Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Sekretaris dan Ruangan Baru


__ADS_3

Hari pertama Nabila kerja masih dalam bimbingan asisten pribadi CEO. Nabila dengan cepat memahami tugasnya.


"Bagaimana? Sudah paham dengan apa yang saya sampaikan, Bu Nabila?"


"Iya paham, Pak. Terimakasih atas bimbingannya."


"Baiklah, kalau begitu saya keluar dulu, jika ada yang tidak dimengerti silahkan tanya saya."


"Iya, Pak Ikhsan." Iya nama asisten pribadi CEO adalah Pak Ikhsan, umurnya 3 tahun diatas Nabila.


Nabila kini sendiri diruangannya, mulai fokus dengan pekerjaan barunya. Hingga jam istrahat tiba Nabila masih sibuk dengan pekerjaan sampai Clara datang memgejutkannya.


"Ya ampun, Mbak Nabila. Ini jam istrahat ngapain masih disini?"


Nabila terkejut mendengar suara Clara yang tiba-tiba ada diruangannya, "Ya ampun... Mba Clara ngagetin aja sih, emang ini udah jam istrahat?"


"Iya, Mbak. Liat tuh jam begitu besar diatas meja mba Nabila masa nggk liat sih," jawab Clara sewot.


"Hehehe nggk liat, Mbak Clara. Udah nggk usah sewot gitu ayo kita kekantin," ucap Nabila bangkit dari duduknya.


"Eh eh nggk usah, Mbak. Kita disini aja, saya udah bawa makanannya," ucap Clara menghentikan Nabila dan mengangkat kotak makan yang ada ditangannya.


"Waaah MasyaAllah sekali mba Clara ini gercep juga ternyata." mata Nabila berbinar melihat kotak makan ditangan Clara.


"Iya dong Clara gituloh.. Hehehe."


Clara duduk dan membagi satu kotak makan untuk Nabila dan satu untuk dirinya sendiri.


"Airnya mana, Mbak Clara?"


"Hee ngelunjak nih orang," sewot Clara


"Ya ampun Mbak Clara saya kan cuma nanya."


"Hmm iya saya tau, Mbak. Emang Mbak Nabila belum melihat seluruh ruangan mba?"


Kening Nabila mengkerut mendengar perkataan Clara, "Apa hubungannya air dengan ruangan saya?"


"Gini nih, Mba ini terlalu polos atau gimana sih, liat tuh disebelah sana ada kulkas kecil itu artinya didalam sana ada minuman." Gemes Clara menunjuk kulkas kecil yang berada disudur ruangan


"Sok tau kamu, Mak. Siapa coba yang nyiapin minuman sebelumnya kan ruangan ini kosong," bantah Nabila tidak percaya.


"Yee dibilangin nggk percaya, disini itu OB diinfokan jika ada ruangan yang akan punya tuan baru pasti kulkas di isi," jawab Clara.


"Seriusan, Mbak?" tanya Nabila tidak percaya.


"Liat aja sana, Mbak," ucap Clara cuek seraya memakan makanannya.


Nabila yang penasaran meninggalkan mejanya dan berjalan menuju kulkas disudut ruangan. Nabila terkejut bukan main saat membuka pintu kulkas ternyata benar apa yang dibilang Clara, kulkas penuh dengan berbagai minuman.


"Nah kagetkan liat isinya," ucap Clara.


"Gila emang nih perusahaan sampai lengkap gini fasilitasnya," ucap Nabila takjub.


"Udah Mbak ini lanjutin makannya, entar waktu istrahat habis makanannya mba belum habis."


"Iyaya," ucap Nabila pasrah.


Mereka makan dalam diam hingga makanan habis. Clara pamit setelah membereskan bekas makannya. Nabila menatap kepergian Clara. "Alhamdulillah dari hari pertama di jakarta sudah ada seseorang yang begitu baik menamaniku," ucap Syukur Nabila mengingat apa yang telah dilakukan Clara untuknya.


"Hmmm, baiklah.. Sekarang saatnya kembali bekerja karna semua laporan ini tidak akan selesai jika hanya didiamkan begini," gumam Nabila mulai memeriksa laporan yang akn dibawa keruangan bosnya.

__ADS_1


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, sekarang jam pulang tiba Nabila menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.


"Akhirnya selesai juga." Nabila melirik jam dimeja kerjanya, "Tepat waktu ternyata," gumam Nabila tersenyum seraya membereskan tasnya.


Ceklek (Pintu ruangan Nabila terbuka dan muncullah Clara)


"Hallo, hallo... Ini sudah waktunya pulang," ucap Clara heboh.


"Hee, suaranya dipelanin dikit," tegur Nabila.


"Iish apa sih, Mabk. Mbak ngapain? Dari tadi ditungguin nggk muncul-muncul," gerutu Clara.


"Iyaya sabar, ini laporan diamankan dulu sebelum pulang jadi besok tinggal setor ke meja pak CEO."


"Iya udah Mba cepetan, kasur dirumah udah manggil-manggil dari tadi," gurau Clara.


"Oke siap, kita pulang." Nabila berlalu meninggalkan Clara yang melongo karna ditinggalkan.


"Eh eh Mba tunggu," panggil Clara menyusul Nabila.


"Ayo cepetan."


Mobil yang ditumpangi Nabila dan Clara berhenti dengan mulus di pekarangan rumah Clara.


"Alhamdulillah sampai dengan selamat," ucap syukur Nabila.


"Mba, makasih ya untuk tumpangannya."


"Apaan sih Mba Nabila ini, kitakan sekantor jadikan sekalian."


"Iya deh iya. Kalau gitu saya pulang yaa. Selamat istrahat mba Clara."


"Mba Nabila juga, bye."


"Telfon ibu dulu dee, Raksa pasti lagi main," gumam Nabila mencari hpnya.


Tuut tuut tuut


"Assalamualaikum, bu."


"Waalaikumssalam, nak."


"Raksa mana, bu?"


"Ini lagi main."


"Aku ubah ke vc ya, bu." tanpa mendengar jawaban ibunya Nabila langsung mengubah panggilan ke vc.


Ibu Ros gercep menjawab panggilan vc anaknya dan mengarahkan kamera ke Raksa.


"Assalamualaikum, anak ibu," sapa Nabila pada Raksa.


"Waalaikumssalam, ibu," jawab Raksa.


"Anak ibu lagi main apa nak?"


"Main mobil-mobil balu, bu," jawab Raksa membawa mainannya kedepan kamera.


"Loh mainan baru lagi? Ibu yang beliin?"


"Bukan ibu, adekmu yang beli untuk ponakannya."

__ADS_1


"Kaisar pulang, bu?" tanya Nabila terkejut mengetahui adik satu-satu sudah kembali kekampung halamannya.


"Iya katanya mau kerja disini aja."


"Alhamdulillah kalau gitu, bu. Jadi ibu tidak kesepian lagi dirumah."


"Iya, Nak."


"Hmmm... Kenapa Kaisar nggk pulang waktu Nabila masih dikampung sih."


"Rencana mau ngasih kejutan buat kamu, eh tertanya malah kaisar yanh terkejut saat tahu kakaknya sudah di Jakarta."


"Huuu... Dasar kaisar," ucap Nabila kesal, "Oh ya bu. Raksa nggk rewel kan kalau malam hari?"


"Malam pertama sih rewel nanyaikan kamu terus tapi semenjak ada Kaisar udah nggk lagi."


"Kaisar bisa juga momong anak-anak ya, bu. hahaha..."


"Iya gitu. Katanya demi ponakannya dia rela momong Raksa tiap malam."


"Memang uncle yang pengertian pada ponakan."


"Untungnya Raksa juga langsung nempel ke Kaisar."


"Baguslah bu, jadi Nabila disini bisa lebih tenang."


"Iya nak kamu nggk usah mikirin Raksa disini, Raksa aman sama ibu."


"Aku percaya itu, bu. Nabila tutup dulu yaa bu, mau bersih-bersih dulu dan shalat magrib."


"Iya nak, sesibuk dan sepenting apapun pekerjaan jangan sampai kamu lalai dalam melaksanakan ibadah."


"Iya, bu. Nabila akan selalu ingat pesan ibu, Assalualaikum..."


"Baiklah, nak. Waalaikumssalam."


Telfon terputus, Nabila memutuskan untuk membereskan kamarnya yang berantakan dan melanjutkan dengan mandi kemudian setelah adzan magrib selesai dikumandangkan Nabila segera melakulan shalat 3 rakaat.


"Alhamdulillah ya Allah, hamba bersyukur atas nikmat kehidupan yang telah Engkau berikan pada hambamu ini, hamba memohon Kepadamu Ya Allah lindungi keutuhan keluarga hamba, jauhkanlah keluarga hamba dari segala marah bahaya dan fitnah yang kejam Ya Allah," doa Nabila dalam hati.


Nabila membereskan alat shalatnha dan meletakkan diatas meja ditempatnya semula.


"Telfon mas Sam dulu dee baru setelah itu masak," gumam Nabila.


Tapi sudah lima kali panggilan tidak ada jawaban dari Samudra membuat Nabila khawatir.


"Mas Sam kemana yaa? Apa masih sibuk di cafe? Tapi mas Sam belum pernah seperti ini sesibuk apapun jika aku menghubungi pasti langsung dijawab." gumam Nabila.


Panggilan ke enam Nabila menyerah menghubungi suaminya, "Iih... Mas Sam kemana sih? Udah deh entar juga nelfon balik." Nabila meletakkan hp diatas nakas samping ranjang.


Berjalan keluar kamar dan menuju dapur untuk masak makan malamnya, "Masak apa ya malam ini?" gumam Nabila seraya membuka kulkas, matanya melotot melihat kulkas melompong kosong tidak ada isinya.


"Astaga... Aku lupa belum belanja bahan makanan," ucap Nabila menepuk dahinya.


"Pesan gof*od aja dee, selesai makan baru belanja."


Nabila segera membuka aplikasi gof*od dihpnya dan segera memesan makanannya yang ingin dimakan malam ini.


...----------------...


Hi readers Selamat membacađź’•

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini, Like, Comment dan tambahkan ke Favorit kalian🤗


terimakasih sudah mampir dinovelku...


__ADS_2