Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Galaksi Bumi Pramudya


__ADS_3

Hari kedua bekerja, Nabila sudah berada diruangan dan bersiap membawa laporan yang dikerjakan kemarin ke ruangan CEO.


"Bismillah, semoga hari ini berjalan dengan baik," gumam Nabila jalan menuju ruangan CEO.


Tok tok tok


Cklek


(Pintu tiba-tiba terbuka otomatis)


Dengan ragu Nabila melangkahkan kaki masuk keruangan bosnya, Ia kagum melihat desain ruangan yang saat ini dikunjunginya.


"MasyaAllah, ruangannya begitu nyaman, mewah dan elegan," ucap Nabila dalam hati seraya mendekat kemeja kerja bosnya.


"Galaksi Bumi Pramudya? jadi itu nama CEO perusahaan ini?" gumam Nabila saat sudah berdiri tepat didepan bosnya.


"Mmm... Permisi, Pak?"


"Iya silahkan, ada urusan apa?" tanya pak Galaksi.


"Ini Pak laporan yang kemarin," ucap Nabila seraya menyerahkan laporan yang dipegangnya.


Galaksi menerimanya dan memeriksanya, "Anda boleh kembali keruangan, Anda!" perintah Galaksi.


"Baik, Pak. Saya permisi dulu." Nabila memutar badannya dan meninggalkan ruangan bosnya.


Nabila masuk keruangannya dan melihat ternyata sudah ada laporan baru yang diletakkan diatas meja.


"Baru ditinggal beberapa menit aja udah nambah aja nih tugas," ucap Nabila tersenyum.


Sementara itu, diruangan Galaksi Bumi Pramudya.


Menekan tombol telfon yang langaung terhubung keruangan asistennya, "Keruangan saya sekarang."


"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Ikhsan, cari informasi tentangnya!"


Ikhsan mengerti siapa yang dimaksud bosnya, "Siap laksanakan, Pak." ikhsan sigap menjawab


"Besok laporannya sudah ada di meja saya," ucap Galaksi tegas.


"Baik, Pak. Ada lagi pak?"


"Tidak, cukup itu dulu."


"Yang ini harus berhasil," ucap Galaksi dalam hati.


"Kalau begitu saya permisi, Pak."


"Iya silahkan." Ikhsan keluar ruangan.

__ADS_1


Galaksi Bumi Pramudya anak tunggal seorang pengusaha yang perusahaannya ada dimana-mana. Dia dibesarkan oleh ayahnya seorang diri tanpa bantuan dari keluarga karna dulu ayahnya adalah orang yang tak punya. Umur Galaksi masih sangat muda tapi karna ayahnya yang sudah tidak ingin bekerja dikantor jadi mau tidak mau Galaksi harus menjadi pemimpin perusahaan ayahnya.


Galaksi begitu menyayangi ayahnya, Wahyu Pramudya nama ayahnya. Orangtua tunggal untuk anak sematawayangnya.


Galaksi saat ini masih kuliah tapi sebelum kekampus Galaksi lebih dulu harus kekantor memeriksa laporan yang setiap hari ada menumpuk.


"Sangat melelahkan jika setiap hari harus seperti ini," gumam Galaksi.


Masa mudanya harus dihabiskan dikantor dan kampus. Sudah satu tahun ini Galaksi menduduki posisi CEO dan semenjak Galaksi mempimpin perusahaan omsetnya makin besar. Itulah sebabnya dewan direksi tidak keberatan jika pemimpin perusahaan masih sangat muda dan masih menempuh pendidikan s1 nya.


Galaksi tenggelam dengan kesibukannya memeriksa laporan yang tadi dibawa oleh sekretaris barunya. Sampai alarm dihp Galaksi berbunyi ia menghentikan kegiatannya dan bersiap untuk kekampus karna hari ini ia memiliki jadwal kuliah.


Galaksi menekan tombol telpon diruangannya yang langsung terhubung ke telpon diruangan asistennya.


"Ikhsan, hendel urusan di kantor, saya ada jadwal kuliah hari ini!" perintah Galaksi.


"Iya, Pak. Siap," jawab Ikhsan.


Mendengar jawaban dari asistennya, Galaksi segera keluar ruangannya dan menguncinya dengan remot yang selalu ia bawa kemana-mana. Galaksi tipe orang yang tidak suka jika ada orang lain masuk keruangannya tanpa ada ia didalamnya.


Kembali keruangan Nabila, ia begitu fokus menatap layar komputer didepannya sambil sesekali melirik kearah tumpukan kertas yang diatas mejanya untuk mencocokan data.


tok tok tok


Nabila mengangkat pandangannya kearah pintu, "masuk," perintah Nabila.


"Permisi, Bu Nabila." seorang karyawan wanita masuk dengan anggun.


"Tidak perlu, Bu. Ini saya hanya mengantarkan laporan dari perusahaan yang ada di surabaya." menyerahkan beberapa map ke Nabila dan langsung diterima oleh Nabila.


"Baiklah, terimakasih yaa.. Anda boleh kembali," ucap Nabila lembut.


"Saya permisi, Bu." Dijawab anggukan oleh Nabila.


Nabila kembali fokus mencocokkan angka yang sudah diprintout dan yang ada dikomputernya. Setelah merasa cocok ia beralih ke map lainnya, begitu seterusnya sampai jam istrahat tiba, ia berhenti sejenak untuk shalat dan makan siang supaya tenaganya kembali pulih untuk mengerjakan laporan yang masih banyak itu.


Nabila shalat diruangannya, ia juga sudah membawa mukenah dari rumah dan akan disimpan dikantor agar jika shalat tidak perku keluar lagi. Makan siang yang dipesan juga sudah ada dimejanya dibawakan oleh OB saat ia shalat.


Nabila pindah duduk ke sofa agar lebih leluasa saat makan, "Sepi juga makan siang nggk ada mba Clara," gumam Nabila seraya menyantap makanannya.


Sore hari jam pulang tiba, barulah Clara masuk keruangan Nabila. "Hi Mba, ayo kita pulang," ucap Clara.


Nabila heran melihat Clara yang biasanya penuh semangat sekarang terlihat begitu lesuh, "Mba Clara kenapa?" tanya Nabila heran.


"Capek, Mbak. Kerjaan tadi banyak banget. Sakit mata saya liat layar komputer sepanjang hari," gerutu Clara.


"Hahaha kirain lagi putus cinta," gurau Nabila.


"Yee boro-boro putus cinta punya pacar aja nggk," gerutu Clara memonyongkan bibirnya.


"Bisa ajakan Mba Clara sedang jatuh cinta ke cowok eh cowoknya malah naksir cewek lain."

__ADS_1


"Mba Nabila yang cantik ini itu dunia nyata bukan novel atau drama yang tv itu."


"Lah kan di novel kadang juga kisah nyata yang diambil dijadikan novel, di tv juga gitu loh kadang kisah nyata yang diangkat jadi film dan ditayangkan ditv."


"Yaa emang bener sih, tapi kan saya nggk gitu mba. Lagian saya nggk ada suka cowok saat ini."


"Hmmm jadi gitu, yaudahlah ayo kita pulang," ajak Nabila, "Kita singgah di supermark*t dulu yaa? Saya mau belanja bahan makanan, semalam mau keluar tapi malas kalau sendiri."


"Iya, Mbak. Saya juga mau belanja semua bahan dirumah udah pada habis," ucap Clara.


"Baguslah, mari kita belanja bersama," ucap Nabila.


"Ayo," ucap Clara setengah berteriak.


"Hee nggk usah teriak-teriak gitu, malu diliat orang," ucap Nabila melirik sekitar baseman banyak pasang mata yang melihat mereka dengan pandangan heran.


Clara ikut melirik kesekitarnya, "Hehehe maaf, Mbak. Ini karna saking semangatnya belanja ada yang nemenin."


Nabila menggelengkan kepala melihat Clara yang seperti remaja, "Bahagia itu saat belanja ditemeni pasangan atau gebetan, lah ini belanja sama saya, sesama wanita."


"Yaa setidaknya kan ada yang nemenin, dulu sebelum ada Mba Nabila saya malas banget kesupermark*t belanja, Mbak"


"Yaudah ayo berangkat sekarang aja ini udah jam berapa, makin lama disini makin lama kita sampai dirumah."


"Siap,Mbaku." Clara merasa bahagia karna sekarang punya teman yang bisa diajak kemana-mana dulu sebelum ada Nabila semua dilakukan sendiri.


Mereka langsung masuk kesupermark*t dan memilih troly masing-masing, Clara ikut ke stand atau rak mana Nabila pergi. Begitu terus sampai mereka menuju kasir.


Nabila melirik troly Clara yang belanjaannya sama persis belanjaan Nabila.


"Banyak juga belanjaan kita yaa mbak, bisa habis gaji sebulan kalo belanjan gini terus," ucap Clara tersenyum bahagia.


"Lagian ngapain Mba Clara belanja banyak begitu?"


"Lah Mba Nabila aja belanja banyak jadi aku juga samain aja," jawab Clara tidak mau kalah.


"Saya belanja untuk kita berdua jadi belanja banyak gini." mendengar jawaban Nabila, Clara terperangah dibuatnya.


"Astaga jadi Mba Nabila belanja buat saya juga?" tanya Clara melotot tidak percaya.


"Iya saya belanja untuk Mba Clara juga," jawab Nabila menahan tawanya.


"Astaga... Tau gitu saya nggk usah ambil ini semua." sesal Clara seraya mengangkat kresek yang ditangannya.


"Udah terlanjur jadi ayo kita pulang, ini bisa dijadikan stok dua bulan ke depan. hahaha," ucap Nabila meledakkan tawanya.


"Hmmm mba Nabila kenapa nggk bilang sih" ucap Clara kesal


"Mba Clara nggk nanya, jadi yaudah saya diamin aja hahaha..."


"Saya berhasil dikerjain, Mba Nabila," ucap Clara kesal lalu mengikuti langkah kaki Nabila yang menuju mobilnya.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2