Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Siapa?


__ADS_3

Setelah shalat dzuhur diruangannya, Nabila bergegas menuju ruangan bosnya dengan membawa tasnya dan beberapa berkas yang dibutuhkan saat meeting.


Tok tok tok


"Permisi, Pak!"


"Masuk!"titah Galaksi.


"Maaf, Pak. Satu jam lagi kita meeting direstoran jepang. Pak Ikhsan sudah mereservasi tempat meeting disana,"ucap Nabila.


"Baiklah. Kita berangkat sekarang. Jangan lupa bawa semua berkas yang dibutuhkan,"ujar Galaksi.


"Berkas sudah saya siapkan, Pak."


"Good. Ayo ikut saya,"titah Galaksi.


Nabila berjalan dibelakang Galaksi yang langkah kakinya sangat panjang itu. Sepanjang jalan tidak ada percakapan yang terjadi antara keduanya, selain Nabila yang merasa tidak enak dengan bosnya, Galaksi juga selalu bersikpa dingin membuat Nabila merasa sungkan untuk memulai percakapan.


Sampai akhirnya tiba ditempat tujuan, Nabila bertanya pada pelayan ruangan yang disiapkan oleh Ikhsan.


"Selamat datang. Silahkan, masuk!"sapa pelayan ramah.


"Maaf, Mbak. Reservasi atas nama pak Ikhsan sudah siap?"


"Oh iya, Bu. Mari saya antar."


Nabila dan Galaksi mengikuti langkah kaki pelayan yang akan membawanya keruang yang sudah disiapkan oleh Ikhsan.


Pelayan membuka pintu, "Silahkan masuk, Bu, Pak."


Galaksi tanpa menjawab langsung masuk begitu saja melewati pelayan dan Nabila. Nabila yang merasa tidak enak hanya bisa tersenyum kikuk, "Makasih ya, Mbak. Maaf juga untuk sikap bos saya,"ucap Nabila diakhiri dengan suara berbisik.


"Iya, Mbak. Tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi. Pelayan akan datang sebentar membawakan menu."


Nabila mengangguk, lalu masuk ke ruangan dimana bosnya sudah duduk dengan tenang di kursi.


"Pesan lah untuk makan siang. Saya tahu kamu belum makan sedari tadi. Waktu masih cukup untuk menikmati makan siang,"ucap Galaksi.


"Baik, Pak. Terima kasih,"sahut Nabila, tidak lama kemudian masuk pelayan wanita dengan membawa buku menu dan buku catatan pesanan pelanggan.


"Maaf, ini buku menunya. Silahkan!"ucap pelayan tersebut.


"Pam Galaksi ingin makan apa?"tanya Nabila sebelum membuka buku menu.


"Samakan saja punyamu,"jawab Galaksi cuek.


Nabila mengangguk, lalu membuka buku menu, mencari mana yang bisa menggugah selera makannya. Seraya menunggu makanannya, Nabila menyempatkan membuka dan memperlajari kembali berkas yang akan dipresentasikan didepan klien. Agar klien merasa puas bekerja sama dengan perusahaan Pramudya Group.

__ADS_1


"Permisi... Makanan datang,"ucap pelayan membawa trolly makanan dan menatanya di atas meja, "Selamat menikmati makanannya, Tuan, Nyonya."


Nabila menganggukan kepalanya pelan, "Iya, terima kasih." pelayan berlalu meninggalkan ruangan vvip tersebut.


"Silahkan di makan, Pak,"ucap Nabila pada Galaksi.


"Hmm... Selamat makan,"balas Galaksi.


Mereka makan dalam diam, makanan yang dipesan Nabila begitu menggugah selera sehingga mereka hanya fokus menikmati makanan masing-masing sampai habis tak tersisa.


Meja kembali bersih setelah pelayan resto membersihkannya. Tidak lama setelah itu yang ditunggu akhirnya datang juga.


"Selamat datang, Pak,"sapa Galaksi pada kliennya. Nabila dan Galaksi Bergantian berjabat tangan dengan klien mereka.


"Silahkan duduk, Pak, Bu,"ucap Nabila ramah.


"Iya makasih, Ibu Nabila."


Tiba saatnya mereka meeting, membahas tentang proyek yang telah selesai dan akan membuat proyek baru yang akan lebih menguntungkan bagi kedua perusahaan.


"Saya setuju dengan penjelasan, Ibu Nabila. Maka dari itu saya siap melanjutkan kerjasama kita untuk proyek selanjutnya. Siapkan kontrak kerjanya, saya akan ke kantor Pak Galaksi menandatanganinya."


"Alhamdulillah... Terima kasih, Pak. Semoga kerjasama ini berjalan sesuai keingingan kita, kami akan berusaha semaksimal mungkin,"sahut Nabila mengucap syukur.


"Iya, Bu Nabila. Saya percaya, kalian pasti akan melakukan yang terbaik untuk proyek ini."


"Terima kasih, atas kepercayaannya, Pak. Mari, Pak. Silahkan dinikmati hidangannya,"sambar Galaksi.


"Pak Guntur bisa saja. Saya masih harus banyak belajar, Pak,"sahut Galaksi merendah.


Setelah pembahasan proyek selesai, kini mereka mengobrol dengan santai, Nabila jug ngobrol dengan sekretaria kliennya.


Sekitar tiga jam waktu yang mereka habiskan di dalam ruangan vvip. Mereka keluar dari dalam sana, dan berjalan beriringan menuju mobil masing-masing.


Seperti biasa perjalanan akan terasa sunyi saat hanya Nabila dan Galaksi yang berada dalam satu mobil.


"Loh, Pak? Kita mau kemana?"tanya Nabila saat menyadari jalan yang mereka lalui bukan jalan menuju kantor.


"Saya antar kamu pulang. Memang mau kemana lagi?"


"Kita nggak balik ke kantor, Pak?"


"Kamu lihat jam berapa sekarang. Saat kita balik ke kantor, semua orang sudah pulang."


"Haa? Jam setengah 4? Astaga ternyata meeting lama juga ya?"gumam Nabila menyandarkan badannya dikursi ywang didudukinya.


"Jadi bagaimana? Mau balik ke kantor?"

__ADS_1


"Eh... Nggak, Pak,"jawab Nabila kikuk.


Galaksi tersenyum smrik melihat Nabila pasrah. "Nanti saya tidak akan bisa lagi seperti ini sama kamu Nabila,"batin Galaksi.


Mobil yang dikemudikan Galaksi berhenti tepat didepan rumah Nabila. Nabila bisa melihat anaknya sedang bermain ditaman dalam pengawasan sang nenek.


"Terima kasih karna Pak Galaksi sudah mengantar saya. Masuk dulu, Pak. Saya buatkan teh,"ucap Nabila.


"Lain kali saja. Saya masih ada urusan setelah ini,"tolak Galaksi pelan.


"Baiklah, Pak. Kalau begitu saya turun dulu dan sekali lagi terima kasih."


"Hmm!"


Nabila membuka pintu mobil dan keluar. Berdiri menghadap mobil bosnya dan membungkuk sedikit memberi hormat.


Setelah mobil melaju meninggalkan area perumahan, Nabila berjalan mendekati anaknya yang ternyata sudah menunggunya.


"Ibu..."panggil Raksa dengan lantang.


Nabila mensejajarkan badannya dengan Raksa, lalu merentangkan tangannya menanti pelukan dari anaknya.


"Aduadu... Anak ibu, udah makin besar aja ini, ibu sudah tidak kuat menggendong kamu, Nak,"goda Nabila pada anaknya saat akan menggendongnya.


Selama tinggal bersama di Jakarta, berat badan Raksa makin bertambah. Mungkin karna Raksa makannya kencang, dan juga efek dari susu yang dibelikan oleh Nabila. Dalam sehari makan sampai 5 kali, belum minta dibuatin susu.


"Kamu dari mana, Nak? Kenapa pulangnya cepat dan kamu tidak pulang dengan Clara?"tanya ibu Ros heran.


"Oh ini, Bu. Tadi Nabila habis meeting sama pak Galaksi diluar kantor. Karna sebentar lagi jam pulang, sekalian aja pak Galaksi antar aku, Bu."


"Ooh gitu... Yaudah, turunin Raksa, kamu masuk dulu bersih-bersih. Dari luar anaknya jangan langsung dipeluk-peluk, minimal cuci kaki dan tangan dulu."


"Hehehe... Maaf, Bu. Nabila gemes liat Raksa,"sahut Nabila cengengesan.


Belum Nabila beranjak dari posisinya, sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah.


"Siapa itu, Bu?"tanya Nabila.


"Mana ibu tahu, Nak."


"Ibu punya kenalan di sini?"


"Nggak ada."


"Terus itu mobil siapa? Orangnya juga kenapa lama nggak turun-turun, bikin penasaran aja."


"Ibu juga penasaran. Apa orang itu salah alamat ya, Nak?"

__ADS_1


"Mungkin aja, Bu. Udahlah, kita masuk aja. Bentar lagi juga tu mobil jalan ketempat tujuannya."


Tiba-tiba dari dalam mobil yang mereka pandangi keluar seseorang yang mereka kenal. Nabila terperangah melihat orang tersebut, antara kaget dan tidak menyangka.


__ADS_2