Life Of Dea

Life Of Dea
#99


__ADS_3

Dini hari Phonsel Martin berdering dan tidur Martin terganggu karena panggilan tersebut terus berbunyi, lalu Martin terkejut melihat panggilan Yuni sudah lebih 20 kali dan ia langsung menghubunginya kembali


"Hallo, ada apa Darling" tanya Martin yang menerima panggilan dari keponakannya Yuni


"Uncle, sepertinya ada seseorang yang mengikuti Siska, jadi menurutku lebih baik dia sekolah disana saja Uncle" ucap Yuni kuatir


"Ya sudah, segeralah datang. Uncle akan mendaftarkan dia sekolah. Dan supaya ada teman Aura juga disini" balas Martin.


"Terimakasih Uncle"


Martin langsung menghubungi Gerald setelah mengakhiri percakapannya dengan keponakannya.


"Cari tahu dulu siapa yang mengikuti cucu ku" ucap Martin penuh penekanan


"Dan jangan lupa siapkan bodyguard yang terpercaya" ucapnya kembali.


"Baik Tuan" jawab Gerald sambil memijit pelipis keningnya.


"Siapa Honey?" tanya Dea penasaran karena sudah larut malam ada yang menghubunginya


"Yuni, katanya Siska diikuti orang. Aku harus kesana menjemputnya" ucap Martin

__ADS_1


"Sekarang juga kau akan pergi sayang?" tanya Dea yang sudah bangkit dari tidurnya


"Yes Honey, supaya aku cepat pulang" balas Martin sambil mengirim pesan pada Yuni.


"Aku persiapkan sarapanmu Honey, supaya kau tidak lapar." balas Dea yang langsung keluar kamar menuju dapur.


Martin langsung menghubungi Jerry agar mempersiapkan Helikopter mereka dan setelah itu Martin juga menghubungi Mike yang berketetapan Mike tinggal dilondon


"Hemm, apa uncle aku masih mengantuk" rengek Mike dengan suara seraknya


"Mike, kalian tinggal dimansion ini beberapa hari karena aku mau ke los angeles mau menjemput siska" ucap Martin


Namun Martin langsung mematikan telponnya dan beberapa menit kemudian Mike tersadar dan menghubungi Martin kembali.


"Sudah sadar??" ucap Martin yang sudah hafal kebiasaan Mike.


"Siapa yang mengikuti keponakan ku Uncle?"


"Kita akan membahasnya nanti dipesawat, kita bertemu di tempat biasa karena kita naik Heli" balas Martin yang sedang memakai jaket kulitnya.


"Baiklah, sampai jumpa Uncle" ucap Mike dan memutuskan panggilannya.

__ADS_1


"Honey, ini sarapanmu dipesawat" ucap Dea


Martin tersenyum dan memeluk istrinya, "Sayang tanpa kau buatkan, disana sudah lengkap tanpa kau persiapkan sarapan untuk ku Honey dan ada pramugari mempersiapkan semua kebutuhan kami karena itu tugas pramugarinya" kata Martin sambil memeluk Dea.


Dea langsung mengalungkan kedua tangannya keleher Martin dan ******* bibir Martin, Martin yang dapat serangan diawal dari istrinya itu langsung menyambutnya dengan lembut. Decapan lidah pun terdengar bersahutan, lalu Martin melepaskan ciumannya jika tidak, dia tidak akan bisa mengontrol dirinya sendiri.


"Kau wajib memakan makanan yang sudah ku persiapkan, jangan sampai kau tidak memakannya, honey!"tegas Dea


Martin semakin memeluk erat istrinya dan mencium pipi mulus Dea dan membelainya.


"Baiklah istriku yang paling cantik" balas Martin sambil tertawa pelan karena ia selalu merasa lucu dan bahagia jika melihat istrinya sedang ngambek.


"Sampaikan salam ku pada anak-anak kita" ucapnya lagi " Ya, nanti aku akan menyampaikannya. Hati-hati dijalan sayang. I love you too Martin langsung pergi keluar mansion dan diantar oleh supir pribadi mereka kebandara milik keluarga Axton.


Selama diperjalanan Martin menatap kearah depan, "Boy, jangan pernah lengah dan jangan biarkan istriku membawa mobil sendirian. Dan kau harus sampai sebelum anak-anak ku pulang sekolah dan kau harus memastikan jika si kembar masuk kelasnya dengan selamat" ujar Martin yang sangat cemas karena meninggalkan keluarga kecilnya.


"Baik Tuan, dan jangan pernah menerima tamu selain keluarga inti kan Tuan" balas supir Martin


"Hemm, kau masih ingat ternyata. Aku pikir kau akan lupa, ternyata kau masih ingat semuanya." goda Martin sambil tersenyum pada supir pribadinya.


Selang beberapa jam Martin dan Mike bersamaan sampai dibandara dan Heli mereka langsung berangkat karena tidak ada yang mau ditunggu mereka lagi. Dan akhirnya Heli terbang menuju Los Angeles, "Kakak aku akan datang melihat cucu dan putri mu kak" ucap Martin pelan karena pelannya tidak ada yang bisa mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2