Life Of Dea

Life Of Dea
#6


__ADS_3

sesampai si lobi hotel dea langsung menahan tangan martin yang berada didepannya.


"tuan, kau tidak perlu mengantar ku" ucap dea tegas. martin tidak langsung menjawab hanya memandang dea saja.


"tuan kau tidak tuli bukan.." ucap dea kesal karena diabaikan. martin yang dikatai tuli mengerang kesal.


"hei kau bilang apa?!! Tulii..!!! geram martin


'Ck dasarr arogan"gumam dea pelan masih bisa didengar martin


"kau" ucap martin emosi


"aku pulang, oia kemarilah" ucap dea sambil menarik martin supaya mendekat tanpa jarak. martin hanya diam saja dia juga tidak mengerti kenapa tubuhnya mengikuti apa yang dilakukan wanita yang ada di depannya saat ini. dea langsung mengeluarkan dompet martin yang ada di kantong celana pendeknya, dan mengambil uang rupiah warna merah beberala lembar dari dompet nya, martin yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya tapi tangannya seolah kaku dan membiarkan wanita tersebut mengambil uangnya dan memasukkan kembali dompetnya.


"ini untuk biaya perobatan, aku wanita miskin dan tak punya uang ku rasa kau cukup baik untuk memberikan aku uang dan itu tidak membuatmu miskin kan" ucap dea sambil tersenyum kepada martin.


martin hanya diam saja, tapi saat dia mau membuka mulutnya untuk berbicara langsung dipotong dea.. "oia makasih, aku pulang" ucap dea sambil berjinjit didekat wajah martin dan dea mencium pipi martin dan langsung lari terbirit-birit karena dia malu dan takut dimarahi oleh pemuda yang baru saja dia kerjai.


"bos apa perlu aku mengejar wanita tadi" ucap hiro yang sedari tadi didekat mereka berdiri.


"menurut mu apa wanita tadi memakai magic hiro?!" tanya martin yang kebingungan.


hiro hanya terkekeh geli mendengar dan melihat wajah merona pamannya itu. "hei aku bertanya bukan menyuruh mu menertawakan ku" teriak martin karena hiro sudah berjalan lenggang tanpa dosa meninggalkan pamannya yang sedang jatuh cinta itu.


sementara dea wajahnya langsung blusshing merona, sampai dihotel dia langsung menelepon kakak nya dan menceritakan semua kejadian yang dia alami. kakak nya pun malah tertawa kencang, adiknya memiliki keberanian yang luar biasa dengan mencium pria tanpa dia kenal hanya karena dia merasa sayang untuk dilewatkan toh juga gak bertemu lagi itulah yang dikatakan dea pada kinan saat ini.


"kakak aku serius" ucap dea kesal sambil menghentak hentakkan kakinya kelantai kamarnya.


"iya adik ku bawel, nikmati saja liburannya. kalau kamu ketemu dia lagi sampai 3 kali berarti kalian berjodoh" ucap kinan sambil melihat berkas yang berserak dimeja kerjanya.


"kakak menyebalkan" ucap dea kesal dan langsung mematikan telponnya. kinan yang ada di london saat ini tepatnya di perusahaan mereka hanya terkekeh geli mendengar suara kesal adiknya itu.


"dea dea syukur deh kamu uda dapat hiburan disana" gumam kinan masih mode tersenyum sendiri membayangkan wajah adiknya saat ini dia sudah tau seberapa kesalnya dia saat ini.

__ADS_1


selesai mengobrol sama adiknya kinan melanjutkan pekerjaannya karena dia akan berjumpa dengan klien.


sementara di hotel dea uring-uringan tak habis pikir olehnya dia yang berani nyium pipi orang tanpa permisi, "perutku lapar banget" lirih Dea pelan sambil rebahan di tempat tidurnya.


akhirnya selesai membersihkan diri dea pergi menemui temannya yang tanpa sengaja bertemu di hotel martin, mereka berjanji akan makan bersama sekitar jam makan siang.


dea sampai di hotel yang ditujunya, dea mengedarkan pandangannya, dan matanya tertuju pada sosok pria yang sudah lama tidak bertemu dengannya "ah itu dia, gumam dea. dea langsung menuju mejanya menyapa temannya


"hi sudah lama" ucap dea sambil duduk dihadapan leo teman dea


"aku baru saja datang" balas leo


"kamu sudah makan? mau pesan apa?" tanya leo sambil menyodorkan menu restoran


"steak aja deh, intinya yang berbau dengan daging aku pesan karena aku ingin makan makanan yang berat dan berlemak agar timbanganku naik hehe" ucap dea sambil tertawa renyah


"tunggu biar aku ke sana, soalnya restoran ramai banget takut kelamaan" ucap leo


"ga usah deh leo biar gue aja." jawab dea langsung bangkit berdiri dan meninggalnya.


Dea yang sudah mengambil makanan dan sedang berjalan ke arah meja dimana dia akan makan sama dengan temannya dari jauh dia melihat martin pria yang dia cium sedang makan sambil menundukkan kepalanya dia berjalan mau melewati meja tempat martin berada tapi dewi fortuna tidak berpihak padanya. dia jalan tergesa-gesa tanpa memandang ke kanan dan ke kiri sampai dia menabrak seseorang dan membuat nampan yang dipegang wanita tersebut jatuh beserta isinya dan hal itu membuat semua pengunjung melihat kearah keributan tersebut.


"Shiit" maki martin


"Heii pakai mata kalau jalannn..." teriak Dea, karena semua makanannya tumpah. emosi dea sudah dilevel yang tertinggi karena pria itu lagi yanh tak lain martin dimitri


"sorry, aku buru-buru, ini uang beli lagi makanan mu" ucap martin sambil memberi beberapa lembar uang seratus ribu indonesia. dan Martin langsung berlari kencang meninggalkan Dea yang masih emosi melihat perbuatannya. dea yang melihat martin memberinya uang, hanya shock sampai mulutnya menganga "mungkin pria ini sudah terbiasa menyelesaikan masalah dengan uang" gumam dea dalam hati. dea memaki martin dalam hati sambil berjalan kearah mejanya.


"kamu kenapa" tanya leo yang heran melihat dea yang menggurutu sedari tadi.


"iya makanan yang ku ambil tumpah karena sesseorang menabrak ku, dan bahkan dia memberiku uang. hebatkan ..!!! ucap dea dengan emosi.


Leo hanya terkekeh pelan melihat ekspresi wajah dea saat ini. "dea berapa lama kamu disini?! tanya leo

__ADS_1


"hemm aku belum tau, 2 hari kayaknya" balas dea sambil menekuk wajahnya.


"tumben kamu liburan kemari,?! apa ada masalah??" tanya leo lagi karena dia penasaran kenapa seorang dea bisa sampai ke negeri indonesia ini.


"tak ada masalah hanya ingin berlibur saja" ucap dea sambil tersenyum. dea tidak pernah cerita masalah pribadinya kepada oranglain selain kakaknya sendiri.


leo masih asyik bercerita dengan dea tiba-tiba tangan dea terangkat keatas "stop, aku harus menyelesaikan masalah ku dulu tunggu disini oke" tegas dea sambil menatap ke arah depan dengan tajam karena semenjak bertemu dengan pria itu hidup nya selalu sial.


dea berjalan cepat untuk menjumpai pria yang membuatnya sial. ketika jarak mereka sudah dekat dea menahan tangan martin, dan martin reflek melihat siapa yang menahan tangannya.


ini uang mu, aku tak butuh..!! tegas Dea sambil melemparkan uang yang diberikan martin tepat ke wajah nya. martin hanya diam dan tak menanggapinya karena ada masalah lebih penting dari pada melayani wanita gila yang ada didepannya saat ini itu lah yang ada dipikiran martin saat ini.


"Terseraah..."balas martin dan melanjutkan langkahnya tapi Dea tak puas karena dia merasa di cuekin dan harga dirinya jatuh.


"Heeeiii....!!!" teriak Dea dan martin menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang emosi martin sudah meninggi ditambah tingkah konyol dari wanita yang ditolong nya tadi.


"Mampus Loe..." teriak Dea kencang


tanpa persiapan martin tidak dapat mengelak tendangan dari dea dan membuatnya langsung tersungkur karena tendangan dari wanita tersebut.


"Oh Fu*k..!!!"maki martin yang sudah emosi.


"are you Crazy!!!," teriak martin


"Yes im Crazy cause you..!!!" teriak Dea sambil menunjuk ke arah mata martin. dea langsung tersenyum devil dan meninggalkan martin yang masih bingung. bodyguard nya tidak bisa berbuat apa-apa karena martin melarang nya.


dea meninggalkan martin yang masih terduduk dilantai, dia mengambil tas selempang nya.


'leo maaf aku harus pulang. di london kita bisa bertemu kembali" ucap Dea.


"baiklah kamu hati-hati" ucap leo


"hemm" balas dea dan langsung pergi meninggalkan hotel

__ADS_1


jangan lupa like komen dan favorit


__ADS_2