Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Ruqyah


__ADS_3

Nabila mulai sibuk menyiapkan pengajian yng akan diadakan dirumahh barunya. Ia memilih mengadakan pengajian sebelum mengisi dengan barang-barang baru dirumah itu.


Kaisar menggelar karpet berukuran besar diruang depan yang kebetulan menyatu dengan ruang keluarga. Clara menyusun nasi kotak diatas meja, lengkap dengan air mineral botolnya.


Nabila memastikan tamu yang diundangnya bisa menghadiri acaranya hari ini dan juga menyapu lantai teras yang berdebu, Sedangkan ibu Ros menemani Raksa dirumah kantor.


Kue-kue sudah disusun rapi ditengah-tengah karpet dengan air gelas mineralnya.


"Semua sudah siap,"ucap Kaisar.


"Iya, kita tinggal menunggu tamunya,"sahut Clara.


"Yakin ini nggak kurang 'kan?"tanya Nabila ikut bergabung.


"InsyaAllah cukup ini, Mbak. Malahan ada lebihnya,"sahut Clara.


"Syukur lah, lebih baik ada lebihnya, kita bisa bagi-bagikan untuk anak-anak atau siapa saja,"ucap Nabila.


Tidak lama kemudian, rombongan ibu-ibu pengajian, pak ustad dan anak-anak yatimpiatu berdatangan. Jumlah keseluruhan ada 20 orang.


Nabila menyambut tamunya dengan ramah, "Silahkan masuk, Ibu-Ibu. Maaf rumahnya agak sempit,"ucap Nabila.


"Nggak apa-apa, Bu Nabila. Ini sudah cukup,"jawab perwakilan ibu-ibu pengajian.


"Ayo-ayo, silahkan masuk,"ucap Nabila lagi.


"Iya, Bu."


Ibu-ibu sudah duduk diatas karpet berdampingan dengan anak yatimpiatu. Sedangkan pak ustad duduk bersama Kaisar.


"Bisa kita mulai sekarang, Bu Nabila?"tanya pak ustad.


"Iya, Ustad. Silahkan,"jawab Nabila.


Dengan khusu' semua orang melantunkan ayat suci Al-qur'an yang dipimpin oleh pak ustad.


Butuh waktu satu jam untuk menyelesaikan acara. Diakhiri dengan sedikit nasihat dari pak ustad.


"Silahkan dimakan kuenya, Ibu-Ibu,"ucap Nabila, "Clara? Tolong untuk anak-anak dibagikan kue yang dikotak,"ujar Nabila.


"Iya, Mbak." Clara mengambil kotak kue khusus disiapkan untuk anak-anak.


"Ini kue untuk Adik-Adik cantik dan ganteng,"ucap Clara tersenyum.


"Makasih, Kakak Cantik."


"Sama-sama, Dek,"sahut Clara ramah.


"Kaisar, tolong kotak nasinya dibagikan saja untuk semuanya,"bisik Nabila pada Kaisar.


"Oke, Mbak. Siap laksanakan,"balas Kaisar berbisik.

__ADS_1


Nabila mendekat ke arah pak ustad, "Ustad, saya ingin bertanya,"ucap Nabila pelan.


"Silahkan, Ibu Nabila."


"Begini, kemarin saat pertama kali saya kerumah ini dan mengajak anak saya, dia menemukan boneka kayu terus tiba-tiba ada kejadian aneh, ustad."


"Aneh bagaimana, Bu?"tanya ustad mengernyitkan keningnya.


"Setelah menemukan boneka itu, anak saya tiba-tiba tidak ada didekat saya, dan menemukannya di dalam kamar yang tertutup rapat. Waktu itu saya melihat anak saya seperti sedang bermain dan berbicara dengam seseorang menghadap ketembok, dan saat Kaisar membaca ayat suci Al-qur'an tiba-tiba badannya k3jang-k3jang, dan dingin."


"Bisa saya lihat boneka dan kamarnya?"


"Bisa, Ustad. Biar adik saya yang mengantar,"ucap Nabila, "Kaisar tinggalkan itu, biar Mbak yang lanjutkan. Kamu antar Pak Ustad ke kamar yang kemarin,"pinta Nabila.


"Iya, Mbak." Kaisar berdiri menaruh nasi kotak, "Mari, Pak Ustad,"ujar Kaisar.


Nabila melanjutkan pekerjaan Kaisar, membagikan nasi kotak pada ibu-ibu pengajian. Tidak lupa, Nabila juga menaruh sebuah amplop disetiap kotak.


"Terimakasih, pamit pulang dulu, semoga usaha yang akan Ibu Nabila dirikan berjalan lancar dan sukses,"ucap perwakilan dari mereka.


"Aamiin, terimakasih Ibu-Ibu sudah mau menyempatkan diri untuk hadir diacara saya hari ini,"sahut Nabila.


Ibu-Ibu pulang dengan membawa nasi kotak, dan kue untuk dibawa pulang. Anak-anak juga sudah pulang, karna hari sudah semakin larut.


"Clara, nanti saja dibereskan. Kita ke kamar dulu," ajak Nabila.


"Eh ia, Mbak."


Nabila dan Clara menyusul Kaisar dan pak ustad yang masih berada di kamar.


"Bisa dilakukan malam ini, ustad?"tanya Kaisar.


"Iya, sebaiknya kita lakukan malam ini, tolong ambilkan air,"pinta ustad.


"Iya, Ustad,"sahut Kaisar.


"Ada apa, Ustad?"tanya Nabila.


"Rumah ini memang ada penghuninya, Bu. Mereka tidak suka jika ada manusia yang tinggal disini, makanya mereka mengganggu anak Ibu Nabila,"jawab ustad.


"Astagfirullah... Apa setelah diruqyah mereka akan menghilang, Ustad?"


"InsyaAllah... Dengan izin Allah, mereka akan pergi dari sini,"jawab ustad.


"Saya mohon usir mereka dari sini, Ustad. Saya tidak mau jika yang bekerja dirumah ini merasa diganggu oleh mereka,"ucap Nabila khawatir.


"Iya, Bu. Saya akan berusaha sebaik mungkin, mohon dibantu dengan doa."


"Ini airnya, Ustad,"ucap Kaisar datang membawa botol mineral.


"Mbak? Kok aku jadi takut ya,"bisik Clara berdiri dibelakang Nabila.

__ADS_1


"Jangan takut, jika kamu takut mereka akan lebih suka menganggu,"sahut Nabila berbisik.


Mereka mengawasi pak ustad yang sedang membacakan doa pada air kemudian mencipratkan di setiap sudut ruangan.


Tiba-tiba mereka merasa merinding saat angin menghembus kencang di dalam kamar.


"Astagfirullah, ada apa ini?"gumam Nabila.


"Mbak? A-aku takut,"bisik Clara gugup.


"Tidak apa-apa, Ra. Kamu jangan takut dong,"balas Nabila.


"Kita keruangan lainnya,"ujar pak ustad, kemudian berlalu keluar kamar.


Clara terus berpegangan pada lengan Nabila, sedangkan Kaisar berada dibelakang kedua wanita tersebut.


"Disini energinya begitu kuat,"gumam ustad.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, Ustad?"tanya Nabila pelan.


"Kita tetap melakukan seperti sebelumnya, jika Allah sudah berkehendak maka semua yang kita pikir tidak mudah pasti bisa kita atasi."


Mereka semua melafalkan ayat-aya suci Al-qur'an dengan arahan dari pak ustad. Sampai akhirnya suasana sudah mulai sejuk dari sebelumnya.


"Alhamdulillah... Semua sudah pergi, mulai besok jangan pernah lupa melafalkan ayat-ayat suci dirumah ini atau bisa juga dengan memutar murrotal."


"Alhamdilillah, terimakasih, Ustad. InsyaAllah kami akam rutin melakukannya,"sahut Nabila.


"Iya, Bu Nabila. InsyaAllah setelah ini tidak akan ada lagi gangguan seperti ini."


Pak ustad pamit undur diri, Nabila segera meminta Kaisar yang menyerahkan amplop yang sudah disediakan.


"Ustad. Ini ucapan terimakasih, kami. Mohon diterima,"ucap Kaisar pelan serayan menjabat tangam pak ustad.


"Iya, Mas Kaisar. Saya terima rejeki yang Allah titipkan ini,"sahut pak ustad tersenyum menerima amplop tersebut.


"Kalau begitu, saya permisi dulu, Assalamualaikum,"pamit pak ustad.


"Waalaikumssalam."


Setelah pak ustad pergi, mereka kembali melanjutkan bebersih ruangan sebelum ditinggalkan.


"Kaisar ini masih ada lima nasi kotak, kamu bawa ke pos satpam, kasi pak satpam untuk dibawa pulang kerumahnya,"ucap Nabila.


"Iya, Mbak. Saya bawa kesana sekarang,"balas Kaisar.


"Jangan lama-lama, Kaisar,"sahut Clara.


"Iya, tidak akan lama. Cuma tiga menit,"sahut Kaisar.


"Oke, cuma tiga menit ya? Nggak lebih?"

__ADS_1


"Iya b4wel,"sahut Kaisar terkekeh.


"Mulai r3sek lagi 'kan, kesel gue sama Lo, Sar,"gerutu Clara padahal Kaisar sudah tidak ada dihadapannya.


__ADS_2