Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Penting


__ADS_3

Nabila memeluk anaknya yang masih k3jang.


"Ya Allah, kenapa dengan Raksa?"ucap Nabila menangis karna panik dan khawatir, "Nak, sadar Nak, jangan seperti ini,"ujar Nabila.


Kaisar mengambil boneka yang dipegang Raksa dengan k4sar, lalu dil3mparkannya ke sudut ruangan.


"Dimana Raksa menemukan boneka itu?"tanya Kaisar.


"Di halaman depan, Sar," jawab Clara.


"Kaisar! Lakukan sesuatu, ini Raksa makin lem4s badannya,"pekik Nabila.


"Clara tolong panggil satpam komplek,"pinta Kaisar. Clara segera berlari keluar menuju pos satpam.


"Astagfirullah, badannya kenapa jadi dingin begini,"gumam Kaisar.


"Dingin, tol0ng,"gumam Raksa dengan suara yang sedikit berbeda dari biasanya.


Nabila dan Kaisar saling tatap, "Ayo kita bawa Raksa keluar dari, Mbak. Kita tunggu diruang depan,"ucap Kaisar, kemudian menggendong Raksa.


Nabila terus memeluk anaknya saat sudah berada diruang depan. Kaisar terus membacakan ayat suci untuk Raksa. Tidak lama kemudiam Clara datang bersama dengan pak satpam.


"Astagfirullah, anaknya kenapa, Mbak?"


"Pak, tolong anak saya,"ucap Nabila memohon.


"Saya akan membantu, Mbak. Ini atas seizin Allah swt karna atas izinnya lah anak Mbak bisa sembuh,"ucap pak satpam.


Nabila mengangguk, "Iya, Pak."


"Ada air botol kemanasannya?"tanya pak satpam.


"Ini ada, Pak,"sahut Clara menyod0rkan botol berukuran sedang.


Pak satpam terlihat membaca sesuatu lalu meniup ke dalam botol, "Ini diminumkan sediit demi sedikit. Jangan lupa baca basmalah,"ujar pak Satpam.


"Iya, Pak,"ucap Kaisar, kemudian membantu Raksa untuk meminum air itu, "Bismillahirrahmanirrahim."


Lima menit kemudian, Raksa berhenti dari k3jang-k3jang, tapi tetap menggigil.


"Ini kenapa masih menggigil, Pak?"tanya Nabila.


"Ini nggak apa-apa, Mbak. Sebentar lagi akan normal suhu badannya,"jawab pak satpam.


Nabia tidak menjawab, memilih memeluk anaknya dan menghujani pucuk kepala anaknya dengam c1uman.


"Bagaimana awal mula ini bisa terjadi?"tanya pak satpam pada Clara dan Kaisar.


"Kami tidak tau yang bagaimana, Pak. Saat pertama kali sampai disini, Raksa main sama Clara di depan,"jawab Kaisar.

__ADS_1


"Semua baik-baik aja saat itu, tapi memang Raksa menemukan boneka kayu itu lalu dia mengambilnya dan dibawanya ke dalam rumah,"jawab Clara.


"Setelah itu Raksa tiba-tiba tidak ada didekat kami. Kami temukan dia di dalam kamar menghadap tembok seperti bermain dengan seseorang,"lanjut Kaisar.


Pak satpam menggangguk paham, "Mungkin memang ini akan terjadi karna sekarang sudah petang, rumah ini sudah lama tidak ditinggali oleh pak Herman. Sebaiknya adakan pengajian sebelum menempati rumah ini,"ucapnya.


"Ini tidak akan terjadi lagi kan, Pak?"tanya Nabila.


"InsyaAllah tidak, Mbak. Ini karna rumah ini lama kosong jadi hal wajar jika ada penghuni lain. Tapi jika kita rajin beribadah dan juga mengaji, InsyaAllah mereka akan pergi dengan sendirinya."


"Baiklah, Pak. Kami akan mengadakan pengajian secepatnya sebelum menempati rumah ini,"sahut Nabila.


"Iya, Mbak. Memang sebaiknya seperti itu,"sahut pak satpam.


"Ibu,"rengek Raksa.


"Iya, Nak. Mana yang sakit, Nak?"tanya Nabila cepat.


"Haus, Bu,"jawab Raksa pelan.


"Iya, Nak. Ini di minum,"sahut Nabila memberikan minum pada anaknya.


"Kalau sudah membaik, sebelum magrib sebaiknya dibawa pulang dulu anaknya, Mbak.


"Iya, Pak. Setelah ini kami akan langsung pulang,"jawab Nabila.


"Kaisar? Gendong Raksa, kita pulang sekarang,"pinta Nabila.


"Pak, terimakasih atas bantuannya. Berkat bantuan Bapak anak saya bisa sembuh,"ucap Nabila mengeluarkan beberapa lembar uang merah dari dalam tasnya, "Ini sebagai ucapan terimakasih saya, Pak. Mohon jaga ditolak,"ucap Nabila.


"Sudah saya katakan sebelumnya, Mbak. Ini semua juga atas izin Allah yang membuat anak Mbak sembuh. Saya ikhlas membantu, Mbak,"sahut pak satpam.


"Saya mohon ini diterima, Pak. Ini sebagain ucap syukur saya karna tidak terjadi sesuatu pada anak saya,"ucap Nabila dengan suara seraknya.


Pak satpam menatap pada Kaisar, "Diterima aja, Pak. Itu rejeki anak istri Bapak dirumah,"sahut Kaisar tersenyum.


"Baiklah, Mbak. Saya terima, semoga Mbak sekeluarga selalu dalam lindungan-Nya." pak satpam terharu karna mendapat rejeki tak terduga disaat anaknya sedang membutuhkan uang untuk pembayaran disekolahnya, Terimakasih, Ya Allah."


"Aaminn, terimakasih ya, Pak,"sahut Nabila.


Mereka pulang dalam keadaan yang sedikit kac4u, karna panik mereka tidak lagi memperdulikan penampilan yang berant4kan.


"Saya kok jadi takut sendiri dirumah, Mbak,"gumam Clara.


"Kamu nginep dirumah malam ini, tidur dikamar saya,"ucap Nabila.


"Nggak apa-apa, Mbak?"tanya Clara berbinar.


"Iya. Saya tau kamu pasti juga masih sangat syok dengan kejadian tadi, sama seperti saya. Maaf juga karna kamu ikut jadi ikut merasakan situasi seperti tadi,"ucap Nabila senduh.

__ADS_1


"Jangan minta maaf, Mbak. Ini diluar kendali kita, jadi tidak ada yang perlu disesali,"sahut Clara bijak.


Nabila mengangguk lemah, masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi pada anaknya.


"Jangan terlalu dipikirkan, Mbak. Nggak akan terjadi apa-apa pada Raksa,"ucap Kaisar memberi semangat pada kakaknya.


"Mbak nggak nyangka aja, Raksa bisa mengalami hal seperti ini,"sahut Nabila pelan.


"Ini semua jadi pelajaran untuk kita, Mbak. Dari kejadian ini kita jadi ingat untuk mengadakan pengajian, yang sebelumnya tidak pernah ada dalam rencanan kita selama ini,"ucap Kaisar bijak.


"Iya kamu benar, Sar. Mbak sadar telah melupakan hal yang sangat penting,"jawab Nabila.


"Yasudah, setelah ini kita akan mengadakan pengajian. Jadi jangan khawatir lagi,"ucap Kaisar.


"Kalian sudah pulang?"tanya ibu Ros saat melihat anak-anak dan cucuknya.


"Iya, Bu,"jawab Nabila.


Ibu Ros heran melihat anak-anaknya terlihat kac4u, "Ada apa? Kalian kenapa jadi seperti ini?"tanyanya.


"Clara? Tolong ambil bantal sofa,"ujar Kaisar.


"Ini,"ucap Clara menyerahkan bantal pada Kaisar.


"Tunggu dulu, kenapa dengan Raksa?"tanya ibu Ros.


"Tadi ada kejadian yang kurang baik, Bu,"jawab Clara.


"Kejadian apa?"


"Tadi Kaisar kej4ng-kej4ng, Bu,"sahut Nabila.


"Apa? Gimana bisa kej4ng-kej4ng, sedangkan Raksa tadi baik-baik aja, nggak demam juga kan?"


Nabila mengangguk, "Raksa sehat, Bu. Tapi semenjak menemukan benda dirumah baru, makanya jadi begini. Untung tadi ada pak satpam yang bantu dan mengingatkan."


"Mengingatkan apa?"


"Mengadakan pengajian sebelum menempati rumah itu, Bu,"jawab Nabila.


"Katanya rumah itu sudah lama ditinggal oleh pemiliknya, Bu. Makanya jadi banyak penghuni lain yang datang menempatinya,"sahut Kaisar.


"Tadi Raksa seperti bermain dengan seseorang, Bu,"tambah Clara.


"Astagfirullah... Kasian cucu ibu, pasti ini karna benda yang dipegangnya tadi 'kan?"sahut ibu Ros.


"Kami tidak tahu, Bu. Kejadiannya terjadi begitu cepat,"ucap Nabila.


"Kalian bersih-bersih sana, biar ibu yang jaga Raksa,"pinta ibu Ros.

__ADS_1


"Iya, Bu,"jawab mereka serempak.


Berlalu ke kamar meninggalkan ibu Ros dan Raksa yang berada diruang keluarga. Ibu Ros mengaji di dekat cucunya.


__ADS_2