Life Of Dea

Life Of Dea
#77


__ADS_3

Saat ini Dea berada di Auckland tanpa ada yang tahu jika dia sudah berada dihotel yang sama tempat mereka akan berbulan madu namun dikamar yang berbeda. Dea saat ini berdiri didepan kaca sebagai pembatas kamar dan balkon hotel, ia memandang sekitarnya dan menghirup udara yang dingin. Ia kadang berfikir apakah ini sudah keputusan yang tepat baginya untuk menenangkan hatinya sendirian dan mengabaikan masalah dan suaminya.


Tak terasa air matanya membasahi pipinya, ia sungguh tak menyangka jika begini jalan hidupnya. Hanya satu malam yang indah ketika disaat Dea menyerahkan mahkotanya namun, disaat semua telah terjadi Martin pergi entah kemana meninggalkannya tanpa memberi kabar sekali pun. Dea tidak bisa egois, dia sangat yakin jika dia akan hamil dengan malam panas yang dia lakukan dengan Martin kemaren. Jadi dia tidak akan sembarangan mengambil keputusan yang akan membuat hidupnya hancur dan bersalah.


Dea mengnonaktifkan phonselnya, dia tidak ingin di ganggu. Ia beranjak dari tempatnya dan ingin mandi karena Dea ingin pergi ke mall untuk membeli perlengkapannya selama di Negara ini.


Sementara di Los Angeles Martin yang baru sadar karena rasa laparnya, dia bangkit berdiri dan memijit pelipis kepalanya dan ia mulai melihat sekitarnya dan ia bingung ia merasa tak asing dengan tempatnya sekarang. Dia berdiri berjalan dan ingin membuka pintu namun pintunya terkunci, Martin berteriak kencang dan menggedor-gedor pintu kamar tempat dia berada.


"Buka,..Bukaa!!"teriak Martin dengan penuh emosi namun tidak ada satu pun yang membukakan pintunya.


Martin berjalan menuju kamar mandi, ia membersihkan dirinya sekaligus mengingat apa yang terjadi padanya, dia ingat dia meninggalkan Dea istrinya seorang diri dan dia pergi menuju menjumpai Gerald namun belum sempat dia berangkat, Rossi masuk kedalam mobilnya dan Martin tidak ingin Dea salah paham akhirnya membawa Rossi ketempat yang jauh dari apartemennya.


Flashback


Selama diperjalanan Rossi berbicara semua apa yang terjadi padanya setelah dia meninggalkannya dimalam pengantinnya dan memohon maaf dan minta untuk kembali lagi.


Ciiiiittt....


Mobil Martin berhenti dipinggir jalan


"Out, Go out!!!" teriak Martin

__ADS_1


Rossi heran melihat perubahan Martin yang dulu sangat mencintai dan menyayanginya sekarang rasanya sudah tidak ada harapan apalagi sudah ada cincin yang melingkar dijarinya. "Apa kau tidak sayang padaku lagi?" isak Rossi. Martin tidak bisa melihat wanita menangis, dia mencoba meredam kekesalannya dan kemarahannya pada mantan istrinya itu.


"Apa kau sudah tidak punya malu untuk menjumpaiku dengan semua yang sudah kau lakukan padaku?? Apa kau pikir setelah kau meninggalkan ku, aku tidak bisa bangkit dan aku tidak bisa melupakanmu??" bentak Martin


"Kau salah Rossi!!! Kau pergi dari hidupku, aku lebih bahagia dan mendapatkan seorang wanita yang tulus pada ku dan tidak seperti mu Rossi. Kau dari lembah hitam ku angkat tapi kau yang memilih pria lain dari pada aku, aku yang dulu sangat mencintaimu dan menyayangimu dan membuat kau menjadi wanita terhormat sampai aku memohon kepada Kakak iparku agar menyetujui kita. Namun Apa Haaa???!" ucap Martin menggebu-gebu


"Kau lebih memilih menjadi PELACUR dari pada menjadi BERLIAN...!!" tegas Martin dengan penuh kekecewaannya. Martin meluapkan isi hatinya yang selama ini terpendam pada mantan istrinya ini.


"Dan perlu kau tahu Rossi, sebulan kita menikah aku sudah menggugat ceraimu dan kau terima akan itu" ucap Martin menatap tajam kearah Rossi yang duduk disampingnya.


Rossi hanya menangis, sampai menangis sejadi-jadinya. Martin menghubungi Gerald agar memberi uang kepada Rossi untuk biaya hidupnya. "Itu yang terakhir dariku, dan jangan pernah tunjukkan wajahmu didepanku terlebih didepan istriku. Jika sampai itu terjadi jangan harap kau selamat ditangan aku bahkan kau tidak bisa selamat ditangan istriku, ingat itu!!" ucap Martin mengalihkan pandangannya melihat kedepan.


"Keluarlah, karena mu aku meninggalkan istriku. Aku tidak ingin mengecewakannya. Keluarlah!" bentak Martin.


Rossi langsung keluar dari dalam mobil Martin, dan Martin langsung melajukan mobilnya dengan pikirannya yang kacau. Jika dia pulang pasti menimbulkan banyak pertanyaan istrinya dan dia memilih kebar minum sampai keadaanya seperti ini.


❣️❣️


"Shiitt" maki Martin memukul dinding kamar mandi dengan kuat.


"Sorry Honey, i'm so sorry"lirih Martin air matanya jatuh dan dadanya terasa sakit sekali. Martin memutuskan untuk pulang ke Apartemen dan memohon ampun pada istrinya dan dia siap untuk dihajar dan dimaki oleh Dea yang penting jangan diceraikan saja. Itulah dalam benaknya saat ini, selang beberapa menit Martin selesai dari mandinya dan keluar dan dia terkejut Kakak Iparnya sudah berdiri dengan tongkatnya dan membelakanginya.

__ADS_1


"Kakak, kau yang mengurungku?" tanya Martin sembari memakain pakaian ganti yang sudah terletak diatas tempat tidur. Dia yakin ini pasti Kakak iparnya yang menyediakannya.


Nahendra menoleh kearah Adik Iparnya itu yang sudah selesai berganti pakaian. "Masuk" teriak Nahendra.


Martin bingung, dan seketika lima orang yang betubuh tegap datang dan masuk kedalam kamar dan menyeret Martin keluar kamar menuju taman belakang dekat kolam renang.


Disana ia bisa melihat sudah ada Kinan Hiro Jerry Yuni Willi dan Gerald yang sudah terikat diatas pohon dengan posisi terbalik.


Gleekk


Martin seakan merinding, pasti dia akan merasakan apa yang dirasakan Gerald. "Kakak" ucap Martin sambil memberontak agar mereka melepaskan tangannya yang dikepal erat.


"Ikaaatt" teriak Nahendra, dengan gerakan cepat para anakbuahnya yang menjemputnya tadi pagi langsung mengikat kedua tangan dan kaki Martin.


"Kakak, are you kidding" bentak Martin


Nahendra langsung melotot, "No, im not kidding you." ucap Nahendra lalu mengayunkan tongkatnya kearah kaki Martin dan memukulnya berkali-kali sampai Martin kesakitan.


Kinan sengaja merekam semua yang dilakukan Nahendra kepada Martin, dia sangat yakin jika Dea melihat ini pasti dia akan tertawa kencang.


Jangan lupa dukungannya

__ADS_1


__ADS_2