Kuambil Kembali Milikku

Kuambil Kembali Milikku
Rencana Galaksi


__ADS_3

Nabila menghampiri anaknya yang terlihat bahagia bermain dengan Wahyu, "Waah... Raksa lagi main apa itu?"tanya Nabila.


Raksa memdongak ke arah ibunya, "Ibu..."panggil Raksa masuk kedalam pelukan ibunya.


"Kenapa, Nak? Seru ya mainnya?"tanya Nabila lembut.


"Selu, Bu. Aksa main lego buat lobot-lobotan diajal sama Papa,"celoteh Raksa.


"Waah... Ibu mau liat dong robot buatan Raksa."


"Udah hancul, Bu. Tadi Aksa hanculin."


"Yaa... Padahal ibu pengen liat robot buatan Raksa. Nanti buat lagi ya, Nak?"


"Ciap, Bu. Nanti Aksa buat lagi... Bu?"


"Kenapa, Nak?"


"Aksa mau bobo sama Papa, boleh?"tanya Raksa ragu.


Nabila beralih menatap Wahyu yang juga ternyata sedang menatapnya. Dengam cepat Nabila mengalihkan pandangannya ke arah Clara seolah meminta pendapat yang sudah pasti anggukan yang didapatnya dari Clara.


"Raksa mau bobo sama Papa Wahyu?"tanya Nabila pelan.


"Iya, Bu. Aksa mau bobo dipeyuk sama Papa,"jawab Raksa sendu.


Nabila merasa kasihan pada anaknya, selama lahir didunia tidak pernah tidur dipeluk oleh ayah kandungnya. Mungkin saat ini Raksa ingin merasakan hangatnya pelukan seorang pria saat tidur selain pelukan omnya, dan itu didapatkan dalam diri Wahyu.


"Tapi, Nak... Pak Wahyu tidak bisa tidur disini,"ucap Nabila pelan.


Raksa memberontak dipelukan ibunya, "Aksa mau tidur sama Papa. Aksa mau Papa,"teriak Raksa.


Nabila bingung melihat kelakuan anaknya, karna baru pertama kali Raksa berontak saat ada yang diinginkannya tidak terwujud.


"Nak? Tapi Papa tidak bisa tidur disini..."gumam Nabila.


"Aksa mau Papa..."teriak Raksa seraya memuk*l ibunya.


"Sakit, Nak... Kenapa Raksa puk*l ibu?"tanya Nabila pelan dengam sedikit meringis.


Ibu Ros tergop0h-g0poh berlari dari arah belakang karna terkejut mendengar teriakan cucunya.


"A-apa yang terjadi? Raksa kenapa?"tanya ibu Ros cepat.


"Raksa malam ini mau tidur sama Pak Wahyu, Bu..."jawab Nabila.

__ADS_1


Ibu Ros menghela nafas panjang, "Raksa, sini sama nenek, Nak,"bujuknya.


"Nenek... Aksa mau tidul sama Papa..." ucap Raksa menangis mer4ung-r4ung.


"Boleh, Nak. Tapi tidur di kamar om Kaisar aja ya?"bujuk ibu Ros.


Mendengar neneknya menuruti kemauannya, Raksa langsung menghentikan tangisnya.


Nabila yang melihat anaknya mulai tenang menghela nafas lega sekaligus heran dengan anaknya yang tiba-tiba meng4muk jika keinginannya ditolak.


"Ini karna Kita selalu menuruti kemauannya, sekarang Raksa mulai jadi pem4ksa seperti ini jika keinginannya tidak terwujud,"ucap Nabila.


"Maafkan ibu, Nak. Ini bu fikir dengan mengikuti kemauannya, Raksa bisa lebih muda diarahkannya,"sesal ibu Ros.


"Ini bukan salah, Ibu,"ucap Nabila, "Pak Wahyu? Jangan ikuti kemauan Raksa. Saya tahu Pak Wahyu orang yang sibuk tidak mungkin ada waktu luang hanya untuk mengikuti kemauan Raksa,"ucap Nabila merasa tidak enak hati karna Wahyu melihat kelakuan Raksa.


"Tidak apa-apa, Nabila. Malam ini saya akan memenuhi keinginan Raksa. Kamu tidak pernu khawatir dan merasa tidak enak, ini kemauan saya,"ujar Wahyu.


"Baiklah, Pak. Malam ini saya akan tidur di rumah Clara, tidak bagus untuk kita jika berada dalam satu atap dimalam hari takut akan menimbulkan fitnah. Boleh kan, Ra?"ucap Nabila.


Clara yang sedari tadi menjadi penonton terkesiap mendapat pertanyaan, "Eh... Boleh dong, Mbak. Boleh banget malah, saya jadi tidak kesepian malam ini,"jawab Clara antusias.


"Masalah selesai. Untul Raksa biar kita kasi paham secara pelan-pelan, karna jika begini terus tidak akan baik untuk kedepannya,"ucap ibu Ros.


"Iya, Bu. Nabila akan mencoba memberi pengertian pada Raksa,"sahut Nabila.


"Nabila mau nyusul Kaisar, Bu. Mau bawain makanan untuk makan malam, katanya mau lanjut kerja sampai malam supaya cepat selesai,"jawab Nabila.


"Boleh saya ikut?"tanya Wahyu.


"Boleh, Pak,"timpal Clara membuat Nabila memicingkan mata menatapnya.


"Kalai begitu, ayo kita berangkat sekarang aja,"ajak Wahyu semangat.


"Tapi kita jalan kaki, Pak. Nggak apa-apa?"tanya Nabila sungkan.


"Jalan kaki? Oke, tidak masalah! Malah bagus untuk kesehatan,"sahut Wahyu santai.


"Ayo cepetan, Mbak. Nanti makanan yang Mbak pesan datang, sedangkan Kaisar pasti nggak bawa uang kes,"ujar Clara.


"Yaudah, ayo!"


Mereka pamitan pada ibu Ros, Wahyu membawa Raksa ke dalam gendongannya dan berjalan mengikuti langkah kaki Nabila dam Clara.


"Mbak? Kayaknya pak Wahyu lagi pdkt lewat Raksa,"bisik Clara terkekeh.

__ADS_1


"Sembarang Kamu, Ra. Mungkin memang dasarnya pak Wahyu suka sama anak kecil,"jawab Nabila berbisik.


Clara mencebik, "Mbak dibilangin nggak percaya sih,"gerutu Clara.


"Diam, Ra. Jangan bahas itu lagi, nggak enak kalau didengar sama orangnya,"bisik Nabila.


Sementara itu Wahyu menurunkan Raksa dari gendongannya saat sudah memasuki komplek rumah yang dibeli Nabila, Raksa berceloteh seraya berlari-lari kecil, Wahyu meladeni tingkah lucu Raksa, Wahyu ikit berlari-lari kecil.


***


Dilain tempat, disebuah rumah mewah, seorang pemuda tengah tersenyum puas setelah mendapat laporan sesuai yang diinginkannya.


"Kerja yang bagus, bonus akan segera masuk ke rekening kamu,"ucapnya.


"Terima kasih, Pak Bos."


"Terus pantau, jika ada yang akan mengganggu cepat cegah jangan sampai merusak semua rencana yang sudah saya susun rapi dari awal,"titahnya.


"Siap, Pak Bos Galaksi!"


Iya pria tersebut ialah Galaksi Bumi Pramudya. Dialah yang merencanakan semuanya dari awal, sampai detektif yang Nabila hubungi mendapat bayaran double dari Galaksi agar bisa secepatnya mengungkap fakta tentang Samudra.


"Sebentar lagi papa tidak akan kesepian,"gumam Galaksi, "Semoga mama merestui apa yang Gala lakukan,"lanjut Galaksi.


"Kamu bisa melanjutkan tugasmu sekarang, ingat jangan sampai ada yang tahu kamu mengawasi mereka,"titah Galaksi tegas.


"Siap, Pak Bos. Saya permisi dulu, Pak Bos,"pamit anak buah Galaksi.


"Hmm..."


"Maaf Nabila, saya begitu cepat mengungkap fakta tentang suami kamu, ini saya lakukan agar kamu bisa bebas darinya."


Galaksi memilih Nabila sebagai calon ibu tirinya karna kagum dengan kepribadian Nabila. Pertama kali melihat Nabila saat berkunjung ke perusahaan yang ada di Pontianak, tempat Nabila bekerja sebelumnya.


Dari sana lah Galaksi mencari tahu tentang Nabila yang sudah berkeluarga dan fakta tentang kelakuan suami Nabila.


Galaksi berinisiatif memindahkan Nabila ke kantor pusat agar lebih memuluskan rencananya.


***


Rombongan Nabila tiba dirumah baru, bertepatan dengan itu kurir yang mengantar makanan pesanannya. Nabila segera membayar pesanannya.


"Ini rumah yang kamu beli?"tanya Wahyu.


"Iya, Pak. Maaf rumahnya kecil, didalam juga masih berantakan,"jawab Nabila.

__ADS_1


"Ini cukup untuk dijadikan tempat usaha, bahkan untuk ditinggali juga sangat nyaman,"sahut Wahyu.


"Benar, Pak. Saya aja kalau punya uang mau beli rumah yang begini aja, cukup untuk saya dan orangtua,"sahut Clara.


__ADS_2