Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Berhasil


__ADS_3

Di Jakarta. Setelah beberapa jam melakukan presentasi. Nabila berhasil meyakinkan investor untuk bergabung di perusahaan Pramudya Group.


"Terimakasih atas kepercayaannya pada perusahaan kami dan Selamat bergabung di Pramudya Group, Pak," ucap Galaksi tersenyum.


"Sama-sama, Pak Galaksi. Terus terang, saya terkesan dengan presentasi Ibu Nabila, cara penyampaiannya sangat mudah dipahami. Karyawan seperti ini patut dipertahankan, Pak."


Galaksi tersenyum, menatap bangga pada Nabila. Sedangkan Nabila yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah.


"Terimakasih atas pujiannya, Pak," sahut Nabila sopan, saat melihat investor tersebut menatap padanya.


"Sama-sama, Ibu Nabila. Saya rasa, saya akan tetap menamam saham di Pramudya Group jika Ibu Nabila masih bertahan di perusahaan."


"Sekali lagi terimakasih, Pak. Ini semua tidak lepas dari bimbingan Pak Galaksi," jawab Nabila sopan.


"Iya betul. Seorang karyawan yang hebat terlahir dari bosnya yang tidak kalah hebat," puji investor tersebut.


"Silahkan dinikmati hidangannya, Pak," sahut Galaksi saat merasa situasi sudah mulai cair.


"Iya, Pak Galaksi. Terimakasih atas jamuannya."


Mereka menikmati sajian yang sudah tersedia di atas meja. Sesekali mereka selingi dengan percakapan ringan dan candaan.


"Alhamdulillah... Semua berjalan dengan lancar," ucap syukur Nabila dalam hatinya.


Meeting dengan investor selesai dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Nabila kembali ke kantor bersama Galaksi.


"Pertahankan kinerjamu. Setelah ini kamu akan selalu ikut jika ada meeting dengan klien," ucap Galaksi tanpa ekpresi.


"Iya, Pak. Saya akan berusaha yang terbaik untuk perusahaan," jawab Nabila.


"Bagus. Perusahaan memang butuh sekretaris seperti mu," sahut Galaksi puas.


"Terimakasih, Pak."


"Hmmm... Bagaimana dengan perceraian mu? Kata ayah kamu menggugat suamimu?"


"Sedang berjalan, Pak. Besok sidang pertama kasus perceraian saya dan suami," jawab Nabila sungkan.


"Kamu tidak akan menghadirinya?"


"Tidak, Pak. Saya sudah serahkan semuanya ke pengecara saya. Tapi, jika memang ketidakhadiran saya menjadi peluang bagi suami saya, maka saya akan berusaha untuk datang, agar persidangan cepat selesai."


"Iya, itu keputusan yang sangat tepat."


Tiba di kantor di kantor, Nabila berjalan di belakang Galaksi menuju lift yang akan membawa mereka keruangan masing-masing.


"Sisa berkas yang kemarin sudah ada di meja saya?" tanya Galaksi tetap melihat ke depan.


"Sudah, Pak," jawab Nabila.


"Selesaikan pekerjaan yang lain, karna saya yakin di meja kerjamu sudah ada yang menanti," ucap Galaksi.


"Ada apa dengan pak Galaksi? tidak biasa Dia bicara banyak!" ucap batin Nabila.

__ADS_1


"Kamu dengar apa yang saya katakan?" tanya Galaksi dingin.


"Eh... I-iya, Pak. Saya dengar," jawab Nabila gugup.


Ting!


Bunyi lift terbuka.


Nabila dan Galaksi keluar dari lift. Ruangan Galaksi berada di ujung lorong di lantai 6, Sedangkam Nabila ruangannya tidak jauh dari pintu lift.


"Saya permisi, Pak," pamit Nabila, kemudian mendorong pintu ruangannya.


Di dalam ruangan Nabila menghempaskan b0k0ngnyy di meja kerjanya. Lalu menatap tumpukan map yang lagi-lagi menghiasi mejanya.


"Huufff... Oke, semangat Nabila. Semoga bulan ini dapat bonus yang tinggi," gumam Nabila menyemangati dirinya.


Nabila menyibukkan dirinya memeriksa berkas, sesekali menerima telfon yang masuk dan juga mencatat jadwal bos nya.


Nabila berdiri dan memegang buku kecil ditangannya. Dia berjalan keluar ruangannya menuju ruangan Galaksi.


Tok tok tok


"Masuk!" titah Galaksi.


Cklek


"Permisi, Pak. Saya akan membacakan agenda Pak Galaksi hari ini," ucap Nabila sopan.


"Iya, silahkan," pinta Galaksi.


"Baiklah, saya akan menunggu kedatangannya. Apa ada lagi jadwal saya hati ini?"


"Tidak ada, Pak. Tapi 3 hari kedepan Bapak ada meeting di lantai 4 untuk membahas hasil kerjasama kita yang di mulai dari 3 bulan lalu," ucap Nabila.


"Minggu ini jadwal saya cuma itu?"


"Iya, Pak."


"Oke, kerja yang bagus. Saya bisa sedikit lebih santai," ucap Galaksi, "Apa masih banyak berkas yang akan saya tanda tangani hari ini?" tanyanya.


"Tidak, Pak. Berkas untuk hari semua sudah di input dan dikirim, selebihnya bisa besok."


"Baiklah. Anda boleh keluar, saya mau istirahat sebentar. Hubungi saya jika tamunya sudah datang."


"Baik, Pak. Saya permisi dulu, selamat beristirahat."


Nabila keluar dengan perasaan lega, "Enaknya jadi bos, tinggal merintah aja." ucap Nabila dalam hatinya.


Di dalam ruangan, Nabila sedikit bersantai karna semua pekerjaan sudah selesai.


"Jika saya dapat bonus bulan ini, dan saya gabung dengan bulan lalu. Saya bisa membuka usaha kecil-kecilan, tidak apa-apa kecil yang penting bisa membuka lapangan kerja untuk orang yang sedang butuh kerja," gumam Nabila, seraya menatap layar hpnya yang menampilkan isi tabungannya.


"Tapi bisnis apa ya?" gumam Nabila seraya berpikir, "Sebaiknya saya diskusikan dengan Kaisar," lanjutnya.

__ADS_1


Dreet dreet


Panggilan masuk di hp Nabila.


"Pak Geri?" gumam Nabila saat membaca nama sipemanggil.


^^^{Hallo, assalamualaikum, Pak Geri?}^^^


{Waalaikumssalam, ibu Nabila. Saya ingin menyampaikan perkembangan k4sus perceraian ibu Nabila dan pak Samudra.}


^^^{Iya, ada apa, Pak? Apa sidangnya berjalan lancar?}^^^


{Alhamdulillah lancar. Saya ingin mengabarkan jika sidang akan di laksanakan dalam 1 kali pertemuan lagi. Jadwalnya minggu depan, dan bagusnya lagi pak Samudra tidak menghadiri sidang tadi.}


^^^{Alhamdulillah... Semoga pengadilan cepat membuat keputusan, Pak. Saya tidak ingin larut dalam masalah seperti ini. Karna setelah ini saya ingin menuntut tentang k4sus penipuan.}^^^


{Baik, Bu Nabila. Saya akan usahakan sidang selanjutnya yang terakhir dan ibu Nabila akan segera menerima akta cerai.}


^^^{Terimakasih, Pak Geri. Saya percaya pak Geri akan melakukan yang terbaik.}^^^


{Sama-sama, ibu Nabila. Saya tutup dulu telfonnya, saya akan mengabari tentang perkembangan kasus ini.}


^^^{Baiklah. Terimakasih, Pak. Assalamualaikum.}^^^


{Waalaikumssalam.}


Tuut tuut


Panggilan berakhir.


"Alhamdulillah... Semoga mas Samudra tidak mempersulit prosesnya," gumam Nabila.


Nabila melirik jam di tangannya, "Sudah waktunya pulang, sebaiknya saya bersiap-siap. Lebih baik saya yang menunggu Clara dibawa, kasih juga kalo selalu dia yang menunggu," gumam Nabila.


Tiba di lobi terlihat sudah banyak karyawan yang menuju kendaraan masing-masing, ada juga yang menunggu jemputan. Nabila berjalan menuju mobil Clara.


"Mbak Nabila, tumben cepat turun," ucap Clara.


"Kerjaan hari ini tidak terlalu banyak, jadi sedikit santai," jawab Nabila.


"Ooo gitu," sahut Clara, kemudian masuk ke dalam mobil, Nabila menyusulnya.


"Mbak mau mampir dulu kesuatu tempat nggak?"


"Boleh, Cla. Kita mampir sebentar di m1nimark3t, saya mau beli cemilan buat Raksa," jawab Nabila tersenyum.


"Oke, Mbak," sahut Clara semangat.


"Gimana kerjaan hari ini?" tanya Nabila basa-basi.


"Nggak ada yang istimewah, Mbak. Tetap aja angka-angka yang dilihat tiap harinya," sahut Clara.


"Hahaha, sudah jadi resiko itu, Ra."

__ADS_1


Clara cemberut, "Ia sih, Mbak. Terima nasib ajalah," sahutnya.


"Nasibmu baik dapat kerja di kantor besar, ditempat yang ber ac, gaji gede. Lelah itu pasti, tapi jika kerja dengan ikhlas dan di syukuri, InsyaAllah kita akan panen hasilnya suatu hari nanti."


__ADS_2