Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Belanja


__ADS_3

Nabila tiba dirumah menjelang magrib, ditangannya penuh dengan plastik belanjaan.


"Assalamualaikum..." Salam Nabila.


"Waalaikumssalam. Mbak udah pulang?"


"Iya, Sar. Tolong ini dibawa ke belakang," jawab Nabila lalu menyerahkan plastik pada Kaisar.


"Mbak abis belanja?" tanya Kaisar melihat isi plastik yang dipegangnya.


"Iya, Mbak belanja bahan makanan," jawab Nabila melangkahkan kaki nya menuju ruang tengah.


"Assalamualaikum, Anak ibu..." salam Nabila pada anaknya yang sedang bermain ditemani neneknya.


"Waalaikumssalam, Ibu," jawab Raksa menc1um punggung tangan ibunya.


"Ibu, nggak bosan tinggal dirumah?" tanya Nabila pada ibunya seraya menc1um punggung tangannya.


"Nggak. Ibu senang, tadi ibu ajak Raksa main di depan. Ibu liat ada taman kecil," jawab ibu Ros.


"Ibu mau menanam bunga?" tanya Nabila.


"Emang boleh, Nak?" tanya ibu Ros antusias.


Nabila tersenyum, " Boleh, Bu."


"Kalau gitu, ibu mau menanam bunga," sahut ibu Ros cepat.


"Nanti kalau Nabila libur, kita cari bunganya ya, Bu?"


"Iya, Nak," jawab ibu Ros tersenyum.


"Sekalian Nabila juga mau cari perlengkapan Raksa. Lemari untuk Raksa nggak ada disini, kursi makannya juga," kata Nabila.


"Iya, ibu juga tadi mau ngusulin itu. Ibu kasian liat Raksa kalau makan meja makannya ketinggian, hehehe," ucap ibu Ros terkekeh.


"Nunggu Mbak Nabila libur, masih ada lima hari kali, Mbak. Keburu tumbuh tinggi badan Raksa baru dibeliin kursi," protes Kaisar.


"Iya juga sih, tapi Mbak nggak bisa lagi izin dari kantor," sahut Nabila.


"Gimana kalau malam ini kita belanjanya, Mbak?" tanya Kaisar, "Mall masih buka jam segini kan?" lanjutnya.


"Masih lah, Sar. Ini Jakarta, jelas lah mall masih buka," sahut Nabila.


"Kaisar benar, Nak. Lebih baik belanja malam ini aja, itu pakaian Raksa juga masih dalam koper, jadi susah ibu kalau nyariin bajunya," sahut ibu Ros.


Nabila mengabaikan rasa lelahmya kerja seharian di kantor demi memenuhi kebutuhan anaknya.


"Kita siap-siap sekarang, Nabila juga mau mandi dulu," ucap Nabila, "Raksa biar aku yang siapin, Bu," lanjutnya.


Nabila menggendong anaknya menaiki tangga yang akan mengantarkannya menuju kamarnya.


"Ayo, Sayang. Kita ganti baju, kita mau jalan-jalan," ucap Nabila pada anaknya.


"Jayan-jayan, Bu? Di mana?" tanya Raksa.


"Iya, Sayang. Kita jalan-jalan di mall, mau beliin Raksa mainan," jawab Nabila lembut.


"Beli mainan? Holeee..." sorak Raksa bahagia.


****

__ADS_1


"Kita tunggu di depan taksi online nya, bentar lagi sampai," ucap Nabila.


"Kapan Mbak pesan taksinya?"


"Tadi, sebelum keluar kamar," jawab Nabila, "Kaisar, pintunya jangan lupa dikunci," pinta Nabila yang sedang menggendong Raksa.


"Stroller Raksa nggak dibawa?" tanya ibu Ros.


"Ibu nggak ambil tadi?"


"Ibu pikir kamu yang ambil," jawab ibu Ros.


"Kaisar sebelum dikunci ambilin stroller Raksa di dalam," pinta Nabila.


Tanpa menjawab, Kaisar masuk ke dalam rumah dan tidak lama kemudian keluar dengan stroller ditangannya yang sudah dilipat.


Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat depan rumah.


"Kayaknya ini taksinya," gumam Nabila mencoba mencocokkan plat yang muncul dilayar hpnya dan dimobil.


"Dengan Ibu Nabila Maharani?" tanya supir dari dalam mobil.


"Iya, Pak. Saya Nabila Maharani," jawab Nabila ramah.


"Silahkan masuk, Bu," ucap supir.


Nabila dan keluarganya masuk, Kaisar duduk disamping supir.


"Sesuai yang diaplikasi ya, Mbak?" tanya supir memastikan.


"Iya, Pak."


***


"Kita ke store pakaian anak dulu, ya? Nabila perhatiin baju Raksa udah kekecilan semua," ucap Nabila.


"Iya, Nak. Namanya anak-anaknya masa pertumbuhannya cepat, jadi kalau mau beli bajunya yang agak besar lah sedikit," ucap ibu Ros.


Andalan para nenek, beliin baju cucunya yang agak besar dan longgar supaya bisa lama dipake. Kalau bisa dipake sampe 3 tahun kedepan.


Kaisar mendorong stroller Raksa mengikuti langkah kaki dua wanita didepannya yang berjalan tanpa lelah, dari satu toko ke toko lainnya.


Tempat terakhir yang dikunjungi yaitu toko furnitur. Nabila dan ibu Ros keliling mencari lemari dan ranjang anak.


"Bu, ranjang yang ini bagus nggak?" tanya Nabila seraya memegang ranjang yang modelnya seperti punya anak dari sultan andara tapi yang ini versi lebih murahnya.


"Iya, ini bagus, bisa sekalian buat main Raksa," jawab ibu Ros.


"Kita ambil yang ini satu ya, Mbak!" ucap Nabila pada wanita yang melayani mereka.


"Mau yang warna apa, Bu?" tanyanya.


"Warna putih, ada?"


"Ada, Bu."


"Saya mau yang putih aja," ucap Nabila ramah.


"Baik, kami catat ya, Bu."


"Iya, saya juga mau liat lemari anaknya," ucap Nabila.

__ADS_1


"Lemari anaknya ada disebelah sana, Bu. Mari, saya antar."


Nabila dan ibu Ros keliling mencari lemari. Sampai pilihannya jatuh pada lemari yang berwarna putih senada dengan ranjangnya.


Setelah melakukan pembayaran dan menuliskan alamat rumah, Nabila mengajak keluarganya menuju restoran yang ada di mall.


"Astagfirullah... Udah jam 9 malam, kita belum makan," ucap Nabila.


"Kebiasaan perempuan kalau lagi belanja suka lupa waktu," gerutu Kaisar.


"Kita bukan lupa waktu, tapi lebih ke mempersingkat waktu," sanggah Nabila.


"Apanya yang dipersingkat," protes Kaisar.


"Stop ngomelnya, kita udah sampai," ucap Nabila saat sudah berada didepan restoran.


"Nak, makanan disini pasti mahal-mahal. Kita cari tempat yang murah aja ya?"


"Ibu nggak usah khawatir, kalau untuk makan sekali-kali di restoran seperti ini Nabila ada kok, Bu," ucap Nabila menenangkan ibunya.


"Kaisar yang bayar, Bu. Selama Kaisar pulang sampai ikut ke Jakarta uang Kaisar belum keluar sama sekali, jadi kali ini Kaisar yang bayarin," sahut Kaisar.


"Nah, itu anak laki Ibu juga punya. Jadi, ayo kita ke dalam."


Ibu Ros terharu melihat anak-anaknya yang selalu berusaha membahagiakannya.


"Baiklah, ibu nurut apa kata anak-anak ibu," jawab ibu Ros tersenyum.


Mereka masuk restoran dan mencari meja yang kosong.


"Di sebalah ada yang kosong," ucap Nabila menunjuk meja kosong.


"Ayo, Bu." ajak Kaisar pada ibunya.


Seorang pelayan datang membawa menu dan mencatat pesana Nabila sekeluarga. Setelah pelayan pergi, Nabila mengajak anaknya bercanda.


Ting!


Bunyi notifikasi pesan masuk di hp Nabila. Serega Nabila membukanya dan membaca isinya pesannya.


"Pak Ikhsan?" gumam Nabila melihat nama pengirim pesan.


Isi pesan :


[Besok pagi ibu Nabila harus menemani pak Galaksi meeting diluar dengan investor dari luar negeri. Materinya sudah saya kirim melalui ema1l.]


Nabila segera membalas pesan tersebut.


[Iya, Pak. Saya akan mempelajari materinya,] balas Nabila.


Pesan terkirim!


"Siapa, Mbak?" tanya Kaisar kepo.


Nabila memasukkan hpnya kedalam tas setelah muncul notifikasi terkirim, "Aspri pak Galaksi," jawab Nabila singkat.


"Loh, Nabila? Kalian makan disini juga?" tanya seseorang secara tiba-tiba.


"Eh... Pak Wahyu. Lagi belanja kebutuhan Raksa sekalian malam disini, Pak," jawab Nabila bangkit dari duduk.


"Ooo gitu... Kamu duduk aja, saya ada janji dengan teman saya yang ada disana," ucap Wahyu seraya menunjuk temannya yang duduk 3 meja jaraknya dibelakang Nabila, "Saya kesana dulu, Mari..." pamit Wahyu.

__ADS_1


"Silahkan, Pak," jawab Nabila.


__ADS_2