
"Siapa juga sih yang bisik-bisik,"elak Nabila sambil menyuapi Raksa.
"Tetangga depan, Mbak. Mereka suka bisik-bisik dimeja makan sama suaminya,"ledek Kaisar.
"Sudah hentikan obrolan kalian ini. Lanjutkan makan, kalian,"tegur ibu Ros.
"Iya, Bu,"jawab Nabila dan Kaisar kompak.
Dengan rasa penasaran yang tinggi Nabila makan sambil sekali-kali bergantian menatap Clara dan Kaisar yang seperti sedang bermusuhan.
"Apa, Mas?"tanya Nabila tanpa mengeluarkan suaranya pada sang suami yang menyenggol pelan kakinya.
"Nanti mas cerita deh,"jawab Wahyu tanpa bersuara.
Nabila mengerti dan menaikan jarinya tanda setuju.
***
"Aku mau ke kamar dulu, mau selesaiin kerjaan yang tadi kubawa dari kantor,"pamit Nabila pada keluarganya.
"Iya, Nak,"jawab ibu Ros, sedangkan Clara dan Kaisar hanya mengangguk.
"Aku juga mau balik ke rumah kalau gitu deh. Aku pamit ya, Bu,"pamit Clara begitu melihat Nabila dan keluarga kecilnya menaiki anak tangga.
"Loh? Kamu nggak nginap disini aja, Nak?"
"Lain kali aja deh, Bu. Aku lagi pengen sendiri malam ini,"jawab Clara sambil melirik sin1s pada Kaisar.
"Yaudah, Nak. Ibu tidak mencegah kamu sering-sering nginap disini. Karna disini juga ada anak bujang,"ucap ibu Ros.
"Iya, Bu. Aku pamit, assalamualaikum..."
"Waalaikumssalam, Nak."
***
Semenjak masuk ke dalam kamarnya, Kaisar kadi uring-uringan.
"Ini gara-gara mas Wahyu sih! Jadinya Clara ngambek deh,"gumam Kaisar.
Kaisar rebahan di kasurnya dan membayangkan kisahnya dengan Clara.
"Gimana cara bujuk cewek yang lagi ngambek? Aku kan belum pernah ngalamin hal kayak gini,"gumam Kaisar gusar.
-Flashback-
Karna seringnya Clara dan Kaisar bertemu dan bersama, maka mulai timbul perasaan cinta pada hati masing-masing yang awalnya niat mereka akan tetap disimpan dalam hati.
Namun, karna tidak bisa lagi menahan dan merahasiakan perasaannya. Kaisar nekat menyatakan cintanya pada Clara disuatu hari ketika mereka cuma berdua.
"Ra, kamu ada waktu nggak?"tanya Kaisar salah tingkah.
Clara mengernyitkan keningnya melihat Kaisar yang kentara sekali salah tingkah.
__ADS_1
"Kamu kenapa, Sar?"
"Kamu ada waktu nggak?"
"Yang kamu liat gimana, Sar? Kan dari tadi aku cuma duduk aja di dekat kamu."
Kaisar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aku mau tanya sesuatu sama kamu, Ra!"
"Kalau mau nanya, ya nanya aja, Sar. Kamu kenapa sih? Biasa juga kamu to the point sama aku kan? Kenapa sekarang malah berbelit-belit?"tanya Clara gemes.
Kaisar belum menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Clara, ia malah celingukan melihat situasi rumah.
"Mm... Sebenarnya anu, Ra..."
"Anu apa, Sar?"tanya Clara gregetan.
"Kamu ada pa-pacar nggak, Ra?"
Clara terpaku sejenak mendengar pertanyaan Kaisar. "Kaisar kenapa tiba-tiba nanya kayak gitu ya? Apa dia mau nembak gue?"tanya dan tebak Clara dalam hatinya dan itu membuat wajahnya bersemu.
"Ra? Kamu udah ada pacar ya?"tanya Kaisar dengan nada kecewa.
Clara mendongakkan kepalanya, lalu menggelengkan kepala dengan cepat.
"Aku belum punya pacar, Sar,"jawab Clara pelan.
Wajah Kaisar kembali sumringah, ia menatap ke lantai atas untuk memastikan keberadaan kakaknya dan kakak iparnya.
Clara merasa dihatinya bagai taman bunga yang bermekaran. Ia sejenak terdiam meresapi apa yang baru saja didengarnya .
"Ka-kamu jangan bercanda, Sar,"bantah Clara terbatah-batah.
Kaisar menggelengkan kepalanya. "Aku serius, Ra. Aku tidak akan pernah bercanda masalah perasaan, Ra."
"Ba-bagaimana bisa, Sar?"
"Bagaimana apanya, Ra?"
"Bagaimana bisa kamu mau sama aku? Sedangkan kita kenal baru beberapa bulan."
"Aku tidak butuh waktu lama untuk mengenalmu, Ra. Selama ini kita selalu bertemu, bahkan setiap hari. Entah sejak kapan perasaan ini muncul. Tapi satu yang pasti, aku nyaman berada didekat kamu dan aku ingin selalu ada didekat kamu,"jawab Kaisar panjang lebar.
Clara tergagap, perasaan bahagia membuncah dihatinya. Namun, sebisa mungkin Clara menahan perasaannya. Bagaimana pun ia harus mempertahankan harga dirinya sebagai wanita terhormat dan berpendidikan.
Perasaan akan ditolak berkabut dikepala Kaisar. Ia khawatir perasaannya tidak berbalas karna selama ini sikapnya terlalu b4r-bar pada Clara.
"Tapi yang aku rasa selama ini kamu nggak suka sama aku, Sar. Kamu selalu ngajak aku berdebat,"ucap Clara pelan.
Dan kekhawatiran Kaisar terjadi juga.
"Maafkan aku, Ra. Aku melakukan itu semua agar aku tidak gerogi didekat kamu,"jawab Kaisar pelan.
__ADS_1
Sementara Clara dan Kaisar ngobrol serius mengenai perasaan masing-masing. Ada sepasang mata yang menatap geli dan lucu pada mereka berdua.
"Lucu juga cara Kaisar menyatakan perasaan, tapi nggak modal,"ucap seseorang dibalik tiang yang menjulang tinggi yang mendengar semua obrolan Kaisar dan Clara, "Nggak romantis banget sih, masa' nembak cewek di rumah dan sembunyi-sembunyi gitu,"lanjutnya terkekeh.
Ia lalu berbalik masuk ke dalam kamarnya l, tidak jadi melakukan apa tujuan awalnya keluar kamar.
Clara diam memikirkan jawaban yang tepat untuk Kaisar. "Tapi aku nggak mau lama-lama pacaran, Sar,"ucap Clara pelan.
"Aku ngerti itu, Ra. Aku juga nggak akan menunggu waktu lama untuk langsung melamar kamu. Tapi, tunggu sampai acara resepsi pernikahan mbak Nabila selesai,"sahut Kaisar tegas.
Clara menatap dalam pada mata Kaisar, ia seperti sedang mencari sesuatu didalam sana.
"Percaya sama aku, aku janji setelah acara mbak Nabila selesai. Aku akan langsung ketemu orang tua kamu dan melamarmu secara resmi."
Clara menghela nafas panjang. "Baiklah, Sar. Aku terima kamu jadi pacarku, dan aku tunggu bukti keseriusan mu sama aku,"jawab Clara tegas.
Kaisar sumringah mendengar jawaban dari Clara, wanita yang diidamkannya. Kaisar melompat dan bersorak.
Clara melongo melihat respon Kaisar yang seperti anak kecil mendapat permen.
"Kamu kenapa, Sar?"tanya ibu Ros yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
Kaisar mematung dan kemudian cengengesan. "Heheh... Nggak apa-apa, Bu. Isar cuma happy aja,"jawab Kaisar.
"Happy karna apa? Kamu dapat lotre?"tanya ibu Ros asal.
"Astgafirullah, Bu... Kaisar happy karna mbak Nabila akan mengadakan resepsi pernikahan,"jawab Kaisar mengada-ada membuat ibu Ros menatapnya curiga.
Sementara Clara, ia terkekeh melihat kekonyolan pacar barunya yang belum genap sejam.
"Ibu nggak yakin karna itu kamu sampai lompat-lompat seperti itu,"ucap ibu Ros.
Jadi lah Kaisar salah tingkah mendengar perkataan ibunya.
"Yaudah kalau Ibu nggak percaya. Udah ah, Isar mau ke kamar istirahat."
Kaisar pergi begitu saja tanpa melihat ke arah ibunya dan Clara.
"Kamu kenapa belun tidur, Nak?"tanya ibu Ros pada Clara.
"Tadi aku nonton, Bu. Ini juga baru mau ke kamar Ibu,"jawab Clara tersenyum.
"Yaudah, kamu duluan ke kamar. Ibu mau ke dapur ambil air minum dulu."
"Iya, Bu."
-Flashback off-
Sudah lewat tengah malam, Kaisar belum juga memejamkan matanya. Ia masih memikirkan cara membujuk kekasihnya agar tidak cemburu dan salah paham lagi padanya.
"Aduh... Gimana caranya bujuk Clara? Baru beberapa hari pacaran aja udah ngambek gara-gara mas Wahyu,"gumam Kaisar mengacak-acak rambutnya sampai berantakan.
Kaisar bangkit dari ranjangnya yang sudah tampak acak-acakan sepreinya.
__ADS_1
"Shalat malam aja deh, pasti Allah kasih petunjuk gimana cara bujuk kekasih hatiku,"gumam Kaisar melangkah menuju kamar mandi.