
Sementara istrinya pergi bekerja, Wahyu meminta orang suruhannya mengurus persiapan resepsi pernikahnnya yang akan di adakan 3 minggu kedepan. Wahyu juga berencana akan mengurus surat nikah ke KUA setelah semua berkas yang diperlukan lengkap.
"Nak Wahyu mau keluar?"
"Iya, Bu. Saya mau ke pulang kerumah dulu ambil berkas, lalu lanjut ke KUA urus surat Nikah."
"Yaudah, kamu hati-hati, Nak."
"Iya, Bu. Raksa aku ajak ya, Bu. Sekalian jalan-jalan."
"Iya kalian hati-hati."
"Siap, Bu. Assalamualaikum."
"Waalaikumssalam."
"Ayo, Nak. Salam sama Nenek dulu sebelum pergi,"pinta Wahyu lembut.
Raksa mengulurkan tangannya tanda ingin salim dengan sang nenek.
"MasyaAllah, pintarnya cucu Nenek. Jangan nakal ya, Nak."
"Ote, Nenek. Aksa janji tidak nakal sama Papa."
"MasyaAllah..."
"Kami pergi, Bu."
"Iya."
Wahyu melangkahkan kaki dengan pelan seraya menggandeng tangan mungil Raksa.
"Silahkan, Tuan,"ucap supir Wahyu seraya menundukkan kepala.
"Terima kasih,"jawab Wahyu lalu masuk ke dalam mobil setelah mendudukkan Raksa di jok tengah.
"Kita mau kemana dulu, Tuan?"tanya supir melihat lewat kaca kecil.
"Kita ke rumah dulu, saya mau ambil berkas di rumah."
"Baik, Tuan."
Wahyu mengangguk, lalu asyik ngobrol random dengan anak keduanya.
"Raksa mau sekolah?"
"Mau, Pa. Aksa mau cekolah banyak mainan."
"Kalau mau mainan nanti kita beli, mau?"
Dengan antusias Raksa mengangguk. "Mau, mau..."
"Oke! Nanti kita ke mall cari banyak mainan."
"Holee... Banyak mainan,"seru Raksa.
-Dret dret-
"Ibu kamu nelfon, Nak,"ucap Wahyu ketika melihat nama sipemanggil yang masuk ke ponselnya.
"Ibu?"
"Iya, Nak. Kamu nonton di sini dulu ya... Papa mau jawab telfon ibu."
Wahyu menyetel film kartun di tv kecil yang ada dimobilnya.
^^^{Hallo assalamualaikum, Ibu...}^^^
{Waalaikumssalam, Mas. Kamu dimana?}
^^^{Lagi dijalan.}^^^
{Mau kemana? Katanya ibu kamu ajak Raksa?}
^^^{Iya, ini Raksa didekat ku. Lagi nonton. Kenapa?}^^^
{Nggak ada, Mas. Aku cuma khawatir Raksa ngerepotin kamu.}
^^^{Mas tidak merasa repot. Jangan pernah katakan itu lagi.}^^^
{Baiklah. Kalau gitu aku tutup dulu telfonnya, mau lanjut kerja.}
^^^{Iya. Kamu jangan terlalu lelah. Makan juga jangan telat.}^^^
__ADS_1
{Iya, Mas. Aku udah pesan untuk makan siang.}
^^^{Syukurlah.}^^^
{Atu tutup, Mas. Assalamualaikum.}
^^^{Waalaikussalam.}^^^
Setelah panggilan terputus, Wahyu menaruh ponselnya didalam saku celananya.
"Raksa suka nonton upin&ipin ya, Nak?"
"Suka, Pa. Palanya tidak ada lambut."
"Raksa mau seperti upin&ipin?"
"No, Papa. Aksa lambutnya banyak, tidak sepelti upin ipin. Botak, hehehe..."
"Hahaha... Siapa yang ajarin kamu kalau itu botak, Nak?"
"Uncle Cal."
"Astaga, Kaisar,"keluh Wahyu.
"Maaf, Tuan. Kita sudah sampai."
Wahyu melihat keluar kaca mobil. "Eh iya. Kamu tunggu disini. Saya cuma sebentar di dalam."
"Iya, Tuan."
"Ayo, Nak. Kita masuk ke rumahnya kak Galaksi dulu ya?"ajak Wahyu tengah bersiap untuk menggendong Raksa.
"Tata Dalakci?"tanya Raksa. (Kakak Galaksi?)
"Iya, Nak. Ayo!"
Wahyu melangkahkan kakinya memasuki rumah dengan Raksa didalam gendongannya.
"Assalamualaikum..."salam Wahyu ketika kakinya melewati pintu utama.
"Waalaikumssalam... Tuan Wahyu pulang. Tuan mau dibuatkan minuman apa?"tanya salah satu art yang kerja di rumah Wahyu.
"Tidak perlu, Bik. Saya cuma sebentar, saya cuma mau mengambil berkas di kamar."
"Baiklah, Tuan."
"Iya saya, Tuan?"
"Tolong ambilkan eskrim dikulkas. Anak saya suka eskrim."
"Anak? Ja-jadi ini anak dari istri, Tuan?"
"Iya, Bik Na. Namanya Raksa."
"MasyaAllah, namanya bagus sama seperti orangnya,"puji art tersebut.
"Bilang makasih, Nak,"ucap Wahyu pada Raksa sambil tersenyum.
"Matacih, Ante,"ucap Raksa.
"Bukan Tante, Den. Panggil Bibik,"sahut Bik Na.
"Bibik?"tanya Raksa.
"Iya, Den,"jawab Bik Na semangat.
"Bik Na, tolong Raksa dijaga sebentar ya..."
"Iya, Tuan. Biar saya yang jaga Den Raksa."
Wahyu menurunkan Raksa dari gendongannya.
"Raksa main sama Bik Na ya, Nak?"
"Bik Na punya eskrim loh, Den,"bujuk bik Na.
"Diambilin dulu eskrimnya, Bik. Saya jagain Raksa."
"Siap, Tuan."
Bik Na tergopoh-gopoh lari kebelakang ke arah dapur untuk mengambil eskrim.
"Eksrimnya datang,"ucap bik Na seraya memegang kotak eskrim.
__ADS_1
"Wahh... Ada esklim, Pa,"seru Raksa.
"Iya, Nak. Kamu makan eskrimnya sama Bik Na ya?"
"Iya, Pa."
"Saya ke kamar dulu, Bik."
"Iya, Tuan."
"Ayo Den Raksa, kita duduk di karpet ya?"
Raksa mengangguk antusias.
Sementara itu, Wahyu memasuki kamarnya. Suasana tampak gelap ketika pertama kali pintu kamar terbuka, karna memang sudah menjadi kebisaan Wahyu akan mematika lampu yang ada di dalam kamarnya jika akan ditinggal keluar.
"Assalamualaikum..."salam Wahyu pelan.
Tidak mengambil jeda dan membuang-buang waktu, Wahyu melangkahkan kaki ke arah lemari dan membukanya.
"Untung berkasnya udah aku siapkan kemarin,"gumam Wahyu meraih sebuah map setelah pintu berkas terbuka.
"Sebaiknya aku bawa beberapa setelan jas untuk kerja. Mulai besok aku mau masuk kerja menggantikan Galaksi, kasihan juga kalau waktunya habis dengan urusan kantor dan kuliah,"gumam Wahyu mengambil koper kecil dipojok ruangan dan memasukkan beberapa setelan jas berwarna hitam dan navy.
Setelah dirasa cukup Wahyu menutup kopernya dan juga menutup rapat lemarinya. Lalu meny3ret koper keluar kamar.
"Masih ada eskrimnya, Bik?"
"Baru aja habis, Tuan."
"Yaudah, kalau begitu saya pergi. Bibik jaga rumah baik-baik, perhatikan juga makan Galaksi."
"Siap, Tuan."
"Raksa, ayo kita pergi, Nak,"ajak Wahyu.
"Pelgi ke mall, Pa?"
"Nanti ya, Nak. Papa masih ada sedikit urusan,"ucap Wahyu pelan yang belum bisa dipahami oleh Raksa.
"Ayo, Pa,"ajak Raksa.
"Iya, Nak. Kami pergi, Bik. Assalamualaikum, Bik."
"Waalaikumssalam, Tuan, Aden."
***
Wahyu menyelesaikan semua urusan di KUA dengan cepat dan tanpa merepotkan Nabila yang sedang bekerja. Wahyu tinggal menunggu bukunya dicetak.
"Kita ke mall, Pak,"titah Wahyu.
"Siap, Tuan."
Mobil melaju meninggal area kantor urusan agama menuju mall terdekat. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, mobil memasuki area basemant mall.
"Holee... Aksa main,"seru Raksa yang sudah mulai mengenali tempat tersebut.
"Ayo, Nak. Kita habiskan waktu berdua di mall sampai ibu pulang kerja."
Wahyu menggendong memasuki area mall dan menaiki lift untuk sampai di area bermain anak.
"Pak Wahyu?"panggil seseorang dibelakang Wahyu.
"Clara kamu disini juga? Kamu nggak masuk kantor?"tanya Wahyu yang ternyata Clara yang memanggilnya.
"Clara masuk, Pak. Saya kesini diminta pak Galaksi menemui klien yang lagi makan siang disini."
"Kenapa bukan Galaksi sendiri yang menemuinya?"
"Pak Galaksi sedang ada rapat, Pak. Saya hanya membawa berkas pembatalan kontrak karna pak Galaksi tidak suka dengan sikap tidak profesional ibu Sabrina, Pak."
"Siapa kliennya? Kenapa sampai ada pembatalan kontrak?""
"Namanya ibu Sabrina, Pak. Beliau juga anak dari pemilik perusahaan yang berkerja sama dengan perusahaan kita."
"Apa hebatnya perusahaan mereka sampai kamu yang harus menemuinya ditempat seperti ini?"
"Sebenarnya perusahaan ibu Sabrina sudah menjadi perbincangan para pengusaha lainnya karna sikap tidak profesional yang selalu mengganti jadwal meeting dan janji temu, Pak."
"Bagus, saya dukung jika perusahaan kita membatalkan kerjasama dengan orang seperti itu. Jika dia minta ganti rugi, maka dia juga harus mengganti semua biaya dari proyek yang berjalan."
"Iya, Pak. Akan saya sampaikan jika ada hal seperti itu yang diminta."
__ADS_1
"Bagus, temuilah dia. Saya mau ajak Raksa bermain."
"Siap, Pak. Selamat bersenan-senang dengan Papa baru kamu Raksa,"goda Clara pada Raksa.