Ros dan Kaisar menatap kepergian Samudra dan Raksa yang menghilang dibalik pintu penghubung dapur dan ruangan lainnya.
"Mba mu ada kasi kabar kalau Sam mau membawa Raksa?" tanya Ibu pada Kaisar
"Nggak ada bu, mba tadi memang sempat chat tapi nggk ada mba bahas soal mas Sam"
"Mbamu dichat bilang apa?" tanya ibu penasaran seraya berjalan kearah kompor yang masih menyala dengan api kecil
"Mba bilang udah transfer buat ibu dan Raksa.. Itu aja sih bu, kan uangnya juga Isar kasi ke ibu"
"Ooo cuma itu ya... Mbamu itu loh repot-repot ngasih ibu uang, padahal uang untuk Raksa aja udah cukup..."
"Udah bu, terima aja pemberian mba Nabila"
"Iya mau gimana lagi, uangnya udah dikirim ya ibu harus terima" sahut ibu bergurau
__ADS_1
"Ibu bisa aja... Isar kekamar dulu ya bu.. Kalau ibu butuh sesuatu panggil Isar" pamit Kaisar
"Iya" jawab ibu cuek
----------
Nabila masih berkutat dengan pekerjaannya yang masih menumpuk... Hpnya berbunyi ada panggilan masuk. Tanpa melihat na dipemanggil Nabila menjawabnya.
{Hallo assalamualaikum}
{Waalaikumssalam sayang} jawab Samudra
Nabila yang mendengar suara suaminya terkejut dan menghentikan kegiatannya. "Tumben nih mas Sam nelfon, apa terjadi sesuatu?" batin Nabila bertanya-tanya
{Sayang kamu masih disana?} suara Samudra membuat terhenyak dari lamunannya
{Eh iya mas ada apa?} tanya Nabila seraya melirik kearah jam dimejanya
Melihat jam sudah menunjukkan jam pulang kantor Nabila membereskan barang bawaan dan dimasukkan kedalam tas seraya hp diselipkan antara bahu dan telinganya
{Malam ini Raksa tidur sama aku dirumah kita sayang} ucap Samudra
{Kamu mengambil Raksa dari rumah ibu mas?}
{Iya sayang mas kangen anak kita makanya mas jemput tadi} jawab Samudra
{Kenapa nggak diskusi dulu mas kalau Raksa kamu jemput, terus kalau Raksa rewel tengah malam gimana mas?}
{Tenang aja sayang, mas bisa jagain Raksa dengan baik... mas cuma kangen tidur bareng anak kita}
Nabila mengernyitkan kening heran karna selama ini Samudra tidak pernah mau tidur dengan anaknya karna menurutnya rengekan Raksa saat tengah malam sangat mengganggu tidurnya.
{Kamu kangen tidur sama Raksa mas?} tanya Nabila sinis
{Iya sayang} jawab Samudra percaya diri
{Selama ini kamu belum pernah loh mas tidur sama Raksa. Kenapa baru sekarang?} tanya Nabila penuh selidik
Samudra gelagapan mendengar perkataan Nabila.
{Eh bu-bukan begitu sayang... Kamu selama ini nggak tau aja, kalau kamu sudah tidur nyenyak mas masuk kekamar Raksa dan tidur sekitar sejam dua jam sama Raksa sayang} jawab Samudra mulai tenang karna menemukan alasan yang tepat.
{Kok aku nggak tau ya mas?}
{Gimana kamu tau sayang kan kamu tidur nyenyak}
{Oh yaudahlah, jagain aja Raksa dengan baik} jawab Nabila
{Iya sayang, Raksa aman sama aku} jawab Samudra
{Aku tutup dulu mas, aku mau pulang kerumah}
{Iya sayang, kamu hati-hati dijalan ya}
{Iya, assalamualaikum}
{Waalaikumssalam sayang}
__ADS_1
Nabila memutuskan sambungan telfon dan berjalan keluar ruangannya untuk menemui Clara yang pasti sudah menunggunya di mobil.
...----------------...