
Nabila melihat Clara yang masih sibuk dengan laptop yang ada didepannya.
"Khmm..." Nabila berdehem.
Clara mendongak, "Eh, Mbak Nabila. Hehehe," sapanya cengengesan.
"Waktunya makan siang," ucap Nabila mengingatkan.
"Tumben, Mbak Nabila ingat waktu," ucap Clara terkekeh.
"Pekerjaanku hari ini tidak begitu banyak, jadi bisa lebih santai."
"Ooo gitu. kita makan di restoran depan aja ya, Mbak?"
"Iya, saya ikut kamu aja."
Sampai di restoran mereka memesan makanan yang diinginkan.
"Clar? Kamu ada rekomendasi toko kain yang lengkap, kualitas bagus dan harganya terjangkau?"
"Toko kain? Kain buat apa, Mbak?"
"Saya mau buka usaha, Clar."
"Usaha apa, Mbak?"
"Saya mau buat usaha pakaian, desainnya saya yang buat sendiri terus dijahitin sama orang-orang yang mau kerja sama saya," ucap Nabila.
"Waah bagus tuh, Mbak. Mbak Nabila hebat bisa kepikiran buat usaha sendiri," puji Clara.
"Saya cuma mencari agar gaji dari kantor nggak habis begitu aja, setidaknya dengan adanya usaha kecil-kecilan ini bisa jadi investisasi buat masa depan yang lebih baik lagi, karna kita juga tidak mungkin akan selamanya kerja di kantor."
"Mbak Nabila bener, apalagi beberapa tahun kedepan akan lebih banyak lagi lulusan terbaik yang butuh kesempatan untuk mempraktekan ilmu yang selama ini dipelajarinya."
"Permisi, makanan datang!" ucap seorang pelayan menata makanan di atas meja.
"Kita lanjutin pembicaraan kita setelah pulang, Clar."
"Iya, Mbak. Sekarang waktunya memberi makan c4cing diperut," sahut Clara terkekeh.
Nabila dan Clara kembali ke kantor setelah menyelesaikan makan siang mereka.
Beberapa jam berlalu, jam pulang kantor telah tiba. Nabila dan Clara bertemu di loby kantor.
"Eh, Mbak Nabila. Kita pulang sekarang?"
"Ayo, Clar."
"Mbak? gimana kalau sekarang aja kita ke toko kainnya?"
"Emang jam segini masih ada yang buka?"
"Masih lah, Mbak. Toko-toko di sini rata-rata tutupnya jam 10 malam. Jadi tentu masih ada yang buka," sahut Clara memasang seatbell.
"Yaudah, kita kesana sekarang. Rencananya sih nunggu hari libur, tapi karna kamu udah ngajakin jadi let's go aja," ucap Nabila terkekeh.
"Oke, kita let's go... Bismillah," sahut Clara semangat.
Clara mengemudikan mobilnya dengan santai, mereka menuju toko kain yang pertama.
__ADS_1
"Tokonya bukan dalam mall, Clar?"
"Nggak, Mbak. Ada toko kain yang besar di dekat kantor, kita kesana dulu."
Clara membelokkan mobil memasuki area parkir.
"Kita udah sampai, Mbak."
"Dekat ternyata ya, Clar. Kok aku nggak pernah merhatiin ada toko ini dekat kantor," ucap Nabila celingukan.
"Emang biasa gitu sih, Mbak. Kadang pulang kantor males merhatiin bangunan sepanjang jalan, yang ada dipikiran gimana caranya agar cepat sampai dirumah," sahut Clara terkekeh.
"Iya bener banget kamu, Clar. Yaudah yuk, kita masuk."
Mereka memasuki toko dan disambut dengan karyawan toko yang ramah-ramah.
"Selamat datang di toko kami... Mbak cari kain yang seperti apa?"
"Saya mau cari bahan kain yang cocok buat dijadikan gamis, Mbak," jawab Nabila.
"Kainnya ada disebelah sana, Mbak. Ada beberapa pilihan. Mari, silahkan saya antar ke sana."
Nabila dan Clara mengikuti karyawan tersebut yang menuju deretan kain yang berada paling belakang.
"Ini dia, Mbak. Ini bahannya sangat cocok untuk gamis," ucapnya seraya menunjukan gulungan kain berwarna peach dengan bahan yang crincle.
Nabila memeriksa bahan kain itu, " Iya, bahannya adem banget ini kalau dipake dan yanga paling penting tidak menerawan. Ada warna lainnya nggak, Mbak?"
"Ada, Mbak. Ada warna grey, green deep, hitam."
"Ini per 1 roll nya berapa meter, Mbak?" tanya Nabila.
"Harga per 1 roll nya ini berapa, Mbak?"
"Kalau Mbak mau beli 1 roll kita kasi harga 1.2 jt, Mbak. Tapi kalau Mbak beli beberapa roll kami kasi diskon buat, Mbaknya."
"Saya mau ambil beberapa, Mbak," jawab Nabila cepat.
"Mau ambil berapa, Mbak?"
"Saya mau ambil warna green deep nya 1, hitam 1, peach nya 1," ucap Nabila.
"Baik, Mbak. Akan kami siapkan barangnya."
"Maaf, Mbak. Apa masih ada bahan yang lainnya? Saya mau lihat dong," ucap Nabila.
"Ada, Mbak. Ini dibelakang Mbak ada bahan rayon premium."
Nabila memegang kain rayon tersebut, "Bahannya lembut, tidak menerawang, warnanya juga cantik."
"Ini warna Hijau mint, Mbak."
"Saya mau yang ini, Mbak. Harganya berapa?"
"Ini di beli permeter atau sama yang sebelumnya, Mbak?"
"1 roll, Mbak. Ada warna lainnya?"
"Ada, Mbak. Ada moca, Dusty pink, coksu, Bata, dan hitam."
__ADS_1
"Saya mau warna bata, moca dan hitam, harganya berapa?" ucap Nabila seraya menunjuk warna yang dipilihnya.
"1.1 Mbak."
"Oke, Mbak. Dibungkus aja."
"Baik, Mbak. Kami akan satukan dengan kain yang tadi. Mbak, juga dapat diskon dari toko kami karna pembelian yang banyak, silahkan lakukan pembayaran di kasir, Mbak." karyawan tersebut mengarahkan Nabila ke kasir.
"Berapa semuanya, Mbak?" tanya Nabila pada bagian kasir.
"Totalnya 6.9 jt, Mbak. Tapi Mbak dapat diskon jadi total yang dibayarkan 6.2 jt aja," ucap kasirnya ramah.
"Ooia, Mbak."
"Pembayarannya mau cas atau transfer, Mbak?"
"Transfer aja ya, Mbak?"
"Silahkan, Mbak. Ini nomor rek.nya." jawabnya lalu menunjukkan deretan angka.
Nabila dengan cepat mencatat angka tersebut kemudian mentransfer sesuai jumlah yang disebutkan tadi.
"Sudah masuk ya, Mbak. Silahkan di cek dulu," ucap Nabila.
"Iya sudah masuk, Mbak," ucapnya saat selesai melihat m-bank1ngnya, "Barangnya akan kami kirim besok, jadi silahkan tulis alamatnya di kertas ini, Mbak."
Nabila menulis alamat rumahnya di kertas tersebut. Setelah selesai Nabila mengajak Clara meninggalkan toko tersebut.
"Kamu tahu dimana toko yang menjual mesin jahit?" tanya Nabila pada Clara.
"Dekat sini juga ada, Mbak. Disini itu bagusnya toko-toko seperti itu berdekatan jadi nggak susah nyarinya," jawab Clara.
"Kamu bisa anterin saya kesana?"
"Bisa banget, Mbak."
"Maaf ya. Mbak jadi banyak ngerepotin kamu, Clar."
"Apasih, Mbak. Aku nggak merasa direpotin sama sekali," sahut Clara.
"Setelah dapat mesin jahitnya kita langsung pulang," ucap Nabila.
"Iya, Mbak. Ini kita udah sampai," sahut Clara.
Nabila dan Clara masuk ke dalam toko, dan Nabila di tunjukkan beberapa mesin jahit modern.
"Saya mau 2 mesin jahitnya, dan untuk mesin jahit obrasnya 1 aja," ucap Nabila pada karyawan toko.
Segera karyawan toko tersebut mencatat pesanan Nabila. Dan akan mengirimkan besok pagi ke alamat yang di tulis Nabila.
Urusan mesin jahit sudah selesai. Nabila dan Clara dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Clar, makan malam di rumah aja. Ibu masak banyak malam ini," ucap Nabila.
"Kok Mbak Nabila tahu kalau ibu masak banyak?"
"Saya tadi chat Kaisar buat minta tolong ke ibu masak banyak," jawab Nabila.
"Oo gitu. Oke kalau gitu, Mbak. Makan gratis siapa yang bisa nolak," ucap Clara terkekeh.
__ADS_1