
#Tentang Mike
Mike bangkit berdiri dari kursinya, dan memandang kearah Unclenya Nahendra. "Uncle, Aku harus kekantor karena ada janji dengan klien kita" ujar Mike sambil menglap bibir seksinya yang basah karena minumannya.
"Baiklah, hati-hati dijalan nak" balas Nahendra dengan tatapan hangat.
Liliana melihat semua apa yang dilakukan Mike, dan pandangannya tak putus sama sekali, sehingga makanan didepannya nyaris tak tersentuh. Lalu Liliana langsung menunduk mengaduk-aduk makanannya karena mata mereka bertemu.
Mike sengaja menangkap tatapan Liliana yang sedari tadi melihat dan memperhatikannya. Terbit segaris senyum diwajah Mike, dan saat ini Mike ingin mengerjai gadis yang sudah berani menatap wajahnya dengan lama.
Mike melangkah dan berhenti disamping Liliana, lalu mengeluarkan sapu tangannya dan menghapus sudut bibir Liliana. Liliana terkejut, dengan spontan memegang tangan Mike dan mendongkakkan wajahnya melihat kearah depan dan mereka saling pandang "Iler mu mengotori bibir seksimu" ucap Mike didengar semua orang yang ada dimeja makan yang sedang bersama mereka. Liliana melebarkan bola matanya dan ingin memukul tangan Mike namun ditahan oleh Mike.
"Baby, aku berangkat kerja dulu. Cup..!!" Mike mencium bibir Liliana dan menjilaatnya, dan meninggalkan Liliana yang sedang terbengong.
__ADS_1
"Hheemm" Willi berdehem dan Mike menatapnya sekilas berbeda dengan Willi yang menatapnya dengan tajam, lalu Mike melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan mereka semuanya.
"Anaaa" panggil Willi dengan nada penuh penekanan.
Liliana tersadar, "Ehh,..yah.. Ada apa Will?" ucap Liliana dengan kebingungan dan malunya.
"Ikut aku" ucap Willi tegas dan Yuni menatap suaminya dan Willi hanya mengecup kening istrinya itu lalu meninggalkan meja makan menuju ke luar hotel dan di ikuti oleh Liliana.
Namun sebelum Liliana meninggalkan meja makan, Nahendra menahannya dan berkata "Dia sudah berubah, katakan padanya" kata Nahendra dengan tatapan penuh berharap pada Liliana yang bingung dengan ucapan mertua dari sepupunya itu.
Kenapa tegang, siapa Mike sebenarnya ada di Novel Story Menteng VII Medan. Nanti aku buat cerita detail tentang jati diri Mike dan Liliana, aku post di Facebook.
Dea hanya memilih diam saja, karena segan untuk bertanya. Sementara Kinan duduk agak berjauhan dengan Dea, mereka hanya memakai bahasa tubuh saja tanpa mengeluarkan sepata kata dari bibir mungil mereka.
__ADS_1
"Kakak Ipar, besok aku dan istri berangkat bulan madu New Zealand selama satu bulan. Aku harap kau Hiro dan Kinan bisa menghandle semuanya" ucap Martin dengan menatap mereka semua.
Hiro hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja dan sesekali melirik kearah istrinya yang selalu bersikap cuek padanya meskipun Kinan sudah memaafkannya.
Dea hanya memperhatikan setiap pergerakan Kinan, dan Dea tahu kakaknya itu sangat mencintai Hiro dan hanya saja dia masih kecewa dengan perbuatan yang dilakukan Hiro dulunya.
"Baiklah, aku akan bersama putri dan cucuku. Tapi setelah ini jumpai aku terlebih dahulu" balas Nahendra dengan suara sendunya itu semua karena menantunya tidak menyukai adik sepupu istrinya yang notabenenya sangat jelek.
"Saya duluan, mari Darling antar Papa kekamar sebelum kita pulang ke mansion" ucap Nahendra dan begitu Yuni berdiri langsung dicegah oleh Martin. "Biar Paman saja, kamu temani Bibimu dan Gavrael." Martin menatap kearah Yuni dan beberapa detik langsung menoleh kearah istrinya yang tersenyum " Baby, aku tinggal sebentar. Tidak apa-apakan?!" tanya Martin mengelus rambut Dea dengan lembut. "Pergilah, mungkin Uncle ingin bercerita sama mu. Aku dengan Kak Kinan saja nanti" ucap Dea mencium bibir Martin dengan lembut.
"I love you" kata Martin melumaat bibir Dea
Hiro melihat unclenya memutar bola matanya melas karena kebucinan unclenya sudah ketara banget kalau kata orang gaul zaman sekarang
__ADS_1
"Love you too" Dea mengelus tangan Martin dan tersenyum lebar. Martin langsung menghampiri Kakak Iparnya dan mendorong kursi rodanya menuju kamar dengan menggunakan lift hotel.
Jangan Lupa Dukungannya selalu 😍😘