Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Terbongkar


__ADS_3

Tepat sebulan Nabila bekerja di kantor pusat. Gaji pertamanya juga sudah masuk kerekeningnya. Nabila sangat bersyukur saat melihat nominal gajinya.


"Alhamdulillah Ya Allah, ini sangat besar nominalnya bagiku. Ini untuk dikirim kekampung juga masih banyak sisanya perbulan jadi aku bisa nabung buat masa depan Raksa," gumam Nabila menatap hpnya yang menampilkan m-bankingnya.


Dengan cepat Nabila mengetik jumlah yang akan ditransfer melalui rekening Kaisar. Setelah transferan berhasil ia mengirim pesan ke Kaisar.


[Assalamualaikum, Dek. Mbak tadi transfer untuk ibu dan Raksa ya, dek.]


Pesan terkirim!


Ting! (pesan masuk)


[Waalaikumssalam, Mbak. Iya pulang kerja entar Isar tarik tunai untuk ibu dan Raksa,] balas Kaisar.


[Makasih ya, dek. Itu juga ada buat kamu.]


[Mba nggk usah repot-repot transfer buat Isar, Isar kan udah kerja jadi mending uangnya ditabung aja.]


[Nggak pa-pa dek, itu rasa terimakasih kakak karna udah mau jagai ibu dan Raksa.]


[Mba ngomong apasih, itu juga sudah tanggung jawab Isar jagain ibu dan Raksa.]


[Udah pokoknya kamu terima aja, mba mau kembali kerja... Assalamualaikum.]


[Makasih, Mbak. Waalaikumssalam.]


Setelah selesai saling berbalas pesan dengan Kaisar, Nabila meletakkan hpnya diatas meja dan kembali bekerja tapi tiba-tiba hpnya bunyi tanda pesan masuk.


Ting! (pesan masuk)


Nabila melihat itu dari suaminya dan karna rasa penasaran dengan isi pesannya ia segera membukanya


[Sayang, hari ini kamu udah gajian kan?] isi pesan dari Samudra membuat kening Nabila mengkerut.


"Apa maksud mas Sam bertanya seperti ini?" gumam Nabila seraya mengetik balasan untuk suaminya.


[Iya hari ini aku gajian,] balas Nabila


Ting!


[Kalau gitu kok kamu belum transfer ke aku sayang?]


"Loh loh kok mas Sam berharap transferan dari aku? Bukannya harusnya mas Sam yang ngasih aku uang bulanan?" gumam Nabila semakim tidak habis pikir dengan suaminya.


[Apa maksud kamu mas?]


[Gaji pertama kamu harus kirim ke aku, sayang. Karna disini mas lagi butuh modal.]

__ADS_1


[Harusnya kamu loh mas yang ngasih aku nafkah bulanan?]


[Kamu kan udah kerja, Sayang. Lagian pasti gaji kamu sekarang besar banget jadi mas nggak perlu ngasih kamu lagi setiap bulannya.]


Balasan dari Samudra membuat Nabila geram.


[Apa maksud kamu mas? Kamu pikir dengan aku bekerja dan memiliki gaji yang tinggi kamu tidak wajib memberi aku nafkah? Lalu apa gunanya aku punya suami mas? Aku kerja disini juga karna bujukan kamu loh tapi bukan berarti kamu lepas tanggung jawab malah minta aku yang ngasih kamu tiap bulannya.]


[Kamu kan tau sendiri sayang cafe lagi sepi omset juga menurun.]


[Kamu bohong, mas.]


[Bohong gimana sayang?]


Iya Nabila sekarang tahu kalau suaminya sering berbohong masalah cafe dan keuangan. Nabila tahu kalau cafe suaminya tidak pernah sepi dan bahkan omsetnya makin meroket. Bermula dari susah dihubungi Nabila membayar orang untuk menyelidiki suaminya dan semua yang dikatakan suaminya adalah kebohongan, Cafe baik-baik saja bahkan sebentar lagi akan membuka dua cabang baru.


[Uang tabungan Raksa juga sudah kamu pegang, mas. Lalu apalagi yang kamu minta? Pernahkah kamu memberikan uang ke Raksa sekedar uang jajan?] tanya Nabila melalui pesan.


[Kamu kenapa sih, Sayang? Kan mas begini juga karna ingin membuat cafe kembali berjaya. Itu jugakan alasan kamu kerja agar bisa membantu mas untuk modal di cafe.]


[Mas, aku kerja untuk mencukupi kebutuhan harian dan kebutuhan Raksa bukan untuk modal usahamu, lagian uang tabungan untuk Raksa juga sudah kamu pegang, aku rasa itu cukup untuk tambahan modal di cafe, kecuali kamu butuh modal untuk buka cabang baru itu memang tidak akan cukup.]


Setelah mengirim pesan yang cukup panjang untuk suaminya, Nabila memutuskan memilih mode silent dihpnya agar bisa fokus dalam bekerja.


*Flasback*


Tuut tuut tuut


{Hallo selamat siang ada yang bisa saya bantu?} tanya seorang pria dari seberang telfon.


{Iya hallo, saya ingin memakai jasa anda,} jawab Nabila.


{Baiklah, apa yang anda butuhkan?}


{Saya ingin informasi mengenai suaminya!}


{Baik, itu sangat mudah bagi saya. Kirim biodata suami anda.}


Nabila langsung mengirimkan biodata melalui pesan.


{Sudah saya kirim!}


{Bagian apa yang ingin ansa ketahui tentang suami anda nyonya?}


{Saya ingin semuanya tanpa terkecuali, Saya berharap info nya bisa saya terima besok paling lambat.}


{Baik saya akan pastikan besok informasi nya akan saya kekirim ke anda.}

__ADS_1


{Terimakasih.}


Sambungan telfon terputus. Sehari setelahnya Nabila menerima pesan dari nomor baru, setelah dibuka dia begitu terkejut mengatahui fakta tentang suaminya


"Apa ini? Jadi mas Sam berbohong kalau cafe nya sepi? Dan bahkan akan membuka dua cabang baru? Lalu siapa wanita ini?" gumam Nabila saat melihat foto suaminya dengan seorang wanita.


Karna penasaran Nabila membaca semua file yang diterimanya sampai akhirnya Nabila mngetahui kebohongan besar suaminya.


"Astaga, jadi mas Sam masih mempunyai keluarga? Kemana mereka selama ini? Kenapa mas bilang kalau orangtuanya sudah meninggal dan dia anak tunggal?" gumam Nabila.


"Kamu jahat mas, kenapa kamu berbohong? apa salahku sampai kamu menutupi ini semua ke aku mas?" gumam Nabila mulai menangis.


"Padahal selama ini aku sudah berusaha menjadi istri yang baik mas, saat aku tahu kamu baru merintis usaha cafe aku tidak masalah diberi nafkah yang jauh dari kata cukup bahkan sampai cafe berkembang dengan omset uang besar kamu masih memberikan aku nafkah yang kurang, tapi aku tidak pernah mempermasalahkannya karna aku berpikir toh aku juga kerja" gumam Nabila


"4 tahun kita bersama ternyata aku tidak cukup mengenalmu mas, selama ini aku selalu mengalah karna aku pikir kamu betul-betul tulus mencintaiku dan Raksa anak kita tapi apa ini?" gumam Nabila.


Yaa Nabila sampai pada fakta bahwa suaminya menikahinya hanya karna ingin hidup enak, tidak ingin direpotkan dengan memberi nafkah yang banyak keistrinya dan lebih memilih memberikan uang banyak kekeluarganya.


Nabila cukup syok mengetahui fakta itu, dia termenung memikirkan nasib keluarga kecilnya.


"Jika begini terus tidak akan ada keberkahan yang didapat, karna mas Sam terus saja berbohong masalah keuangan," gumam Nabila.


"Lihat saja sampai dimana kamu akan bisa membohongiku," gumam Nabila marah.


Setelah lama memikirkan langkah apa yang akan diambil, Nabila memutuskan untuk tidak lagi menghubungi suaminya.


*Flasback off*


Nabila berjalan menuju ruangan bosnya dengan buku catatan berada ditangannya.


Tok tok tok


"Masuk!" titah seseorang dari dalam yang tidak lain dia adalah Galaksi.


"Permisi, Pak. Sore ini perusahaan ada janji dengan perusahaan dari jepang," ucap Nabila sopan.


"Iya baiklah, kamu tetap di kantor, saya akan pergi dengan Ikhsan."


"Baik, Pak."


"Adalagi?"


"Jadwal hari ini cuma itu saja, Pak," jawab Nabila sopan meski pria didepannya masih sangat muda Nabila tetap merasa sungkan ke bosnya.


"Baiklah, silahkan keluar," titah Galaksi.


"Saya permisi, Pak." Nabila meninggalkan ruangan bosnya dan kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2