
Malam tiba, Wahyu pamit pada semua orang, sementara Raksa tidak mau lepas dari gendongannya. Raksa akan menangis jika berpindah ke gendongan Ibunya, Neneknya atau Pamannya.
"Ayo, Nak. Biar ibu yang gendong, om Wahyu mau pulang, Nak,"bujuk Nabila.
"No... Aksa mau syama Papa..."rengek Raksa mengeratkan pelukannya dileher Wahyu.
Nabila merasa tidak enak saat Raksa memanggil Wahyu dengan panggilan papa, "Nak? Om Wahyu, bukan Papa,"ucap Nabila lirih.
"Raksa... Sini sama om, om yang gendong. Papa mau pulang dulu,"bujuk Kaisar membuat mat Nabila menatapnya taj4m.
"Sudah, tidak apa-apa. Biar saya gendong Raksa sampai tidur,setelah tidur baru saya akan pulang, jangan dipaksa. Kasihan..."ucap Wahyu.
"Tapi, Pak? Pasti pak Galaksi sudah menunggu Anda dari tadi, Pak Wahyu juga pasti sudah sangat lelah,"sahut Nabila tidak enak.
"Aksa mau bobo syama Papa, Bu,"ucap Raksa lirih seraya menyandarkan kepala dipundak Wahyu.
"Pak, Maaf ya..."ucap Nabila lirih.
"Sudah, tidak apa-apa. Sepertinya sebentar lagi Raksa akan tidur, matanya mulai terlihat mengantuk, saya akan menunggu sampai dia tertidur,"sahut Wahyu berbisik.
Clara senyum-senyum sendiri melihat pemandangan di depannya, "Ini berita yang bagus buat pak bos, lebih baik aku rekam kemudin kirim,"ucap Clara dalam hati seraya mengambil hpnya yang ditaruh di atas meja, "Semoga rencana ini berhasil, dan Mbak Nabila dan Raksa bahagia,"ucap Clara.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Raksa terbuai dalam mimpinya di gendongan Wahyu, "Sepertinya Raksa sdah tidur. Kaisar tolong dipindahkan ke kamar,"pinta Wahyu.
Kaisar mengambil alih badan Raksa ke dalam gendongannya dan dibawa menuju kamar ibunya
"Makasih ya, Pak. Maaf jadi merepotkan,"ucap Nabila.
"Iya, saya sama sekali merasa tidak direpotkan, saya suka dengan anak-anak seperti Raksa,"sahut Wahyu tersenyum.
"Meski begitu, saya tetap akan mengucapkan terimakasih, Pak."
"Baiklah, sama-sama. Kalau begitu saya pamit pulang dulu. Apa saya masih bisa mengunjungi dan mengajak Raksa bermain?"tanya Wahyu.
"Bisa, Pak. Asal itu tidak merepotkan, Pak Wahyu."
"Oke, lain kali saya akan berkunjung lagi. Saya permisi, assalamualaikum..."
"Waalaikumssalam,"jawab Nabila, ibu Ros dan Clara.
Karna merasa sangat lelah, semua orang kembali ke kamar masing-masing. Sedangkan Clara pulang ke rumahnya. Nabila masuk ke dalam kamar tidak langsung beristirahat, melainkan memeriksa laporan yang masuk ke ema1lnya.
Larut malam Nabila masih sibuk berkutat di depan layar laptopnya, memeriksa laporan sebelum dikirim pada bosnya, Galaksi.
__ADS_1
Nabila melirikanaknya yang menggeliat diatas ranjangnya, "Sepertinya Raksa sudah mulai mencari induknya,"gumamnya terkikik geli.
Nabila menutup laptopnya dan berjalan menuju ranjangnya, "Selamat malam anak ibu... Semoga mimpi indah, Nak. IBu doakan kamu jadi anak yang sholeh, berbakti pada orang tua, kelak kamu jangan benci ayahmu, Nak,"gumam Nabila memandangi anaknya. Nabila ikut memejamkan matanya dengan memeluk tubuh kecil anaknya.
Pagi hari Nabila sudah rapi dan siap dengan pakaian kantornnya, anaknya juga sudah didandani sedemikian rupa seperti anak lelaki pada umumnya.
"Ayo, Nak. KIta kebawa, nenek udah nunggu Raksa,"ujar Nabila menggandeng tangan anaknya.
"Aksa mau main sama nenek di taman, Bu."
"Iya, Nak. Nenek dan om mau aja Raksa main ditaman setelah sarapan,"sahut Nabila, "Pelan-pelan turun tangganya, Nak."
Ibu Ros, Kaisar dan Clara sudah menunggu di meja makan.
"Udah lama, Ra?"tanya Nabila basa-basi.
"Barau, Mbak. Baru habis dua gelas teh buatan IBu,"jawab Clara terkekeh.
"Waah... Kayaknya penggemar teh buatan IBu bertambah satu nih,"sahut Nabila tersenyum.
"Bukan cuma satu, Mbak. Tapi dua!"sahut Kaisar.
"Yang satunya siapa?"
"Pak Wahyu, Mbak."
"Iiih... Mbak Nabila sok tau, yang setengah gelas itu udah gelas yangketiga, Mbak,"sahut Clara.
"Emang iya?"tanya Nabilaaa tak percaya.
"Yee dibilangin nggak percaya..."jawab Clara.
"Sudah, sudah... Sebaiknya lekas makan, nati kalian terjeb4k macet kalau kelamaan berangkatnya,"samb4r ibu Ros.
"Siap, Ibu Suri,"jawab mereka bersamaan.
"Ibu Suri tetangga kita dikampung,"canda ibu Ros disambut derai tawa oleh anak-anaknya.
Nabila dan Clara berangkat lebih dulu menggunakan mobil Clara. Sedangkan Kaisar sedang bersiap-siap akan membantu Ahmad melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
"Nak, kamu bawa kue dan teh yang ibu taruh di atas meja diruang tamu ya..."
"Iya, Bu. Makasih ya,"sahut Kaisar.
__ADS_1
"Iya, Nak. Kamu hati-hati dijalan, meskipun kamu berjalan kaki tapi tetap aja harus hati-hati,"ucap ibu Ros mengingatkan.
"Iya, Bu. InsyaAllah Kaisar akan selalu ingat ucapan, Ibu. Kalau begitu Isar berangkat sekarang, Bu. Assalamualaikum..."
"Waalaikumssalam."
Sementara Nabila dan Clara baru saja tiba di kantor dan langsung masuk keruangan masing-masing. Nabila akan memprint semua laporan yang akan dibawa ke ruangan bosnya.
"Untungnya diruangan saya ada khusus untuk print dan fotocopy, jadi nggak perlu repot-reot keluar atau minta bantuan orang,"gumam Nabila menyalakan mesin printer.
Seteleah menprint out semua laporan, Nabila bergegas menuju ruangan bosnya dan tidak lupa membawa buku catatan tentang jadwal sang bos.
"Permisi, Pak..."sapa Nabila saat masuk ke dalam ruangan.
"Iya, taruh di atas meja laporannya, dan bacakan jadwal saya,"titah Galaksi tegas.
"Iya, Pak. Mohon laporan sebelum ditanda tangani, Bapak periksa terlebih dahulu, siapatau ada yang tidak sesuai,"ucap Nabila.
"Hmm!"
"Baiklah, saya akan bacakan jadwal, Bapak. Pak Galaksi hari ini ada jadwal kuliah jam 9 sampai jam 12 siang. Selanjutnya jam 1 siang kita ada meeting dengan perusahaan J&S Group."
"Hanya itu?"
"Iya, Pak."
"Baiklah, kamu bisa keluar,"titah Galaksi.
"Baik, Pak. Saya permisi, jika butuh sesuatu silahka hubungi saya."
"Hmm!"
Nabila berjalan keluar ruangan bosnya. Galaksi menatap wanita yang sedang memunggunginya itu, "Beberapa bulan kedepan kamu tidak akan lagi menjdai bawahanku,"gumam Galaksi tersenyum.
'Biaklah, saatanya ke kampus menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa,"gumam Galaksi seraya bangkit dari kursi kebesarannya.
Mengambil kunci mobil dan ponsel yang ditaruhnya di atas meja. Galaksi berjalan meninggalkan ruangannya dengan santai setelah menekan tombol kunci pada remot kecil yang dipegangnya.
Nabila melanjutkan pekerjaannya yang lain, sesekali menerima telfon dan mengatur jadwal sag bigbos untuk satu minggu ke depan.
^^^{Maaf, bu. Mulai hari ini sampai satu minggu kdepan jadwal pak Galaksi padat. Baiknya kita atur pertemuannya di minggu berikutnya,}ucap Nabila menerima panggilan telfon dari perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Galaksi.^^^
{Baiklah, bos saya ingin pertemuannya diadakan senin yang akan datang, setelah makan siang. Tempatnya nanti akan saya share ke ibu Nabila.}
__ADS_1
^^^{Baik, bu. Terima kasih atas pengertiannya.}^^^
Nabila bernafas legah karna perusahaan Sun Group mau mengalah. Karna yang Nabila tahu perusahaan tersebut lumayan berpengaruh diperusaaan tempatnya bekerja.