Life Of Dea

Life Of Dea
#45


__ADS_3

Martin spontan berdiri tegak begitu melihat Dea ditendang dan tersungkur ketanah tepat dibawah kaki Rico Paman Dea. Kilat mata pria itu menyorot tajam bahkan hampir sama seperti kilauan dari benda tajam yang panjang yang lebih tepat disebut dengan pedang. Manik mata itu penuh dengan dendam, kebencian, emosi dan amarah yang sudah dipuncak, tanganny mengepal dan seluruh tubuhnya gemetar karena marahnya. Tapi kedua orang yang lainnya bahkan dirinya sendiri tidak menyadari bahwa ia bisa berdiri tegak saat ini.


Martin dan Dea pernah gagal dalam menjalankan rencana mereka untuk menangkap Rico dan mengakibatkan meninggalnya seorang sahabat, bahkan sudah dianggap abang sendiri oleh Dea. Yah dia adalah Virez yang selalu setia kepada Dea sampai dia meninggal dunia dirumah sakit. Membuat Dea hampir frustasi karena kehilangan sosok selalu ada dihidupny saat dia butuh pertolongan dan perlindungan.


Hidup Dea yang penuh tekanan dulunya dari Bibi, Pamannya dan hinaan dari sepupunya semuanya karena mereka mengatakan bahwa kehadirannya membuat kedua orangtuanya meninggal dunia. Dea menerima hinaan itu selama 20 tahun lamanya dan dia tidak pernah melawan sampai dia siap untuk melawan semuanya. Virez hadir dalam hidupnya merubah pola pikir Dea yang dingin dan tertutup menjadi lebih terbuka dan mau bergaul dengan seumurannya, sampai ia bertemu dengan kekasihnya tapi sayang dia harus menelan kekecewaan yang sangat besar karena telah dihianati. Kinan selalu menyemangatinya untuk bangkit dan melupakan semua yang sakit dan pahit selama hidupnya meski pun tak dipungkiriny bahwa Kinan juga, tidak lepas dari hinaan keluarga Dea.


Rico menyeringai melihat kebawah kearah Dea yang sudah tersungkur dibawah kakinya, dan beberapa senapan yang merupakan milik anakbuah pamannya itu mengarah kearah tubuhnya dan kaki dan tangannya diinjak oleh anakbuah pamannya. Diluar tepatnya tidak jauh dari Dea berada masih terdengar suara adu tembak dan seseorang membisikkan ketelingn Rico dan Rico langsung mengalihkan pandangannya kesekitar area pelabuhan, dia menyadari bahwa sudah banyak anakbuahnya tergelatak tak bernyawa bahkan anakbuah Dea yang tak jauh dari tempat mereka.


Rico langsung mengarahkan senapan kearah kepala Dea, yang baru saja diberi oleh anakbuahnya Rico. Dimana posisi Dea masih seperti semula tangan dan kakinya diinjak oleh anakbuah Rico sementara Rico menginjak pundak Dea sebelah kiri, membuat Dea sama sekali tidak bisa bergerak dan harus menahan rasa sakit dan amat sakit.

__ADS_1


Dea merintih kesakitan pada seluruh tubuhnya akibat injakan dari kaki tangan dan pundak yang diberikan oleh pamannya dan anakbuah pamannya itu.


"Aargggthkkk, BastAard!!" teriak Dea meringis kesakitan


Rico mendengarnya langsung emosi dan menekan lebih kuat injakannya pada pundak Dea dan Dea semakin kesakitan.


"Ck, kau seorang pecundang hanya bisa berdiri dibelakang para anakbuahmu saja" ucap Dea, yang berusaha melepaskan dirinya, tapi justru hal itu membuat Rico dan anakbuahnya semakin menekan injakan kaki mereka.


Dea ingin memaki dirinya sendiri saat ini, seharusnya dia mengikuti saran dari Nahendra maupun Kinan, ada secuil perasaan penyesalan dan tenang karena setidaknya tidak ada orang yang dikuatirkannya karena dia tidak ingin ada kejadian seperti Virez.

__ADS_1


Saat ini dia hanya bisa pasrah pada keadaan, tiba-tiba Dea tersenyum tipis dan memejamkam matanya dalam benaknya dia akan menjumpai Virez dialam atas sana. Seseorang yang sudah dianggapnya sebagai abangnya sendiri, itulah tujuannya melarikan diri dari Kinan dan Martin karena dia tidak ingin Kinan dan Martin dalam bahaya dan bila itu sampai terjadi betapa frustasinya Dea dan sepanjang hidupnya akan menyelimuti rasa penyesalan dan rasa bersalah dan mungkin Dea tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Dia tidak ingin hal itu sampai terjadi lagi, hidup penuh penyesalan itu tidak enak dan cukup Virez dan hanya Virez saja yang sudah membuat hidupnya down dan ada rasa bersalah, rasa penyesalan dan rasa kehilangan yang sangat mendalam dan tidak bisa diobati oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri.


Maaf semalam tidak bisa update karena sinyal buruk dan situasi tempat yang jauh dari sinyal membuat aku harus update 4 bab hari ini.


Jangan Lupa Dukungannya yah 😍


LIKE KOMEN FAVORIT DAN AKU BUTUH VOTE DARI MU PARA PEMBACA SETIAKU.

__ADS_1


__ADS_2