Life Of Dea

Life Of Dea
#80


__ADS_3

"Apa kamu sudah mendapat kabarnya?" kata Nahendra pada anakbuah suruhannya.


"Sudah Tuan, Nyonya Dea ada di Auckland Tuan" kata anakbuahnya disebrang sana.


"Bagus jika begitu, tetap awasih dan jaga dari jarak jauh. Agar ia tetap akan aman" kata Nahendra menatap langit kamarnya


"Tapi Tuan, ada kabar yang harus Tuan ketahui."


"Katakan!!" ujar Nahendra yang penasaran


"Saat ini Nyonya Dea sedang bersama mantan istri Tuan Martin Tuan"


"Apa!!" teriak Nahendra yang kaget


"Kenapa rubah betina itu ada disana" tanya Nahendra


"Tapi, sepertinya mereka tidak saling mengenal Tuan, jika saya lihat dari keakraban mereka. Dan selama ini Rossi memang tinggal disini kurang lebih dua tahun terakhir ini" jelas anakbuah Nahendra.


"Awasi dia, sebelum aku sampai kesana, jangan lupa kirim photo mereka dan apa saja kegiatan rubah betina itu. Jangan sampai rubah itu mencelakai adik iparku" ucap Nahendra yang sudah geram hidupnya dan keluarganya tidak pernah tenang.


"Siap Tuan" tegas anakbuahnya.


Nahendra memutuskan panggilannya dan duduk disisi ranjang.


Ia merenungi nasib adik iparnya, entah dimana dia bisa mengenal rubah betina itu dan kenapa wanita itu sangat dicintai adik iparnya, padahal ternyata jelas dia tahu bahwa wanita itu seorang ****** betina yang genjar mencari mangsa orang kaya. Dan salah satunya Martin sudah kena mangsanya, jika tidak Nahendra yang membuatnya meninggalkan Martin seusai pernikahan, dia tidak tahu kedepannya bagaimana nasib adik iparnya itu.Tapi sebelum mereka berpisah, Nahendra menunjukkan semua bukti kebohongan Rossi kepada Martin dan Rossi meninggalkan Martin dan Martin menceraikan Rossi setelah satu bulan pernikahan mereka.


Sementara di perusahaan Dimitri Crop Martin gelisah sudah lebih seminggu istrinya tidak ditemukannya, hasilnya Martin berang dan marah-marah kepada semua anakbuahnya.


Arrgghhh

__ADS_1


"Apa yang bisa kau kerjakan, Haa??!" bentak Martin


"Mencari satu orang saja kau tidak becus!!" geramnya.


"Maafkan kami Tuan, sepertinya ada seseorang yang menghalangi setiap langkah kami"ucap anakbuahnya.


"Maksudmu apa?! Katakan yang jelas"


"Sepertinya Tuan Besar sudah mengetahuinya"


"APA! Kakak ku sudah tahu dan memilih diam tanpa memberitahukan padaku?" ucap Martin.


Suruhan Martin memilih diam saja, tapi itu semua atas suruhan Nahendra, agar adik iparnya pulang dan bertemu dengannya.


"Keluarlah, jika ada kabar langsung kabari sama ku" ucap Martin


"Baik Tuan" lalu suruhanya meninggalkan ruang kerja Martin dan selang berapa menit Gerald masuk dengan wajah paniknya.


"Jangan mengganggu ku jika tidak penting" ujar Martin membelakangi Gerald sekretarisnya.


"Dea bersama Rossi" ucap Gerald langsung


"Apa?! Istrikuuuu-, Istriku dengan Rossi??!" ucap Martin terbata-bata lalu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Dimana mereka, dan kau tahu dari mana?!" tanya Martin yang penasaran dan tergesa-gesa


"Ketika kau menyuruh ku mengambil berkas didalam kamarmu, aku tidak sengaja Tuan Besar menghubungi seseorang, yang aku dengar bahwa istrimu sedang bersama Rossi. Dan aku terpaksa pergi dari sana karena aku melihat keponakanmu ingin kekamar Dady-nya. Jadi aku memilih masuk kembali ke kamarmu dan berpura-pura baru keluar dari kamarmu agar keponakanmu dan Tuan Besar tidak curiga" ucap Gerald menjelaskannya dengan rinci.


"Baiklah, tetap awasi tua bangka itu. Aku akan pulang nanti sore agar ia tidak curiga kepada mu dan aku yang akan bertanya pada Kakak Ipar" jawab Martin yang menghembuskan nafasnya dengan kasar.

__ADS_1


"Aku keluar dulu, kau tak makan siang?" tanya Gerald


"Bungkuskan saja, aku akan makan dikantor" jawab Martin memilih berjalan kearah dinding kaca dan menghidupkan rokoknya untuk menenangkan pikirannya.


"Honey, aku rindu dengan mu" lirih Martin sendu dan terbayang malam pertama mereka dan setiap tawa dan senyuman Dea terakhir kalinya sebelum masalah datang.


❣️❣️❣️


Tepat hari minggu dimana Dea sedang di Apartemen memasak burger dan pizza, namun tiba-tiba bel Apartemennya berbunyi. Dea memandang lama pintu apartemen, pikiran buruknya langsung dia tepis.


"Mungkin Rossi datang berkunjung"ucap Dea dan berjalan menuju pintu apartemennya lalu membukanya dan ia langsung tersenyum


Benar dugaannya ternyata Rossi datang berkunjung dengan membawa Wine yang ada ditangannya. "Kita minum bersama" ucap Rossi sambil menunjukkan gigi putihnya


"Masuklah" Dea menarik tangan Rossi dan menerima botol Wine dari tangan Rossi.


Dea bergegas kedapur lalu menyiapkan pizza dan burger yang sudah masak kemeja makan


"Kau memasaknya?" tanya Rossi


Hemm


"Aku senang memasak"jawab Dea dengan telaten menyiapkan hidangan keatas meja.


"Selesai, saatnya kita makan" ujar Dea


"Tapi aku mandi dulu"kata Dea


"Baiklah, aku menunggumu" jawab Rossi tersenyum lalu beranjak keruang tengah dan memilih menonton TV sambil menunggu Dea selesai mandi.

__ADS_1


Jangan Lupa dukungannya


__ADS_2