Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Pertengkaran


__ADS_3

Setelah Nabila mulai tenang, Ibu Ros memapah Nabila masuk kerumahnya yang sangat terlihat berantakan, dibelakangnya oak Wahyu dan Kaisar menyusul.


"Astagfirullah," ucap Kaisar beristigfar saat melihat rumah kakaknya menjadi sangat berantakan. Kaisar memilih membereskan kekacauan yang terjadi didalam rumah.


"Gimana mba Nabila bu?" tanya Kaisar saat ibunya keluar dari dalam kamar pribadi Nabila dan Samudra.


"Mba mu tidur," bisik ibu Ros dan Kaisar paham.


"Mmm, maaf sebelumnya bapak siapa ya?" tanya Ibu Ros pada pak Wahyu.


"Khm. Perkenalkan saya Wahyu Pramudya. Saya yang punya perusahaan tempat Nabila kerja," jawab pak Wahyu menjelaskan siapa dirinya.


"Mm maaf pak Wahyu, kenapa bisa mba Nabila pulang bersama pak Wahyu?" tanya Kaisar berhati-hati.


"Begini mas, bu. Tadi Nabila sempat mengalami sesak nafas saat mengetahui kabar ini dan kebetulan saya berada disana jadi saya membawa Nabila kerumah sakit, tapi karna Nabila sangat ingin pulang jadi saya berinisiatif mengantarkannya karna takut terjadi sesuatu," ucap pak Wahyu.


"Jadi Nabila mengalami sesak nafas? Pantas saja dia terlihat sangat pucat. Terimakasih atas bantuan pak Wahyu sampai bapak kau repot-repot mengantar Nabila kemari," ucap ibu Ros.


"Tidak apa-pa bu, itu sudah menjadi kewajiban saya karna Nabila bekerja diperusahaan saya."


"Sekali lagi terimakasih pak," ucap bu Ros.


"Kaisar antar pak Wahyu istirahat dikamar tamu nak," ucap ibu Ros.


"Iya bu, mari pak saya antar kekamar."


Malam berlalu begitu cepat, Nabila yang memang masih kurang fit bisa tidur dengan nyenyak. Nabila bangu dari tidurnya dengan sedikit terhuyung mencari keberadaan tasnya.


"Dimana tasku?" gumam Nabila celingukan.


Matanya menangkap barang yang dicarinya berada diatas meja dalam kamarnya. Perlahan Nabila berjalan untuk mengambil tasnya.


"Nah dapat," gumam Nabila membuka tasnya dan mencari hpnya.


Nabila melihat pesan dari nomor baru, dengan gemetar dia membuka pesan itu.


"Raksaaa," Pekik Nabila saat membuka pesan dari nomor baru muncul video anaknya yang sedang menangis mencarinya.


Kaisar, pak Wahyu dan Ibu yang sedang berkumpul diruang tv segera berlari saat mendengar suara pekikan Nabila.


"Nabila ada apa nak?" tanya ibu cepat.


"Ibu. Anakku nangis bu, dia mencariku bu," jawab Nabila bergetar.


"Sabar nak. Kita cari solusi bagaimana cara menemukan Raksa," ucap ibu Ros menenangkan Nabila.

__ADS_1


"Bawa kembali anaku bu." Nabila menolah kearah Kaisar dan pak Wahyu. "Isar, bawa kembali anak mba. Mba mohoon," ucap Nabila memohon.


Kaisar mendekat dan memeluk kakaknya. "Iya mba. Isar janji akan membawa Raksa kembali mba," ucap Kaisar tegar.


"Mba, mohoon bawa anakku kembali. Hiks Hiks," ucap Nabila.


"Mmm. Maaf mengganggu, bisa saya liat ponselmu Nabila?" ucap pak Wahyu hati-hati.


Kaisar melepaskan pelukannya. "Iya mba, berikan saja hpnya, biar pak Wahyu periksa."


Nabila menurut, menyerahkan ponselnya yang masih menampilkan rekaman Raksa menangis.


"Kenapa dalam video ini cuma anak Nabila saja? Bukannya suami Nabila juga diculik?" gumam pak Wahyu.


"Dan apa ini? Mereka minta tebusan 300jt?" gumam pak Wahyu.


"Sebaiknya kita lapor kepolisi, ini sudah masuk dalam tindak pidana. Penculikan dan meminta tebusan," ucap pak Wahyu.


"Tapi pak. Disini ada pesan peringatan kita tidak bisa melapor kepolisi," ucap Kaisar.


"Iya kamu benar. Salah sedikit bisa bahaya," jawab pak Wahyu setelah berpikir.


Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Sampai akhirnya mereka mendengar suara seseorang membuka pintu utama. Mereka keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Mas Sam?" pekik Nabila saat melihat suami masuk dengan keadaan babak belur.


"Nanti mas jelasin. Mas mau ngobatin luka mas dulu," jawab Samudra meringis.


"Isar ambil kotak 0bat," titah ibu Ros pada Kaisar.


"Iya bu," jawab Kaisar kemudian berlalu kedalam untuk mengambil kotak 0bat.


Samudra duduk diruang tamu dan sedang diobati oleh ibu Ros. Sedangkan Nabila berdiri mematung menatap suaminya dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Jelaskan sekarang mas, kenapa kamu pulang sendiri? Mana anakku?" tanya Nabila setelah melihat ibu Ros membereskan kotak 0bat.


"Ssshhtt, mas kabur saat penjagaan lengah. Mas tidak punya banyak waktu untuk sekedar mencari Raksa," jawab Samudra meringis.


"Apa kamu bilang mas? Tidak punya waktu sekedar mencari Raksa? Kamu tega ninggalin anak aku sendiri dengan orang-orang yang tidak dikenalnya mas," geram Nabila.


"Raksa juga anakku Nabila. Tapi mas yakin Raksa akan baik-baik saja disana," jawab Samudra mulai terlihat santai.


"Ini semua salahmu mas. Seandainya kamu tidak membawa Raksa pergi dari rumah ibu ini tidak terjadi," pekik Nabila.


"Ini musibah Nabila. Lagian aku juga rindu dengan anakku aku ingin tidur dengan anakku " balas Samudra.

__ADS_1


"Kenapa baru sekarang mas? Kamu selama ini selalu abai sama anakku. Kamu tidak pernah peduli padanya, seorang ayah akan mempertaruhkan ny4w4nya agar bisa kembali pulang dengan anaknya tapi kamu tidak!" teriak Nabila.


"Aku sayang Raksa, aku juga sayang kamu, kalian belahan jiw4ku. bukan cuma kamu yang khawatir dengan kondisi Raksa saat ini tapi aku juga khawatir," pekik Samudra.


"Belahan jiw4? Kamu bohong mas. Bahkan kamu berbohong tentang keluargamu. Kamu berbohong tentang cafe itu," ucap Nabila tesenyum sinis.


"Apa maksud kamu Nabila?" tanya Samudra panik.


"Aku sudah tau semuanya mas. kamu masih punya keluarga, orangtua dan adik. dan cafe bukan milikmu kan mas?" Nabila mengeluarkan semua unek-unek yang selama hampir sebulan disimpannya sendiri.


"Apa maksudmu nak? Keluarga Samudra masih lengkap?" tanya ibu Ros penasaran.


"Iya bu. Selama ini mas Sam membohongi kita semua mengaku anak yatimpiatu tanpa sanak saudara dan adik. Tapi keluarga mas Sam masih lengkap dan bahkan ada dikota ini bu," jawab Nabila tanpa mengalihkan pandangannya dari Samudra.


"Jadi selama ini kamu membohongi kakak saya?" tanya Kaisar geram menarik kerah baju kakak iparnya.


"Kaisar jangan bertindak gegabah," ucap pak Wahyu berusah menahan Kaisar.


"Dia harus diberi pelajaran. 4 tahun kamu membohongi kakakku," ucap Kaisar geram menatap tajam Samudra.


"Mas tidak bermaksud membohongi kamu sayang, hubungan kita tidak direstui oleh keluargaku tapi karna mas tidak mau kehilangan kamu makanya mas melakukan semua ini." Samudra berusaha meyakinkan Nabila.


"Kamu tahu mas, selama ini saya tidak pernah mempermasalahkan nafkah 1 jt dari kamu yang saya tau kamu owner cafe yang pendapatannya tiap bulan sangat tinggi. karna saya berfikir mungkin kamu menabung untuk memperbesar bisnis kamu. Tapi setelah saya tau semuanya ternyata sebagian besar gaji kamu gunakan buat foya-foya untuk keluargamu bahkan uang tabungan Raksa kamu gunakan untuk pesta ulangtahun ibumu," pekik Nabila yang mulai tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Uang itu hasil kerja kerasku selama bertahun-tahun untuk mas depan anakku mas. Tapi kamu dan keluargamu yang tidak tau diri itu menghabiskannya dalam waktu satu malam aaahhhh," teriak Nabila.


"Dasar keluarga tidak tau malu kalian," pekik Nabila.


Samudra maju kearah Nabila.


plak


Tamparan keras mendarat dipipi mulus Nabila.


"Kamu?" ucap Nabila kaget.


"Samudraaa," pekik Kaisar ingin mendekati Samudra tapi ditahan oleh pak Wahyu.


"Lepasin saya pak. Saya mau h4j4r dia," ucap Kaisar berontak.


Nabila tersenyum sinis "Jangan-jangan penculikan ini kamu yang rancang mas?" tebak Nabila secara tiba-tiba.


"Jangan gila kamu, buat apa saya menculik anak saya sendiri? Haaa?" pekik Samudra.


"Saya men4mp4r kamu karna kamu jurang ajar menghina keluarga saya tidak tau diri. Saat saya dihina olehmu saya tidak keberatan tapi kamu sudah keterlaluan membawa-bawa keluarga saya," ucap Samudra dingin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2