Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Sah?


__ADS_3

Senyum merekah ibu Ros tampilkan untuk menyambut tamunya.


"Assalamualaikum, Bu,"salam Wahyu diikuti oleh rombongannya.


"Waalaikumssalam, Nak,"jawab ibu Ros juga diikuti oleh orang-orang yang menyambut keluarga pria.


"Selamat datang Nak Wahyu dan rombongan, silahkan masuk,"sapa ibu Ros ramah.


"Terima kasih, Bu,"jawab Wahyu ramah.


"Silahkan masuk, Pak Galaksi,"ucap Kaisar pada atasan.


"Jangan formal begitu jika diluar kantor,"sahut Galaksi.


Rombongan Wahyu memasuki rumah Nabila dan langsung menuju ruang keluarga tempat diadakannya acara sederhana tersebut.


Ibu Ros dan Kaisar menyambut satu persatu tamunya, rombongan dari calon pengantin pria.


"Pak Gerry datang juga ternyata, silahkan masuk, Pak,"sapa ibu Ros pada Gerry.


"Iya, Bu. Begitu dapat kabar dari Pak Wahyu saya langsung memboyong keluarga ke Jakarta,"sahut Gerry terkekeh.


Setelah menyapa dan menyambut tamu-tamunya, ibu Ros ikut duduk bergabung dengan yang lainnya.


"Bisa dimulai sekarang?"tanya Galaksi.


"Iya silahkan dimulai,"jawab Kaisar.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..."salam Galaksi.


"Waalaikumssalam warahmatullahi wabarakatuh..."jawab serempak semua orang.


Galaksi menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan nikmat kepada kita semua. Sehingga pada sore yang cerah ink kita bisa bertemu, berkumpul dan bersilaturahmi dalam keadaan sehat wal'afiat.


Selamat sore Ibu dan Bapak serta segenap keluarga yang kami hormati. Terima kasih kami ucapkan karna telah berkenan menerima kami sekeluarga dengan baik.


Saya selaku anak yang akan mewakili Papa saya untuk menyampaikan niat baiknya. Maka izinkanlah saya untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami kemari yaitu untuk melamar Ibu Nabila Maharani untuk Papa saya jika belum ada laki-laki lain yang datang melamar."


Kaisar mengangguk, lalu menghela nafas panjang.


"Bismillah... Dengan mengucap syukur Alhamdulillah kami menghaturkan selamat datang di kediaman kami, kediaman Ibu Ros. Semoga Allah SWT meridho’i silaturrahim kita pada sore hari ini.


Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya selaku wali dari mempelai wanita yang menggantikan alm. ayah kami. Dan keluarga besar menyampaikan rasa terima kasih atas apa yang diutarakan oleh orang tua atau wakil dari mempelai pria yaitu Mas Wahyu yang telah kita dengar bersama yang telah disampaikan secara jelas dan gamblang tentang maksud dan tujuan kehadiran Mas Wahyu dan rombongan.


Pertama, kami mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukur atas berkenan-nya Mas Wahyu hadir untuk bersilaturahmi dikediaman kami.


Yang kedua, terkait dengan maksud dan tujuan dari Mas Wahyu dan keluarga besar untuk menanyakan apakah mempelai wanita yang bernama Nabila Maharani sudah ada yang melamar atau meminang atau belum, ini yang bisa menjawab adalah mempelai wanita sendiri.

__ADS_1


Untuk itu beri kami kesempatan untuk memanggil dan menjemput mempelai wanita dikamarnya."


Kaisar begitu gugup mengucapkan kalimat yang begitu panjang dan bermakna. Sementara itu, Clara yang melihat kode dari Kaisar langsung beranjak dari duduknya dan menuju kamar Nabila di lantai dua.


Tidak lama kemudian, Clara keluar dengan menuntun Nabila keluar kamar secara pelan. Nabila duduk diantara ibu dan adiknya.


"Setelah kita sama-sama mendengar jawaban dari Mbak Nabila Maharani bahwa beliau sampai hari ini belum ada laki-laki laim yang melamarnya, maka selanjutnya kita tanyakan langsung kepada Mbak Nabila Maharani apakah bersedia dan mau dilamar oleh Mas Wahyu yang selama ini sudah akrab dengan Mbak Nabila?"ucap dan tanya Kaisar.


Suasana menjadi tegang menunggu jawaban dari Nabila. Wahyu sudah dibuat panas dingin ketika pertama kali melihat Nabila yang memakai kebaya putih, lengkap dengan riasannya.


"Bismiillah dengan menyebut nama Allah dan atas izin-Nya, aku menerima lamaran dari Mas Wahyu,"jawab Nabila pelan, namun begitu berkesan bagi Wahyu.


"Alhamdulillah..."ucap syukur semua orang.


"Alhamdulillah..."ucap Wahyu dalam hati.


"Maaf, saya hampir lupa... Pada acara sore hari ini, saya juga ingin menyampaikan setelah proses lamaran selesai, maka akan lagsung diadakan prosesi akad nikah yang sebelumnya telah direncanakan kedua belah pihak,"ucap Galaksi.


"Terima kasih sudah mengingatkan, kami sudah menyiapkan semuanya. Maka prosesi akad nikah bisa segera dilangsungkan,"jawab Kaisar.


"Bagaimana, Pak Penghulu? Bisa dilakukan sekarang?"tanya Galaksi.


"Bisa, Pak."


"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai prosesi akad nikahnya,"ucap Kaisar.


"InsyaAllah, saya siap, Pak,"jawab Wahyu.


"Bismillah, saya siap, Pak,"jawab Nabila.


"Baiklah. Untuk wali nikahnya diwakili atau ada wali nasab?"


"Saya adik kandung dari Mbak Nabila, Pak. Kami satu nasab, dan saya yang akan menjadi wali nikahnya,"jawab Kaisar.


Ibu Ros menitikkan air matanya ketika melihat proses lamaran dari anak perempuannya tanpa kehadiran sang suami atau ayah kandung dari Nabila.


"Mbak Nabila silahkan duduk disamping calon suami,"titah pak penghulu.


Dengan pelan Nabila berpindah posisi duduk.


"Masnya jabat tangan mempelai pria,"titah pak penghulu.


Kaisar terperangah ketika membaca mahar yang diberikan untuk kakak perempuannya.


"Kenapa, Mas?"tanya pak penghulu.


"Eh tidak apa-apa, Pak."


"Silahkan dimulai."

__ADS_1


"Bismillah... Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Wahyu Pramudiya bin Pramudiya dengan Kakak saya yang bernama Nabila Maharani binti Cahyono dengan mas kawinnya berupa uang sebesar 500rb USD dan satu set berlian, tunai."


Kaisar bergetar ketika mengucapkan ikrar akad untuk sang kakak.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nabila Maharani binti Cahyono dengan mahar yang telah disebutkan, dibayar tunai..."


Dengan sekali tarikan nafas, Wahyu berhasil menjawab ikrar akad untuk Nabila.


"Bagaimana para saksi, sah?"tanya pak pengulu.


"Sah..."jawab para saksi kompak.


"Alhamdulillah..." Semua orang kompak mengucap syukur. Pak penggulu membaca doa untuk pengantin baru.


Kini resmi Nabila dan Wahyu menjadi sepasang suami istri menurut pandangan islam yang hukumnya sah karna telah memenuhi syarat dan rukun nikah.


"Sekarang untuk suami silahkan cium kening istri dan bacakan doa."


Wahyu melakukan apa yang dikatakan oleh pak penghulu. Bergetar tangan Wahyu ketika tangannha menyentuh kepala Nabila dan kemudian ka menc1um kening sang istri.


"Giliran istri untuk menc1um tanga suami."


Air mata Nabila jatuh tepat mengenai tangan suaminya. Ia begitu terharu setelah kembalo resmi menjadi seorang istri.


"Sekarang waktunya tukar cincing nikah,"ucap pak penghulu.


Setelah semua proses acara selesai, tiba waktunya para tamu undangan untuk menikmati hidangan yang disiapkan oleh keluarga Nabila.


"Mbak Nabila, ini seserahannya taruh dimana ya?"tanya Salma.


"Bawa ke kamar aja, Bu. Kamarnya tidak dikunci kok,"jawab Nabila.


"Baik, Mbak. Kalau begitu saya dan yang lain bawa semua seserahan ke kamar Mbak Nabila."


"Terima kasih ya, Bu."


"Iya, Mbak."


Semua menjadi berbaur satu sama lain, mereka saling berkenalan.


"Mbak Nabila, selamat menempuh hidup baru dengan Pak Wahyu. Semoga pernikahan kalian selalu dilimpahi kebahagiaan,"ucap Gerry.


"Terima kasih atas doanya, Pak Gerry,"jawab Wahyu.


"Terima kasih untuk doa dan atas kehadirannya diacara kami, Pak,"sahut Nabila.


"Sama-sama, Pak Wahyu dan Mbak Nabila. Saya senang akhirnya kalian dipersatukan dengan tali pernikahan."


Begitu banyak doa yang mengalir untuk pasangan pengantin baru.

__ADS_1


__ADS_2